Senin, 05 Desember 2022 – Hari Biasa Pekan II Adven

Posted on

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Stefanus Cilandak Jakarta Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – 1Sam 2:35

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan wartakanlah sampai ke batas bumi: Janganlah takut! Lihat, Penebus kita akan datang”

PENGANTAR:

Bukanlah suatu sikap pesimis kalau kita menyatakan bahwa kita masing-masing memerlukan pembebasan dari keterbatasan insani kita. Badan yang tidak enak, terlalu lelah, putus asa dapat melumpuhkan atau menghambat kegiatan kita. Namun, kita semua ini pencari kebahagiaan. Nabi Yesaya menggambarkan masa depan yang cerah. Dengan tampilnya Yesus, nubuat-nubuat Yesaya bukanlah suatu ilusi belaka. Yesuslah Penyembuh dan Pengampun.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabaik, semoga doa permohonan kami naik kehadirat-Mu. Perkenankanlah kami mengabdi pada-Mu dengan hati tulus ikhlas, agar kami layak menyambut misteri penjelmaan Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, .. Amin

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 35:1-10

“Allah sendiri yang menyelamatkan kamu.”

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron akan diberikan kepadanya; Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kalian!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang yang hangat akan menjadi kolam dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14

Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.

  1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

  2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.

  3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yes 33:22)  Lihat, raja kita, Tuhan semesta alam, datang!

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 5:17-26

“Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.”

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Yesus, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Maka datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur. Mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Tetapi karena banyaknya orang di situ, mereka tidak dapat membawa masuk. Maka mereka naik ke atap rumah dan membongkar atap itu. Kemudian mereka menurunkan si lumpuh ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia, “Hai Saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hati, “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu Ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian pikirkan dalam hati? Manakah lebih mudah mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah’? Tetapi supaya kalian tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Lalu Yesus berkata kepada si lumpuh, “Aku berkata kepadamu: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumah!” Seketika itu juga bangunlah orang itu di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang takjub, lalu memuliakan Allah. Mereka amat takut dan berkata, “Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan. Jumpa lagi dengan saya romo Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari komunitas SCJ Cilandak Jakarta Selatan dalam resi, renungan singkat dehonian edisi 5 Desember 2022. Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil dari Injil Lukas 5:17-26.

Hari ini kita telah menyaksikan hal hal yang sangat menajubkan. Sahabat resi yang mengasihi Tuhan, disadari atau tidak, kuasa Tuhan selalu bekerja dalam hidup kita. Rahmatnya selalu tercurah pada kita setiap waktu. Kita bisa belajar dari kisah si lumpuh yang terbaring ditempat tidur dan tidak berdaya dalam menyongsong kuasa dan rahmat Tuhan dalam hidup kita.

Pertama kalau kita meyakini bahwa hidup kita diberkati, apakah cukup berhenti berkat itu pada kita atau kita berjuang menjadikan diri kita juga berkat buat orang lain. Kesehatan adalah berkat yang mahal dan tidak bisa dibeli, tetapi tidak semua yang sehat mejadi bagian dari orang orang yang peduli membawa mereka yang sakit, yang lumpuh pada Tuhan Yesus untuk mendapatkan kesembuhan jasmani tetapi juga rohani. Sapaan kita, senyum kita, pengertian kita adalah salah satu obat buat mereka yang sedang sakit dan tak berdaya.

Kedua, silumpuh menjadi sembuh bukan hanya percaya pada kuat kuasa Tuhan Yesus, tetapi juga percaya pada iman pribadi pribadi yang membahwanya pada Tuhan Yesus. Untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus seringkali kita butuh bantuan sarana yang membantu kita sehingga berhadapan dengan Tuhan Yesus untuk mengalami belas kasih dan kuat kuasaNya. Imam menjadi salah satu pribadi yang dipercaya oleh Gereja mengantar kita pada kuat kuasa belas kasih Tuhan dalam sakremen rekonsiliasi. Semoga kita dimana saja pada masa advent ini bisa dengan rendah hati datang pada imam dan meminta dengan rendah hati untuk menerima belas kasih Tuhan supaya menjadi sembuh.

Ketiga, rahmat bekerja lewat kuat kuasa Tuhan, lewat bantuan orang sekitar tetapi rahmat megalir lewat tangung jawab yang sepantasnya kita lakukan sendiri seperti si lumpuh yang tidak berhenti pada sukacita karena bisa jalan tetapi juga memikul tempat tidurnya sendiri. Mari berjuang pada tangung jawab yang melekat pada pribadi kita untuk mendapatkan berkat Tuhan.

Mari kita songsong ramat dan kuat kuasa Tuhan dalam hidup kita.

DOA PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahakudus, Semoga ibadat yang kami hunjukkan ke hadirat-Mu dalam perjalanan di dunia ini kelak dapat menjadi anugerah penebusan kekal. Demi Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Yoh 15:16

Bukannya kalian yang memilih aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan hasilmu tinggal tetap.

DOA PENUTUP:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maharahim, teguhkanlah kami dengan kekuatan sakramen ini, Semoga kami mengambil manfaat dari pengajaran Santo Ambrosius, sehingga tak gentar menempuh jalan-Mu dan semakin pantas menikmati perjamuan abadi. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: