Rabu, 30 November 2022 – Pesta St. Andreas, Rasul

Posted on

Br. ANdreas Gatot Yudoanggono SCJ SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Resi-Rabu-30-November-2022-oleh-Br.-ANdreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-SCJ-dari-Rumah-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Timur-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – lih. Matius 4:18-19

Di tepi Danau Galilea Yesus melihat dua orang bersaudara: Petrus dan Andreas. Ia memanggil mereka, “marilah, ikutilah Aku. Kamu akan Kujadikan nelayan manusia.”

PENGANTAR: 

Andreas dari Betsaida punya perhatian besar terhadap hal-hal religius. Harapan akan Al Masih diterimanya sungguh-sungguh. Maka ia menjadi murid Yohanes Pembaptis. Tetapi mendengar kesaksian Yohanes, ia segera mengikuti Yesus dan mengajak saudaranya. Selanjutnya ia sangat terpesona oleh pribadi Yesus. Kelak ia berkeliling ke mana-mana sambil mewartakan bahwa Yesus itu Al Masih, Penebus, yang dinanti-nantikan kedatangan-Nya oleh umat manusia. Ia meninggal sebagaimana Gurunya di kayu salib.

KEMULIAAN: 

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa, Raha mahamulia, kami bersujud menyembah Engkau, Rasul Andreas telah Kauberi tugas mewartakan Injil dan membimbing umat-Mu. Semoga ia tetap mendoakan kami di hadapan-Mu. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 10:9-18

“Iman timbul dari pendengaran, dan pendengarkan dari firman Allah.”

Saudara-saudara, jika kamu mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata, “Barangsiapa percaya kepada Dia tidak akan dipermalukan.” Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan semua orang, dan Dia kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika tidak diutus? Seperti ada tertulis, “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik.” Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata, “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari firman Kristus. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Sungguh, mereka telah mendengarnya! “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 19:2-3.4-5

Ref. Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.

  1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.

  2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mat 4:19) Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 4:18-22

“Ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka itu penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Mereka pun segara meninggalkan jalanya, lalu mengikuti Yesus. Setelah Yesus pergi dari sana, dilihatnya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Rabu, 30 November 2022, Pesta St. Andreas Rasul.

Tema Resi kita kali ini adalah: “Menjadi Murid yang berkualitas” Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Para Sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Bacaan yang kita dengar hari ini mengisahkan panggilan murid pertama Yesus. Dikisahkan Tuhan Yesus memanggil Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes yang sedang melaksanakan pekerjaan harian mereka sebagai nelayan. Nampak  di sana, Tuhan Yesus berinisaitif memanggil para murid dan mereka dengan bergegas mengikutinya. Lalu apa yang bis akita pelajari dari periko injil yang kita baca hari ini. Saya menawarkan 3 hal saja.

  1. Tuhan Yesus lah yang berinisialtif untuk memanggil para murid-Nya. Khususnya dalam memperingati Pesta St. Andreas, dalam beberapa kisah panggilan St. Andreas, baik Mateus, maupun Yohanes, inisiatif panggilan datang dari Tuhan Yesus. Cara Tuhan memanggil para murid-Nya juga memberi gambaran tentang panggilan kita sebagai orang Kristen. Bukan kita yang menjatuhkan pilihan kepata Tuhan Yesus, melainkan Tuhan sendirilah yang telah memilih kita. Bukan hany sampai di situ Tuhan juga melihat dalam diri St. Andreas seorang penjala manusia yang bisa membawa banyak orang untuk mengenal Yesus agar mereka dipanggil juga oleh Tuhan Yesus. Para sahabatku, Tuhan telah memberi kita kesempatan untuk mengenal dan belajar pada-Nya, dan Tuhan kini mengutus kita untuk memperkenalkan-Nya pada banyak orang.

  2. Para murid yang dipanggil-Nya menanggapinya dengan segera bergegas meninggalkan keluarganya dan mengikuti-Nya tanpa berpikir Panjang. Hal tersebut karena ada kepercayaan kepada Tuhan Yesus meski belum sepenuhnya mengerti apa yang dikehendaki-Nya. Bergegas, siap sedia, menjadi tanda kepercayaan kepada-Nya. St. Paulus dalam bacaan kedua hari ini mengatakan, “Barangsiapa yang percaya kepada Dia tidak akan dipermalukan” (Rm. 10:9-18). Kepercayaan kita kepada Tuhan pasti akan membawa berkat dan mendatangkan sukacita dalam kehidupan. Meskipun kita belum mengerti benar apa yang dikehendaki Tuhan dan hidup memang memerlukan perjuangan dan sering kali membuat kita tertatih-tatih dalam menjalaninya, namun percayalah kekuatan dari Allah akan membuat kita mampu menyelesaikan semuanya itu.

  3. Kita perlu mengandalkan Allah dalam hidup kita, karena yang sering menghambat kita untuk senantiasa percaya pada penyertaan Allah adalah pengalaman penderitaan, kegagalan, trauma masa lalu yang tak kunjung selesai. Pengalaman Andreas dan para rasul lainya serta nasihat dari St. Paulus yang kita dengarkan hari ini kiranya dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk tetap mengandalkan Allah. Mereka percaya kepada Allah meskipun jaminan yang diberikan tidak tampak oleh mata. Mereka bersedia menjawab panggilan Tuhan meskipun mempunyai kekurangan. Dalam ketidak mengertian, mereka tetap mau belajar dari Tuhan.

Para sahahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, seperti mereka para rasul yang mengandalkan Allah dalam hidup mereka, mari kita selalu mengandalkan Allah dalam hidup kita. Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita pun tetap setia menjadi murid Tuhan Yesus, bahkan menjadi murid-Nya yang semakin berkualitas dari hari ke hari.

Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang mahakuasa, terimalah dan kuduskanlah kiranya persembahan, yang kami unjukkan pada pesta Santo Andreas. Semoga kami Kaulimpahi rahmat-Mu serta memberi daya kehidupan yang baru. Demi Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Mat 16:24

Andreas berkata kepada Simon, saudaranya, “kami telah berjumpa dengan Al Masih.” Lalu ia mengantar Simon kepada Yesus.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kekuatan kami, satukanlah umat-Mu berkat santapan suci ini dan teguhkanlan iman kami akan Yesus Kristus, agar kami dapat mengikuti teladan Santo Andreas. Semoga kami pun mati bersama Kristus, agar hidp bersama Dia dalam kemuliaan. Sebab Dialah, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Andreas Rasul

Salah seorang murid Yesus | Martir

Santo Andreas berasal dari Betsaida di Galilea, tanah Israel. Ia bersama saudaranya Simon Petrus adalah teman sekota kelahiran dengan seorang murid Yesus yang lain yaitu Filipus. Andreas dan Petrus hidup dengan bekerja sebagai nelayan penjala ikan di danau Galilea. Mereka tinggal serumah, bersama-sama dengan ibu mertua Petrus, di kota Kapernaum.

Awalnya Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis. Tetapi, ketika Yohanes menunjuk kepada Yesus dan berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah,” Andreas mengerti bahwa Yesus lebih besar daripada Yohanes. Pada saat itu juga ia meninggalkan Yohanes untuk mengikuti Yesus.

Yesus tahu bahwa Andreas mengikuti-Nya dari belakang. Yesus berbalik dan bertanya, “Apakah yang kamu cari?”. Andreas menjawab bahwa ia ingin tahu di manakah Yesus tinggal. Yesus menjawab, “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Belum lama Andreas tinggal bersama Yesus, ketika ia menyadari bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Mesias. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk mengikuti Yesus.

Andreas jugalah yang memperkenalkan Petrus kepada Yesus. Setelah bertemu dengan Yesus ia memberitahukan kepada Simon, saudaranya : “Kami telah menemukan Mesias”. Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”  

Andreas dipilih Yesus menjadi salah seorang dari 12 rasul-Nya yang utama, seperti yang dicatat di semua Injil dan Kisah Para Rasul.  Andreas selalu berada disisi Yesus dalam semua perjalananNya.
Dalam peristiwa mujizat pemberian makan lebih dari 5000 orang, Andreas mempunyai peranan dalam memperkenalkan anak yang membawa 5 roti jelai dan 2 ikan kepada Yesus dengan kata-kata:

“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini…?”

Setelah Yesus naik ke surga, Andreas ada di antara rasul-rasul lainnya di ruang atas untuk menantikan turunnya Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Konon, ia kemudian mewartakan Injil di Scytia dan Yunani, dan kemudian menurut tradisi (yang agak diragukan), ia pergi ke Byzantium, di mana ia mengangkat Stachys menjadi Uskup setempat.

Menurut tradisi Andreas wafat sebagai martir di Patras, Acaia, (Yunani). Ia digantung pada sebuah saltire (salib yang berbentuk huruf “X” ) selama 2 hari, dan selama itu ia terus berkotbah kepada khalayak yang datang menyaksikannya. Ia tidak dipakukan melainkan diikat saja pada salib itu, sehingga lebih lama ia menderita sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Salib berbentuk X ini kemudian dinamakan orang “Salib Santo Andreas”.

St.Hieronimus menulis bahwa Relikwi Santo Andreas diambil dari Patras dan dibawa ke Konstantinopel atas perintah kaisar Konstantius II sekitar Tahun 357.  Relikwi ini kemudian disimpan di Gereja Para Rasul Kudus di Konstantinopel. Pada tahun 1461 sebagian relikwi santo Andreas diberikan kepada Paus Pius II.  Relikwi ini kemudian ditempatkan dalam salah satu dari empat pilar tengah Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Pada saat kejatuhan kota Konstantinopel, relikwi Santo Andreas dan Santo Petrus yang disimpan dikota itu diselamatkan ke kota Amalfi Italia, oleh Kardinal Petrus dari Capua. Disana sebuah Khatedral yang indah kemudian dibangun untuk menyimpan relik tersebut. Khatedral ini diberi nama Duomo(khatedral) di Sant’Andrea, Amalfi, Italia.

Pada September 1964, Paus Paulus VI, sebagai itikad baik terhadap Gereja Ortodoks Yunani, memerintahkan agar semua relikwi dan peninggalan St.Andreas yang berada di Vatican dikirim kembali ke Patras. Pada tanggal 24 September 1964 Kardinal Augustin Bea bersama dengan banyak kardinal lainnya menghantarkan relikwi St.Andreas kepada Patriark (Uskup) Konstantinus di Patras. 

Pada tanggal 19 Januari 1980 Salib St.Andreas yang diambil dari Patras Yunani pada masa Perang Salib oleh Duke of Burgundy juga dikembalikan ke Patras setelah selama beberapa abad Relikwi tersebut disimpan di gereja St.Victor di Marseilles Perancis. Relikwi tersebut diserahkan kepada Patriark Patras Nikodemus oleh delegasi Gereja Katolik yang dipimpin oleh Kardinal Roger Etchegaray.  Semua Relikwi yang dikembalikan tersebut termasuk juga sisa-sisa salib X tempat rasul ini menjadi martir, kini disimpan di Gereja St.Andreas Patras; di sebuah Altar khusus dan dihormati dalam sebuah upacara khusus setiap 30 November hari pestanya.

Santo Andreas juga dihormati sebagai Santo Pelindung untuk Negara Scotlandia. Bendera Negara Scotlandia adalah gambar dari salib Santo Andreas. Kisahnya : Suatu ketika Raja Scotlandia Angus MacFergus menghadapi serbuan dari bala tentara musuh yang sangat besar. Ia kemudian berdoa memohon bimbingan Tuhan. Secara ajaib ia melihat sebuah awan putih berbentuk Saltire (salib berbentuk X lambang Santo Andreas) melayang di langit biru di atas kepalanya.

Raja Angus kemudian berdevosi pada Santo Andreas dan memenangkan perang yang sangat menentukan masa depan kerajaannya. Sejak saat itu ia memutuskan bahwa Santo Andreas akan menjadi santo pelindung bagi Scotlandia. Menyusul kemenangan Robert Bruce pada Pertempuran Bannockburn pada tahun 1314, Deklarasi Arbroath dengan resmi menyatakan bahwa Santo Andreas adalah Santo pelindung Skotlandia. Dikemudian hari gambar Saltire diresmikan menjadi bendera nasional Negara Skotlandia pada tahun 1385.

Arti Nama

Andreas adalah nama Yunani yang mungkin merupakan hasil terjemahan dari nama aslinya dalam bahasa Ibrani yang tidak diketahui. Nama Yunani Ανδρεας (Andreas) diturunkan dari kata ανηρ (aner) yang berarti :  “Laki-laki” / “Perkasa” / “Jantan” / “Pemberani”

Variasi Nama

Andrew, Andre (English), Andre, Deandre (African American), Andreas (Ancient Greek), Ander (Basque), Andreas (Biblical Greek), Andreas (Biblical Latin), Andrei, Andrey (Bulgarian), Andreu (Catalan), Andria (Corsican), Andrej, Andrija, Andro (Croatian), Andrej, Ondřej (Czech), Anders, Andreas (Danish), Andreas, Andries (Dutch), Andres, Andrus (Estonian), Antero, Antti, Tero (Finnish), André (French), Andria (Georgian), Andreas (German), Andreas (Greek), Andor, András, Endre, Andris, Bandi (Hungarian), Aindréas, Aindriú (Irish), Andrea (Italian), Andrejs, Andris (Latvian), Andrius (Lithuanian), Andrej (Macedonian), Anaru (Maori), Anders, Andreas (Norwegian), Andrzej, Jędrzej (Polish), André (Portuguese), Andrei (Romanian), Andrei, Andrey (Russian), Aindrea, Dand (Scottish), Andrej, Andrija (Serbian), Andrej, Ondrej (Slovak), Andraž, Andrej (Slovene), Andrés (Spanish), Anders, Andreas (Swedish), Andriy (Ukrainian), Andreas, Andras (Welsh)

Bentuk Pendek : Andie, Andy, Drew (English)
Bentuk Feminim : Andra, Andrea, Andrina (English)

 

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/november/andreas-rasul.html