Sabtu, 26 November 2022 – Hari Biasa Pekan XXXIV

Posted on
Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta Indonesia
Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta Indonesia

 

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Resi-Sabtu-26-November-2022-oleh-Rm.-Thomas-Suratno-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Jakarta-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 95:6-7

Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, Pencipta kita. Sebab Dialah Allah kita; kita umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.

PENGANTAR

‘Lihatlah, Aku segera datang’ kata Yohanes atas nama Kristus. Dan Gereja muda berdoa. ‘Datanglah, ya Tuhan Yesus, datanglah’. Kehadiran Tuhan di antara kita hanya dapat dilihat dalam iman. Dengan kontak pribadi terus-menerus iman itu tumbuh dan berkembang. Suatu pergumulan antara yang sudah dan yang belum. Suatu keinginan terus-menerus akan kehadiran Allah yang pasti. Sementara itu, kita mewartakan wafat Kristus, dan mengimani Dia bahwa la sudah bangkit dan akan datang kembali.

DOA PEMBUKA

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa, semoga kami dapat merasa bahagia Kauperkenankan mendengarkan sabda tentang Dikau. Ciptakanlah kembali kami menjadi makhluk baru melalui Yesus Putra Manusia, yang akan melimpahkan kedamaian, yang belum pernah terdengar beritanya oleh manusia di dunia. Sebab Dialah Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Wahyu 22:1-7

“Malam takkan ada lagi, sebab Tuhan Allah menerangi mereka.”

Aku, Yohanes, mendapat penglihatan sebagai berikut: Malaikat Tuhan menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan. Airnya jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba. Di tengah-tengah jalan kota itu yaitu seberang menyeberang sungai itu ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali. Dedaunan pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Maka takkan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan melihat wajah-Nya dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Malam takkan ada lagi di sana, dan mereka takkan memerlukan lagi cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Lalu Ia berkata kepadaku, “Semua perkataan ini tepat dan benar. Tuhan Allahlah yang memberi roh kepada para nabi dan telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Sungguh Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan nubuat kitab ini!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:1-2.6-7.8-9

Ref. Singkirkanlah penghalang Sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.
atau Maranatha! Datanglah, ya Tuhan Yesus!

  1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian Mazmur.
  2. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
  3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya
S : (Luk 21:36) Berjaga-jaga dan berdoalah selalu, agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.

BACAAN INJIL : Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 21:34-36

“Berjaga-jagalah agar kalian terluput dari malapeltaka yang akan terjadi.”

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa, agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melaui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Thomas Suratno, SCJ dari komunitas SCJ  Jakarta Indonesia dalam Renungan Singkat-dehonian edisi hari ini Sabtu, 26 Nopember 2022– Hari Biasa dalam Pekan Biasa XXXIV.

Sahabat Resi terkasih, Spiritualitas “berjaga-jaga” adalah spiritualitas khas Kristiani. Setelah Yesus bangkit dan naik ke surga, Ia menjanjikan adanya Roh Penghibur (parakletos) yang akan mendampingi dan menguatkan seluruh umat manusia sampai kedatangan-Nya kembali untuk menghakimi dunia dengan adil (parousia). Dalam masa penantian ini, umat Kristiani tidak boleh “terlelap” dalam permainan dunia. Mereka harus menghayati iman dengan aktif dan “berjaga-jaga”, sebab “Hari Tuhan akan datang secara tiba-tiba seperti pencuri di malam hari.” (Bdk. 1 Tes. 5:2). Warta Injil hari ini mengungkapkan: “Supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat” (Ay. 34).

Warta yang kita renungkan hari ini Sahabat Resi terkasih, mengangkat tema yang sama perihal berjaga-jaga. Namun, Lukas sebagai “Penginjil Doa” menambahkan pentingnya kekuatan doa yang berkanjang dalam spiritualitas berjaga-jaga orang Kristen. Dengan berdoa, umat Kristiani tidak mengandalkan kekuatannya sendiri dalam penantian akan datangnya Hari Tuhan, melainkan terus memohon perlindungan dan penyertaan Roh Kudus, agar pelita iman tetap bernyala dan pinggang kesadaran tetap terikat.

Sahabat Resi terkasih, Tuhan Yesus dengan tegas menasihatkan kepada para jemaat Kristiani untuk menjaga diri dari “beban” pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup sehari-hari (Ay. 34). Kata “dibebani” (Yun. barethosin) yang dimaksudkan oleh Penginjil Lukas di sini berkaitan dengan “beban” yang memberatkan diri setelah seorang makan kenyang dan mabuk dalam pesta pora, yakni “tertidur”. Kita bisa bandingkan ungkapan ini dengan ungkapan yang ada dalam Injil Markus 13: 36). Sifat konsumerisme dan hedonisme adalah racun bagi orang beriman. Jika seluruh hati sudah “dibebani” dengan aneka kekhawatiran dan kerakusan duniawi, maka umat manusia akan “terlelap” dalam kuasa gelap dunia. Lawan dari kata “tidur” dalam konteks iman adalah “berjaga-jaga”. Kata Yunani dari “berjaga-jaga” adalah “agrupneo” yang juga berarti: tidak tidur, tidak terlelap, sadar, dan siap sedia.

Dalam warta Injil tadi, Sahabat Resi terkasih, Tuhan Yesus bersabda: “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Ay. 36). Berjaga-jaga dalam iman berarti tidak terlelap dalam kecenderungan-kecenderungan duniawi, seperti: ketamakan, pesta pora, dan keinginan-keinginan daging lainnya. Orang yang kesadaran iman dan hatinya “tertidur”, layaknya benih yang jatuh ke semak belukar. Sabda Allah tidak akan tumbuh dalam hatinya karena dihimpit oleh pelbagai kekhawatiran duniawi.

Sahabat Resi terkasih, Kekuatan untuk bertahan dalam penantian yang penuh iman, harap dan kasih orang-orang beriman di dunia adalah doa yang berkanjang. Doa bukan saja sajian kata-kata untuk merayu Tuhan. Doa sejati sekaligus memberi kekuatan untuk terluput dari pelbagai godaan duniawi dan mengarahkan seluruh hidup orang beriman agar sanggup bertahan sebagai pemenang yang teguh berdiri di hadapan Anak Manusia (Yesus Kristus) pada Hari Penghakiman kelak.

Melalui warta Injil hari ini, Sahabat Resi terkasih, kesadaran kita diterangi untuk tidak tertidur pulas dalam pelbagai bentuk godaan duniawi dan teguh bertahan dalam doa dan kasih sebagai bentuk spirit berjaga-jaga dalam iman. Ingat, tekun berdoa bukan berarti mengunci diri dalam kamar untuk memohonkan aneka permintaan untuk kepentingan diri sendiri dan lupa untuk menyapa dan berbagi kasih dengan sesama. Doa yang baik dan benar selalu berbuah dalam tindakan kasih. Sebab dalam Kekristenan, perbuatan kasih adalah doa yang hidup.

Sahabat Resi terkasih, Semoga Tuhan hari ini memberkati saudara agar selalu ada dalam penghayatan iman yang senantiasa berjaga-jaga dalam doa yang berbuah kasih, dan terluput dari iman yang tertidur pulas dalam aneka jerat duniawi yang menyesatkan.

DOA:

Ya Tuhan Allah, tuntunlah aku supaya bijaksana dalam mengatur hidup dengan berjaga-jaga dan berdoa. Jauhkanlah aku dari pesta pora, kemabukan dan kesenangan duniawi dan bimbinglah aku untuk hidup ugahari dan senantiasa mengandalkan Tuhan perlu ditingkatkan agar tahan uji dalam menghadapi apa yang terjadi. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami di surga, semoga kami bersedia hidup di hadapan-Mu serta mematuhi kehendak-Mu berkat Yesus Kristus yang telah mendahului kami menghadap Engkau dan kini menjadi perantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Wahyu 21:20b

Maranatha! Datanglah, ya Tuhan Yesus.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur atas segala karya-Mu bagi kami, atas sabda penyelamatan dan perdamaian melalui Yesus Mesias, saksi-Mu baik dalam suka maupun duka. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Resi-Sabtu 26 November 2022 oleh Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta IndonesiaUnduh