Jumat, 25 November 2022 – Hari Biasa Pekan XXXIV

Posted on
Rm. C. Wahyu Tri SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia
Rm. C. Wahyu Tri SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

 

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Resi-Jumat-25-November-2022-oleh-Rm.-C.-Wahyu-Tri-SCJ-dari-Komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Wahyu 21:1

Maka aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru. Langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, Dan laut pun tidak ada lagi.

PENGANTAR:

Rasul Yohanes paling banyak merenungkan pennulaan dan pemenuhan Kerajaan Allah. Ia diperkenankan pula melihat masa depan. Ia melihat langit baru dan bumi baru, kota suci Yerusalem baru. Bagi kita itu merupakan penglihatan masa depan, namun sudah di-mulai kini. Lambat seperti benih tumbuh, tanpa kita lihat, Kerajaan Allah tumbuh. Kita diperkenankan ikut bekerja sama agar di dunia terjadi seperti yang ada di surga.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa, berkenanlah membuat tanda-tanda kerajaan-Mu. Semoga keadilan sosial tumbuh di tengah masyarakat sesuai semangat Yesus Putra-Mu terkasih, yang berjanji akan melimpahkan keselamatan kepada siapa pun yang beriktikad baik. Sebab Dialah Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Wahyu 20:1-4. 11-21:2

“Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka. Aku melihat Yerusalem Baru turun dari surga.”

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat turun dari surga memegang anak kunci jurang maut dan sebuah rantai besar di tangannya. Ia menangkap naga, si ular tua, yaitu Iblis dan Setan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut. Pintu jurang maut itu kemudian ditutup dan dimeteraikannya, jangan sampai naga itu menyesatkan lagi bangsa-bangsa, sebelum masa seribu tahun itu berakhir. Kemudian naga itu akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya. Kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa mereka yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena sabda Allah. Mereka itu tidak menyembah binatang dan patungnya, dan tidak menerima tanda binatang itu pada dahi dan tangan mereka. Mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Lalu aku melihat sebuah singgasana, putih dan besar, dan aku melihat Dia yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Kemudian semua kitab dibuka. Juga sebuah kitab lain dibuka, yaitu Kitab Kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya. Demikian pula maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya. Dan mereka masing-masing dihakimi menurut perbuatan mereka. Kemudian maut dan kerajaan maut itu dilemparkan ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua, yakni lautan api. Dan barangsiapa namanya tidak ditemukan tertulis dalam Kitab Kehidupan, dilemparkan ke dalam lautan api itu. Lalu aku melihat langit dan bumi yang baru. Langit dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku, Yohanes, melihat kota kudus, yaitu Yerusalem baru, turun dari surga, dari hadapan Allah, berhias bagaikan mempelai yang berdandan untuk suaminya.
Demikianlah sabda Tuhan
U: Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 84:3.4.5-6a.8a

Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan.
atau Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia.

  1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; Jiwa dan ragaku bersorak sorai kepada Allah yang hidup.
  2. Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku.
  3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan dari pada-Mu. Langkah mereka makin lama makin tinggi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Luk 21:28b) Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 21:29-33

“Jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.”

Pengertian Tunas Tanaman Adalah : Jenis, Fungsi dan Contoh Tunas

Pada waktu itu Yesus mengemukakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sungguh, angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Christoforus Wahyu Tri Haryadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar resi, renungan singkat Dehonian apa kabar? Semoga Anda sehat dan penuh sukacita. Hatinya diisi oleh Hati Tuhan yang mendorong kita untuk bertumbuh sebagai pribadi yang berarti.

Saudari-a, baru saja kita merayakan hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Maka kini kita mulai siap memasuki masa adven. Pada masa Adven kita diundang untuk mengarahkan diri pada kedatangan Kristus yang ke-2. Secara khusus Gereja mengajak kita untuk merenungkan injil Lukas 21.29-33 pada hari ini tanggal 25 November 2022. Apa yang dikatakan dalam sabda Tuhan ini? Mari bersama kita renungkan.

Dalam bacaan Injil tadi, Tuhan berbicara tentang fenomena alam dalam tumbuh-tumbuhan. Orang dengan mudah menyadari pergantian musim dengan melihat pepohonan yang sudah bertunas. Bertunas berarti tanaman itu sedang memulai bagian baru dalam pertumbuhannya. Dimulai dari pucuk yang kecil lalu membesar dan ada yang menjadi dahan atau daun. Mereka yang bekerja di pertanian tahu harus berbuat apa. Mereka yang mata pencahariannya dalam bidang peternakan pun demikian. Pada saat musim panas datang sebagai petani dan peternak mesti melakukan hal-hal tertentu.

Perumpamaan itu digunakan oleh Tuhan Yesus untuk menyatakan sikap orang beriman terhadap kedatangan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah menjadikan segala sesuatu di muka bumi yang tidak sesuai dengan kehendak Allah diperbaharui. Langit dan bumi akan berlalu dapat dipahami sebagai tatanan duniawi yang penuh kedagingan dan egoism itu tidak lagi berlaku. Tatanan kehidupan yang semata-mata dibangun atas ajaran: filsafat, ideologi, wawasan spiritual individu tertentu bukanlah yang mutlak. Zaman baru itu ialah zaman dimana Allah yang menjadi wadah kehidupan. Zaman dimana sabda Yesus Kristus sendiri yang mengarahkan tatanan kehidupan karena ia adalah Jalan, kebenaran dan kehidupan.

Tuhan bersabda bahwa angkatan ini tidak akan berlalu sebelum zaman baru itu datang. Apa artinya? Tuhan menunjuk ada orang-orang yang hidup pada zaman mendatang yang mengalami zaman baru tersebut, mereka itu akan menyaksikan bagaimana Yesus datang yang kedua kalinya dan menata seluruh kehidupan ini.

Saudari-a merenungkan apa yang kita dengarkan di atas, apa yang dapat kita petik? Pertama, Yesus menubuatkan kedatanganNya yang kedua. Orang Kristen mengimani Yesus Raja Agung, yang terurapi akan datang yang kedua untuk mengadili orang hidup dan mati. Kedua, Tuhan tidak secara spesifik bicara tentang waktu kejadiannya. Tetapi Ia mengajak agar setiap orang beriman peka terhadap kehidupan, mampu melihat tanda-tanda zaman. Intinya Tuhan ingin kita senantiasa mawas diri, visioner dan terus mengerjakan karya kebaikan. Ketiga, kita diajak agar jangan menjadi orang yang kagetan dan mudah kawatir atau takut. Tuhan sudah menyatakan semua itu agar ini menjadi sikap kita orang beriman dalam menghadapi zaman baru.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami di surga, semoga roti anggur ini menjadi tanda langit baru dan bumi baru, yang penuh keadilan dan kehidupan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Wahyu 20:1

Aku melihat langit dan bumi baru. Langit dan bumi yang pertama sudah hilang dan laut pun tiada lagi.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga sumber cahaya abadi, kami bersyukur, karena Engkau berkenan melepaskan kami dari kuasa kegelapan dengan perantaraan Yesus, pembebas kami. Semoga sabda-Nya selalu mempengaruhi kami. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Jumat 25 November 2022 oleh Rm. C. Wahyu Tri SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang IndonesiaUnduh