Rabu, 16 November 2022 – Hari Biasa Pekan XXXIII

Posted on

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Wahyu 4:11

Sudah sewajarnyalah, ya Tuhan dan Allah kami, Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu dan karena kehendak-Mu semua yang ada dijadikan.

PENGANTAR:

Rasul Yohanes dengan gambaran apokaliptis menunjukkan bahwa seluruh ciptaan berada di bawah kekuasaan Allah, dan bagaimana seluruh ciptaan bersyukur kepada Tuhan karena telah diciptakan-Nya. Dalam hal ini kita diperkenankan ikut bekerja sama. Masing-masing kita mendapat bakat dan kesempatan agar dunia menjadi serupa dengan surga.

DOA PEMBUKA

Marilah bedoa: Allah Bapa kekal dan kuasa, perkenankan kami memelihara dan memperkembangkan segala sesuatu yang diserahkan kepada kami. Semoga kami dapat ikut serta melaraskan ciptaan-Mu menjadi madah pujian bagi nama-Mu yang kudus dan setia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Wahyu 4:1-11

“Kuduslah Tuhan Allah yang mahakudus, yang selalu ada, dulu, kini, dan kelak.”

Aku, Yohanes, melihat: Sungguh, sebuah pintu terbuka di surga dan suara yang dahulu pernah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya, “Naiklah kemari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.” Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta berdiri di surga, dan di atas takhta itu duduklah Seseorang. Dan Dia yang duduk di atas takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis. Dan suatu pelangi melingkungi takhta itu, gilang gemilang, bagaikan zamrud rupanya. Di sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di atasnya duduk dua puluh empat tua-tua yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu. Itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; Di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama seperti singa, makhluk yang kedua seperti anak lembu, makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, sedang makhluk yang keempat seperti burung nasar yang sedang terbang. Keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan tanpa henti-hentinya mereka berseru siang dan malam, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah yang mahakuasa, yang selalu ada, dulu, kini dan kelak.” Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan pujian, dan hormat, dan ucapan syukur kepada Dia yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata, “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu. Dan karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 150:1-2.3-4.5-6

Ref. Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah yang Mahakuasa.

  1. Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya! Pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!

  2. Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!

  3. Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya.
S : (Yoh 15:16) Aku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi dan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 19:11-28

“Mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang?”

Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak. Maka Yesus berkata, “Ada seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja. Sesudah itu baru ia akan kembali. Maka ia memanggil sepuluh orang hambanya, dan memberi mereka sepuluh mina, katanya, ‘Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali’. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami’. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan, mina Tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina’. Katanya kepada hamba itu, ‘Baik sekali perbuatanmu itu hai hamba yang baik. Engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota’. Datanglah yang kedua dan berkata, ‘Tuan, mina Tuan telah menghasilkan lima mina’. Katanya kepada orang kedua itu, ‘Dan engkau, kuasailah lima kota’. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata, ‘Tuan, inilah mina Tuan, aku telah menyimpannya dalam saputangan. Sebab aku takut akan Tuan, karena Tuan adalah manusia yang keras. Tuan mengambil apa yang tidak pernah Tuan taruh, dan Tuan menuai apa yang tidak Tuan tabur’. Kata bangsawan itu, ‘Hai hamba yang jahat! Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu, aku ini orang yang keras. Aku mengambil apa yang tidak pernah kutaruh dan menuai apa yang tidak kutabur. Jika demikian mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya’. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ, ‘Ambillah mina yang satu itu dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu’. Kata mereka kepadanya, ‘Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina’. Ia menjawab, ‘Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai, ia akan diberi; tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku’.” Setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara saudari terkasih pencinta Resi, Perumpamaan dalam Injil bila diartikan dalam tafsiran yang lebih luas, bisa digambarkan sebagai berikut: tuan identik dengan Allah, hamba identik dengan manusia, dan mina adalah karunia yang Allah titipkan kepada manusia. Perumpamaan uang/mina ini menggambarkan apa yang sepatutnya kita lakukan sebagai umat Allah. Kita semua adalah umat Allah, karena kehidupan ini berasal dariNya dan menjadi milikNya. Secara manusiawi, kita terlahir tidak memiliki apa-apa kecuali karunia kehidupan. Namun bagi kita masing-masing, Allah menitipkan aneka karunia sesuai dengan kemampuan kita yang meliputi bakat, kemampuan, kekayaan, kepandaian juga semua orang yang hadir di sekitar kita merupakan karunia yang dititipkan olehNya untuk menopang kehidupan kita. 

Suka atau tidak suka dengan Allah sebagai Sang Tuan, harus diterima bahwa segala sesuatu yang saat ini ada dalam kehidupan kita, semuanya adalah titipan dari Allah Allah menitipkan anugerah yang berbeda bagi Setiap orang, namun Allah tidak pernah memberi suatu ukuran sampai mana orang harus mengembangkan karunianya. Allah berkehendak agar manusia tidak diam, lalu membiarkan karunia itu seperti saat diberikan dan akhirnya tidak berguna. Allah menghendaki agar karunia-karunia itu dikembangkan lebih jauh dan menghasilkan manfaat sebanyak banyaknya. Tanggung jawab dan kesetiaan kita mengembangkan seluruh karunia dalam hidup kita pada akhirnya menjadi ukuran ganjaran yang akan diterima oleh setiap orang pada akhir kehidupannya.

Saudara-saudariku, bisa saja kita protes dan tidak setuju atas karunia Allah yang begitu saja sudah dititipkan pada kita tanpa kita bisa menolaknya. Tetapi yakinlah, apa yang dilakukan Allah dengan menitipkan karuniaNya pada kita bukanlah demi kepentingan Allah. Karunia itu muncul dari kasih Allah bagi dunia, dititipkan pada kita, agar kita melalui semua karunia itu menjadi pancaran kasih Allah bagi sesame dan dunia ini. Dengan cara itu, kita sebagai umat beriman memuliakan Allah sekaligus mempersiapkan diri untuk kelak masuk dalam kemuliaan Allah dalam keabadian.

Para pencinta Resi yang terkasih, Allah sudah menitipkan kepada kita, anugerah-anugerah yang luar biasa, namun Allah tidak berhenti sampai di situ. Ia mau agar apa yang sudah ada dalam hidup kita selalu disyukuri dan dikembangkan. Cara-cara sederhana untuk selalu mensyukuri dan mengembangkan karunia itu adalah dengan tetap setia dan bertekun dalam doa, menunjukkan kualitas hidup orang Kristiani di tengah dunia masa kini, mau menjadi sesama bagi semua orang, tidak sungkan dalam memberi pertolongan, dan menggunakan bakat-bakat yang kita miliki untuk semakin memuji dan memuliakan nama Tuhan. Ingatlah, bahwa semua yang ada pada kita saat ini adalah titipanNya dan suatu waktu Dia akan mengambilnya. Selagi kita masih hidup, itu berarti Sang Tuan masih memberi kesempatan bagi kita untuk melanjutkan mengembangkan berbagai karunia yang dititipkan pada kita. Mari kita manfaatkan kesempatan tersebut dengan setia dan tanggungjawab, agar akhirnya kelak kita dipuji sebagai hamba yang baik dan setia, sehingga kepada kita ganjaran surgawi pantas kita dapatkan. Amin dan semoga.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami sumber segala harapan, lewat anggur roti ini kami bersyukur kepada Dia, yang dengan setia telah melaksanakan kehendak-Mu serta memberikan harapan kepada kami semua. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 150:1-2

Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Allah dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya! Pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur, atas segala anugerah yang telah kami terima dari pada-Mu. Namun, kami mohon semoga segala yang ada pada kami, kepandaian dan ketrampilan kami, dapat kami gunakan untuk melayani sesama, agar mereka dapat menemukan kebahagiaan yang didambakan. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: