Sabtu, 12 November 2022 – Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup dan Martir

Posted on

Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Lukas 4:18

Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.

PENGANTAR:

Liturgi yang berbeda, nama yang lain, memberi kesan seakan-akan Gereja Timur itu suatu Gereja khusus dan terpisah dari Gereja Barat (Roma). Yosafat, seorang rahib dari Vilna, selama hidupnya berusaha agar hubungan dengan Roma tetap dipertahankan dan dipererat. Biara-biara didirikannya menjadi tonggak penyangga kesatuan Timur dan Barat. Ia menjadi uskup di Polotsk. Lawan-lawannya iri hati terhadap daya kerjanya dan keberhasilannya. Ketika mengunjungi Vitebsk ia dibunuh.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, bangkitkanlah di dalam Gereja-Mu semangat yang mendorong Santo Yosafat untuk menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya. Semoga berkat doa dan teladannya kami dijiwai oleh semangat yang sama, sehingga takkan takut mempertaruhkan nyawanya bagi kepentingan sesama. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Ketiga Rasul Yohanes 5 – 8

“Kita wajib menerima para pelayan jemaat agar kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran.”

Saudaraku terkasih, engkau bertindak sebagai orang beriman, ketika engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka orang asing. Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, ketika menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan di hati Allah. Sebab demi nama Allah, mereka telah berangkat tanpa mau menerima sesuatu pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita wajib menerima orang-orang yang demikian supaya kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:1-2.3-4.5-6

Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.

  2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.

  3. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (2Tes 2:14) Allah memanggil kita agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 18:1-8

“Bukankah Allah akan membenarkan pada pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?”

Pada suatu ketika Yesus menceritakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Ia berkata, “Di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula seorang janda yang yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Belalah hakku terhadap lawanku’. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya, ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku.” Lalu Yesus berkata, “Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu, ‘Ia akan segera menolong mereka’. Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, edisi hari Sabtu, tanggal 12 November 2022 bertepatan dengan peringatan wajib St. Yosafat seorang uskup dan martir.  Saya berharap Anda semua ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Hari ini Gereja memperingati Santo Yosafat yang lahir pada tahun 1580 di Ukraina. Ia masuk Ordo Santo Basilius Agung. Ia dikenal melalui kotbah-kotbahnya dan berbagai upaya yang ia lakukan demi memperjuangkan persatuan Gereja yang saat itu terpecah. Ia merindukan persatuan Gereja-Gereja ke dalam Gereja Katolik Roma. Setelah menjadi pemimpin ordo dan kemudian menjadi uskup agung, ia melanjutkan kembali upaya untuk membangun kesatuan Gereja, yang kemudian ditentang oleh kelompok-kelompok yang tidak menyetujuinya. Ia ditentang bukan hanya secara verbal namun juga Tindakan, sampai akhirnya ia dibunuh dan jenazahnya di buang di sungai Divina. Maka untuk menghormatinya, Yosafat kemudian dikanonisasi pada tahun 1867 sebagai martir bagi kesatuan Gereja.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Bacaan hari ini menawarkan kepada kita suatu cara yang tepat untuk menjaga kewaspadaan atas datangnya Parousia atau kedatangan kedua. Perumpamaan  tentang janda yang keras hati ini menyoroti ciri-ciri utama dari Injil Lukas, dengan menekankan pentingnya dan manjurnya doa yang terus-menerus. Selain itu, dalam pandangan masyarakat Yahudi (dalam masyarakat kita juga), para janda dan yatim piatu merupakan penerima belaskasih yang khusus, bisa dilihat dalam hukum Yahudi (bdk. Ul. 24: 17-22), jemaat Kristen perdana tentu juga memperhatikan pengajaran ini.

Pendengar Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Kisah ini hanya muncul dalam Injil Lukas dan setidaknya ada dua cara untuk membaca dan merenungkannya. Pertama yakni dengan melihat hakim yang tidak adil sebagai tokoh protagonist yang memberikan pengajaran kepada pembaca. Gaya literer yang serupa ini juga bisa kita temukan dalam perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur (16: 1-8), maksud dari pengajaran ini muncul dari perbandingan atas sesuatu yang lebih besar; seperti halnya hakim yang tidak adil mengabulkan permohonan semata-mata demi tujuan pribadinya, lebih lagi Allah yang penuh kasih, pasti akan mengabulkan keinginan orang yang dikasihiNya yang memohon kepadaNya.

Lalu cara membaca yang kedua, di sisi lain terkait interpretasi feminis yang melihat janda itu sebagai tokoh protagonist dan dengan demikian menjadi sarana pengajaran. Janda itu dalam kelemahannya menjadi gambaran Kristus yang melawan kejahatan dan ketidakadilan atas nama orang miskin dan tersingkir. Janda itu tidak habis-habisnya berusaha dan hakim yang tidak adil, symbol dari penindasan, jelas takut kepadanya, seperti nampak dalam kata Yunani hypopiazo yang diartikan “menyerang” tadi (ay. 5), yang berarti memperlakukan dengan kasar, menganiaya, dan langsung menyerang. Hakim itu takut diserang. Tujuan dari pengajaran ini muncul dalam analogi, sama seperti gigihnya janda itu meminta hak-haknya dibela, demikian pula Allah dalam membela hak-hak orang yang memohon kepadaNya. Jadi doa yang terus-menerus sembari memperjuangkan hidup dan bekerja bagi Kerajaan Allah harus dilakukan dengan setia, niscaya Tuhan akan memperhatikannya.

Semoga kita belajar dari kisah Janda dan Hakim tadi, sehingga kita menjadi orang beriman yang tak kenal lelah dan tak mudah menyerah. Tuhan memberkati Anda, dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang maharahim, limpahkanlah berkat-Mu pada persembahan ini. Teguhkanlah kami dalam iman yang diakui Santo Yosafat, martir-Mu sampai menumpahkan darahnya. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 10:11

Gembala yang baik menyerahkan nyawanya untuk domba-dombanya.

DOA PENUTUP:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kesatuan, berilah kiranya roh kekuatan dan damai, berkat santapan surgawi ini. Semoga kami meneladan Santo Yosafat, martir-Mu, sehingga rela mengurbankan hidup untuk kehormatan dan kesatuan Gereja. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Santo Yosafat Kunsevyc

John Kunsevich, Josaphat of Polotsk, Jozofat Kuncewicz

Santo Yosafat Kunsevyc adalah orang pertama dari Gereja Timur yang dinyatakan Kudus oleh Gereja Khatolik Roma. Ia adalah seorang biarawan dan Uskup Agung dari Gereja Katolik Yunani Ukraina yang menjadi martir karena usahanya untuk mempersatukan umat beriman.  Gereja Katolik Yunani Ukraina sendiri adalah salah satu dari Gereja-Gereja Katolik partikular Ritus Timur yang tergabung dalam persekutuan penuh dengan Gereja Khatolik Roma, dan bertanggung jawab langsung pada Sri Paus.

Yosafat disebut sebagai rasul ekumenisme karena selama hidupnya Ia berusaha keras menyerukan persatuan di kalangan gereja-gereja Kristen di Ukraina.  Saat itu  di Ukraina terdapat tiga kelompok utama Kristen yang saling tidak akur, yaitu : Gereja Katolik Roma,  Gereja Katolik Yunani Ukraina yang bersatu dengan paus Gereja Khatolik Roma serta Gereja Yunani Orthodox.

Yosafat dipilih menjadi uskup dan memimpin Keuskupan Polotsk pada tahun 1617. Ia menghabiskan sepuluh tahun berikutnya untuk membantu umat mengenal dan mencintai iman Katolik mereka dengan lebih baik. Ia mengorganisir perayaan-perayaan doa Ekumenis dan kelas-kelas rohani bersama. Ia mengadakan pertemuan-pertemuan para klerus lintas Gereja dan bekerjasama dengan para imam untuk memberlakukan peraturan-peraturan yang dapat membantu umat beriman hidup lebih dekat dengan Yesus.

Uskup Agung Yosafat adalah seorang pengkhotbah terkenal yang bekerja keras untuk membawa persatuan di antara umat beriman. Kotbah-kotbahnya yang mengagumkan telah membawa kembali banyak orang-orang Kristen yang hidupnya menyimpang untuk kembali ke Gereja. Ia membawa pengaruh positif bagi masyarakat hingga ia sangat dihormati oleh umat dari semua Golongan Kristen yang ada. Karena pengaruhnya itu membuat sebagian orang mulai was-was terhadapnya. Mereka membangkitkan suatu persekongkolan untuk melawannya.  

Pada tanggal 12 November 1623, seorang imam Gereja Orthodox bernama Elias datang ke Keuskupan dan berteriak menghina Uskup Agung Josafat dari halaman keuskupan, dan mencoba memaksa masuk ke dalam kediaman uskup. Ketika Elias  ditahan oleh petugas keamanan;  massa Orthodox kemudian berkumpul dan memaksa agar ia dibebaskan. Setelah beberapa saat massa menjadi semakin beringas lalu menyerbu masuk kedalam keuskupan.  Bapa Uskup Yosafat mencoba untuk memastikan keselamatan para pembantunya sebelum ia sendiri berusaha menyelamatkan diri. Sayang sekali ia tidak bisa  keluar tepat waktu. Ia ditangkap dan dianiaya  sampai mati oleh massa.  Jenasahnya kemudian dibuang ke sungai.

Beberapa waktu kemudian Jenazah Santo Josaphat Kuntsevych ditemukan lalu dibawa ke Roma, di mana ia diberi kehormatan dan dimakamkan sebagai seorang martir Gereja dalam Basilika Santo Petrus.

Arti Nama

Yosafat : Penghakiman Tuhan (Ibarani)

Variasi Nama

Язафат Кунцэвіч, Jazafat Kuncevič (Belarusian), Jozafat Kuncewicz (Polish), Йосафат Кунцевич, Josafat Kuntsevych (Ukrainian)

 

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/november/yosafat-kunsevyc.html