Kamis, 10 November 2022 – Peringatan St. Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Posted on

Rm. Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Lht Sir 45:30

Tuhan mengikat perjanjian damai dengannya, engangkat dia menjadi pemimpin umat dan memberinya martabat imam agung.

PENGANTAR:

Attilah, pemimpin Wandal sekitar tahun 450 memporak-porandakan Eropa. Dua kali Roma terhindar dari perusakan dan perampokan berkat keberanian Paus Leo. Ia sendiri yang menghadapi mereka. Sebagai pembela iman pun Paus Leo sungguh agung. Ungkapannya yang jelas mengenai misteri iman dapat mengurangi pengaruh jahat bidaah-bidaa dan menjadi kerangka Konsili Chalcedon. Kekayaan rohani dilimpahkannya melalui khotbah-lhotbahnya dan buku-buku doa.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, benteng pertahanan kami, Gereja-Mu Kaualaskan pada Petrus, wadas kokoh kuat yang takkan digoncangkan oleh serangan kerajaan mau. Semoga berkat doa Santo Leo Agung, Gereja-Mu berdiri teguh dalam kebenaran dan tetap dilindungi alam damai. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Filemon 7-20

“Terimalah dia kembali, bukan lagi sebagai budak, melainkan sebagai saudara terkasih.”

Saudara terkasih, aku sudah memperoleh kegembiraan besar dan kekuatan karena kasihmu, sebab engkau telah menghibur hati orang-orang kudus. Karena itu, sekalipun dalam Kristus aku bebas memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, namun mengingat kasihmu itu lebih baik aku memintanya kepadamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua dan kini dipenjarakan demi Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anak yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. Dahulu dia memang tidak berguna bagimu tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia, buah hatiku itu, kusuruh kembali kepadamu. Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan demi Injil, tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu kaulakukan, bukan karena terpaksa, melainkan dengan sukarela. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selamanya bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari itu, yaitu sebagai saudara terkasih. Bagiku ia sudah saudara, apalagi bagimu, baik secara manusiawi maupun dalam Tuhan. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. Dan kalau dia sudah merugikan dikau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku. Aku Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: aku akan membayarnya, untuk tidak mengatakan “Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!” karena engkau berhutang padaku, yakni dirimu sendiri. Ya Saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburlah hatiku di dalam Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 146:7-8-9a.9bc-10

Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.
Atau: Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.

  1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.

  2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.

  3. Anak yatim dan janda ditegakkannya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion turun-temurun!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (bdk Yoh 15:5) Akulah pokok anggur, kalian ranting-rantingnya, sabda Tuhan. Tinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal besertamu, dan kalian akan berbuah banyak.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 17:20-25

“Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.”

Sekali peristiwa orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan Kerajaan Allah datang. Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak dapat dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini’, atau ‘ia ada di sana’. Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.” Yesus berkata kepada para murid, “Akan datang waktunya kalian ingin melihat salah satu hari Anak Manusia itu. Tetapi kalian tidak akan melihatnya. Orang akan berkata kepadamu, ‘Lihat dia ada di sana! Lihat, dia ada di sini!’ Tetapi jangan kalian pergi ke situ, jangan kalian ikut. Sebab seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pula halnya dengan Anak Manusia, pada hari kedatangan-Nya kelak. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Andreas Nugroho SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Kamis, 10 November 2022, kita memperingati Peringatan Wajib Santo Leo Agung. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Lukas 17:20-25. 

Orang-orang farisi bingung dan mempertanyakan kapan kerajaan Allah datang. Tuhan Yesus mengatakan, Kerajaan Allah sudah ada di antara kamu.” Di saat Yesus melakukan banyak karya mukjizat, pewartaanNya yang penuh wibawa, itu lah tanda hadirnya Allah di tengah mereka. Mereka sebenarnya sudah melihat banyak tanda tapi mereka tetap bertanya kapan kerajaan Allah akan tiba. 

Sabda peneguhan Tuhan Yesus: “Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”, menyadarkan kita kembali tugas kita mengenali hadirnya ‘Allah meraja’ di dalam hati mu-hati kita dan di antara kita-di tengah dunia kita. Allah sungguh dirasakan ‘meraja’ ‘menguasa’ saat kita mau menghidupi nilai kerajaan Allah, cintakasih-damai sejahtera dan kebenaran dan memperjuangkannya dalam praktek hidup setiap hari. Kerajaan Allah ada pada-mu hendak menyakinkan kita bahwa Tuhan Yesus sedang membentuk kita menjadi penuh kasih, berbelarasa. 

Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, gembala umat, terangilah Gereja-Mu berkat persembahan ini. Semoga berkat bimbingan-Mu kawanan-Mu berkembang di mana-mana dan para gembalanya berkenan di hati-Mu. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Yoh 10:11

Gembala yang baik menyerahkan nyawanya untuk domab-dombanya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa, pelindung umat beriman, bimbinglah kiranyaGereja-Mu yang Kaukuatkan dengan santapan suci. Semoga di bawah pimpinan yang kuat, Gereja semakin bebas dalam karyanya dan tetap utuh dalam iman. Demi Kristus,….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Paus Leo Agung

Leo the Great, Leo Magnus

Santo Paus  Leo I adalah Paus kita yang ke-45. Ia merupakan yang pertama dari 4 orang Paus yang dianugerahi gelar “Agung” (the Great). Tiga Paus lainnya yang digelari Paus “yang Agung” adalah : Paus Gregorius I, Paus Nikolaus I, dan Paus Yohanes Paulus II.

Paus Leo I lahir kira-kira pada tahun 400 di Tuscany Italia. Ia terpilih menjadi paus setelah wafatnya Paus Sixtus III pada bulan Agustus 440.  Masa-masa itu adalah masa-masa sulit bagi Gereja. Di mana-mana pasukan barbar menyerang umat Kristiani. Dalam Gereja sendiri, beberapa orang menyebarluaskan ajaran  sesat. Tetapi, St. Leo adalah seorang paus yang amat mengagumkan. Ia sama sekali tidak takut akan apa pun atau siapa pun. Ia mengandalkan Devosinya pada paus pertama, St. Petrus Rasul.  St. Leo sering mohon bantuan doanya.

Untuk menghentikan pengajaran iman yang sesat, St. Leo menjelaskan ajaran iman yang benar melalui tulisan-tulisannya yang terkenal. Ia mengadakan Konsili untuk mengutuk ajaran-ajaran yang sesat. Mereka yang tidak mau berbalik dari ajaran mereka yang sesat dikucilkan dari Gereja. Tetapi, Paus Leo menerima kembali mereka yang menyesal dan ingin kembali ke pelukan Gereja. Ia mengajak umatnya untuk berdoa bagi mereka.

Paus Leo Agung akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang meyakinkan “Attila the Hun” untuk pergi dari gerbang kota Roma selama kampanye militernya. Pada tahun 452, Attila dan pasukannya menyerang Italia dan berbaris menuju Roma.  Segera saja terjadi kepanikan dimana-mana. Penduduk Roma merasa takut dan ngeri. Mereka tahu bahwa bangsa Hun telah membakar banyak kota dan membantai habis penduduknya. Untuk menyelamatkan kota Roma, Paus Leo menempuh jarak 320 km dengan menggunakan kuda untuk menghadapi Atilla dan membujuknya untuk menarik pasukannya.  Satu-satunya senjata yang ada pada Paus Leo I hanyalah berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Ketika kedua pemimpin itu saling bertemu, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Attila, Sang penakluk barbar dan kejam itu tidak terbiasa menghadapi kelemah-lembutan dan kerendahan hati yang ditunjukkan oleh Paus kepadanya. Ia tidak kuasa menatap mata sang Paus. Lebih mudah bagi Attila untuk menghadapi musuh dengan pedang terhunus daripada menghadapi orang tua yang penuh belas kasih ini. Karena itu Attila  menunjukkan rasa hormat yang besar kepada paus. Ia mengikat perjanjian damai dengannya. Sesudah peristiwa itu, Attila mengatakan bahwa ia melihat dua sosok yang amat besar berdiri di samping paus pada saat ia berbicara. Umat yakin bahwa kedua sosok tersebut adalah kedua rasul besar, Petrus dan Paulus. Mereka diutus Tuhan untuk melindungi Paus Leo dan segenap umat Kristiani.

Oleh karena kerendahan hati dan belaskasihnya, Paus Leo dikasihi oleh semua orang. Ia menjadi paus selama duapuluh satu tahun. St. Leo wafat pada tanggal 10 November 461. Awalnya Paus Leo Agung dimakamkan di tempat tersendiri. Namun, beberapa tahun setelah kematiannya, jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah makam bersama jenazah empat paus lainnya yang juga memakai nama Leo.

Pada abad 18, sisa-sisa  Relik Santo Paus Leo Agung dipisahkan dari paus-paus  Leo yang lain dan dimakamkan kembali dalam kapel tersendiri.

ARTI NAMA: 

Berasal dari bahasa Yunani λεων (leon) yang berarti  “singa”“atau “berani seperti singa”

VARIASI NAMA:

Leonius (Late Roman),  Levon (Armenian), Léo, Léon, Lionel (French), Leone (Italian), Leonas (Lithuanian), León (Spanish), Leoš (Czech).

Bentuk Feminim: Leola, Leona, Leone(English), Leonia (Late Roman), Leona (German)