Senin, 07 November 2022 – Hari Biasa Pekan XXXII

Posted on

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 24:3-4ab

Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.

PENGANTAR:

Amat pentinglah bagi kehidupan Gereja, bahwa para pemimpin bersih dan setia, dan tidak menyesatkan. Kenyataannya setiap orang kristiani bertanggungjawab atas sebagian Gereja. Itulah isi kata-kata Paulus kepada Titus, yang sesuai pula dengan persyaratan yang ditawarkan Yesus kepada para pengikut-Nya. Kita tahu dampak negatif dari orang-orang yang menyesatkan. Mereka ini terlalu sombong untuk mau memulai lagi dan mengampuni.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami sumber mahamulia, Engkau menghendaki tinggal di bait yang berupa manusia hidup. Kami mohon, bangunlah kiranya kami menjadi Gereja-Mu, yang didasari Yesus Mesias sebagai batu sendi. Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus 1:1-9

“Angkatlah penatua-penatua seperti yang telah kupesankan kepadamu.”

Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita, dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu, yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 24:1-2.3-4ab.5-6

Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
atau Itulah angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.

  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.

  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Flp 2:15-16) Hendaknya di dunia ini kalian bersinar seperti bintang-bintang sambil berpegang pada sabda kehidupan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 17:1-6

“Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal’, engkau harus mengampuni dia.”

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Senin, 07 November 2022, Hari Biasa Pekan 32.

Tema Resi kita kali ini adalah: “Nasehat demi kebajikan dan Himat” Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Para Sahabatku, saudari-saudara yang diksihi dan mengasihi hati Yesus.  Sabda Tuhan yang kita dengar hari ini sangat singkat namun memiliki makna yang dalam dan luas. Tuhan memberikan nasehat bagi bertumbuhnya kebajikan dan hikmat kita sebagai murid-murid-Nya. Lalu apa saja itu nasehat yang Tuhan berikan kepada kita? Ada 3 hal yang perlu kita simak dan kita renungkan:

  1. Jagalah dirimu terhadap penyesatan dan hukumannya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa dunia kita sekarang ini penuh penyesatan. Lihat saja hoax terjadi dimana-mana. Segala bentuk fitnah, ujaran kebencian, segala jenis kampanye hitam, perudungan, penganiayaan, sampai ketidak adilan, pemutar balikkan fakta dan lain sebagainya. Dunia kita penuh dengan kejahatan. Tuhan hany minta satu hal kepada kita, yaitu JAGALAH DIRIMU, jangan sampai kita terlibat dalam aneka bentu penyesatan, penyebaran hoax, apalagi kalau kita sampai melakukan atau orang pertama yang dengan sengaja membuat penyesatan, membuat hoax entah demi kepentingan pribadi, politik, kelompok, dan lain sebaiknya. Karena hukuman dari dari Allah tidaklah main-main, menandakan bahwa tindakan tersebut adalah serius. Tuhan juga meminta kita untuk mawas diri dan waspada supaya tidak mudah percaya dengan aneka macam penyesatan, hoax, dan lain sebagainya. Tuhan sudah menasehati kita dengan sunguh-sungguh, jagalah diri kita, jagalah perbuatan kita.

  2. Jagalah Saudaramu dan ampunilah dia. Nasehat Tuhan yang kedua demi pertumbuhan kita adalah agar kita senantiasa menjaga juga saudari-saudara kita. Tuhan berkata, “Jika ada saudaramu berbuat dosa, ingatkanlah mereka. Nasihati dan tegurlah mereka. Jika mereka menyesal, ampunilah mereka. Jangan mendendam mereka. Jangan membenci mereka. Dan jangan memarahi mereka.”. Tuhan amat mengasihi kita, Hati-Nya yang penuh kerahiman senantiasa dilimpahkan kepada umat-Nya yang berdosa namun bertobat. Tuhan ingin kita semua berlaku sama kepada sesama kita kepada saudari-saudara kita. Kita diminta agar menegur dan menasehati saudara-saudari kita yang berdosa yang berbuat salah. Bukannya malah membiacarakan dibelakang, ngrasani, atau sebagai bahan ngrumpi, bahkan menyebarkannya kepada banyak orang. Bahkan kalau ada di antara mereka berbuat dosa terhadap kita, ibarat kata sampai tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepada kita dan mengatakan bahwa dirinya menyesal, maka kita pun harus mengampuni dia sampai tujuh kali juga.

  3. Meneguhkan iman percaya kita kepada-Nya. Nasehat terakhir yang Tuhan berikan pada hari ini adalah agar kita senantiasa menumbuhkan iman kepercayaan kita kepada-Nya. Para rasul yang terkejut dengan ajaran Tuhan Yesus hari ini, mereka menyadari mereka merasa diri sebagai orang yang lemah imannya maka mereka memohon kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami, dan sempurnakanlah apa yang kurang di dalamnya”. Permohonan mereka adalah permohonan yang baik. Penambahan dan penguatan iman sangat diperlukan dalam melakukan pelayanan yang penuh dengan tantangan. Tuhan Yesus tahu bahwa iman para rasul masih kecil dan lemah, lebih kecil dari pada biji sesawi, maka membutuhkan motivasi. Karenanya Tuhan Yesus mengatakan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, mari kita senantiasa berbuat kebaikan dan kebajikan kepada diri sendiri, saudara dan sesama kita, karena Tuhan sudah terlebih dahulu berbuat baik bagi kita. Mari kita senantiasa membuka hati dan budi kita untuk menerima tawaran kasih Allah dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita sehingga kita senantiasa menjaga diri kita dan sesama kita, dan mendapat kekuatan iman dalam mengaruhi hidup di dunia ini. Tuhan memberkati. Berkah Dalem. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PESIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga sumber persatuan kami mohon, jadikanlah kami Gerja, tubuh Putra-Mu berkat roti yang memuaskan lapar kami dan berkat piala yang mempersatukan kami dalam sukacita sejati. Demi Kristus ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 17:4

Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal’ engkau harus mengampuni dia.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga sumber pertumbuhan, berilah kiranya kami iman biji sesawi dan semoga sabda-Mu berkarya di dalam diri kami. Perkenankanlah dunia memahami kedamaian yang menjadi panggilan sejak semula. Demi Kritus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: