Minggu, 06 November 2022 – Hari Minggu Biasa XXXII

Posted on

Rm. Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St.Theresia Jambi – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mzm 88:3

Tuhan, biarlah doaku naik ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada permohonanku.

PENGANTAR:

Sangat perlu belajar dari persoalan-persoalan hidup, tanpa harus merasa lumpuh atau putus asa. Dari situ, dituntut adanya keberanian untuk membangun berdasarkan kepastian-kepastian yang bisa diambil dari pengalaman hidup itu. Sabda Allah yang menjadi dasar perjumpaan kita mengarahkan kepada suatu pemantapan iman, “Allah kita adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang-orang mati.”

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah kebangkitan dan kehidupan. Barang siapa percaya kepada-Mu akan memperoleh kehidupan kekal. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah kebangkitan dan kehidupan. Engkaulah yang membangkitkan iman, harapan dan cinta kasih kami. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah kebangkitan dan kehidupan. Pewartaan-Mu membangkitkan harapan kami akan hidup kekal. Tuhan, kasihanilah kami. 

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allag Bapa Yang Mahakuasa, melalui kebangkitan-Nya, Putra-Mu telah mengalahkan kuasa maut dan menganugerahkan hidup baru kepada kami. Kami mohon kuatkanlah kami untuk senantiasa melaksanakan pekerjaan dan perkataan yang baik. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Makabe 7:1-2.9-14

“Raja alam semesta akan membangkitkan kami untuk kehidupan kekal.”

Pada masa pemerintahan Raja Antiokhus Epifanes ada tujuh orang bersaudara serta ibu mereka ditangkap. Dengan siksaan cambuk dan rotan mereka dipaksa oleh sang raja untuk makan daging babi yang haram. Maka seorang dari antara mereka, yakni yang menjadi juru bicara, berkata begini, “Apakah yang hendak Baginda tanyakan kepada kami, dan apakah yang hendak Baginda ketahui? Kami lebih senang mati daripada melanggar hukum nenek moyang!” Ketika anak yang kedua hampir putus nyawanya, berkatalah ia, “Memang benar, Bangsat, engkau dapat menghapus kami dari hidup di dunia ini, tetapi Raja alam semesta akan membangkitkan kami untuk kehidupan kekal, oleh karena kami mati demi hukum-hukum-Nya!” Sesudah itu anak yang ketiga disengsarakan. Ketika diminta, segera dikeluarkannya lidahnya, dan dengan berani dikedangkannya tangannya juga. Dengan berani ia berkata, “Dari surga aku telah menerima anggota-anggota ini! Demi hukum-hukum Tuhan kupandang semuanya ini bukan apa-apa! Aku berharap akan mendapat kembali semua ini dari pada-Nya!” Sampai-sampai sang raja sendiri serta pengiringnya tercengang-cengang atas semangat pemuda itu yang memandang kesengsaraannya bukan apa-apa. Sesudah yang ketiga berpulang, maka yang keempat disiksa dan dipuntungkan secara demikian pula. Ketika sudah dekat pada akhir hidupnya, berkatalah ia, “Sungguh baiklah berpulang oleh tangan manusia, dengan harapan yang dianugerahkan Allah sendiri, bahwa kami akan dibangkitkan kembali oleh-Nya. Tetapi bagi Baginda tidak ada kebangkitan untuk kehidupan!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 17:1.5-6.8b.15

Ref. Condongkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah bebaskan daku.

  1. Dengarkanlah, Tuhan, pengaduan, yang jujur, perhatikan seruanku; berilah telinga kepada doaku, doa dari bibir yang tidak menipu.

  2. Langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidaklah goyah. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.

  3. Sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu; dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika 2:16-3:5

“Semoga Tuhan menguatkan hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik.”

Saudara-saudara, dalam kasih karunia-Nya Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, telah mengasihi kita dan telah menganugerahkan penghiburan abadi serta pengharapan yang baik kepada kita. Semoga Ia menghibur dan menguatkan hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik. Selanjutnya, Saudara-saudaraku, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu: juga supaya kami terlepas dari para pengacau dan dari orang-orang jahat, sebab tidak semua orang beroleh iman. Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan akan memelihara kamu terhadap yang jahat. Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu telah kamu lakukan dan akan selalu kamu lakukan. Kiranya Tuhan tetap mengarahkan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Why 1:5a.6b) Yesus Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati; bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 20:27-38

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”

Sekali peristiwa datanglah beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka menceritakan seorang wanita yang dinikahi berturut-turut oleh tujuh bersaudara yang semuanya mati tanpa meninggalkan anak; dan mereka bertanya siapakah yang menjadi suami wanita itu pada hari kebangkitan. Maka jawab Yesus kepada mereka, “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama seperti malaikat-malaikat, dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Rafael Sudibyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki St. Teresia Jambi, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari Minggu, pekan biasa ke XXXII, Minggu 6 November 2022. Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan; Pembacaan dari Injil Suci, menurut Lukas (Luk 20:27-38)

Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, orang-orang saduki bertanya mengenai kebangkitan badan, yaitu kehidupan setelah kematian. Orang-orang saduki mengambil contoh, tentang seorang  Wanita yang manikah dengan tujuh orang laki-laki, yang mana mereka adalah satu keluarga. Dan yang menjadi pertanyaan orang saduki adalah siapa dari ketujuh laki-laki itu yang akan menjadi suami dari Wanita itu di saat kebangkitan badan?

Kita melihat dahulu siapa orang-orang saduki ini, mereka berasal dari keluarga para imam, yang memiliki Kerjasama dengan rezim Romawi. Mereka juga tidak percaya pada jiwa-jiwa bahkan hal-hal setelah kematian manusia. Dengan kata lain, orang-orang saduki ini tidak percaya juga dengan kebangkitan badan. Namun permasalahannya, mereka mempertanyakan tentang kebangkitan badan setelah kematian. Padahal mereka tidak memiliki kepentingan akan hal ini. Lalu, apa yang sebenarnya mereka cari? Mereka hanya ingin mempermalukan Yesus dihadapan banyak orang. Apakah Yesus bisa menjawab argumentasi yang mereka balut dengan sebuah pertanyaan “Siapakah yang akan menjadi suami pada hari kebangkitan?”

Maka Tuhan Yesus menjawab bahwa mereka yang dibangkitkan itu “tidak kawin dan tidak dikawinkan, sebab mereka tidak dapat mati lagi.” Tentang kehidupan setelah kematian, Tuhan Yesus ingin menegaskan bahwa situasi dan kondisi akan sangat jauh berbeda. Jika manusia di dunia ini kawin, maka itu adalah untuk kelangsungan hidup manusia di dunia. Namun orang yang dibangkitkan itu dan yang layak menerima kehidupan kekal tidak akan ada lagi kematian, maka perkawinan tidak lagi diperlukan. Secara singkatnya kita bisa mengatakan bahwa “perkawinan adalah demi anak-anak, anak-anak ada demi kelanjutan keturunan dan kelanjutan keturunan ada, karena ada kematian. Karena itu, ketika tidak ada lagi kematian, tidak ada lagi perkawinan” (menurut St. Agustinus). Selanjutnya Yesus juga  mengatakan bahwa mereka yang dibangkitkan itu “sama” seperti malaikat-malaikat, dalam arti bahwa mereka tidak lagi sama seperti tubuh manusia di bumi yang fana.

Ketika manusia telah “Menjadi sama seperti malaikat” di Surga, tidak berarti suami istri saat di surga tidak saling mengenali dan mengasihi. Akan tetapi yang terjadi sebaliknya, mereka akan mengalami kasih yang sempurna di dalam Allah. Dan kebahagiaan mereka bukan lagi diperoleh dari hubungan perkawinan mereka, melainkan dari Allah sendiri.

Maka dari itu, saudara/I, kita percaya bahwa setelah hidup di dunia ini, kita akan mengalami hidup yang kekal. Untuk sampai pada kehidupan yang kekal, kita akan mengalami kematian, dan kematian itu hanya sebuah Lorong gelap yang pendek, yang harus kita lalui untuk sampai pada hidup yang baru. Untuk itu, hidup yang sekarang kita hidupi bukanlah untuk mengejar kenikmatan semata, namun menjadi kesempatan bagi kita untuk menjadi berkat bagi sesama kita.

Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.

DOA UMAT.

I : Marilah berdoa kepada Allah orang hidup agar harapan kita akan kasih dan kesetiaan-Nya tidak pernah pudar. Marilah menyatakan kepercayaan kita kepada-Nya.

L : Bagi Gereja Umat Allah Semoga Umat Alah tidak kehabisan semangat walaupun hidup di tengah-tengah masyarakat yang ditandai oleh perbedaan pandangan dan ketidakpastian hukum; semoga Gereja tetap membela martabat dan kesucian hidup. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi keluarga-keluarga, negara, dan lembaga-lembaga publik: Semoga keluarga-keluarga, negara, media komunikasi, serta lembaga-lembaga tidak selalu hanya memperhatikan penyelesaian praktis atas kebutuhan-kebutuhan yang langsung terasa, melainkan bekerja untuk membangun dunia yang lebih baik, serta kehidupan manusiawi yang lebih bermutu. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang berdukacita atas kematian sanak-saudaranya : Semoga harapan akan kebangkitan menabahkan hati mereka yang berkabung atas kematian sanak saudaranya. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita yang berkumpul di sekitar altar ini: Semoga dalam segala pencobaan hidup, kita tetap percaya akan kuasa dan kasih Allah, dan semoga kita tetap percaya akan kasih tulus sahabat-sahabat kita. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Tuhan, Allah kami, kuatkanlah kami, bahwa Engkau tidak meninggalkan duni ini, melainkan tetap mengasihi dan memeliharanya. Kami berharap pada kebahagiaan kekal di sisi-Mu, tetapi kuatkanlah juga tekad dan dedikasi kami untuk membangun dunia yang sekarang sehingga menjadi tempat tinggal yang lebih layak, sebagai pendahuluan kebahagiaan yang kami nanti-nantikan dalam Kristus Yesus, Tuhan kami. U : Amin

DOA PERSEMBAHAN:

Allah Bapa Yang Mahakudus, berkatilah kami dan persembahan yang kami unjukkan kepada-Mu sebagai ungkapan syukur atas Putra-Mu yang telah menganugerahkan hidup baru kepada kami. Sebab, Dialah Juru Selamat kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 23:1-2

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersykur kepada-Mu atas roti kehidupan yang telah kami terima dalam Ekaristi ini. Semoga iman kami semakin Kauteguhkan, pengharapan kami Kaukuatkan dan cinta kasih kami Kaukembangkan sehingga Kerajaan Surga yang menjadi dambaan setiap orang mulai terwujud di tengah-tengah kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: