Kamis, 27 Oktober 2022 – Hari Biasa Pekan XXX

Posted on

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Resi-Kamis-27-Oktober-2022-oleh-Br.-Andreas-Gatot-Yudoanggono-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA   –  Mazmur 144:1

Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajak tanganku bertempur, la melatih jari-jariku berperang!

PENGANTAR

Tidak ada yang lebih sulit daripada menjawab penentang-penentang tanpa nama. Mereka menggerogoti sendi-sendi moral kita. Mereka menaburkan kecurigaan-kecurigaan dan tuduhan-tuduhan jahat. Hanya orang-orang kuat yang tidak terpengaruh. “Hanya perisai iman yang mampu melindungi dengan aman,” kata Paulus. Mereka memberi banyak kesempatan untuk menghayati Injil yang benar, asal kita bertahan.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, sudilah datang menyampaikan sabda dan memberi kami kekuatan. Semoga Roh-Mu mengajar kami tentang kebenaran dan keadilan-Mu.     Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus 6:10-20

“Kenakanlah perlengkapan senjata Allah agar kalian dapat bertahan.”

Saudara-saudara, hendaklah kalian kuat dalam Tuhan, dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, agar kalian dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis. Sebab perjuangan kita bukanlah melawan manusia, melainkan melawan pemerintah dan penguasa, melawan para penghulu dunia gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, agar kalian dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri sesudah menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap berikatpinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan dan kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kalian akan dapat memadamkan semua panah api si jahat. Terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu sabda Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu dalam Roh dan berjaga-jagalah dalam doamu itu dengan permohonan terus-menerus untuk segala orang kudus. Berdoalah juga untuk aku, supaya tiap kali membuka mulutku, aku dikaruniai perkataan yang tepat. Berdoalah, agar aku dengan berani mewartakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya aku menyatakannya dengan berani, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 144:1.2.9-10

Ref. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!

  1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!

  2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

  3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 13:35, Mrk 11:10)  Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 13:31-35

“Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.” 

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus, “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Pergilah, dan katakanlah kepada si serigala itu, ‘Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang pada hari ini dan esok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan esok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya sorang nabi dibunuh di luar Yerusalem’. Yerusalem, Yerusalem, engkau membunuh nabi-nabi dan merajam orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayap, tetapi kalian tidak mau. Sungguh, rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi! Tetapi Aku berkata kepadamu: Kalian tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kalian berkata, ‘Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan’.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Kamis, 27 Oktober 2022, Hari Biasa Pekan 30.

Tema Resi kita kali ini adalah: “Keberanian Iman”. Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Para Sahabatku, saudari-saudara yang diksihi dan mengasihi hati Yesus. Perang yang terjadi di Ukraina yang digempur habis-habisan oleh Rusia membawa dampak yang luar biasa bagi dunia. Banyak peristiwa yang sangat menyentuh kemanusiaan kita, salah satunya adalah banyak para Imam-Religius yang menolak untuk mengungsi dari negeri mereka Ukraina, agar bisa bersama umatnya dan menemani penderitaan umatnya. Demikian juga para religius dehonian yang tinggal di Ukarina. Mereka memutuskan untuk tetap tinggal di paroki atau biara mereka di Ukraina, mereka menghimpun umatnya yang ketakutan, manampung di gereja dan melayani mereka. Mereka tidak takut akan bahaya yang mungkin menimpa mereka.

Para Sahabat yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, bacaan yang kita dengar hari ini Tuhan Yesus mendapatkan ancaman yang serius dari Herodes. Orang Farisi meminta Tuhan Yesus pergi meninggalkan Yerusalem karena akan mendapat ancaman pembunuhan oleh Herodes. Namun Tuhan Yesus tidak gentar dan tetap teguh setia bertahan di Yerusalem. Apa yang bisa kita pelajari dari bacaan yang kita dengar hari ini? Saya menawarkan 3 hal saja.

  1. Tuhan mengajari kita untuk tidak takut akan akan bahaya jasmani yang hanya bisa menghancurkan tubuh, tetapi takutlah akan bahaya rohani yang bisa menghancurkan tubuh dan jiwa kita di neraka. Tuhan Yesus tidak gentar terhadap mereka yang mengancam nyawa-Nya. Tuhan tahu bahwa Dia akan menderita dikayu salib demi cinta-Nya bagi umat manusia. Tidakkah kita sebagai murid-murid-Nya juga bersedia berkurban bagi orang-orang yang kita cintai dan bagi kebenaran iman?

  2. Tuhan Yesus sungguh merindukan umat yang dicintai-Nya – yang meninggalkan-Nya – untuk datang dan menerima belas kasih kerahiman-Nya. Tuhan mengundang kita semua untuk bertobat. Cinta Kasih dan Kerahiman-Nya sungguh mengalahkan dosa-dosa yang dibuat manusia bahkan yang membenci, mengkianati, bahkan menganiaya Tuhan. Tuhan setia kepada umat-Nya meski umat-Nya tidak setia kepada-Nya.

  3. Kita hanya perlu membuka hati dan pikiran kita, hati dan budi kita agar mau menerima belas kasih dan kerahiman-Nya. Yesus bernubuat baik tentang diri-Nya sendiri maupun tentang kehancuran Yerusalem lama. Yesus yang mencintai manusia sampai sehabis-habisnya akan menderita dan wafat di kayu Salib namun hari ketiga akan bangkit mulia menebus dosa-dosa manusia. Sedangkan Yerusalem lama akan hancur karena menolak belas kasih Allah. Namun Yesus tetap setia menawarkan Yerusalem baru yang abadi yaitu Kerajaan-Nya. Pertanyaannya adalah, sudahkan kita senantiasa membuka hati dan budi kita untuk menerima Cinta-Nya, sehingga kita pantas dan layak tinggal di Yerusalem baru, Kerajaan Surga tempat Tuhan bertahta?

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, mari kita buka hati dan budi kita untuk menerima tawaran kasih Allah dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita sehingga kita siap sedia menyambut dengan suka cita Kerajaan Hati Kudus-Nya, Yerusalem surgawi. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN

Allah Bapa kami di surga, sumber iman kepercayaan, kami mohon perkuatlah kiranya kami berkat roti anggur, berkat daya kekuatan Yesus Putra-Mu, dan ajarilah kami mengimani Dia. Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 144:1

Terpujilah Tuhan, pelindungku, yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang

DOA PENUTUP:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, semoga kami dapat bertobat dan semoga Kausingkirkan dari kami  segala kekuasaan jahat. Semoga Putra-Mu berkenan menganugerahkan kesehatan dan tebusan. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: