Senin, 17 Oktober 2022 – Peringatan Wajib St. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir

Posted on
Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli Hong Kong
Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli Hong Kong

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Resi-Senin-17-Oktober-2022-oleh-Rm.-Agustinus-Guntoro-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Martino-Capelli-Hong-Kong.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Efesus 2:4-5

Allah yang kaya rahmat, telah menghidupkan kita bersama Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan-kesalahan kita. Jadi, kita diselamatkan karena kasih karunia.

PENGANTAR:

‘Orang bodoh, malam ini juga jiwamu akan diambil. Bagi siapakah nanti apa yang telah Kausediakan itu?’ Injil membuat kita kaya di hadapan Allah. Dan kekayaan itu takkan dapat dirampas orang. Kita memperolehnya bukan karena memilikinya, bukan karena menerima, tetapi karena memberi semakin banyak. Demikianlah kita ini karya Allah di dunia seturut teladan Kristus.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahamulia, penuhilah kiranya kami dengan Roh Yesus, yang telah menghampakan diri guna membela kami. Perkenankanlah Dia menunjukkan jalan kehidupan kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, Yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus 2:1-10

“Tuhan telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, dan telah memberi kita tempat di surga bersama dengan Dia.”

Saudara-saudara, kalian dahulu sudah mati karena pelanggaran dan dosamu. Kalian hidup di dalamnya karena kalian mengikuti jalan dunia ini, karena kalian mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang kini bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara orang-orang durhaka itu, ketika kami hidup dalam hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging serta pikiran yang jahat. Jadi pada dasarnya kita ini orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti yang lain itu. Tetapi terdorong oleh kasih-Nya yang besar, yang telah dilimpahkan kepada kita, Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati karena kesalahan kita. Jadi kalian diselamatkan berkat kasih karunia. Di dalam Kristus Yesus itu Allah telah membangkitkan kita juga dan meberi tempat di surga bersama dengan Dia. Dengan demikian Allah bermaksud di masa yang akan datang menyatakan kasih karunia-Nya yang berlimpah, sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab berkat kasih karunia kalian diselamatkan oleh iman. Keselamatan itu bukanlah usahamu, melainkan pemberian Allah. Jadi keselamatan itu bukanlah hasil pekerjaanmu. Maka jangan sampai ada yang memegahkan diri. Sebab sesungguhnya kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 100:2-5

Ref. Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita.

  1. Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
  2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
  4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-menurun.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 5:3)  Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 12:13-21

“Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?”

Investasi Emas atau Dolar, Lebih Untung Mana? - Berkeluarga

Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.” Tetapi Yesus menjawab, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.” Kemudian Ia menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku’. Lalu katanya, ‘Inilah yang akan kuperbuat: Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!’ Tetapi Allah bersabda kepadanya, ‘Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?’ Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para sahabat dimana pun Anda berada, saya, Agustinus Guntoro, scj dari komunitas Martino Capelli di Hong Kong, menyapa dan mengundang Anda untuk sejenak merenung bersama RESI (Renungan Singkat) Dehonian, hari ini, tanggal 17 Oktober 2022.

Para sahabatku yang terkasih, Sabda Tuhan dalam Injil hari ini mengingatkan kita agar kita tidak jatuh dalam ketamakan atau sifat yang rakus. Ketamakan adalah keinginan untuk memiliki sesuatu yang berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, kita perlu melakukannya secara proporsional, bahkan dalam hal beragama. Orang yang terlalu agamis, cenderung mabuk agama, sehingga menanggalkan akal sehat yang melahirkan sikap intoleren, merasa yang miliki surga sendiri.

Dalam Injil sendiri, Yesus memberikan contoh orang yang mabuk harta. Sungguh ironis bagi orang kaya dalam perumpamaan Yesus. Orang tersebut mencari segala daya dan upaya untuk menyelamatkan hartanya yang berlimpah ruah, tetapi lupa untuk memberikan jaminan keselamatan bagi jiwanya! Yesus tidak membenci orang kaya, tidak membenci harta. Boleh kita mengejarnya, tapi jangan lupa mencari harta surgawi dengan keselamatan jiwa kita. Jangan membenci dan mempertentangkan keduanya, jadikan sarana satu sama yang lain, untuk saling mendekatkan. Memang, harta dunia berpotensi membuat hati kita tidak lagi murni di hadapan Allah, bahkan dapat memalingkan kita dari-Nya! Tetapi bila kita menggunakan harta seperlunya, dijauhkan dari sifat rakus, justru kita bisa menjadikan harta duniawi itu sebagai sarana untuk memuliakan Tuhan.

Para sahabat yang terkasih, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, agar kita dimampukan untuk tidak berlebihan dalam segala hal. Tuhan memberkati kita semuanya.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, lepaskanlah kiranya kami dari nafsu serakah dan angkara murka berkat Yesus, Putra-Mu terkasih, yang telah mengurbankan hidup-Nya guna menyelamatkan kami. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 12:21

Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya, tetapi tidak kaya di hadapan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur atas segala sesuatu yang telah Kausiapkan bagi kami dalam diri Yesus Mesias. Kami mohon, semoga kami mengalami belas kasih-Mu sehari-hari demi kedamaian dan kebahagiaan umat manusia sedunia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Senin 17 Oktober 2022 oleh Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli Hong KongUnduh

Santo Ignasius dari Anthiokia

St.Ignatius adalah salah satu dari para Bapa Apostolik (kelompok otoritatif terawal dari para Bapa Gereja). Dia mendasarkan otoritasnya pada statusnya sebagai seorang uskup Gereja, menjalani hidupnya dengan meneladani Kristus.  St. Ignatius adalah Uskup Antiokhia ketiga sesudah Santo Petrus dan St.Evodius (yang wafat sekitar tahun 67 Masehi).

Sejarahwan Eusebius mencatat bahwa St.Ignatius menggantikan St. Evodius setelah Pertus sendiri yang menunjuk Ignatius untuk menjabat sebagai uskup Antiokhia. Sebutan lain untuk dirinya adalah Teoforus yang berarti “Pemanggul Tuhan” dan menurut tradisi St.Ignatius seperti juga Santo Polikarpus adalah murid-murid dari Rasul Yohanes.

Pada masa penganiayaan uskup Ignatius ditangkap dan dijatuhi hukuman mati dalam masa pemerintahan Kaisar Trajan. Ia digiring dari Antiokhia ke gelanggang pertunjukan di pusat kota Roma. Dalam perjalanan menyongsong kemartirannya di Roma, Ignatius menulis serangkaian surat yang terlestarikan sebagai sebuah contoh teologi Kristen paling awal. Topik-topik penting yang diuraikan dalam surat-surat tersebut mencakup eklesiologi, sakramen-sakramen, dan peranan para uskup. Dengan demikian, ia menggunakan cara yang sama dengan St.Paulus dalam mewartakan Kabar Sukacita. Sepanjang perjalanan itu dia menulis enam pucuk surat kepada Gereja-Gereja di kawasan itu dan sepucuk surat  untuk St.Polikarpus, yang kelak juga menjadi seorang martir.

Surat-surat St. Ignatius memberikan keterangan mengenai penangkapannya oleh penguasa dan perjalanannya ke Roma :

“  …. dari Suriah bahkan sampai Roma aku berhadapan dengan binatang-binatang buas, di darat dan laut, di malam dan siang hari, terbelenggu di tengah-tengah sepuluh ekor macan tutul, dan bersama sekelompok serdadu, yang akan berkelakuan semakin buruk  bilamana diperlakukan dengan sopan..”. — Ignatius kepada jemaat di Roma.

Ketika Ignatius yang terkasih tiba di Roma, ia dojebloskan kedalam penjara bersama para umat Kristiani yang sudah ditahan sebelumnya. Akhirnya, tibalah hari dimana sang uskup dilemparkan ke arena pertunjukan. Dua ekor singa ganas menerkamnya. St. Ignatius wafat sekitar tahun 107. Ia mewariskan kepada kita kesaksian hidup Kristiani serta surat-suratnya yang indah..

Arti NamaIgnatius berasal dari nama keluarga Romawi yang artinya tidak diketahui. Namun sering dihubungkan dengan kata Latin : IGNIS  yang berarti “api.Variasi NamaEgnatius (Ancient Roman), Iñaki (Basque), Ignasi (Catalan), Ignác (Czech), Ignaas (Dutch), Ignace (French), Ignatz (German), Ignác (Hungarian), Ignazio (Italian), Ignas (Lithuanian), Ignacy (Polish), Inácio (Portuguese), Ignac, Ignacij, Nace (Slovene), Ignacio, Nacho, Nacio (Spanish)Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/oktober/ignasius-dari-anthiokia.html