Minggu, 09 Oktober 2022 – Hari Minggu Biasa XXVIII

Posted on
Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Frans de Sales Palembang – Indonesia
Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Frans de Sales Palembang – Indonesia

 

 

 

AUDIO RESI:

https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Resi-Minggu-09-Oktober-2022-oleh-Rm.-Antonius-Edi-Prasetyo-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Frans-de-Sales-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 130:3-4

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan ya Tuhan, siapakah yang dapat bertahan? Tetapi, Engkau suka mengampuni, ya Allah Israel.

PENGANTAR:

Cerita keajaiban dari Kitab Suci nampaknya bagi kita sekarang ini begitu jauh dan tidak nyata. Tetapi tak usahlah kita gelisah, karena tidak melihatnya. Dua kejadian penyembuhan ajaib akan diceritakan di dalam bacaan hari ini. Dalam cerita-cerita itu terkilas kebenaran hakiki demikian: Tuhan secara nyata memperhatikan manusia. Maka sekalipun penyembuhan seorang kusta tidak bicara bagi orang dewasa ini, tetapi kenyataan lebih mendalam yang tetap berharga ialah bahwa Tuhan berada di tengah-tengah kita.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki agar kami memiliki iman yang kuat dan mempercayakan diri kami kepada-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau telah membelenggu Santo Paulus dalam iman, serta memberinya bantuan Roh Kudus. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Sabda Allah, yang ditaburkan dalam hati kami agar benih iman itu tumbuh, berkembang, dan menghasilkan buah. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja (2Raj 5:14-17)

“Naaman kembali kepada Elisa, abdi Allah, dan memuji Tuhan.”

Sekali peristiwa turunlah Naaman, panglima raja Aram, ke Sungai Yordan, lalu membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai itu, sesuai dengan perkataan Elisa, abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak, dan ia menjadi tahir. Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Sesampai di sana majulah ia ke depan Elisa dan berkata, “Sekarang aku tahu bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu, terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!” Tetapi Elisa menjawab, “Demi Tuhan yang hidup, yang aku layani, aku tidak akan menerima apa-apa.” Walaupun Naaman mendesaknya, Elisa tetap tidak mau menerima sesuatu. Akhirnya berkatalah Naaman, “Jikalau demikian, berikanlah kepada hambamu ini tanah sebanyak dapat diangkut oleh sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan kurban bakaran atau kurban sembelihan kepada allah lain, kecuali kepada Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3ab.3cd-4

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih setia-Nya terhadap kaum Israel.
  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 2:8-13)

“Jika kita bertekun, kita pun akan memerintah dengan Kristus.”

Bermegah di Dalam Tuhan | Renungan Kristiani

Saudaraku terkasih, ingatlah akan ini: Yesus Kristus, keturunan Daud, yang telah bangkit dari antara orang mati, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Karena pewartaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi sabda Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka pun memperoleh keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Benarlah sabda ini, “Jika kita mati dengan Kristus, kita pun akan hidup dengan Dia. Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (1Tes 5:18) Bersyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagimu dalam Kristus Yesus.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 17:11-19

Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?”

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak, “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Yesus lalu memandang mereka dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara dalam perjalanan, mereka menjadi tahir. Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?” lalu Yesus berkata kepada orang itu, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas Paroki Santo Fransiskus De Sales Palembang dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian  Edisi Kamis, 9 Oktober 2022,

Mari kita dengarkan dan renungkan bersama bacaan dari Injil Lukas 17: 11-19

Saudara/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih, Injil hari ini menarik untuk kita renungkan bersama yaitu kisah Yesus bersama sepuluh orang kusta yang memohon untuk disembuhkan dan ditahirkan. Kalau kita memperhatikan, para penderita kusta itu menjaga jarak dengan masyarakat. Mereka tinggal di luar perkampungan di mana keluarga mereka akan meninggalkan makanan untuk mereka. Yesus mendengar seruan permohonan mereka “Kasihanilah kami”. Dalam perjalanan mereka  kepada para imam, mereka semua disembuhkan, ditahirkan dan dipulihkan martabatnya. Mereka disembuhkan sebelum mereka tiba di hadapan para Imam.

Namun inti dari cerita ini bukanlah pada penyembuhannya tetapi pada rasa syukur dan terima kasih dari orang yang kembali. Ironisnya satu-satunya yang kembali untuk bersyukur kepada Yesus adalah seorang Samaria, orang yang dianggap asing, orang yang dipandang rendah orang bangsa Israel. Meskipun mengalami peristiwa penyembuhan yang luar biasa dalam hidup mereka, sembilan dari sepuluh penderita kusta tidak menemukan relasi yang baru dan hangat dengan Tuhan. Tetapi penderita kusta Samaria melakukannya. Yesus mengatakan kepadanya “imanmu telah menyembuhkanmu”. Orang Kusta Samaria ini telah mengalami penyembuhan ganda. Dipulihkan penyakitnya, dipulihkan martabatnya, mengalami relasi khusus dan intim dengan Tuhan Yesus.

Menjadi pertanyaan refleksi bagi kita, apakah kita sering bersyukur? Apakah kita membiarkan iman kita bertumbuh dan membuat kita sehat jasmani dan rohani dengan mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas setiap rahmat yang diterima? Ataukah kita seperti kesembilan orang kusta itu, setelah mengalami rahmat dan kebaikan, lupa begitu saja dan tidak punya kedekatan dengan Tuhan Yesus sendiri. Kita kadang merasa mampu melakukan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri, dan mengabaikan peran Tuhan dalam hidup kita. kita lupa segala sesuatu yang baik dalam hidup kita datang dari Tuhan sebagai wujud cintaNya yang total kepada kita.

Inilah kesempatan kita untuk selalu bersyukur di dalam segala sesuatu. Rasul Paulus mengajarkan “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tesalonika 5:18)” bersyukurlah dalam segala peristiwa hidup kita, entah waktu sehat, sakit, senang, susah, gembira, sedih, bahagia, berduka, marah, dan sebagainya. Bisa jadi, pengalaman pengalaman pergulatan, pergumulan, dan kesusahan hidup kita adalah cara Tuhan untuk menunjukkan rahmatNya, dan ketidakberdayaan kita tanpa rahmatNya.

Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin Berkah Dalem.

DOA UMAT:

I : Marilah berdoa kepada Bapa kita di surga, yang telah mengasihi kita jauh sebelum kita dapat mengasihi Dia, dan telah membebaskan kita dalam Yesus Kristus.

L : Bagi Gereja, Umat Allah: Semoga Bapa surgawi memberkati Gereja karena segala sesuatu yang telah diberikan kepada kita: kehidupan Ilahi, kasih Ilahi, bimbingan, dan kekuatan. Marilah kita mohon,…

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi bangsa dan negara kita: Semoga Allah memenuhi hati kita dengan rasa syukur atas para pendahulu kita, atas khazanah kebudayaan yang telah mereka wariskan kepada kita, dan atas iman yang telah kita terima melalui mereka sehingga kita pun terdorong untuk menyumbangkan usaha kita dan diri kita sendiri demi hari depan yang cerah bagi angkatan yang akan datang. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang miskin dan terluka dalam martabat mereka sebagai manusia: Semoga Bapa surgawi memberkati mereka semua, dan semoga rasa sykur kita atas segala sesuatu yang sudah kita terima mendorong kita untuk memberi cinta kasih, kemerdekaan, dan perdamaian kepada mereka yang miskin dan terlupakan. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi umat paroki kita: Semoga Bapa surgawi memberkati kita semua, dan mengajarkan kepada kita, apa arti kemurahan hati dan terima kasih. Semoga kita juga mengajarkannya kepada anak cucu serta sesama kita. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Tuhan, Allah dan Bapa kami, kepada kami Engkau telah memberi dengan cuma-cuma. Semoga kami pun dapat memberi dengan cuma-cuma supaya lebih menyerupai citra-Mu, serta citra Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami. U : Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, kami menghadap-Mu dengan membawa persembahan roti dan anggur ini. Semoga Engkau berkenan menerima dan menjadikannya sebagai sarana untuk menghadirkan karya keselamatan-Mu bagi kami dalam diri Yesus Kristus. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – 1Yoh 3:2

Apabila Kristus dinyatakan, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah yang penuh belas kasih, kami bersyukur atas rezeki surgawi yang telah kami terima ini. Semoga kami selalu menyadari betapa besar anugerah yang telah kami terima dari-Mu sehingga kami pun memuji-Mu dan bersyukur kepada-Mu sampai akhirnya kami kembali kepada-Mu dalam keabadian. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Resi-Minggu 09 Oktober 2022 oleh Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Frans de Sales Palembang – IndonesiaUnduh