Rabu, 05 Oktober 2022 – Hari Biasa Pekan XXVII

Posted on

Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta – Indonesia

 

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Resi-Rabu-05-Oktober-2022-oleh-Rm.-Agustinus-Kelik-Pribadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Paroki-St.-Stefanus-Cilandak-Jakarta-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Lukas 11:1

Tuhan, ajarilah kami berdoa, sebagaimana yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.

Youtober Pemula | Doa, Belajar, Orang

PENGANTAR:

Di antara para rasul pun terjadi salah paham. Di Yerusalem Paulus menegaskan agar adat-istiadat bangsa yang menerima pewartaan tetap dihormati. Ia menghendaki pula agar orang-orang Kristen Yahudi setia pada adat-istiadatnya. Kebersamaan mereka adalah dalam Kristus. Dialah yang mengajarkan bahwa mereka semua putra dan putri Bapa yang sama.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami di surga, semoga kami terbiasa dengan menyebut nama-Mu dan ajarilah kami mendengarkan sabda-Mu, yang membawa kehidupan dan mendatangkan Dikau di tengah-tengah kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia 2:1-2.7-14

“Mereka melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku.”

Saudara-saudara, empat belas tahun setelah dipilih Tuhan, aku pergi ke Yerusalem bersama dengan Barnabas, dan Titus pun kubawa serta. Aku pergi ke sana berdasarkan suatu pernyataan. Di sana aku membentangkan Injil yang kuberitahukan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, jangan sampai dengan percuma aku telah berusaha. Pada kesempatan itu aku berbicara tersendiri dengan orang-orang yang terpandang. Mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil bagi orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus bagi orang-orang bersunat; maka mereka menjadi yakin. Sebab sebagaimana Tuhan telah memberi Petrus kekuatan untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, demikian pula Ia memberi aku kekuatan untuk menjadi rasul bagi orang-orang yang tak bersunat. Mereka pun menjadi yakin mengenai kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku. Maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan daku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan. Semua setuju bahwa kami pergi kepada orang-orang yang tak bersunat, sedangkan mereka kepada orang-orang yang bersunat. Mereka hanya minta agar kami tetap mengingat orang-orang miskin; dan hal itu sungguh-sungguh kuusahakan. Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku terus terang menentang dia, karena ia salah. Sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat. Tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Juga orang-orang Yahudi lain ikut berlaku munafik seperti dia, sehingga Barnabas sendiri terseret oleh kemunafikan mereka. Aku melihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil. Maka aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua, “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 117:1bc.2

Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!

  1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
  2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Rm 8:15)  Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak; dalam roh itu kita akan berseru, ‘Abba, ya Bapa.’

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:1-4

“Tuhan, ajarilah kami berdoa.”

Pada waktu itu Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: ‘Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang yang secukupnya, dan ampunilah dosa kami sebab kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat resi yang mengasihi Tuhan jumpa lagi dengan saya romo agustinus kelik ribadi scj dari Cilandak Jakarta Selatan dalam resi, renungan singkat dehonian edisi Rabu 5 oktober 2022. Mari kita dengarkan firman Tuhan yang diambil dari Injil Lukas 11:1-4.

Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan

Kita semua tahu dengan baik beberapa doa pokok yang seharus bukan hanya hapal tapi juga kita doakan, kita perjuangkan setiap hari sebagai pengikut Tuhan Yeusus. Salah satu doa pokok itu adalah doa bapa kami. Sebuah doa yang dipercayai diajarkan langsung oleh Tuhan Yesus sendiri dan menjadi salah satu doa formal yang bisa kita doakan kapan saja. Hari ini  kita mendengarkan firman Tuhan bagaimana Yesus mengajar muridnya dengan doa ini. Dalam doa ini diserukan pujian, syukur, permohonan ampun dari Tuhan maupun dari diri dan permohonan supaya dibebaskan dari pencobaan atau yang jahat. Saya yakin apapun agamanya pasti juga diajarkan bagaimana berdoa, meskipun formatnya mungkin berbeda tapi barang kali isinya kurang lebih sama sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam doa bapa kami. Yang menjadi tantangan bersama adalah apakah doa yang biasa kita doakan setiap hari menggerakan iman kita untuk bertumbuh dan ahirnya menjadi bagian dari seluruh hidup kita.

Kita tentu semua tahu dengan baik sepak bola antara persebaya dan arema yang mengadakan sebuah pertandingan rivalitas dan selalu sebagai sebuah pertandingan yang besar kapan saja termasuk pada minggu ini. Para pemain, para suporter pencinta sepak bola saya yakin biasa berdoa, bahkan ketika mereka mau bertanding semua tim dan suporternya juga berdoa untuk sebuah kemengan. Ahirnya persebaya bisa menang. Yang menyedihkan tentu bukan masalah siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi kedewasaan untuk menerima bahwa dalam pertandingan ada yang kalah. Kerusahan yang diawali supoter tentu sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan, bahkan kurban nyawa  angka ratusan orang.

Dalam doa bapa kami pada bagian ahir dimohonkan bebaskanlah kami dari pencobaan atau dari yang jahat. Pencobaan atau yang jahat itu sering kali terlihat jelas dalam hidup kita, bahkan menemel dalam diri yang harus dibebaskan dari diri kita sendiri.  Salah satu akar kejahatan yang mencobai hidup kita sendiri adalah kemarahan dan kebencian terhadap realita buruk yang tidak bisa dielakkan dan mengenakkan dalam hidup.  Buat yang tidak dewasa kekalahan itu sangat menyakitkan. Pada hal kalah menang dalam hidup itu sesuatu yang biasa. Semoga kita terbebasakan dari yang jahat, yang memicu pencobaan dalam hidup terjadi akibat dari ketidak dewasaan kita dalam hidup. Berkat Tuhan menyertai kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa mahakudus, berkatilah kiranya anggur roti ini, agar menunjukkan jalan yang menuju kepada-Mu, Allah dan Bapa kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Lukas 11:1

Tuhan ajarilah kami berdoa, sebagaimana yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, perkenankanlah kami bertobat kepada-Mu dan semoga Kauampuni segala dosa kami setiap kali kami dengan iman menyembah nama-Mu dan memohon kedatangan-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Resi-Rabu 05 Oktober 2022 oleh Rm. Agustinus Kelik Pribadi SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Stefanus Cilandak Jakarta IndonesiaUnduh