Senin, 03 Oktober 2022 – Hari Biasa Pekan XXVII

Posted on

Fr. Fransiskus Edi Setiawan SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Lukas 10:36.37

‘Siapakah sesama orang yang jatuh ke tangan penyamun?’ ‘Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.’ ‘Pergilah, dan lakukanlah demikian.’

PENGANTAR:

Hanya ada satu Injil, yaitu Injil Yesus Kristus. Pertanyaan-pertanyaan pelit dapat mengaburkan maknanya. Kita mestinya langsung menolong orang yang memerlukannya, bukan dengan memperdebatkan ‘Siapa sesamaku?’ Lebih baik bertanya, apa yang dapat kita lakukan untuk menjadi sesama manusia yang baik.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami maha pengasih, kebaikan-Mu selalu menghidupi dan menyemangati kami. Janganlah kiranya kami sampai berhutang kepada sesama selain cinta dan belas kasih yang tulus ikhlas. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …. 

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia 1:6-1

“Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia.”

Saudara-saudara, aku heran, bahwa kalian begitu cepat berbalik dari Allah, yang telah memanggil kalian oleh kasih karunia Kristus, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil; hanya ada orang-orang yang mengacaukan kalian dan yang bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi seandainya kami sendiri atau pun seorang malaikat dari surga mewartakan kepada kalian suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi, “Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia.” Jadi bagaimana sekarang? Adakah aku mencari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah aku mencoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencari perkenanan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku menerimanya bukan dari manusia, dan bukan pula manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 111:1-2.7-8.9.10c

Ref. Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.

  2. Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; perintah-Nya lestari untuk selama-lamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.

  3. Ia memberikan kebebasan kepada umat-Nya, Ia menetapkan perjanjian untuk selama-lamanya; kudus dan dahsyatlah nama-Nya! Dia akan disanjung sepanjang masa.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Yoh 13:34) Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 10:25-37

“Siapakah sesamaku?”

Pada suatu ketika, seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus, “Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya, “Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata lagi, “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasih. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, ‘Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.’ Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.” Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, dan lakukanlah demikian!”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Fransiskus Edi Setiawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, jumpa kembali dengan saya Frater Fransiskus Edi Setiawan, SCJ dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta, Visma Vijaya Praya, Prapingan, Yogyakarta, Indonesia, dalam Resi (renungan singkat) Dehonian edisi Hari Senin, tanggal 03 Oktober 2022, Hari Senin Pekan Biasa XXVII.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, Sabda Tuhan yang baru saja kita dengarkan merupakan suatu perumpamaan yang dijelaskan Yesus dalam perjalanannya menuju ke Yerusalem. Dalam perumpamaan tersebut, Yesus menyebutkan salah satu kenyataan dan sekaligus tantangan dalam hidup ini. Yesus ingin menunjukkan bahwa sesama manusia itu bukan hanya orang Yahudi saja, bukan hanya kelompok mereka sendiri, melainkan juga semua orang yang membutuhkan kasih-Nya. Oleh karena itu, Sabda Allah pada hari ini mengajak kita untuk berefleksi siapakah sesamaku? Dan apa yang aku perbuat untuk mereka?

Pertama, pertanyaan ‘siapakah sesamaku’ menegaskan pengajaran Yesus tentang sikap yang harus dibangun oleh kita, orang kristiani terhadap sesama kita. Yesus mengajak kita dengan kasih untuk menanggapi realitas kehidupan di sekitar kita yang ditandai dengan berbagai pergumulan sosial dari orang-orang yang terpinggirkan, orang-orang yang lemah, orang-orang yang miskin dan orang-orang yang menderita. Kasih kepada sesama itu tidak hanya terdiri dari perasaan luhur dan perkataan yang muluk-muluk, tetapi harus nyata dalam perbuatan praktis. Hal itu dapat kita wujudkan dengan menjadi ‘sesama’ dan bertindak sebagai ‘sesama’ terhadap orang lain dengan tidak mempersoalkan siapa, di mana dan dari mana ‘sesama’ kita itu.

Kedua, apa yang aku perbuat untuk sesama? Paus Fransiskus merefleksikan bacaan ini, demikian: “Imam dan orang Lewi melihat tetapi mengabaikan; mereka terlihat tetapi mereka tidak menawarkan bantuan”. Ungkapan Paus Fransiskus tersebut juga nyatanya ada dalam diri kita. Kadang kala kita melihat orang-orang yang menderita, miskin, kelaparan, hidup dalam kekerasan dan ketidakadilan, namun kita hanya menjadi penonton. Oleh karena itu, Yesus berkata: “Pergilah dan perbuatlah demikian!”. Dengan kata lain, Yesus hendak berbicara tunjukkanlah belas kasih kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan, lakukanlah dengan cuma-cuma serta dengan penuh kepedulian.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, semoga Sabda Tuhan hari ini menguatkan iman kita dalam mewujudnyatakan kasih untuk melayani orang lain dengan penuh kasih dan murah hati, menjangkau orang yang tidak terduga, yang kita temui dalam hidup kita ini.Semoga Tuhan memberkati kita semua.

DOA PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha pengasih, berkenanlah menerima ucapan syukur kami, bahwasanya Yesus Putra-Mu telah menjadi sesama bagi semua orang dan mengurbankan hidup-Nya demi kehidupan kami. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 13:34

Perintah baru Kuberikan kepadamu, yaitu agar kamu saling mengasihi sebagaimana Aku mengasihi kamu.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber belas dan cinta kasih, kami bersyukur karena kerahiman-Mu lebih agung dari kekurangan kami. Kami mohon, semoga cinta kasih demikian itu, yang telah Kauwujudkan dalam diri Putra-Mu, menjiwai hidup kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Dehonian Schools in Indonesia

Salah satu karya Dehonian Indonesia adalah pendidikan. Perhatian kepada dunia pendidikan sesuai dengan perhatian sekaligus keprihatinan Pater Pendiri SCJ, Pater Leo Dehon SCJ pada saat itu, yaitu mendirikan Kolose St. Yohanes (15 Agustus 1877 di Saint Quentin Perancis.

Dehonian Indonesia di bawah naungan Yayasan Pendidikan Katolik Leo Dehon (YPKLD) juga mengelola sekolah, yaitu Sekolah St. Antonius di Jakarta Timur dan Sekolah Yos Sudarso di Metro Lampung Tengah. Kedua sekolah ini menjadi bagian dari Dehonian Schools yang ada di seluruh dunia yang berjumlah sekitar 50 sekolah (dari tingkat Taman-kanak-kanak sampai perguruan tinggi).

Sekolah St. Antonius Jakarta terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA, sedangkan sekolah Yos Sudarso Metro Lampung terdiri dari jenjang SMP dan SMA. Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ini (2022) serentak dibuka tanggal 01 Oktober 2022. Bagi Saudari-saudara yang berminat untuk mendaftarkan diri atau anak Anda silahkan menghubungi Sekolah Kami.

1. SD St. Antonius Jakarta Timur

2. SMP St. Antonius Jakarta Timur

 

3. SMA St. Antonius Jakarta Timur

 

4. SMP Yos Sudarso Metro-Lampung

 

5. SMA Yos Sudarso Metro-Lampung

Sekolah Yos Sudarso juga membuka Asrama baik Putra maupun Putri. Untuk Asrama Putra yaitu Asrama Leo Dehon Metro dikelola oleh para Dehonian (SCJ) sedangkan Asrama Putri, yaitu Asrama Boromea dikelola oleh para Suster HK dan Asrama St. Maria dikelola oleh para Suster FSGM. 

1. Asrama Putra Leo Dehon Metro

Alamat: Jl. Semeru No.55, Yosorejo, Kec. Metro Tim., Kota Metro, Lampung 34111

Pemimpin Asrama:

  1. Rm. Antonius Effendi SCJ    telp: 0812-7886-7954

  2.  Rm. Bonifasius Juspani Lase SCJ telp: 0812-1826-9120

2. Asrama Putri St. Maria Metro

Alamat: Jl.Sosrosudarmo No.2, Imopuro, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung 34124

Pemimpin Asrama: 

  1. Sr. M. Athanasia FSGM  telp. 0821-8504-6884

3. Asrama Boromea Metro

Alamat: Jl. Krakatau, Yosorejo, Kec. Metro Tim., Kota Metro, Lampung 34124

Pendamping Asrama: 

1. Sr. Martina HK  telp. 0815-4082-7293

2. Sr. Cornelia HK telp. 0812-2751-8492

3. Sr. Olivia HK