Minggu, 02 Oktober 2022 – Hari Minggu Biasa XXVII

Posted on

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Tegalrejo Belitang Sumatera Selatan – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Est. 3:2-3

Semesta alam takluk kepada kehendak-Mu, ya Tuhan, dan tidak ada yang dapat menentangnya. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu, langit dan bumi serta segala isinya, Engkaulah Tuhan atas semesta alam.

PENGANTAR:

Roh Allah yang telah diterima dalam baptisan memampukan manusia untuk hidup dan memberikan kesaksian akan Kristus. “Jangan engkau malu memberikan kesaksian tentang Tuhan kita”, demikian kata Paulus kepada Timotius. Memang semua bukan karena jasa dan keberhasilan kita, melainkan karena Allahlah yang memberikan semuanya itu. Dengan keyakinan bahwa tugas kerasulan adalah penyelenggaraan Allah, maka manusia akan menjadi rendah hati dan tulus dalam menjalani hidup. Memang dibutuhkan iman yang kuat kendati hanya sebesar biji sesawi.

SERUAN TOBAT

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki agar kami memiliki iman yang kuat dan mempercayakan diri kami kepada-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau telah membelenggu Santo Paulus dalam iman, serta memberinya bantuan Roh Kudus. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Sabda Allah, yang ditaburkan dalam hati kami agar benih iman itu tumbuh, berkembang, dan menghasilkan buah. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maha baik, kami bersyukur atas iman yang telah Kauanugerahkan kepada kami. Kami mohon semoga iman kami semakin berkembang dan berbuah secara nyata dalam cinta kasih kepada-Mu dan kepada sesama. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Habakuk 1:2-3; 2:2-4

“Orang benar akan hidup berkat imannya.”

Tuhan, berapa lama lagi aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu ‘Penindasan!’ tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku menyaksikan kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi di sekitarku. Lalu Tuhan menjawab aku, demikian, “Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya tertunda, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:1-2.6-7.8-9

Ref. Singkirkanlah penghalang sabda-mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.

1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian Mazmur.
2. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius 1:6-8.13-1

“Janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita.”

Saudaraku terkasih, aku memperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu berkat penumpangan tanganku. Sebab Allah memberi kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Tuhan. Tetapi berkat kekuatan Allah, ikutlah menderita bagi Injil-Nya! Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat, dan lakukanlah itu dalam iman serta kasih dalam Kristus Yesus. Berkat Roh Kudus yang diam di dalam kita, peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (1 Petrus 1:25) Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya; inilah firman yang disampaikan Injil kepada-Mu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 17:5-10

“Sekiranya kamu mempunyai iman!”

Sekali peristiwa, setelah Yesus menyampaikan beberapa nasihat, para rasul berkata kepada-Nya, “Tuhan, tambahkanlah iman kami!” Tetapi Tuhan menjawab, “Sekiranya kamu memiliki iman sebesar biji sesawi, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini, ‘Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut’ dan pohon itu akan menuruti perintahmu.” Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang ‘Mari segera makan’? Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu ‘Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum; dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum’? Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata, ‘Kami ini hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM Frido Mulya SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Santa Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang OKU Timur Sumatera Selatan dalam RESI (Renungan Singkat) Minggu, 2 Oktober 2022. Hati Yesus menjiwai Anda sekalian.

Para Pendengar Resi, di manapun Anda berada, hari Minggu XXVII/C ini, kita mendengar pesan dari Tuhan Yesus Kristus melalui  Injil Lukas 17:5-10: “Iman sebesar biji sesawi”

Pendengar Resi yang penuh iman. Ayat ini menarik sekali, “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman  sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”  Luar biasa! Hanya mempunyai “iman sebesar biji sesawi” kekuatannya luar biasa. Dengan mengatakan “Terbantulah engkau (pohon ara) dan tertanamlah di laut, ia taat kepadamu.” Sesawi yang disebut di KS ini tidak sama dengan sawi yang bisa kita sayur itu, tetapi sesawi yang hidup di Kanaan (Timur Tengah) adalah berbentuk pohon yang buahnya sangat kecil. Bila tumbuh menjadi pohon besar, banyak cabang dan banyak burung bersarang di cabang-cabangnya.

Tuhan Yesus sedang mengungkapkan perumpamaan kepada para muridNya. Bahwa bila para MuridNya beriman, iman yang kokoh kuat tiada keraguan, tiada mendua dan fokus menyatu pada Tuhan Yesus, mereka bisa berbuat karya besar yang spectakuler. Suatu karya yang tidak bisa dimengerti oleh akal, karena di dalamnya ada kerja Roh Kudus. Dan karya besar para murid Yesus sudah terbukti. Dari 12 Murid Yesus (Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus anak Alfeus, Matius, Thomas,   Filipus, Bartolomeus, Simon orang Zelod, Yudhas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot pengkhianat Yesus; Mat. 10:1-4) menjadi dasar dan soko guru berdirinya gereja universal. Yang jumlah pengikut Yesus dalam Gereja Katolik menjadi sekitar 1,2 milyar jiwa. Iman para murid Yesus yang “sebesar biji sesawi” itu dirmuskan dalam “Dua belas Sahadat Para Rasul” (MB 114 dan 115; PS 1 dan 2).

Iman yang “sebesar biji sesawi” adalah (1) keyakinan yang sangat kuat. Keyakinan adalah anergi pikiran dan hati yang besar, yang bisa menggerakkan sesuatu. Dan keyakinan kuat memancarkan energi yang tidak kelihatan dan mempengaruhi apa yang diyakini. (2) kepercayaan total akan kuasa Allah. Yang bekerja dengan keyakinan kuat, bekerja bukan atas kemampuan diri, tetapi berserah kepada kuasa Allah. Begitulah yang dialami para Rasul.

“Iman sebesar biji sesawi” itu juga bisa kita miliki dan kita alami. Kita boleh mencontoh para misionaris yang datang dari Eropa pada awal-awal gereja-gereja di Indonesia, salah satunya Gereja Keuskupan Agung Palembang. Tiga Misionaris SCJ pertama, Pastor Henk J.D van Oort SCJ, 36 tahun; Pastor Karel van Stekelenburg SCJ, 38 tahun; dan Bruder Felix van Langenberg SCJ, 28 tahun. Mereka meninggalkan Negeri Belanda menuju Indonesia dan pada 23 September 1924 tiba di Tanjungsakti, suatu daerah Bukit Barisan sebelah utara Bengkulu. Mereka meneruskan karya yang sudah dimulai para pastor Kapusin. Saat itu Bengkulu dan Palembang ada sekitar 300 orang Katolik. Di tanjungsakti ada 60 orang Katolik. Tiga Misionaris SCJ pertama, tahun tahun berikutnya disusul Misionaris SCJ lainnya. Mereka berpastoral mewartakan Kristus dalam Hati Kudus-Nya melalui karya Pastoral Parokial, Pastoral Sosial, Pastoral Pendidikan bersama para Suster Charitas dari Roosendaal. Meneruskan karya pendidikan yang sudah dimulai Suster-suster dari Tilburg. Ada sekitar 170 orang saja.

Para Misionaris memiliki “iman sebesar biji sesawi” pergi bermisi dengan penuh keyakinan akan besarnya kuasa Tuhan dan energi besar mereka menghasilkan karya besar. Dari cerita singkat ini, sesudah hampir 100 tahun terbangunlah Gereja Keuskupan Agung Palembang, dengan segala dinamikanya yang baru menyelesikan Sinode III.

Para Misionaris sungguh menhayati sabda Yesus, “Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. 

Nah, kita semua apa juga memiliki “iman sebesar biji sesawi?” dan sudah berbuah besar? Apa itu, refleksikanlah.

Kaktus mekar di tengah sahara

Bunganya indah berwarna warni

Kristus mengajar para murid-Nya

Milikilah iman sebesar biji sesawi

     Ada di taman bunga melati

     Bunga melati nan indah berseri

     Bila beriman sebesar biji sesawi

     Ubahlah duniamu pasti terjadi

Gagah perkasa, berperawakan tinggi

Pemuda tampan yang baik hati

Mengubah dunia nyaman ditempati

Rahmat – kasih Tuhan senantiasa memenuhi

Tuhan berkatilah semua orang dan siapa saja yang membaca dan merenungkan RESI ini, semoga iman yang sebesar biji sesawi yang dimiliki, menyemangati untuk bisa berkarya bersar dalam Tuhan.

emikian RESI, selamat berhari minggu. Dan Tuhan selalu memberkati.

DOA UMAT:

I : Saudara-saudara, tali pengikat komunitas kita ialah iman, pengharapan dan kasih. Marilah kita mohon kepada Allah supaya diberi iman yang setia dan dinamis, iman yang bertahan dalam segala pencobaan.

L : Bagi Gereja, Umat Allah: Ya Bapa, semoga segala perubahan dan pembaharuan yang terjadi pada zaman ini tidak membuat para pemimpin dan umat Gereja menjadi panik atau bingung sehingga memisahkan diri dari masyarakat umum; semoga iman kami cukup kuat untuk menghadapi tantangan dan resiko-resiko yang kami temui. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi para pemimpin bangsa kami: Ya Bapa berilah kerendahan hati dan semangat pelayanan kepada para pemimpin bangsa kami. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi orang-orang yang tersandung dan terguncang oleh masalah kejahatan di dunia, juga bagi orang-orang yang menjadi korban perang, kekerasan, dan ketidakadilan. Ya Bapa, semoga mereka semua tetap percaya kepada Allah Yang Mahaadil, Pengasih, dan Penyayang. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita semua yang berhimpun di sini: Ya Bapa, semoga kebaikan dan kegembiraan kami menjadi isyarat bagi semua orang bahwa Allah hidup di tengah-tengah kami. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Tuhan, Allah kami, sejak dahulu Gereja selalu menghayati imannya dengan hati-hati dan bijaksana. Berilah kami iman yang tegas, yang membuat kami berani membangun dunia baru, suatu dunia yang lebih cocok dengan cita-cita-Mu, oleh kekuatan yang kami peroleh dari Yesus Kristus, Tuhan kami. U : Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, berkenanlah menerima persembahan kami ini. Kuatkanlah iman kami melalui keikutsertaan kami dalam mengenangkan sengsara, wafat, dan kebangkitan Putra-Mu yang membawa keselamatan bagi kami ini. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Rat. 3:25

Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, semoga melalui keikutsertaan kami dalam perjamuan kudus-Mu ini, Engkau berkenan mempertebal iman. Ajarilah kami untuk mengasihi Engkau dan sesama,baik dalam kata maupun tindakan, sebagai perwujudan nyata iman kami menuju kepada tanah air surgawi. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: