Sabtu, 01 Oktober 2022 – Pesta Sta. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan-Pujangga Gereja, Pelindung Karya Misi

Posted on

Rm. V. Teja Anthara SCJ dari Komunitas SCJ Seminari St. Paulus Palembang Indonesia

 

AUDIO RESI: 


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/09/Resi-Sabtu-01-Oktober-2022-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA:

Tuhan membimbing dan mengajar Teresia, menjaganya laksana biji mata. Tuhan membentangkan sayap sebagai rajawali dan membawanya serta dengan aman sentosa. Hanya Tuhanlah pemimpinnya.

PENGANTAR:

Seorang seniman biasanya baru tenar namanya kalau sudah meninggal. Ketika Teresia meninggal pada usia muda, tida orang di luar tembok biara, bahkan suster-suster sebiara pun, yang tahu, apa yang terjadi di dalam hati ‘Suster Senyum’ itu. Penerbitan buku hariannya baru membuka mata oran isinya perjalanan berat jiwanya melalui terowongan gelap keraguan dan ketidakpastian; laporan mengenai pendakian yang menjemukan melalui lorong kecil cobaan sehari-hari menuju cahaya iman yang paripurna. Wasiatnya: apa pun yang terjadi, percayakan dirimu kepada Tuhan, seperti seorang kanak-kanak kepada ibunya.

KEMULIAAN

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, Raja mahamulia, Engkau membuka kerajaan-Mu bagi orang kecil dan rendah hati. Semoga kami dengan mantab dan tabah menempuh jalan kecil Santa Teresia, supaya kemuliaan-Mu Kaunyatakan kepada kami. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 66:10-14c

“Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai.”

Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-sorailah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur; kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh lebat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

ATAU

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 66:10-14c

“Aku mengalirkan kepadanya keselamatan dari sungai.”

Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-sorailah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! Hendaknya kamu minum susu yang menyegarkan dan menjadi kenyang, hendaknya kamu menghirup dan menikmati susu yang bernas. Sebab beginilah firman Tuhan: Sungguh, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir. Kamu akan menyusu, akan digendong, dan akan dibelai-belai di pangkuan. Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah kamu akan Kuhibur; kamu akan dihibur di Yerusalem. Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh lebat.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 131:1.2.3

Ref. Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.

  1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

  2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

  3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mat 11:25)  Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan-Mu Kaunyatakan kepada orang kecil.  

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 18:1-5

“Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Sekali peristiwa datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentinus Sri Teja Antara SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ, Seminari St. Paulus – Palembang, – Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian edisi hari Sabtu – tanggal satu  –– Oktober tahun dua ribu dua puluh dua – Pesta St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pelindung misi.  

Pendengar Resi yang dikasihi Tuhan. Setiap orang yang hidup di dunia ini, menginginkan bahwa dia memperoleh prestasi, kedudukan dan status sosial  yang baik di masyarakat. Mendapat kedudukan yang tinggi, posisi yang enak dalam masyarakat dan pengakuan status sosial yang terhormat. Harapan itu juga hidup dan motivasi dalam diri para rasul dalam mengikuti Jesus. Maka mereka mengajukan pertanyaan ini pada Jesus: “Siapakah yang terbesar   dalam Kerajaan Sorga?”. Mengikuti sepak terjang karya Jesus, harapan itu sungguh sudah menjadi gamblang dan jelas. Tinggal tunggu waktu kapan akan terjadi. Mereka akan ganti status dan kedudukan tinggi dalam sosial masyarakat. Dan lebih lagi dalam Kerajaan surga yang segera dibangunNya.

Jawaban Jesus lebih jelas dan kongkrit. Menempatkan anak kecil ditengah mereka, lalu Jesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat   dan menjadi seperti anak kecil ini,   kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.  Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Pendengar Resi yang dikasihi Tuhan. Dari sabda ini ada beberapa point penting yang perlu dicatat. Yang pertama adalah mereka harus ‘bertobat’. Mengapa dan bertobat dari apa?. Mereka tidak berdosa. Yesus tahu kehendak mereka. Mereka mempunyai ambisi politik dalam mengikuti Jesus; tempat terhormat dan kedudukan tinggi bila Kristus menjadi Raja. Mesias yang dikehendaki Jesus bukan pembebas politik, tetapi raja surgawi. Mesias yang membebaskan mereka dari dosa dunia. Bertobatlah dari ambisi pribadimu ini.

Yang kedua; dari ambisi politis ini mereka hilangkan, dan mereka harus ‘menjadi seperti anak kecil’. Bersikap dan menerima Jesus seperti itu. Apa yang dimaksudkan dengan anak kecil. Anak kecil itu mempunyai sikap batin yang rendah hati dan jujur. Mereka lugu dan bersikap apa adanya. Sikap inilah yang menjadi sikap utama dalam mengikuti Jesus. Dia tidak ambisi, tidak berpikir aneh-aneh.

Sikap ketiga dari anak kecil adalah rendah hati. Hatinya masih murni, suci jauh dari segala pikiran yang jahat. Anak kecil mempunyai kerendahan hati yang sejati. Dia tidak sombong, dia apa adanya dan lugu sikapnya.

Selain itu, dua sikap yang baik dalam anak kecil adalah mudah diajar, mengerti dan percaya penuh. Sikap iman inilah yang diharapkan oleh Jesus ketika mereka masih bersama-sama dengan mereka. Para murid harus mendengarkan dan mengikuti apa yang ‘guru’ ajarkan kepada mereka. Tidak mengikuti kehendaknya sendiri.

Mereka inilah yang menjadi terbesar dalam kerajaan Allah. Dan inilah hakekat kemuridan yang diharapkan oleh Jesus. Mengikuti kehendak Sang Guru. Maka benar apa yang Jesus katakan; Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” Inilah yang akan menjadi terbesar dalam Kerajaan Jesus di surga. Semoga Hati Jesus dimuliakan dalam hati kita. Amin.

DOA UMAT:

I : Tuhan Yesus bersabda: “Pergilah ke seluruh dunia, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Meski Santa Teresia tidak pernah melawat ke tanah misi, namun ia tetap melaksanakan perintah Tuhan itu dengan doanya. Maka marilah kita meneladan dia dan memohon kepada Bapa:

L : Bagi para misionaris di seluruh dunia: Semoga para imam mereka teguh dan hati merek tabah, dan semoga pewartaan mereka mendekatkan manusia pada Kristus.

L : Bagi mereka yang dihambat dan dianiaya karena iman: Semoga kebebasan beragama terjamin di mana-mana, dan semoga umat Katolik menjadi garam di tengah masyarakat berkat cinta kasih dan pengabdiannya.

L : Bagi para pengungsi akibat perang dan bencana alam: semoga mereka menerima segala bantuan yang diperlukan dan akhirnya dapat pulang ke rumah dengan selamat.

L : Bagi kita di sini: semoga semangat merasul tetap menyala di dalam hati kami dan semoga kami berani memberi kesaksian iman.

I : Allah Bapa yang mahamulia, dengarkanlah doa-doa kami. Semoga karena kesaksian umat beriman karya penyelamatan-Mu semakin meluas ke seluruh dunia dan semua orang tertarik kepada-Mu. Demi Kristus, …

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang mahaagung, kami meluhurkan Dikau karena Santa Teresia, yang menyenangkan hati-Mu seumur hidup. Maka kami mohon dengan rendah hati, semoga kebaktian kami ini Kauterima juga dengan rela hati. Demi Kristus,..

ANTIFON KOMUNI:

Kalau kalian tidak bertobat, dan menjadi seperti anak kecil, kalian takkan masuk ke dalam kerajaan surga.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, cinta kasih-Mu mendorong Santa Teresia untuk menyatukan diri dengan Diaku dan memohonkan kasih saying-Mu bagi semua orang. Semoga api cinta kasih-Mu itu menyalakan hati kami juga berkat santapan suci yang kami sambut ini. Demi Kristus, …

DOWONLOAD AUDIO RESI: 

Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus

The Little Flower of Jesus

Theresia Martin dilahirkan di kota Alençon, Perancis, pada tanggal 2 Januari 1873. Dia memiliki empat saudara perempuan yang lebih tua dan orang tuanya adalah Santo Louis Martin dan Santa Zelie Martin. Theresa seorang gadis yang sangat deria, ia sangat dicintai ayahnya yang memanggilnya nya dengan sebutan “Ratu kecil.”

Ketika Theresia masih kanak-kanak, ibunya meninggal dunia. Ayah Theresia lalu memutuskan untuk pindah ke kota Lisieux, di mana kerabat mereka tinggal.  Disana terdapat sebuah biara Karmel di mana para suster berdoa secara khusus untuk kepentingan seluruh dunia.

Ketika Theresia berumur sepuluh tahun, seorang kakaknya, Pauline, masuk biara Karmel di Lisieux. Hal itu amat berat bagi Theresia. Pauline telah menjadi “ibunya yang kedua”, merawatnya dan mengajarinya, serta melakukan semua hal seperti yang dilakukan ibumu untuk kamu. Theresia sangat kehilangan Pauline hingga ia sakit parah. Meskipun sudah satu bulan Theresia sakit, tak satu pun dokter yang dapat menemukan penyakitnya. Ayah Theresia dan keempat saudarinya berdoa memohon bantuan Tuhan. Hingga, suatu hari ia melihat patung Bunda Maria di kamarnya tersenyum padanya dan seketika ia sembuh  dari penyakitnya!

Theresia sangat mencintai Yesus. Ia ingin mempersembahkan seluruh hidupnya bagi-Nya. Ia ingin masuk biara Karmel agar ia dapat menghabiskan seluruh harinya dengan bekerja dan berdoa bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengasihi Tuhan. Tetapi saat itu ia terlalu muda. Jadi, ia berdoa dan menunggu. Ia bahkan berani meminta ijin langsung kepada Paus. Hingga akhirnya, ketika umurnya lima belas tahun, atas ijin khusus dari Paus Leo XIII, ia diijinkan masuk biara Karmelit di Liseux.

Dalam biara Theresia menjalani kehidupan sebagaimana layaknya seorang Rubiah Karmelit. Tidak ada yang terlalu istimewa. Tetapi, ia mempunyai suatu rahasia: CINTA. Suatu ketika Theresia mengatakan, “Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau pun itu, Ia ingin kita mencintai-Nya.” Jadi, Theresia berusaha untuk selalu mencintai. Ia berusaha untuk senantiasa lemah lembut dan sabar, walaupun itu bukan hal yang selalu mudah.

Para suster biasa mencuci baju-baju mereka dengan tangan. Suatu saat seorang suster tanpa sengaja selalu mencipratkan air kotor ke wajah Theresia. Tetapi Theresia tidak pernah menegur atau pun marah kepadanya. Theresia juga menawarkan diri untuk melayani suster tua yang selalu bersungut-sungut dan banyak kali mengeluh karena sakitnya. Theresia berusaha melayani dia seolah-olah ia melayani Yesus. Ia percaya bahwa jika kita mengasihi sesama, kita juga mengasihi Yesus. Mencintai adalah pekerjaan yang membuat Theresia sangat bahagia.

Hanya sembilan tahun lamanya Theresia menjadi biarawati. Ia terserang penyakit tuberculosis (TBC) yang membuatnya sangat menderita. Kala itu belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit TBC.  Ketika ajal menjelang, Theresia memandang salib dan berbisik, “O, aku cinta pada-Nya, Tuhanku, aku cinta pada-Mu!” Pada tanggal 30 September 1897, Theresia meninggal dunia ketika usianya masih duapuluh empat tahun. Sebelum wafat, Theresia berjanji  untuk tetap mencintai dan menolong sesama dari surga. Sebelum meninggal Thresesia mengatakan, “Dari surga aku akan berbuat kebaikan bagi dunia.” Dan ia menepati janjinya! Semua orang dari seluruh dunia yang memohon bantuan St. Theresia untuk mendoakan mereka kepada Tuhan telah memperoleh jawaban atas doa-doa mereka.

Setelah wafat, Theresia menjadi terkenal setelah buku catatan yang ditulisnya diterbitkan menjadi sebuah buku  “Kisah Suatu Jiwa,”  satu tahun setelah kematiannya (di Indonesia diterjemahkan dengan judul: ‘Aku Percaya akan Cinta Kasih Allah’).

Theresia dikanonisasi pada tahun 1925 oleh Paus Pius X. Ia dikenal dengan sebutan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus atau Santa Theresia si Bunga Kecil.

Tanggal 19 Oktober 1997, Theresia  menjadi wanita ke-3 yang diberi gelar Doktor Gereja.

ARTI NAMA:

Mungkin berasal dari bahasa Yunani θερος (Theros) “musim panas” atau θεριζω (therizo) “panen”

VARIASI NAMA: 

Teresa, Theresa, Theresia (German), Teresa, Teresia, Theresa, Theresia, Terese (Swedish), Teresa, Theresa, Terese (Norwegian), Teresa, Theresa, Terese (Danish) Terese (Basque), Tereza (Bulgarian), Terezija, Tena (Croatian), Tereza, Terezie (Czech), Theresia, Thera, Trees (Dutch), Teresa, Theresa, Teri, Terri, Terrie, Terry, Tess, Tessa, Tessie, Tracee, Tracey, Traci, Tracie, Tracy (English), Teresa (Finnish), Thérèse (French), Terézia, Teca, Teréz (Hungarian), Toiréasa, Treasa (Irish), Teresa (Italian), Therasia (Late Roman), Teresa (Polish), Teresa, Teresinha, Terezinha (Portuguese), Tereza (Portuguese (Brazilian), Tereza (Romanian), Terézia (Slovak), Terezija (Slovene), Teresa, Tere, Teresita (Spanish)