Kamis, 29 September 2022 – Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung

Posted on

Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ dari komunitas SCJ Jakarta – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Pujilah Tuhan, hai semua malaikat-Nya, hai pahlawan perkasa, pelaksana titah-Nya, yang memperhatikan segala sabda-Nya.

PENGANTAR:

Para ahli filsafat dan teologi berpusing-pusing memikirkan ada tidaknya malaikat, bagaimana pribadinya dan sebagainya. Kitab Suci menampilkan tiga nama: Mikael, malaikat yang menghakimi; Gabriel, yang menyampaikan kabar suka cita kepada Bunda Maria; dan Rafael, yang membantu Tobia Muda. Maka daripada memusingkan kepala mengenai ada tidaknya dan bagaimana pribadinya, lebih berguna kita lihat apa karya mereka dalam rencana Tuhan. Mereka menghibur, memberi penerangan dan membantu memecahkan persoalan. Dan semuanya itu dikerjakan Tuhan sesuai kehendak-Nya.

KEMULIAAN:

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamulia, penyelenggaraan-Mu sungguh mengagumkan: malaikan dan manusia Kaupanggil mengabdi Engkau. Kami mohon semoga mereka yang berada di hadapan-Mu dan mengabdi-Mu, bagi kami menjadi duta suka cita-Mu dan pelindung kedamaian-Mu. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 7:9-10.13.14

“Pakaian-Nya putih seperti salju.”

Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju, dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan-gemawan seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap Dia Yang Lanjut Usianya itu, dan Ia dihantar ke hadapan-Nya. Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya kekal adanya, dan kerajaannya tidak akan binasa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

ATAU: 

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Wahyu 12:7-12a

Perang besar terjadi di surga. Mikael bersama bala malaikatnya melawan setan dan anak buahnya. Si naga besar akhirnya dikalahkan berkat darah Anak Domba.

Aku, Yohanes, melihat dalam suatu penglihatan: Timbul peperangan di surga. Mikael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan seekor naga, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di surga. Dan naga besar itu, Si Ular Tua yang disebut Iblis atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi bersama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah, sebab para terdakwa, yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah telah dilemparkan ke bawah. Mereka telah dikalahkan oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian saudara-saudara kita itu. Karena mereka tidak menyayangkan nyawa mereka sampai ke dalam maut. Karena itu bersukacitalah, hai surga dan kamu sekalian yang diam di dalamnya!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 138:1-2ab.2cde-3.4.5

Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.

  1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku; di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.

  2. Aku hendak memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

  3. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
L : (Mrk 10:45) Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 1:47-51

“Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak manusia.”

Pada waktu itu Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Tatkala melihat Natanael datang, Yesus berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada Yesus, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya, “Karena Aku berkata kepadamu: ‘Aku melihat engkau di bawah pohon ara’, maka engkau percaya? Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan kaulihat.” Lalu kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat dehonian terkasih, hari ini kita merayakan pesta malaikat agung, Mikael, Gabriel dan Rafael. Malaikat adalah makhluk rohani yang kekal, yang  diciptakan Allah dengan memiliki akal budi dan kehendak bebas, sehingga mampu mengenal dan mengasihi Allah dalam tingkatan yang lebih tinggi daripada manusia. Sebagian dari para malaikat ini, dipimpin oleh Lucifer, memilih untuk menolak Allah sehingga memisahkan diri dari Allah, dan disebut malaikat yang jahat, atau setan. Sedangkan malaikat sisanya dipimpin oleh Mikael, memilih untuk menaati Allah. Para malaikat yang taat ini kemudian diberi karunia oleh Tuhan untuk melihat Allah dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Malaikat yang taat membantu kita dengan mendoakan kita, dan menjadi malaikat pelindung kita. Dalam Kitab Suci,  dicatat bahwa malaikat tertentu diutus Allah untuk membawa pesan kepada manusia. Para malaikat tertentu mendapat tugas untuk menjaga umat Allah.

Belajar dari Panggilan Nathanael

Tiga hal dapat kita pelajari dari kisah panggilan Nathanael. 

Pertama, panggilan itu adalah sebuah pertemuan dan pengalaman pribadi, tepatnya pengalaman perjumpaan dengan Yesus sendiri yang memanggil.

Kedua, pengalaman mengenal, mengalami sendiri Allah, dan meyakini siapa Dia pada akhirnya harus diwartakan. Ini adalah sebuah pengalaman suka cita yang harus dinyatakan kepada orang lain supaya kabar suka cita itu dapat menyebar dan diterima. Bahwa Allah telah hadir dalam hidup manusia, bahwa cinta kasih Allah telah dinyatakan (kembali) dengan menyerahkan anak-Nya untuk menjadi Juru Selamat.

Ketiga, kepercayaan Nathanael.  Pada akhirnya pengalaman perjumpaan dan pengenalan akan Allah bukanlah sebuah pengalaman intelektual, tetapi sebuah pengalaman eksistensial. Dalam konteks pengalaman Nathanael, penyerahan diri dan pengakuannya bahwa Yesus adalah Guru, Mesias, dan Raja orang Israel mungkin pertama-tama karena keterkejutannya bahwa Yesus telah melihat dia duduk di bawah pohon ara sebelum Filipus menyampaikan kabar suka cita Allah. Tetapi pengalaman itu berkembang menjadi sikap penyerahan diri. Nathanael dalam Bahasa Ibrani artinya “Allah telah memberikan atau menganugerahkan”). Di bilangan kedua belas rasul, Bartolomeus kemudian diyakini sebagai Nathanael ini. Ya, dia seorang Israel sejati. Tidak ada kepura-puraan dalam dirinya. Dia mengikuti Yesus karena pengalaman amat personal dan keyakinan, bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Dialah yang akan membebaskan dan menyelamatkan umat Israel.Pengalaman kita akan perjumpaan denga Allah hendaknya membawa kita kepada sikap percaya dan taat kepada Allah, sebagaimana ketaatan para Malaikat agung dan kepercayaan Natanael.

Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, Raja surga dan dunia, dengan perantaraan para malaikat-Mu kami mempersembahkan kurban pujian kepada-Mu. Terimalah kiranya persembahan kami ini dan sucikanlah dalam kerahiman-Mu, agar mendatangkan selamat bagi kami. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI:

Ya Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati. Aku bermazmur bagi-Mu di hadapan para malaikat.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa, Raja mahamulia, Engkau telah menyegarkan dan menguatkan kami dengan roti yang turun dari surga. Kami mohon agar para malaikat-Mu menjaga kami, supaya tetap setia dan taat kepada-Mu, serta melindungi kami di jalan menuju keselamatan. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

MALAIKAT AGUNG: St. Mikael, St. Rafel, dan St. Gabriel, 

1. Malaikat Agung St Mikael

Artinya “Siapakah seperti Tuhan”, dikenal sebagai malaikat keadilan, dan kitab Taurat mengenal malaikat ini sebagai penghancur Sodom dan Gommorah dan sebagai malaikat yang membantu penguburan Nabi Musa. Ia adalah malaikat perang melawan iblis dan pengikutnya. Malaikat Gabriel memberitahu pada Daniel, saat ia memohon pada Tuhan untuk membawa bangsa Yahudi kembali ke Yerusalem: “Kerajaan Persia menentang aku… dan, datanglah Mikael, salah satu dari Pangeran Kepala datang menolongku”. Malaikat itu kemudian membicarakan mengenai akhir dunia, para Anti Kristus berkata: Dalam waktu itu Mikael bangkit, sang pangeran agung, yang berdiri di depan anak-anak manusia. Dalam Wahyu 12:7 “Dan terjadilah perang besar di surga, Mikael dan malaikat-malaikatnya bertarung melawan naga”. Ada yang mengatakan jika ia adalah salah satu dari Kerub yang menjaga pohon kehidupan. Ia dapat dimohon untuk: bertarung melawan iblis, menyelamatkan jiwa-jiwa dari neraka pada saat sakratul maut.
Mikael disebut Penjaga Sakramen Mahakudus Ekaristi. Ia adalah pemimpin balatentara surga, sebagai seorang prajurit ia tidak hanya melindungi jiwa-jiwa tetapi juga melindungi kita dari musuh dan melindungi Tuhan Kita, dalam sakramen suci. Ia memiliki kuasa untuk menghukum siapapun yang berdosa melawan sakramen ini. Doanya sebagai berikut: “St. Mikhael malaikat agung, bantulah kami dalam perang dan dalam tipu daya kejahatan Iblis. Semoga Tuhan menghukum mereka, dan kau Sang Pangeran Balatentara Surga, dengan kekuatan Tuhan, lemparkanlah ke neraka semua iblis dan roh jahat yang berkelana di dunia hendak membinasakan jiwa-jiwa”. Sedangkan doa yang diambil dari Kaplet doa St Mikael yang dibuat oleh oleh Paus Leo XIII setelah mendapatkan penglihatan di Vatikan: “St. Mikhael yang suci bantulah kami dengan segala malaikat sucimu. Ajari kami untuk mempertahankan iman di tengah kegelapan ini. Ajari kami untuk mempertahankan jiwa kami dan jiwa sesama kami. Ajari kami untuk menang dalam kesunyian dan patuh pada Tuhan. Ajari kami untuk mencintai Maria, Ratu Para Malaikat.”

2. Malaikat Agung St.Rafael

Artinya Tuhan yang menyembuhkan. Ia hanya muncul dalam kitab Tobit. Rafael ialah penjaga Sakramen Tobat. Rafael digambarkan membawa wadah minyak pengurapan dan ikan. Minyak melambangkan penyembuhan melalui sakramen pengakuan dosa. Ikan juga mengingatkan akan perlindungan yang ia berikan pada Tobit muda atas iblis Asmoday dan penyembuhan atas ayahnya yang buta.
Dalam kaplet St. Rafael tertulis doa demikian:
“St Rafael Malaikat agung, engkau adalah Rafael Sang Penyembuh, Penunjuk Arah, untuk manusia yang dalam kesedihan dan kesusahan. Santo Rafael, malaikat kesehatan, bukti cinta dan kesukaan Cahaya Tuhan, doakanlah kami! Malaikat Suci Rafael, bantulah kami dengan balatentara malaikatmu! Kiranya kekuatan dan cintamu tumbuh pada kami. Yakinkan kami jika cinta Tuhan akan menguasai hati kami dan memenangkan semua kebencian dan kekotoran yang disebarkan roh jahat di dunia ini.”

3. Malaikat Agung Santo Gabriel.

Malaikat Agung St. Gabriel disebut penjaga sakramen Baptis. Gabriel adalah Malaikat Agung yang memberitakan kabar gembira dan kemenangan inkarnasi melawan dosa dan maut. Ia sering digambarkan memegang bunga lili yang melambangkan jiwa murni yang dihasilkan melalui melalui sakramen baptis dan sakramen tobat, dua sakramen sebagai buah penebusan Kristus. Benderanya melambangkan kasih sayang Bunda Suci yang universal.
Dalam kaplet St Gabriel tertulis doa sebagai berikut: “Bapa di surga, melalui keagungan malaikat Gabriel kami menerima Inkarnasi Putra Tunggal-Mu. Melalui bantuannya kami mengenal dan meneladan Bunda Kebenaran Suci yang menjawab: “Jadilah padaku menurut perkataanmu”.
Santo Gabriel, ajaklah kami untuk memuji Bapa atas hadiah berupa Putra-Nya, dan mari kita berdoa semoga kita satu dalam rahmatnya, melalui Bunda-Nya, kita akan menjadi satu dalam gereja atas satu gembala. Santo Gabriel yang suci, bantulah kami dengan balatentara malaikatmu! Bantulah kami menjadi pelayan Tuhan yang baik! Bantulah kami untuk menjaga dan mempertahankan murninya pembaptisan sehingga kami mampu menjadi pelayan Dia. Saat kami jatuh, arahkan kami sehingga kami dapat pulih. Melalui bantuanmu, semoga jiwa kami menjadi tempat kedamaian di mana Tuhan dapat tinggal.

Sumber: https://kristusraja.gereja.cc/news/617