Selasa, 27 September 2022 – Peringatan Wajib St. Vinsensius a Paulo, Imam

Posted on

Br. Markus Triyono Yulianto SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat Gisting Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Tobit 13:8

Bertobatlah, kaum berdosa, dan lakukanlah yang baik di hadapan Tuhan, barangkali Tuhan akan berbelas kasih kepadamu.

PENGANTAR:

Orang Parsi mengizinkan orang Yahudi membangun kembali bait Allah di Yerusalem. Setelah selesai datanglah Ezra, pemimpin mereka, untuk berdoa. Ia bersyukur karena Tuhan tak pernah meninggalkan umat-Nya. Ketidaksetiaan tidak menghalangi Tuhan untuk tetap menyayangi umat. Doa itu dapat kita doakan, bila kita menyadari kedosaan kita. Kesadaran akan kelemahan dan kehinaan kita adalah titik tolak baik untuk mewartakan warta ilahi.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, Raja damai, utuslah kiranya kami mewartakan nama-Mu dan semoga kedamaian yang dapat kami bangun Kaujadikan lambang kehadiran-Mu di antara kami. Demi Yesus ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ayub 3:1-3.11-17.20-23

“Mengapa orang malang diberi terang?”

Dalam kemalangannya, Ayub membuka mulut dan mengutuki hari kelahirannya, katanya, “Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku, dan malam yang mengatakan, ‘Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan’. Mengapa aku tidak mati waktu lahir? Atau binasa waktu aku keluar dari kandungan? Mengapa ada pangkuan yang menerimaku? Mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu? Andaikata semua itu tidak ada, aku sekarang berbaring dengan tenang. Aku tertidur dan dapat beristirahat bersama para raja dan para penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya; atau bersama para pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi rumahnya dengan perak. Mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang? Di sanalah orang jahat berhenti menimbulkan huru-hara; di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapatkan istirahat. Mengapa orang malang diberi terang dan orang yang pedih hati dibiarkan hidup? Mereka menantikan maut, yang tak kunjung datang, mereka mengejarnya lebih daripada menggali harta terpendam; bila mereka menemukan kubur, mereka bersukaria dan bersorak-sorai dengan gembira. Mengapa dibiarkan hidup orang yang tidak tahu mesti ke mana? Orang yang dikepung oleh Allah?”
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 88:2-3.4-5.6.7-8

Ref. Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan.

  1. Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku; sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.

  2. Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur; aku seperti orang yang tidak berkekuatan. Aku harus tinggal di antara orang-orang mati, seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur, yang tidak Kauingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.

  3. Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.

  4. Aku tertekan oleh panas murka-Mu, dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku. Telah Kaujauhkan kenalan-kenalanku dari padaku, telah Kaubuat aku menjadi kekejian bagi mereka. Aku tertahan dan tidak dapat keluar.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (1Sam 3:9; Yoh 6:68c) Bersabdalah, ya Tuhan, sebab hamba-Mu mendengarkan. Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 9:51-56

“Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.”

Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria di situ tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?” Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, “Kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.” Lalu mereka pergi ke desa lain.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Markus Triyono Yulianto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, marilah kita mengawali hari ini dengan sebentar merenungkan sabda Tuhan. Semoga apa yang kita renungkan menjadi inspirasi perjalanan kita hari ini.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, bacaan Injil hari ini konteksnya adalah rencana karya keselamatan Allah kepada manusia. Dalam perikopa yang coba kita renungkan, ada makna simbolis yang patut kita pahami. Dalam ayat 51, dikatakan: “………Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,…..”. kata Yerusalem, selain tempat atau nama kota, tetapi juga memuat makna simbolis. Yerusalem adalah tempat dimana Yesus memulai dan mengakhiri karya keselamatan. Dengan mengutus murid-murid-Nya, Yesus memberikan perintah untuk mewartakan karya keselamatan kepada mereka. Disana juga dikatakan bahwa untuk menuju Yerusalem para murid melalui daerah Samaria.

Samaria selain nama daerah tetapi juga bermakna simbolis. Kita tau bahwa antara orang Yerusalem dan orang Samaria hubungannya tidak baik. Orang Yerusalem menganggap orang samaria adalah orang kafir (bukan yahudi asli karena sudah melakukan perkawinan campur dengan bangsa lain dan juga menyembah dewa-dewa asing). Maka turun-temurun mereka tidak dapat bersatu dan saling menolak. Termasuk para murid yang akan melakukan perjalanan ke Yerusalem ditolak. Disini mau mengatakan bahwa dalam karya kerasulan untuk mewartakan karya keselamatan, mereka akan mengalami penolakan. Orang samaria menolak para murid bukan pertama-tama karena isi pewartaan mereka tetapi melihat siapa mereka dan kemana tujuan mereka.

Yang menarik adalah, para rasul yang diwakili oleh Yakobus dan Yohanes, saat mengalami penolakan tidak mengambil keputusan sendiri melainkan bertanya pada Yesus, apakah orang-orang yang menolak perlu dihukum? Yesus adalah sang Maha Kasih, salah satu ajaran-Nya adalah cinta kasih. Maka Yesus memperingatkan para murid untuk tidak membalas penolakan yang mereka lakukan.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, apa yang dialami para rasul juga masih tetap terjadi sampai saat ini. Sebagai orang Kristiani tidak jarang mengalami penolakan-penolakan. Penolakan yang dialami seringkali terjadi karena pertama-tama karena kita adalah orang yang beragama Kristiani. Tidak jarang kita mendengar, sulit kalau otang katolik akan memiliki kedudukan tinggi di dalam pemerintahan dll. bukan hanya itu saja, kadang juga diantara kita juga secara tidak langsung mengalami penolakan atau ditolak oleh sesama kita, sesama yang mengimani Kristus. Contohnya, kita kadang dalam kegiatan pendalaman lingkungan, melihat siapa yang memberi, latar belakang yang memberi, dll. sehingga pertama-tama bukan melihat isi adan apa yang diwartakan tetapi melihat siapa yang mewartakan.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, marilah pada kesempatan hari ini belajar dari Yesus yang memiliki kerendahan hati, mengutamakan ajaran kasih. Sehingga kita saling menghagai dan menghormati. Seringkali Allah memakai orang-orang sederhana yang tidak kita pandang untuk mewartakan karya keselamatan. Kita diajak untuk tidak melihat siapa dan latar belakang pewarta tetapi marilah kita melihat apa yang diwartakan. Dalam Injil Lukas 4: 24 Yesus mengatakan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihormati yang dihargai di tempat asalnya”. Dalam situasi apapun, marilah kita tidak pernah berhenti untuk menjadi tangan, mulut, kaki Allah dalam mewartakan karya keselamatan.

Tuhan memberkati. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, sumber kedamaian, berkat roti anggur ini bangunlah dalam diri kami kedamaian-Mu yang didambakan setiap orang. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 9:6

Para murid Yesus pergi dan menjelajah segala desa, sambil mewartakan Injil dan menyembuhkan orang sakit.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, sabda-Mu memberikan pengampunan kepada siapa pun yang percaya. Semoga budi kami selalu Kautujukan kepada kedamaian, belas kasih dan kerukunan. Demi ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Vinsensius de Paul

St.Vincent lahir pada tahun 1581 di Pouy provinsi Guyenne and Gascony Perancis, dari keluarga petani yang miskin. Ia memiliki empat orang saudara dan  dua orang saudari.  Pada usia muda ia sudah menunjukkan bakat dalam membaca dan menulis. Karena itu saat ia berusia 15 tahun, ayahnya mengirimkannya untuk bersekolah, untuk membiayai pendidikannya ayahnya menjual sapi milik keluarganya. 

Dia Belajar humaniora di Dax, Prancis dengan Cordeliers dan ia lulus dalam teologi di Toulouse. Dia ditahbiskan pada tahun 1600 pada usia sembilan belas tahun. Vincent tinggal di Toulouse sampai ia pindah di Marseille. Pada 1605, dalam perjalanan kembali dari Marseille, dia kapalnya di bajak dan ia ditangkap oleh bajak laut, yang kemuduan membawanya ke Tunisia. Disana Pastor Vincent kemudian dijual sebagai budak. Ia hidup sebagai budak selama dua tahun. Pada akhirnya dia menjadi milik seorang Kristen murtad yang kemudian dengan dibantu oleh istri majikannya pastor Vincent beserta semua budak-budak dirumah itu dapat melarikan diri.

Vincent de Paul lolos tahun 1607. Setelah kembali ke Perancis, Paulus pergi ke Roma. Di sana ia melanjutkan studinya sampai 1609, Ketika ia dikirim kembali ke Prancis.

Kembali ke Perancis pada awalnya, Vinsesius diberi jabatan penting sebagai guru anak-anak orang kaya, dan ia hidup dengan cukup nyaman. Hingga suatu hari, ia dipanggil untuk memberikan sakramen terakhir kepada seorang petani miskin yang sedang menghadapi ajal. Di hadapan banyak orang, petani tersebut menyatakan betapa buruknya pengakuan-pengakuan dosa yang ia buat di masa silam. Sekonyong-konyong Pastor Vinsensius sadar akan mendesaknya kebutuhan kaum miskin akan pertolongan rohani. Ketika ia mulai berkhotbah kepada mereka, orang berduyun-duyun datang untuk mengaku dosa. Pada akhirnya Pastor Vinsensius memutuskan untuk membentuk suatu kongregasi imam yang secara khusus bekerja di antara pada fakir miskin (dikenal dengan nama Kongregasi Misi atau Vincentian, atau Lazarites / Lazarists / Lazarians).

Karya amal St.Vinsensius de Paul demikianlah banyak sehingga rasanya tidaklah mungkin bagi seseorang untuk melakukan segala hal yang telah ia lakukan. Ia memberikan perhatian kepada para narapidana yang bekerja pada kapal-kapal pelayaran.

Ia bersama dengan St. Louise de Marillac mendirikan Kongregasi Suster-suster Puteri Kasih, PK. Ia mendirikan rumah-rumah sakit serta wisma-wisma bagi anak-anak yatim piatu serta orang-orang lanjut usia. Ia mengumpulkan sejumlah besar uang untuk disumbangkan ke daerah-daerah miskin dan mengirimkan para misionaris ke berbagai negara.

Meskipun ia demikian murah hati, namun demikian, dengan rendah hati ia mengakui bahwa sifat dasarnya tidaklah demikian. “Jika bukan karena kasih karunia Tuhan, aku ini seorang yang keras, kasar serta mudah marah,” katanya. Vinsensius de Paul wafat di Paris pada tanggal 27 September 1660. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1737 oleh Paus Klemens XII.

Arti Nama

Dari bahasa Latin “vincere” yg berarti “Menaklukan”

Variasi Nama

Vincent (English), Bikendi (Basque), Vicenç, Vicent (Catalan), Vincenc, Cenek (Czech), Vinzent, Vinzenz (German), Vince, Bence (Hungarian), Uinseann (Irish), Vincenzo, Enzo, Vincente (Italian), Vincentius (Late Roman), Vincentas (Lithuanian), Wincenty (Polish), Vicente (Portuguese), Vikenti (Russian), Vikentije (Serbian), Vincenc, Vinko (Slovene), Vicente (Spanish)

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/september/vinsensius-de-paul.html