Rabu, 28 September 2022 – Hari Biasa Pekan XXVI

Posted on

Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 88:10bc.14

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan, kepada-Mu kutadahkan tanganku. Aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan, Pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

PENGANTAR:

Banyak orang mau mengikuti Yesus tanpa meninggalkan harta milik dan hubungan-hubungannya. Mereka bersedia memberikan, tetapi dari kelimpahan mereka. Kerajaan kurang tampak membawakan sesuatu, maka orang lebih mantap dengan yang sudah pasti. Bahwa kepastian-kepastian itu dapat terlepas, lebih baik tidak dipikirkan. Orang tidak berani melangkah yang penuh risiko.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakudus, di hadapan-Mu tiadalah orang yang memiliki wewenang, sebab segala sesuatu yang ada pada kami seluruhnya Engkaulah yang memberi. Semoga kami selalu penuh rasa syukur atas segala penyelenggaran-Mu demi kehidupan kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ayub 9:1-12.14-16

“Masakan manusia benar di hadapan Allah?” 

Ayub berkata kepada Bildad sahabatnya, “Sungguh, aku tahu, bahwa beginilah adanya: masakan manusia benar di hadapan Allah? Jika ia ingin beperkara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya. Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat bersikeras melawan Dia, dan tetap selamat? Dialah yang memindahkan gunung-gunung tanpa diketahui orang, yang menjungkir-balikkannya dalam murka-Nya. Ia menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang. Ia memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai. Seorang diri Ia membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut. Ia menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan. Dialah yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyak. Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya, dan bila Ia lalu, aku tidak tahu. Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya, ‘Apa yang Kaulakukan?’ Bagaimana mungkin aku dapat membantah Dia, dan memilih kata-kata di hadapan Dia? Walaupun benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasih kepada yang mendakwa aku. Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 88:10bc-11.12-13.14-15

Ref. Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan

  1. Aku telah berseru kepada-Mu, ya Tuhan, sepanjang hari, aku telah mengulurkan tanganku kepada-Mu. Adakah Engkau melakukan keajaiban di hadapan orang-orang mati? Masakah jenazah mereka bangkit untuk bersyukur kepada-Mu?

  2. Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan? Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri kealpaan?

  3. Tetapi aku ini, ya Tuhan, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu. Mengapa, ya Tuhan, Kaubuang aku? Mengapa Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Flp 3:8-9) Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 9:57-62

“Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.”  

Sekali peristiwa, ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau, ke mana pun Engkau pergi.” Yesus menjawab, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu kepada orang lain Yesus berkata, “Ikutlah Aku!” Berkatalah orang itu, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ

Vivat Coe Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat – Dehonian edisi hari Rabu – pekan ke 26 masa Biasa, tanggal 28 September 2022. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Lukas 9:57-62.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, apa yang kita pikirkan saat kita mendengarkan bacaan Injil tadi? Mungkin di antara kita ada yang berpikir: “Wauu ini sepertinya Yesus jual mahal nih dan ogah-ogahan  menerima orang yang ingin menjadi muridNya.”

Menurut saya pribadi, dengan pernyataan ini Yesus hendak menegaskan kepada siapapun yang ingin menjadi pengikutnya harus memenuhi kriteria yang diharapkannya, yaitu: pertama siap meninggalkan zona kenyamanan dan kepastian atau dengan bahasa lain siap untuk menderita dan berkorban, dan yang kedua berani menempatkan Yesus di atas kepentingan yang lainnya termasuk hubungan dalam keluarga.

Lalu pertanyaannya apakah kriteria yang diberikan oleh Yesus ini masih relavan atau berlaku di jaman sekarang ini?

Bagi kita yang tinggal di Indonesia perikopa ini jelas sangat relevan sekali. Ada banyak hal di dalam pengalaman kita yang menunjukkan secara jelas apa yang dikatakan Yesus di dalam bacaan pada hari ini, misalnya: penolakan pendirian gedung gereja, susahnya menduduki jabatan penting di beberapa institusi pemerintahan atau perguruan tinggi negeri, dan begitu mudahnya lebel-lebel yang diberikan karena sebagai pengikut Yesus. Sehingga untuk menjadi murid Yesus dan 100 % Katolik dalam konteks ini memang siapapun dituntut untuk siap meninggalkan zona kenyamanannya atau siap menderita dan siap untuk ditinggalkan oleh keluarga, kerabat, atau sahabat dekat karena hidup sebagai seorang Katolik sejati. Akan tetapi tuntutan untuk siap menderita dan menempatkan Yesus di atas segalanya juga berlaku bagi mereka yang tinggal di luar Indonesia, Canada misalnya, karena tatanan masyarakat yang skeptism, hedonis dan secular menjadikan nilai-nilai luhur yang ditawarkan oleh Yesus tidak dianggap penting lagi, maka tidak heran adanya pelegalan: aborsi, same sex marriage, kumpul kebo, assistance untuk memberikan euthanasia, dan lain-lainnya dan bagi mereka yang mencoba hidup secara penuh menuruti ajaran Yesus akan dianggap asing dan dipertanyakan.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, puji Tuhan kita semua tetap memilih untuk menjadi seorang Katolik di tengah-tengah tantangan dan situasi masyarakat yang boleh dikatakan anti Kristus. Akan tetapi bacaan Injil pada hari ini tetap mengajak kita untuk bertanya pada diri kita sendiri: apakah kita masih mau menjadi murid Yesus atau seorang Katolik di tengah segala macam persoalan yang ada di sekitar kita? Murid atau Katolik macam apa kita ini sebenarnya? Apakah Anda dan saya sungguh sudah menjadi seorang Katolik yang diharapkan oleh Yesus sendiri atau seorang Katolik yang menurut kemauan kita? Apa yang harus kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita ini sungguh seorang Katolik bukan hanya berdasarkan surat baptisan saja?

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, semoga permenungan hari ini dapat membantu kita semua untuk semakin menghayati dan hidup dengan penuh iman sebagai seorang Katolik atau murid Yesus yang hidup di jaman sekarang ini. Semoga kasih Tuhan memberkati langkah dan perjuangan hidup kita di sepanjang ini.  Dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami, sumber kebahagiaan, semoga anggur roti ini memuaskan niat kami mau mengikuti jejak Yesus Putra-Mu, mengimani Engkau sampai mati. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 9:62

Setiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur, karena telah Kaupanggil memasuki kerajaan-Mu. Kami mohon berilah kami ketabahan hati untuk mengimani dan mengikuti Putra-Mu seutuhnya. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: