Senin, 19 September 2022 – Hari Biasa Pekan XXV

Posted on

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Amsal 3:27

Janganlah menahan kebaikan terhadap orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.

PENGANTAR:

Banyak pepatah petitih lambat laun dikenal orang. Kitab Amsal memuat banyak, antara lain ‘Amal baik yang dapat kaulakukan kini, janganlah kautunda-tunda sampai esok.’ Kitab Suci mengacu pada Tuhan. Injil pun memaparkan beberapa pepatah.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami di surga, semoga sabda-Mu memancarkan cahaya dalam kegelapan, penderitaan, perselisihan, dan peperangan, agar kami selalu bergembira di hadapan-Mu. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Amsal 3:27-34

“Orang yang sesat adalah hujatan bagi Tuhan.”

Anakku, janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu. Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu. Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya, karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan. U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 15:2-3a.3cd-4ab.5

Ref. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?

  1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatina; yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya.

  2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tercela, tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang bertakwa.

  3. Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba, dan tidak menerima suap melawan orang yang bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U : Alleluya, alleluya

S : (Mat 5:16) Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapamu yang di surga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 8:16-18

“Pelita ditempatkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya.”

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan. U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Senin, 19 September 2022, Masa Biasa Pekan ke 25.

Tema Resi kita kali ini adalah: “Jadilah pembawa Terang” Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Para Sahabatku, saudari-saudara yang diksihi dan mengasihi hati Yesus. Pernahkah para sahabatku mengalami atau merasakan kegelapan? Misalnya karena listrik mati, atau berada di daeerah tertentu yang tidak ada cahaya? Bagaimana rasanya? Tentu ada yang merasa cemas, bahkan taku, merasa gelisah, dan aneka macam perasaan berkecamuk. Itu baru kegelapan fisik, nah pernahkan para sahabat merasakan kegelapaan rohani, atau kegelapan hidup, seolah-olah tidak tahu arah, tidak tahu harus berbuat apa, semua serba gelap, bingung, cemas, gelisah, takut, pustus asa… Mengharapkan secercah cahaya.. meski keccil bagai pelita.. sangat diharapkan.

Hari ini Tuhan Yesus berbicara tentang pelita. Pelita yang bernyala sehingga orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahanya dan dituntun pada kebenaran, keselamatan, sukacita, damai dan tenang. Pelita seharusnya diletakkan di atas kaki dian dan bukan malah ditutupi. Nah sahabatku, apa yang bisa kita pelajari, kita renungkan dari ayat yang singkat ini? Saya menawarkan 3 hal saja.

  1. Yang dimaksud Pelita itu adalah Kristus sendiri. Dialah Cahaya kehidupan kita yang menunjukkan jalan, kebenaran, dan hidup. Cahaya yang akan membawa manusia pada jalan keselamatan kekal. Cahaya yang akan mengusir kegelapan hidup, kegelapan rohani kita.

  2. Kita semua sebagai anggota Gereja diundang untuk membawa cahaya Kristus, pelita yang bernyala itu agar bisa dilihat banyak orang. Kita harus meletakkannya di atas kaki dian, Dengan demikian banyak orang yang akan melihatnya daan diselamatkan. Kita diundang membawa Cahaya Kristus itu dalam hati kita, menjadikan diri kita kaki dian itu dan bukan malah menjadi penutup bagi cahaya itu.

  3. Kita semua sebagai umat-Nya diundang untuk dating kepada Cahaya itu, mungkin kita sendiri, Anda dan saya yang sedang mengalami kegelapan itu, atau ada sahabat atau saudara kita atau orang yang kita kenal sedang mengalami kegelapan hidup. Mari kita undang mereka, kita undang diri kita untuk membuka hati dan budi kita menerima Cahaya Kristus, dengan segalatutur kata kita yang baik, perbuatan kita yang sejalan dengan nilai-nilai Kristiani. Kita perbaharui hidup kita agar kitapun dipenuhi cahaya-Nya. Sehingga kitapun mengalami terang dan mengusir kegelapan dalm hidup kita.

            Para sahabat, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi hati Yesus. Mari kita mohon rahmat agar Hati Yesus senantiasa merajai hati kita, sehingga kita dimampukan dan dijadikan alatnya untuk membawa Terang kasih Kristus kepada banyak orang sehingga kita semakin menjadi pembawa berkat bagi semakin banyak orang.

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.  Tuhan memberkati.. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa, sumber segala rahmat, semoga kami yang menghadap di sini memohon rahmat-Mu, Kauberkati, agar dapat hidup bersatu dengan Yesus Putra-Mu ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 5:16

Hendaknya cahaya-Mu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapamu di surga.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber cahaya abadi, pancarkanlah cahaya-Mu ke mana-mana dan tuntunlah kembali para bangsa dari tempat pembuangan serta himpunlah kami berdasarkan cinta kasih. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Baca Juga:  Bacaan dan Renungan Senin 30 November 2020 Masa Adven 1

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.