Jumat, 16 September 2022 – Peringatan St. Kornelius, Paus dan St. Siprianus, Uskup dan Martir

Posted on

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Para kudus bergembira di surga, sebab mengikuti jejak Kristus. Mereka menumpahkan darahnya demi Dia, sehingga kini bersuka ria selamanya.

PENGANTAR:

Persahabatan umumnya merupakan daya pendorong semangat. Kornelius dan Siprianus hidup di tempat yang berlainan dan meninggal pada saat yang berbeda pula. Tetapi karena selama hidup mereka bersahabat, maka diperingati secara bersama. Paus Kornelius selama memangku jabatannya harus menghadapi Novatianus, seorang paus tandingan. Siprianus, uskup Kartago, seorang ahli teologi yang berwibawan merupakan pendukungnya yang kuat. Kornelius meninggal dalam pembuangan dan Siprianus sebagai martir.

DOA PEMBUKAAN

Marilah berdoa: Allah Bapa, gembala kami, Engkau telah memberi umat-Mu pemimpin setia dan martir perkasa, yaitu Santo Kornelius dan Siprianus.Semoga berkat doa mereka kami tetap tegus, kuat dalam iman dan ulet dalam memajukan kesatuan di dalam Gereja. Demi Yesus Kristus, ..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 15:12-20

“Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu.”

Saudara-saudara, jika kami wartakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pewartaan kami, dan sia-sialah pula kepercayaanmu. Apalagi andaikata demikian, kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Dengan demikian binasa pulalah orang-prang yang meninggal dalam Kristus. Dan jikalau kita berharap pada Kristus hanya dalam hidup ini, maka kita ini orang-orang yang paling malang dari semua manusia. Namun, ternyata Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal dunia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 17:1.6-7.8b.15

Ref. Pada waktu bangun aku menikmati hadirat-Mu, ya Tuhan.

  1. Dengarkanlah, Tuhan, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.

  2. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. Sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

  3. Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 8:1-3

“Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya.”

Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara saudriku pencinta Resi dimana pun berada. Seperti banyak orang yang selalu mengikuti Yesus ke mana saja Dia pergi untuk mendengarkan pengajaran dan melihat langsung karya Yesus, demikian juga kita dipanggil untuk setia mengikutiNya sebagai Langkah pengembangan diri sebagai murid-murid Yesus. Injil hari ini menggambarkan, bahwa orang-orang yang mengikuti perjalanan Yesus bukan hanya keduabelas murid, namun ada berberapa kelompok lain, termasuk para perempuan yang melayani Yesus beserta rombongan.

Sebagai bagian dari kelompok orang yang dekat dengan Yesus, para perempuan dalam kisah ini mempunyai pengalaman yang berbeda-beda dalam merasakan kehadiran Yesus. Yang menyatukan mereka bersama adalah pengalaman istimewa perjumpaan mereka dengan Yesus. Ada moment dimana mereka sungguh mengalami kasih Allah dalam hidup pribadi mereka. Ada yang disembuhkan dari penyakit, ada yang dibebaskan dari roh-roh jahat, dan ada macam-macam pengalaman rohani lainnya. Pengalaman itulah yang membuat mereka tergerak dan terpanggil untuk melayani Yesus dan rombongan, bahkan dengan apa yang mereka punya. Namun, di antara yang mengikuti Yesus oarng-orang Farisi, Saduki, Lewi yang rajin mengikuti Yesus serta dengan cermat mendengarkan pengajaranNya. Tujuan mereka hanya satu, yaitu mencari-cari kesalahan Yesus.

Para pencinta Resi, Kita semua juga disebut sebagai pengikut Yesus. Pengikut yang macam apakah diri kita? Setiap pengikut Yesus  dipanggil untuk setia mengikuti Yesus serta memperhatikan seluruh pengajaranNya agar makin bisa menyelaraskan hidupnya dengan hidup Yesus sendiri dan menemukan pengalaman istimewa denganNya. Selanjutnya, Murid dan pengikut Yesus terbuka untuk membagikan penghayatan hidup serta imannya dalam aneka tugas perutusan. Setiap orang mempunyai tugas dan peran masing-masing.

Panggilan untuk membagikan hidup dalam tugas pelayanan, semestinya muncul dari dalam hati, berdasarkan perjumpaan istimewa dengan Tuhan. Maka jika melayani karena popularitas, status, pujian, pengakuan, bahkan keuntungan diri maka pelayanan itu bertolak belakang dengan tujuan Yesus memanggil para murid-muridNya. Pelayanan murid-murid Yesus bertujuan untuk menghadirkan karya keselamatan Kristus dan bukan untuk membangun kemuliaan diri sendiri. Dimana posisi kita saat ini? Sebagai pendengar, pengagum, atau pengikut yang sering mencari-cari kesalahan? Saya yakin bahwa saudara saudari semestinya memiliki pengalaman istimewa dalam relasi dengan Yesus melalui berbagai pengalaman hidup. Apakah suadar-saudari sudah membagikan hidup dalam aneka wujud pelayanan bagi Tuhan dan sesama? Ini menjadi pertanyaan dan refleksi kita masing-masing.

Kita telah diberkati Tuhan dengan materi, kesehatan, kepandaian, aneka ragam talenta, tenaga dll. Semua itu bukan untuk diri sendiri, tetapi Ia mempercayakan segala berkatnya kepada kita agar kita menjadi berkat bagi orang lain. Untuk itu marilah kita kaitkan segala aktivitas kita dengan keselamatan orang lain dan pengalaman relasi istimewa dengan Tuhan menjadi motivasi untuk lebih giat melayani-Nya serta menggunakan berkat yang kita miliki untuk memberkati orang lain. Dengan demikian, makin banyak orang mengenal Dia dan Nama Tuhan semakin dipermuliakan.  Tuhan memberkati kita semua.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, kekuatan para martir, terimalah kiranya persembahan umat-Mu dalam memperingati para martir-Mu Santo Kornelius dan Siprianus. Semoga bagaimana pun kami tetap bertahan barkat Ekaristi, sumber kekuatan para martir-Mu di dalam penderitaan. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI:

Tuhan bersabda: “Kalian tetap bertahan dalam segala kesusahan. Kerajaan-Ku tersedia bagi kalian, dan kalian akan makan minum bersama-Ku.”

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Tuhan perisai dan pelindung kami, kuatkanlah kiranya kami berkat santapan suci ini, agar kami mampu mengikuti teladan Santo Kornelius dan Siprianus, martir-Mu. Semoga kami diteguhkan oleh Roh-Mu, sehingga brsedia mewartakan kebenaran-Mu, yaitu kabar gembira bagi seluruh dunia. Demi Kristus, …

DOWANLOAD AUDIO RESI

St. Kornelius, Paus dan St. Siprianus, Uskup dan Martir

St. Kornelius, Paus

Kornelius adalah paus kita yang ke-21. Ia terpilih menjadi paus pada tahun 251. Setelah terbunuhnya paus St.Fabianus, selama satu tahun gereja tidak memiliki paus.  Saat itu adalah saat yang amat menyedihkan bagi umat kristiani. Penganiayaan terhadap orang Kristen sedang berlangsung dengan begitu hebat. Pemerintah Romawi kafir dibawah Kaisar Decius menganiaya dan membunuh setiap orang kristen yang mereka temukan. Menjadi Paus pada masa itu adalah sama saja dengan menyerahkan nyawa. 

St.Kornelius dengan berani menerima tugas tersebut. Karena cintanya kepada Kristus disalib, Ia rela melayani Gereja sebagai seorang paus, meskipun ia tahu bahwa nyawanya pasti terancam. Karena itulah Paus ini amat dikagumi di oleh para bapa gereja dimasa itu. Saat terjadi perpecahan di Roma akibat bidaah Novatianisme yang dipimpin oleh anti paus Novatianus, St.Siprianus dari Kartago, St. Dionisius dan para Uskup di Afrika Utara dengan tegas menyatakan dukungan dan kesetiaan mereka kepada bapa suci. Novatianus kemudian di ekskomunikasi dan pengaruhnya perlahan-lahan surut

Tahun 252 Paus St. Kornelius tertangkap dan diasingkan ke Centumcellae, Italia. Ia wafat disana pada bulan September tahun 253. Dalam keterangan resmi ia dikatakan meninggal karena penderitaan ditempat pengasingan, namun sebagian orang  mengatakan bahwa Paus ini wafat karena dipenggal kepalanya.

Paus Cornelius mungkin adalah paus pertama yang menetapkan pembentukan “exorcism” (Pengusiran setan)  di Keuskupan. Sebuah suratnya dari tempat pengasingan menyebutkan sebuah unit Exorcism” dalam gereja untuk pertama kalinyaKetetapan bahwa setiap keuskupan harus memiliki unit “Exorcism”terus berlanjut sampai pada abad ke-20 sebelum akhirnya dihapuskan oleh Paus Paulus VI pada tahun 1972.

Arti nama

Mungkin berasal dari bahasa Latin : cornu. yang berarti : “tanduk”

Variasi Nama

Cornelis, Kerneels (Dutch), Kornel (Czech), Corneille (French), Kornél (Hungarian), Cornelio (Italian), Kornel (Polish), Cornélio (Portuguese), Cornel, Corneliu (Romanian), Kornel (Slovak), Cornelio (Spanish)

Bentuk Feminim : Cornelia (Ancient Roman), Cornelia (English), Cornelia (Dutch), Cornelia, Kornelia (German)

Bentuk Pendek : Cees, Corné, Kees, Niels (Dutch)

St. Siprianus, Uskup

Santo Siprianus lahir sekitar tahun 200 dalam keluarga kafir yang kaya dan berbudaya. Tahun 246 Siprianus dibabtis  menjadi seorang Kristen. Ia lalu menanggalkan pola hidup lamanya, membagi-bagikan uang dan hartanya kepada orang miskin, serta bersumpah akan hidup suci. Tentang perubahan ini ia menulis: “Kelahiran kedua ini telah menciptakan manusia baru dalam diri saya, dengan hembusan Roh dari surga.”  Beberapa waktu kemudian, Siprianus ditahbiskan sebagai imam dan pada tahun 248 ia dilantik sebagai uskup Kartago.

Saat itu gereja sedang mengalami penganiayaan dan terpecah-pecah karena pertentangan teologis. Siprianus berupaya sekuat tenaga dan mencoba menyatukan orang-orang Kristen melalui kuasa para uskup.  Ia sangat mendambakan persatuan dalam gereja Kristus.

Pada masa itu, Kaisar Decius telah menganiaya orang-orang Kristen dan menyebabkan beberapa orang menyangkal iman mereka. Decius tidak berniat menjadikan mereka martir, karena hal itu justru akan menarik perhatian yang lebih besar bagi kekristenan. Tetapi, ia akan terus menyiksa orang-orang Kristen dan baru berhenti setelah mereka mengakui bahwa “Kaisar adalah Tuhan”. Orang Kristen yang berbuat demikian dikenal sebagai orang-orang yang telah “murtad”.

Orang-orang Kristen yang bertahan, yang disebut “pengikut setia” itu seringkali memandang rendah orang-orang murtad tersebut. Maka sebuah konsili para uskup dibentuk untuk membuat peraturan-peraturan dalam hal penerimaan kembali para orang murtad tersebut. Hasil konsili ini ditentang oleh seorang imam bernama Novatianus yang menolak memberi pengampunan dan tidak menerima orang-orang yang murtad tersebut dalam jemaat. Ia memulai sebuah gereja saingan yang menolak menerima orang-orang murtad itu menjadi anggotanya. Paus Santo Kornelius kemudian meng-ekskomunikasi Novatianus dan para pengikutnya.  Dalam perpecahan ini St. Siprianus bersama para uskup dari Afrika Utara dan Gereja timur dengan tegas menyatakan dukungan mereka pada Tahta Suci.  

Meskipun Siprianus tidak mengalami penyiksaan karena imannya, ia tidak setuju dengan perpisahan ini. Ia yakin bahwa orang percaya sejati harus menjalani hukuman untuk menebus dosa, untuk membuktikan imannya.

Hukuman untuk penebusan dosa itu terdiri dari penyesalan selama suatu masa tertentu dan setelah itu, orang tersebut dapat diterima kembali dalam Perjamuan Kudus. Begitu ia menyelesaikan “masa penyesalannya”, ia akan tampil di hadapan jemaat dengan berpakaian goni serta melumuri badan dengan abu, dan di situlah sang uskup akan menyatakan pengampunan baginya. Siprianus merumuskan ini sebagai sistem berskala — semakin besar dosanya, maka semakin lama pula masa penyesalannya. Idenya mendapat sambutan dan menjadi disiplin gereja paling kuat — yang kadang-kadang disalah gunakan.

Pada tahun 251 Siprianus mengadakan konsili di Kartago dan di situlah ia membacakan karyanya, “Persatuan di dalam gereja”, karyanya yang terkenal dan yang sangat berpengaruh dalam sejarah gereja. Gereja, katanya, adalah lembaga ilahi, yaitu mempelai Kristus, dan hanya ada satu mempelai. Hanya di dalam gereja manusia akan mendapatkan keselamatan, di luar itu yang ada hanyalah kegelapan dan kebingungan. Di luar gereja, sakramen dan para rohaniwan — bahkan Alkitab — tidak ada artinya. Seseorang, secara pribadi, tidak dapat menjalankan kehidupan Kristen melalui kontak langsung dengan Allah; ia membutuhkan gereja.

Dengan diterimanya ide ini, tentu saja, para uskup mendapat kuasa lebih besar. Siprianus juga mencetuskan ide bahwa misa adalah pengorbanan tubuh dan darah Kristus. Karena para imam menjalankan fungsinya dalam ibadah atas nama Kristus, maka hal ini pun meningkatkan kuasa mereka.

Siprianus meninggal karena penyiksaan Kaisar Valerianus. Karena ia menolak melakukan persembahan korban bagi dewa-dewa kafir, maka kepala Uskup Kartago itu dipenggal pada tahun 258.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Siprianus = Berasal dari Siprus / Orang Siprus (Latin)

Variasi Nama

Cyprian (English), Cyprianus (Ancient Roman), Cibrán (Galician), Cipriano (Italian), Cipriano (Portuguese), Ciprian (Romanian), Cebrián, Cipriano (Spanish)

St. Karnelius dan St. Siprianus telah tayang di website Katakombe.org

Baca Juga:  Menyatakan Kasih Kepada Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.