Sabtu, 10 September 2022 – Hari Biasa Pekan XXIII

Posted on

Rm. Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – 1 Korintus 10:17

Karena roti hanya satu, maka kita biarpun banyak, menjadi satu tubuh, sebab kita semua mengambil bagian pada roti yang satu itu.

PENGANTAR:

Umat yang berhimpun di sekitar Tuhan, mengimani Tuhan, mendengarkan sabda-Nya dan menyantap roti yang satu dan sama, ialah Tuhan sendiri. Hal ini seharusnya tampak dalam hidup mereka. Bila kita menyantap tubuh Kristus yang satu, maka kita lakukan itu agar semakin menjadi tubuh Kristus, dan menghasilkan buah lebih banyak dalam hidup.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahasetia, Engkau telah mengikat perjanjian dengan kami dan menghendaki memasukkan kami ke tanah perjanjian melalui Yesus, saksi-Mu yang terpercaya. Ajarilah kami melaksanakan sabda-Nya dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 10:14-22a

“Kita ini sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.”

Saudara-saudaraku terkasih, jauhilah penyembahan berhala! Aku berbicara kepada kalian, sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang kukatakan. Bukankah piala syukur yang kita syukuri merupakan persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita bagi-bagi merupakan persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti itu hanya satu, maka kita ini sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. Perhatikanlah bangsa Israel yang alami: Bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah? Apa yang kumaksudkan? Apakah daging persembahan berhala itu mempunyai arti? Ataukah berhala itu sendiri mempunyai arti? Bukan! Yang kumaksudkan ialah: apa yang mereka persembahkan itu dipersembahkan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, kalian bersekutu dengan roh-roh jahat. Kalian tidak dapat minum dari piala Tuhan dan sekaligus juga dari piala roh-roh jahat. Kalian tidak dapat mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan dan sekaligus juga dalam perjamuan roh-roh jahat. Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan?

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 116:12-13.17-18

Ref. Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu, Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Lakukanlah ini akan peringatan kepada-Ku.

  1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan,

  2. Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan, akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya,

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 14:23)  Orang yang mengasihi Aku akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:43-49

“Mengapa kalian berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan?”

Yesus menyampaikan wejangan ini kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Dan tidak ada pula pohon tidak baik yang menghasilkan buah baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri orang tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Tetapi orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut meluap dari hati. Mengapa kalian berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ padahal kalian tidak melakukan apa yang Kukatakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan sabda-Ku serta melakukannya, – Aku menyatakan dengan siapa ia dapat disamakan: – Dia itu sama dengan orang yang mendirikan rumah. Ia menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena dibangun dengan kokoh. Sebaliknya barangsiapa mendengar sabda-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika dilanda banjir, rumah itu segera roboh, dan hebatlah kerusakannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Andreas Nugroho SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Sabtu, 10 September 2022. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Lukas 6:43-49.

Baik tidaknya sebuah tanaman, itu amat tergantung dari perawatan. Kalau tanaman itu sering dirawat, dipupuk, disiangi dari rumput-rumput liar amat bisa dipastikan tanaman itu bisa tumbuh dengan maksimal. Tanaman yang tumbuh dengan maksimal akan menghasilkan buah yang baik dan berlimpah.

Bacaan yang kita dengar hari ini mampu membawa kita pada sebuah permenungan yang mendalam tentang hidup kita. Kriteria baik tidaknya hidup kita sebagai seorang manusia adalah bisa dilihat dari buah-buah yang kita hasilkan. Karena dengan melihat buahnya, seseorang bisa mengira-ira pohonnya seperti apa. Kualitas pohon bisa dilihat dari buah-buahnya yang dihasilkan. Dan kualitas buah amat ditentukan oleh pohonnya.

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Lukas 6:43

Yesus mengajarkan kepada para muridnya agar mereka melihat buah-buah dari hidup mereka sendiri. Perumpamaan ini bukan pertama-tama dimaksudkan supaya mereka melihat buah-buah yang dihasilkan oleh orang lain. Tetapi melihat ke kedalaman diri, “Apakah para murid sudah menghasilkan buah yang baik sehingga bisa dinikmati oleh orang lain?”.  Orang yang mampu menghasilkan buah banyak adalah orang yang mempunyai dasar yang kuat.

Dalam bacaan tadi, kita melihat ada perbedaan antara orang yang mendirikan rumah dengan dua macam dasar yang berbeda. Orang yang pertama mendirikan rumah dengan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika air bah dan badai melanda rumah itu, rumah itu tetap kokoh berdiri. Sedangkan orang yang kedua adalah orang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Rumah semacam ini akan rubuh seketika jika ada badai atau air bah yang melanda.

Perbedaan dari kedua gambaran itu adalah terletak pada dasarnya. Orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya itu seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu. Dasar yang kokoh menjadikan rumah tetap berdiri di tempat walaupun ada angin badai menerpa. Orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tidak melakukannya itu seperti orang yang mendirikan rumah di atas tanah.

Tuhan Yesus memberikan pertumbuhan dan menjadi dasar bangunan dan pijakan hidup kita.

Tantangan, kesulitan dalam menjalani dan menghidupi iman akan selalu kita hadapi. Di tengah-tengah dunia zaman ini mampukah kita menampakkan buah-buah kebaikan kita! Di tengah-tengah dunia yang semakin individual, beranikah kita keluar dari rasa nyaman dan menyapa orang lain dan menjalin kerjasama. Di tengah-tengah orang yang putus asa beranikah kita membawa senyum pengharapan? Buah-buah kasih, persaudaraan, kesetiaan, keadilan amat dirindukan di tengah dunia saat ini.

Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita dalam beriman kepada Tuhan Yesus dan semakin berbuah dalam hidup: + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahasetia, jadikanlah kiranya roti anggur ini lambang perjanjian-Mu dan perkenankanlah kami ikut serta melaksanakan segala sesuatu yang sudah dimulai oleh Yesus Mesias, Tuhan dan ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 6:47

Setiap orang yang datang kepada-Ku,mendengarkan sabda-Ku dan melakukannya, seperti orang yang mendirikan rumah,menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami sumber kehidupan, kami bersyukur, karena Engkau telah menjanjikan kasih setia-Mu dengan perantaraan Yesus Putra-Mu terkasih. Perkenankanlah kami membangun hidup kami pada Dia sebagai dasarnya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: