Minggu, 11 September 2022 – Hari Minggu Biasa XXIV

Posted on

Rm. Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Resistencia, Provinsi Chaco – Argentina – Argentina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKAAN – Sirakh 36:15-16

Berikanlah damai kepada mereka yang mengandalkan Dikau, ya Tuhan, agar terbuktilah kebenaran para nabi-Mu. Dengarkanlah doa-doa hamba-Mu dan umat-Mu Israel.

PENGANTAR:

Kita adalah manusia yang penuh dosa, namun demikian Allah selalu berbelas kasih. Ia tidak akan terus memperhitungkan dosa manusia. Yang justru lebih kuat adalah Allah yang mengasihi dan memberi kerahiman-Nya kepada manusia yang berdosa. Oleh karena itu, kita tidak boleh menonjolkan kekuatan diri di dalam hidup ini, namun kita diajak untuk selalu mengandalkan rahmat Allah.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Musa Baru, yang menjadi Pengantara kami di hadapan Bapa Yang Maharahim. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putra Allah, yang mengorbankan Diri sebagai pepulih atas dosa-dosa kami di hadapan Bapa. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah belas kasih Bapa yang tampak di tengah-tengah kami dan menghendaki kami bertobat sepenuhnya. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Ya Allah, melalui Putra-Mu, Engkau selalu mencari kami yang seringkali tersesat dan hilang. Perkenankanlah kami untuk saling mencari siapa pun yang hilang di antara kami sehingga persahabatan kami dengan Dikau dapat dipulihkan. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 32:7-11.13-14

“Menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.”

Di Gunung Sinai Allah berfirman kepada Musa, “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak perilakunya. Begitu cepat mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka. Mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah serta mempersembahkan kurban sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lagi firman Tuhan kepada Musa, “Telah Kulihat bangsa ini, dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk! Oleh sebab itu biarkanlah murka-Ku bangkit terhadap mereka, dan Aku akan membinasakan mereka; tetapi Engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati Tuhan, Allahnya, dengan berkata, “Mengapakah Tuhan, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.” Dan menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 51:3.4.12-13.17.19

Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim dan belas kasih-Mu tak terhingga.

1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, Menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
2. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, Dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku.
3. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius 1:12-17

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa.”

Saudaraku terkasih, aku bersyukur kepada Kristus Yesus, Tuhan kita, yang menguatkan aku, karena Ia menganggap aku setia, dan memercayakan pelayanan ini kepadaku. Padahal tadinya aku seorang penghujat dan seorang penganiaya yang ganas. Tetapi kini aku telah dikasihi-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan, yaitu di luar iman. Malahan kasih karunia Tuhan kita itu telah dilimpahkan kepadaku bersama dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Sabda ini benar, dan patut diterima sepenuhnya, yaitu bahwa Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Dari antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu, aku dikasihani, agar dalam diriku sebagai orang yang paling berdosa ini, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan memperoleh hidup yang kekal. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak tampak, yang esa. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya

S : (2Kor 5:19) Dalam Kristus Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya, dan telah mempercayakan berita perdamaian itu kepada kami.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 15:1-32 (Singkat: 15:1-10)

“Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat,  katanya, “Ia menerima orang-orang berdosa, dan makan bersama-sama dengan mereka.” Maka Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang 99 ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya ia lalu meletakkan domba itu di atas bahu dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena 99 orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, “Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” Yesus berkata lagi, “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya, Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu, lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskan semua harta miliknya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu, dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babi. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya, Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku, dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayah itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya, Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya, Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, kenakanlah itu kepadanya; pasanglah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung sedang berada di ladang. Ketika pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semua itu. Jawab hamba itu, Adikmu telah kembali, dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatkan kembali anak itu dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya, Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa, dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa, tetapi kepadaku belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak Bapa yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa bersama dengan pelacur-pelacur, maka Bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya, Anakku, engkauda selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali .”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Benediktus Mulyono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Salam Jumpa Saudara-Saudari, bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas SCJ Resistencia, Argentina dalam Resi (Renungan Singkat) Dehonian: Minggu, 11 September 2022. 

Saudara-Saudariku Yang Terkasih, Injil hari ini cukup panjang, Anda bisa membaca sendiri secara lebih relaks. Kita merenungkan tiga perumpamaan dalam Injil hari ini. Tentang satu domba yang hilang dan harus dicari. Tentang dirham yang hilang, yang dengan tekun harus ditemukan juga. Lalu tentang anak bungsu yang “hilang dan didapatinya kembali”. Semuanya menceriterakan tentang sesuatu yang hilang. Seperti kita pasti juga pernah mengalami kehilangan sesuatu / seseorang. Sangat menarik mencermati bagaimana Yesus memberikan pengajaran “yang bertentangan” dengan konsep dan mentalitas kita manusia pada umumnya. Amat mengesankan bahwa Yesus mengajak kita berfokus pada usaha untuk menemukan yang hilang itu, dengan memberikan perhatian sepenuh hati, penuh kasih, kesabaran, keuletan, dan juga kemurahan hati.

Saudara-Saudariku Yang Terkasih, Kita (masyarakat kita) mungkin sudah terbiasa dengan patokan bahwa orang jahat, berdosa, bobrok, pantas dihukum, diadili, dirasani, bahkan disingkirkan. Sebaliknya berbuat baik pantas mendapat ganjaran. Pandangan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi pun seperti itu; dan sikap itu (diakui atau tidak) juga melekat dalam benak kita.

Itu yang digambarkan terjadi dalam diri anak sulung, merasa diri benar tak pernah berbuat salah, namun berasumsi bahwa tak pernah mendapatkan “hadiah” dari bapaknya.

Saudara-Saudariku Yang Terkasih, Yesus mendobrak kebiasaan itu dengan menampilkan wajah Allah Yang Mahamurah hati, Maha Penyayang, Maha Sabar bagi siapapun, tanpa terkecuali. Yesus hadir dalam Gambar Allah yang sangat mencintai orang berdosa; Allah yang memperhitungkan pribadi per pribadi. Allah yang melihat bahwa dalam satu kelemahan sekalipun yang dimiliki seseorang, tidak kemudian menutup pintu kemaharahiman-Nya. Allah tidak seperti kita (diriku / kebanyakan orang di sekitar kita), yang mudah tergoda untuk hanya mau melihat dan menerima kebaikan dan menghargai hanya yang positif dalam diri orang lain. Allah tetap memberi ruang yang penuh kasih bagi orang berdosa, bagi orang yang bersalah untuk kembali menemukan Jalan Kasih, Pengampunan, dan Keselamatan Penuh Sukacita.

Saudara-Saudariku Yang Terkasih. Wajah pribadi seperti apakah yang masing-masing kita miliki? Kita menyadari bahwa setiap pribadi itu berkembang dan juga berubah; bahkan ada juga “yang hilang” dalam diri kita masing-masing; yakni keutamaan-keutamaan yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Bisa jadi “yang hilang” itu adalah keutamaan untuk mengampuni, kerelaan untuk membantu, hati yang ikhlas memberi, keutamaan murah hati, keramahan, sopan santun, kesabaran, sikap humoris…dan lainnya. Mari kita dengan ketekunan menemukan dalam diri kita keutamaan yang hilang itu; agar kita dapat semakin berkembang dalam iman dan cinta kasih kepada Allah dan sesama. Semoga selalu ada sukacita dalam hati kita seperti yang Yesus harapkan terjadi pada diri kita Murid-Murid Yang Dikasihi-Nya.

Berkat Allah Yang Maha Kuasa Menyertai Kita: ( ) Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin

DOA UMAT:

I : Sambil menyadari bahwa kita berdosa, marilah berpaling kepada Allah, Bapa kita, yang berbelas kasih, yang tidak pernah memungkiri kita.

L : Tuhan menganugerahkan kekudusan bagi Gereja karena kekudusan diri-Nya. Gereja juga terdiri dari kita orang-orang yang berdosa. Allah berbelas kasih, bantulah Gereja agar selalu bersedia mengakui dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan agar dapat menjadi tanda rekonsiliasi di dunia. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Tuhan menganugerahkan rahmat bagi mereka yang tabah dan gigih dalam memerjuangkan dan menegakkan keadilan dan solidaritas kepada mereka yang miskin dan tertindas oleh sesamanya yang haus. Allah yang berbelas kasih, bantulah mereka yang dengan tabah dan gigih memerjuangkan dan menegakkan keadilan dan mengembangkan kesetiakawanan dengan sesamanya tanpa pamrih, kendati harus menghadapi aneka tantangan dan kesulitan. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bermacam persoalan sering menimbulkan konflik dan pertikaian di anatara orang-orang sehingga menimbulkan sakit hati dan tidak mau bicara lagi satu sama lain. Allah yang berbelas kasih, bantulah mereka yang sakit hati dan tersinggung saat mengatasi kesombongan hati mereka, dan mengambil langkah pertama ke arah rekonsiliasi. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Kita semua, umat kristiani yang ada di sini dan semua kelompok umat kristiani, dipanggil untuk menjadi yang pertama mewartakan kedamaian dan rekonsiliasi. Allah yang berbelas kasih, bantulah kami agar tak pernah menyatakan putus hubungan dengan siapa pun juga dan bersedia memberi kesempatan dan semangat baru kepada mereka yang pernah bersalah, serta menyambut mereka kembali di tengah-tengah kami. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Bapa yang penuh belas kasih, bila kami berdoa untuk orang-orang berdosa, kami berdoa pula untuk diri kami sendiri. Jadikanlah kami mampu mengasihi sebab kami pun diampuni. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami. U : Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, berkenanlah menerima roti dan anggur yang kami persembahkan kepada-Mu sebagai silih atas dosa-dosa kami. Kami mohon terimalah kembali diri kami sebagai putra dan putri-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 36:8

Betapa berharga kasih setia-Mu, ya Allah! Kiranya anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahamurah, kami bersyukur atas sakramen cinta kasih-Mu ini. Semoga kami memperoleh kekuatan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan kami sehingga dapat mengikuti jejak Putra-Mu menuju tempat kediaman-Mu yang kekal, sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: