Rabu, 07 September 2022 – Hari Biasa Pekan XXIII

Posted on

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Kokonao Papua Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Lukas 6:20

Berbahagialah orang yang miskin karena merekalah yang empunya Kerajaan Allah.

PENGANTAR:

Paulus menyarankan agar kita bergaul dengan yang duniawi, tetapi jangan sampai terjerat terikat. Ia mau mengatakan bahwa hubungan kita dengan Tuhanlah satu-satunya yang lestari. Yesus menekankan pula yang sama dalam sabda ‘bahagia-Nya’, “Celakalah kalian orang kaya, sebab yang miskin telah mengambil bagian dalam kerajaan surga.”

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maha pengasih, semoga hati kami tetap terbuka terhadap sabda-Mu dan perkenankanlah kami memahami kehendak-Mu mengenai dunia dan manusia yang mendiaminya. Semoga kami dapat merasakan bahwa Engkaulah yang menanggung hidup kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 7:25-31

“Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian. Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seseorang.” 

Saudara-saudara, mengenai para gadis aku tidak mendapat suatu perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercaya berkat rahmat yang telah kuterima dari Tuhan. Aku berpendapat bahwa mengingat zaman darurat sekarang ini baiklah orang tetap dalam keadaannya. Adakah engkau terikat pada seorang wanita? Janganlah mengusahakan perceraian. Adakah engkau tidak terikat pada seorang wanita? Janganlah mencari seorang. Tetapi kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi, orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani, dan aku mau menghindarkan kalian dari kesusahan itu. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan: Waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini: mereka yang beristeri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia yang kita kenal sekarang ini akan berlalu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 45:11-12.14-15.16-17

Ref. Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu.

  1. Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!

  2. Keindahan belaka puteri raja itu, pakaiannya bersulamkan emas. Dengan pakaian bersulam berwarna-warni ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.

  3. Dengan sukacita dan sorak sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja. Para leluhurmu akan diganti oleh anak-anakmu nanti; mereka akan kauangkat menjadi pembesar di seluruh bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 6:23ab)  Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:20-26

“Berbahagialah orang yang miskin, celakalah orang yang kaya.”

Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya, lalu berkata, “Berbahagialah, hai kalian yang miskin, karena kalianlah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kalian yang kini kelaparan, karena kalian akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kalian yang kini menangis, karena kalian akan tertawa. Berbahagialah, bila demi Anak Manusia kalian dibenci, dikucilkan, dan dicela serta ditolak. Bersukacitalah dan bergembiralah pada waktu itu karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kalian, orang kaya, karena dalam kekayaanmu kalian telah memperoleh hiburan. Celakalah kalian, yang kini kenyang, karena kalian akan lapar. Celakalah kalian, yang kini tertawa, karena kalian akan berdukacita dan menangis. Celakalah kalian, jika semua orang memuji kalian; karena secara itu pula nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Rabu 7 September 2022. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Papua, hari ini kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Lukas 6: 20-26. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, dalam permenungan sabda hari ini pertama-tama saya berkeyakinan bahwa Tuhan Allah berbelaskasih kepada setiap orang tanpa membeda-bedakan status ataupun golongan. Walaupun kalau didengarkan sekilas dalam perikop Injil tadi ada suatu keberpihakan antara yang miskin dan yang kaya, namun bila dimaknai tidak secara harafiah akan tersingkap suatu nilai yang amat baik. Mari kita bandingkan konteks situasi masyarakat pada saat itu. Umpamanya dengan pandangan bahwa orang yang sakit kusta adalah orang yang terkena kutukan. Orang yang mandul adalah orang yang terkena kutukan sebagai aib. Orang Samaria adalah orang pinggiran yang tidak layak dan sebagainya. Seolah-olah ada undur diskriminasi Tuhan Allah berpihak pada golongan elit saja, sedangkan orang-orang kecil dipandang sebagai bagian dari orang yang kurang terberkati. Oleh karena itu apa yang dikatakan Yesus berkaitan dengan kecaman kepada orang kaya adalah bagi mereka orang-orang yang pada zaman itu menganggap bahwa kekayaannya adalah penyelamat. Tentu orang boleh-boleh saja menjadi kaya raya, yang tidak boleh adah kalau kekayaan itu menjadi satu-satunya tujuan. Yang tidak boleh adalah kalau menjadikan kekayaan itu menggantikan posisi Tuhan Allah yang harus diagungkan. Lebih dari itu tentu Sabda yang kita dengar tadi bukan saja bicara tentang masalah ekonomi yang kaya dan yang miskin tetapi ada suatu makna yang lebih mendalam.

Ada dua hal yang menjadi bagian permenungan saya pada hari ini. Pertama bila sabda Tuhan dalam Lukas 6 ini kita bandingkan dengan 8 Sabda bahagia yang diucapkan Yesus pada Matius 5, ada bagian-bagian yang sama. Yesus hadir memberikan berkat dan juga meneguhkan mereka yang seringkali dikucilkan. Yesus mau menunjukkan kepada kita bagaimana mengubah hal-hal negatif (kemiskinan, kelaparan, keterasingan) menjadi kesempatan untuk menunjukkan kasih Allah secara khusus bagi mereka yang amat menderita. Ketika dunia kehabisan kasih bagi mereka yang terpinggirkan, Tuhan Yesus hadir tidak hanya menyatakan kasihNya tetapi sekaligus memberikan suatu harapan bagi orang-orang yang terpinggirkan secara duniawi.

Yang kedua tentu hal baik yang sudah dilakukan oleh Yesus dalam memberi harapan dan mengangkat orang-orang kecil juga menjadi bagian dari tugas kita. Pesan cintakasih Allah ini adalah untuk semua orang dan sekaligus merupakan panggilan bagi kita untuk bertindak membantu orang lain. Tentu kita perlu memahami ada banyak jenis kemiskinan, kelaparan maupun kebencian. Kasihilah sesama kita tanpa membeda-bedakan golongan, akan tetapi utamakanlah kasih itu bagi mereka yang paling membutuhkan. Semoga dengan gerakan saling tolong menolong terutama mereka yang kecil, akan semakin yang banyak orang yang hidupnya berat menjadi diringankan. Semoga melalui kehadiran kita di tengah orang-orang yang terpinggirkan, semakin banyak pula orang-orang yang memiliki harapan. Semoga hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahakudus, berkatilah kami karena persembahan ini dan jadikanlah roti anggur ini lambang kehadiran-Mu di tengah-tengah kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 6:20

Berbahagialah kalian yang miskin, sebab milik-Mulah Kerajaan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahasetia, kami bersyukur atas janji-Mu dan pelaksanaannya dalam diri Yesus, Saudara se-Bapa kami. Semoga kami dapat sembuh dari dosa-dosa dan bersedia tolong-menolong dengan sesama. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: