Minggu, 04 September 2022 – Hari Minggu Biasa XXIII

Posted on
Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau – Indonesia
Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau – Indonesia

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/09/Resi-Minggu-04-September-2022-oleh-Rm.-Gregorius-Dedi-Rusdianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Pangkalan-Kerinci-Riau-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Mzm 119:137,124

Engkau adil, ya Tuhan, dan hukum-hukum-Mu benar. Perlakukanlah hamba-Mu sesuai dengan kasih setia-Mu.

PENGANTAR:

Hidup bertekun dalam doa dan terbuka pada rahmat Allah akan membantu kita menjadi pribadi yang dewasa, bijak, dan penuh kasih pada sesama. Bacaan hari ini mengajar kita tentang kebijaksanaan hidup. Dengan kebijaksanaan kita akan dapat membedakan mana yang baku, mana yang perlu. Hidup itu memang membutuhkan materi, namun toh juga harus diimbangi dengan pilihan imani. Semoga pertemuan kita dengan Kristus mendekatkan kita satu sama lain.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Sabda Allah, yang mewahukan kepada kami rencana penyelamatan manusia oleh Allah. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau mengutus Roh Kudus, Roh kebijaksanaan untuk menerangi jalan hidup kami. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I  : Engkau memanggil kami untuk mengikuti-Mu sebagai murid dengan meninggalkan segalanya serta memanggul salib. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Ya Allah Bapa sumber kebijaksanaan, utuslah Roh Kebijaksanaan-Mu kepada kami, agar kami dapat memahami kehendak-Mu serta melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari. Ajarilah kami untuk berani menyangkal diri dan melepaskan segala sesuatu agar kami dapat menjadi murid-murid-Mu yang sejati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan 9:13-18

“Siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan?”

Manusia manakah dapat mengenal rencana Allah, atau siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan? Pikiran segala makhluk yang fana adalah hina, dan pertimbangan kami ini tidak tetap. Sebab jiwa dibebani oleh badan yang fana, dan kemah dari tanah memberatkan budi yang banyak berpikir. Sukar kami menerka apa yang ada di bumi, dan dengan susah payah kami menemukan apa yang ada di tangan, tapi siapa gerangan telah menyelami apa yang ada di surga? Siapa gerangan dapat mengenal kehendak-Mu, kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan, dan jika Roh Kudus-Mu dari atas tidak Kauutus? Demikianlah diluruskan lorong orang yang ada di bumi, dan kepada manusia diajarkan apa yang berkenan pada-Mu; maka oleh kebijaksanaan mereka diselamatkan.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 90:3-4.5-6.12-13.14.17

Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.

1. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
2. Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
3. Ajarilah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa lama lagi? dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
4. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami teguhkanlah!

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Filemon 9b-10.12-17

“Terimalah dia, bukan sebagai hamba, melainkan sebagai saudara terkasih.”

Saudaraku yang terkasih, aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, dan kini dipenjarakan karena Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anak yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. Dia, buah hatiku ini, kusuruh kembali kepadamu. Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan demi Injil. Tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu kaulakukan bukan karena terpaksa, melainkan dengan sukarela. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari itu, yaitu sebagai saudara terkasih. Bagiku ia sudah saudara, apalagi bagimu, baik secara manusiawi maupun di dalam Tuhan. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mzm 119:135) Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 14:25-33

“Barangsiapa tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

MENJADI MURID YESUS

Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Renungan Singkat Dehonian yang terkasih, gembira sekali saya Rm. G. Dedi Rusdianto, SCJ bisa bertemu dengan Anda sekalian dalam Resi Dehonian, hari ini Minggu, 4 September 2022. Pertama-tama marilah kita dengarkan Injil Hari ini yang di ambil dari Injil Lukas 14:25-33.

Para pendengar Resi Dehonian terkasih. Mungkin ada dari kita yang bertanya, kenapa Yesus yang selalu mengajarkan cinta kasih dan keadilan, namun justru mengajak para pengikutnya untuk membenci keluarganya demi Injil. Yesus menekankan tentang pentingnya pesan yang hendak di sampaikan oleh seorang guru atau seorang pemimpin. Sehingga kata membenci orang tua dan saudara-saudarinya tidak bisa di artikan secara harafiah dan terkesan melanggar perintah Allah yang ke-4 yakni hormatilah ayah dan ibumu.

Pertanyaan selanjutnya adalah apa maksud Yesus mengatakan: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku”. Maksud penulis Injil Lukas adalah bahwa pada masa itu, ada tuntutan atau kemendesakan untuk menjadi pengikut Yesus yang sungguh militan karena situasinya sungguh-sungguh menantang para murid di mana mereka mengalami banyak penganiayaan dan pengalaman salib yang berat sehingga mereka memang di tuntut untuk sungguh-sungguh serius dan berkomitmen dalam mengikuti Yesus yakni menempatkan Yesus sebagai prioritas utama melebihi kepentingan diri dan keluarganya.

Kedua, Yesus menegaskan tentang paradox Injil atau salib. Paradox adalah pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran. Dalam Injil menjadi jelas bahwa jalan salib bukanlah jalan kehinaan melainkan jalan kemuliaan. Dalam surat rasul Paulus, bahkan jelas di katakan bahwa Allah mengosongkan diri atau kenosis dengan menjadi hamba dan Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Para pendengar Resi Dehonian terkasih. Maka kitapun juga di harapkan untuk masuk dalam situasi kemendesakan yang di tuntut Injil, terlebih dalam situasi zaman kita di mana kita di tuntut untuk mewartakan Injil, mengatakan kebenaran dan solider kepada orang-orang miskin dan tertindas. Resikonya adalah kita di benci banyak orang, tetapi justru di sinilah letak paradoksnya. Yakni ketika kita di benci banyak orang karena berani mewartakan Injil, mengatakan kebenaran dan berpihak kepada orang miskin serta lemah, maka akibatnya adalah kita malahan mendapatkan jati diri kita sebagai pengikut Kristus dan merasakan buah-buah rohani yakni ketenangan, kedamaian, kepercayaan diri, semakin beriman dan mencintai.

Ketika kita berani melepaskan ego, kemelekatan kepada keluarga dan menempatkan orang lain serta panggilan Yesus, maka kita justru semakin mengenal diri sendiri, menjadi orang Kristen yang otenti dan secara perlahan mengenal Kristus. Maka kuncinya adalah ketekunan dan keberanian untuk mewartakan Injil, mengatakan kebenaran dan berpihak kepada orang-orang yang lemah serta miskin. Semoga berkat Allah menyertai Anda sekalian, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.

DOA UMAT:

I : Marilah kita berdoa kepada Yesus, Tuhan kita, agar kita menjadi murid-murid-Nya yang mengikuti-Nya dengan konsekwen.

L : Bagi semua orang yang termasuk pimpinan, baik di kalangan Gereja maupun masyarakat: Semoga Roh Allah menerangi mereka dan memberikan keberanian untuk mengutamakan kebenaran dan kejujuran dalam tugas kepemimpinan mereka. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi semua orang yang mencari Allah dengan tulus: Semoga orang-orang yang sedang mencari-cari kehendak Allah dalam diri mereka memperoleh terang dan kebijaksanaan. Marilah kita mohon,

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi orang-orang yang kecewa atau patah semangat karena penderitaan yang dialami: Semoga mereka menemukan orang-orang kristiani yang kuat untuk mengembalikan iman dan harapan mereka. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita semua yang hadir di sini: Semoga kita semua melibatkan diri demi Yesus, Tuhan kita, sebagaimana Dia telah berkenan melibatkan diri demi kita. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Tuhan Yesus Kristus, semoga kami semua meneladan pikiran dan cara bertindak, serta kesetiaan dan keberanian, yang kami kagumi pada-Mu; semoga kami mengikuti Dikau dengan tak bersyarat di jalan menuju Bapa, serta sesama manusia, sekarang, dan selama-lamanya. U : Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, terimalah persembahan diri kami dalam rupa roti dan anggur ini. Semoga kami Kauhimpun menjadi Tubuh Kristus, Putra-mu, yaitu Gereja-mu yang kudus. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI  – Mazmur 42:2-3

Bagaikan rusa merindukan air, demikianlah jiwaku merindukan Dikau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, Allah yang hidup.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Ya Allah, semoga dengan menyambut Tubuh Kristus, kami Kaumampukan untuk memahami kehendak-Mu. Buatlah kami siap sedia untuk mengikuti Putra-Mu agar kami dapat menikmati kebahagiaan sejati, baik di dunia ini maupun kelak di akhirat. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Resi-Minggu 04 September 2022 oleh Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau – IndonesiaUnduh