Sabtu, 03 September 2022 – Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Posted on

Fr. Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas SCJ Palembang – Indonesia

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/09/Resi-Sabtu-03-September-2022-oleh-Fr.-Gregorius-Virdiawan-Mubin-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA:

Orang ini dipilih Tuhan sendiri, diangkat-Nya menjadi iman agung. Harta Allah terbuka baginya, kurnia ilahi melimpahi hatinya.

PENGANTAR:

Dalam kehidupan Gregorius terjadi pergumulan: pribadinya tertarik kepada hidup kontemplasi, tetapi Gereja memerlukan pembaharuan, penataan kembali. Sebagai walikota Roma ia tahu mengatur masyarakat. Tetapi ia kemudian mencari keheningan biara. Keheningan itu tak lama dinikmatinya. Oleh Sri Paus ia diutus melawat ke Konstantinopel dan beberapa tahun kemudian ia terpilih sebagai paus. Liturgi disehatkannya, lagu-lagu Gregorian dihidupkannya lagi, semangat misi dikobarkannya terutama ke Inggris. Tetapi dalam tulisan-tulisannya ia tetap kontemplatif.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maharahim, dengan penuh belaskasih Kaujaga umat-Mu dan kaubimbing dalam kasih saying-Mu. Buatlah para pemimpin umat-Mu bersemangat dan bijaksana berkat doa Paus Gregorius Agung. Semoga kemajuan umat-Mu selalu menggembirakan para gembalanya. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 4:6b-15

“Kami ini lapar, haus, dan telanjang.”

Saudara-saudara, dari aku dan Apolos hendaknya kalian belajar, apa artinya ungkapan “jangan melampaui yang ada tertulis.” Jangan ada di antara kalian yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu lebih dari yang lain. Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Adakah di antara milikmu yang bukan pemberian? Dan jika itu memang pemberian, mengapa engkau memegahkan diri, seolah-olah itu bukan pemberian? Kalian telah kenyang, kalian telah kaya, dan tanpa kami kalian telah memerintah; alangkah baiknya kalau benar demikian, yakni kalau kalian menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kalian. Menurut pendapatku, Allah memberi kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati. Sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. Kami ini bodoh oleh karena Kristus, tetapi kalian arif dalam Kristus. Kami ini lemah, tetapi kalian kuat. Kalian mulia, tetapi kami hina. Sampai saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukuli dan hidup mengembara. Kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki-maki, kami memberkati; kalau kami dianiaya kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi seperti sampah dunia, seperti kotoran dari segala sesuatu, sampai saat ini. Hal ini kutuliskan bukan untuk membuat kalian malu, melainkan untuk menegur kalian sebagai anak-anakku yang kukasihi. Sebab sekalipun kalian mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kalian tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang telah menjadi bapamu dalam Kristus Yesus, oleh Injil yang kuwartakan kepadamu.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur  145:17-18.19-20.21

Ref. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya.

  1. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
  2. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, Ia mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. Tuhan menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.
  3. Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S :  (Yoh 14:6) Akulah jalan, kebenaran, dan sumber kehidupan, sabda Tuhan; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:1-5

“Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?” Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Gregorius Virdi Mubin SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang direngkuh dalam cinta Hati Kudus Yesus. Kembali bersama Saya, Fr. Gregorius Virdi Mubin SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Sabtu, 3 September 2022, PW Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja.

Saudara-saudari sahabat Resi Dehonian, yang direngkuh dalam Hati Yesus. Hukum Taurat menentukan Hari Sabat sebagai saat khusus, dimana manusia berhenti sejenak dari rutinitasnya untuk memuliakan Tuhan. Untuk maksud itulah umat Yahudi mengenal banyak sekali aturan praktis yang telah disusun khususnya oleh Ahli Taurat dan Kaum Farisi. Aturan itu awalnya dibuat agar hati manusia selalu terarah pada sang pencipta. Setidaknya mereka menghidupi 39 larangan di Hari Sabat dan peraturan lainnya secara ketat dan sangat disiplin.

Hari Sabat awalnya merupakan sebuah hadiah untuk manusia. Dalam kisah penciptaan, Allah beristirahat untuk melihat segala ciptaannya dalam keadaan yang amat baik. Tuhan ingin agar kita juga meluangkan waktu kita untuk mensyukuri karya kasihnya dalam ruang dan waktu yang terbatas ini.  Sejenak kita beristirahat dari segala beban pekerjaan harian yang ada. Itulah Sabat. Hari Sabat ada agar kita memusatkan kembali hati dan budi kita pada penyelenggaraan Ilahi dan mengagumi karya penciptaan yang telah melibatkan diri kita. Sabat adalah sebuah pemberian berharga karena kita memang sangat memerlukan waktu itu untuk menimba kesegaran baru. Sabat bukanlah sebuah beban baru yang ditambahkan dalam hidup kita lantaran adanya keharusan untuk mematuhi berbagai aturan praktis yang sangat ketat. Kalau Sabat adalah hadiah dari Tuhan, maka tidaklah benar jika hadiah itu membebani penerimanya.

Dalam Injil yang telah kita dengarkan hari ini Yesus meluruskan norma yang terlanjur disalahpahami oleh masyarakat umum di zaman itu. Peraturan atas hari Sabat perlahan membuat mereka lupa akan makna mendalam dari pemberian ilahi itu sendiri. Sabat membuat mereka memiliki kesibukan baru dan menjadi budak atas peraturan yang mereka buat sendiri. Tidak ada sukacita di dalamnya. Semua peraturan di hari Sabat dijalankan sebagai keterikatan adat dengan sikap yang kurang cukup kritis. Yesus mengingatkan dan  meletakkan dasar ajarannya pada pribadinya sendiri sebagai Tuhan atas hari Sabat. Maka Yesus sendiri memiliki kuasa penuh untuk membebaskan kita dari beban yang tidak perlu untuk kembali memusatkan perhatian dan budi kita kepada Karya Keselamatan Ilahi, pada cinta-Nya yang tak terbatas ruang dan waktu.

Belajar dari kisah Injil hari ini, marilah kita menikmati Sabat kita, mengagumi karya Tuhan dalam sukacita iman yang bebas. Marilah kita membebaskan belenggu aturan yang membuat sukacita kita menjadi redup. Kita bisa pula jatuh pada kesombongan rohani ketika kita merasa cukup puas dengan mentaati norma atau kebiasaan beribadah. Namun kita perlu awas dan bersikap kritis terhadap ungkapan iman. Mari kita memusatkan kembali usaha bakti kita pada Allah pencipta. Mari kita terus bertanya diri, apakah selama ini kita masih sibuk pada kebiasaan yang tak perlu? Sudahkah kita meluangkan waktu kita sejenak saja untuk tinggal dalam belaskasih Ilahi? Apakah ibadah kita untuk Tuhan menjadi sebuah rutinitas kosong, sebagai sebuah kewajiban yang membebani?

Semoga Tuhan senantiasa merajai hati kita, dan senantiasa menjadi Pusat dari seluruh bakti hidup kita. Amin. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati!

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami yang mahamurah, kabulkanlah doa kami agar roti anggut persembahan pada peringatan Santo Gregorius Agung ini sungguh berguna bagi kami Sebab dalam mengurbankan persembahan int beban dosa seluruh dunia diringankan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI -Yoh 10:11

Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang maharahim. kami telah diajar oleh sabda Kristu, Guru kamı, dan disegarkan oleh kurban Kristus, santapan kami. Semoga dengan bantuan Santo Gregorius sat da-Mu kuni vartakan dan kurnia cinta kasih-Mu kami sebarluaskan Deni Kristus…..

DOWNLOAD AUDIO RESI

Resi-Sabtu 03 September 2022 oleh Fr. Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas SCJ Palembang – IndonesiaUnduh

Santo Gregorius Agung (Paus)

St. Gregorius Agung

St.Gregorius dilahirkan pada tahun 540 di Roma dalam keluarga bangsawan Kristiani yang saleh.  Ayahnya Gordianus, adalah seorang anggota Majelis Tinggi Roma dan ibunya adalah St.Silvia dari Roma.  Dua orang saudari ibunya juga adalah orang Kudus, yaitu St.Emiliana dan St.Tarsilla. Leluhurnya adalah Paus St.Felix III.

Sebagai seorang anak keluarga bangsawan; Gregorius mendapatkan pendidikan dari guru-guru terbaik di kota Roma. Ia adalah seorang pelajar yang sangat cerdas dan berprestasi. Bahkan dalam usia yang masih amat muda ia telah diangkat menjadi Prefektur (Walikota) kota Roma. Sepertinya ia akan mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang politisi Romawii yang handal. Namun Tuhan rupanya memiliki rencana lain untuk Gregorius.

Ketika ayahnya meninggal, Gregorius menjadi sangat sedih. Melihat Jasad ayah yang dicintainya terbujur kaku menyadarkan Gregorius akan kefanaan duniawi. Gregorius lalu memutuskan untuk menjalani hidup religius. Ia mengundurkan diri jabatan politiknya, lalu merombak rumahnya yang besar menjadi sebuah biara Benediktin. Selama beberapa tahun ia hidup sebagai seorang biarawan Benediktin yang saleh dan kudus. Kekudusannya membuat Bapa Paus Pelagius kemudian mengangkatnya menjadi salah seorang dari tujuh diakon untuk kota Roma.

Ketika Paus wafat, diakon Gregorius dipilih untuk menggantikannya. Gregorius sama sekali tidak menginginkan kehormatan seperti itu. Ia lebih senang hidup dalam keheningan dibiaranya. Ia berusaha menolak; namun semua orang hanya menginginkan Gregorius untuk menjadi paus. Semua orang tahu bahwa ia akan menjadi seorang paus yang baik dan mereka menaruh harapan padanya. Gregorius lalu berusaha menghindar dengan menyamar dan menyembunyikan diri dalam sebuah gua, tetapi akhirnya umat dapat menemukannya.  Mereka membawanya kembali ke Roma. Gregorius tidak bisa menolak lagi. Ia pasrah saja saat dilantik menjadi paus.

Dan pilihan umat di Roma memang tidak salah. Selama empatbelas tahun kemudian, Gregorius mampu memimpin Gereja dengan gemilang. Walau kesehatannya tidak selalu prima; namun Gregorius merupakan salah seorang paus terbesar dalam sejarah Gereja.  Ia menulis banyak buku dan juga merupakan seorang pengkhotbah yang ulung. Ia menggubah, mengumpulkan dan membukukan lagu-lagu Liturgi hingga sampai saat ini nyanyian liturgi tersebut masih tetap diasosiasikan dengan dirinya (Lagu-lagu Gregorian).

Ia mencurahkan perhatiannya kepada segenap umat manusia. Malah sesungguhnya, ia menganggap dirinya sebagai pelayan bagi semua orang.  Ia adalah paus pertama yang menggelari dirinya sebagai “hamba dari para hamba Allah” (Servus Servorum Dei). Bagi Gregorius ini bukan hanya sekedar gelar; karena ia sangat menjiwai dan menjalaninya dalam setiap pelayanannya. Gelar ini  masih terus dipakai oleh para paus sampai hari ini.

St.Gregorius memberikan perhatian serta cinta kasih istimewa kepada orang-orang miskin serta orang-orang asing. Setiap hari ia biasa menjamu mereka dengan makanan yang enak. Ia juga amat peka terhadap penderitaan orang banyak yang disebabkan oleh ketidakadilan. Suatu ketika, semasa ia masih seorang biarawan, ia melihat banyak anak-anak diperjual belikan sebagai budak. Ia bertanya dari mana anak-anak itu berasal dan diberitahu bahwa mereka berasal dari Inggris. St. Gregorius merasakan suatu keinginan yang kuat untuk pergi ke Inggris untuk mewartakan kasih Yesus kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan itu. Setelah ia menjadi paus, salah satu hal pertama yang dilakukannya adalah mengirimkan biarawan-biarawan terbaiknya (St.Agustinus dari Centerbury bersama 40 rekan biarawan) untuk memperkenalkan Kristus kepada rakyat Inggris. Paus Gregorius juga mengirimkan para biarawan untuk menyebarkan iman Kristiani ke Perancis, Spanyol dan Afrika.

Tahun-tahun terakhir hidupnya dipenuhi oleh banyak penderitaan, namun demikian ia tetap bekerja untuk Gerejanya yang tercinta hingga akhir hayatnya. St. Gregorius wafat pada tanggal 12 Maret 604.

ARTI NAMA: 

Berasal dari nama Yunani  Γρηγοριος (Gregorios), yang diturunkan dari kata  γρηγορος (gregoros) yang berarti waspada, waspada“.VARIASI NAMAGregory (English), Grigor, Krikor (Armenian), Grigor (Bulgarian), Grgur, Grga (Croatian), Řehoř (Czech), Gregers (Danish), Grégoire (French), Grigol (Georgian), Gregor (German), Gregorios (Greek), Gergely, Gergő (Hungarian), Gréagóir (Irish), Gregorio (Italian), Gregorios, Gregorius (Late Greek), Grigorijs (Latvian), Grigor (Macedonian), Gregers (Norwegian), Grzegorz (Polish), Grigore (Romanian), Grigori, Grigoriy, Grigory, Grisha (Russian), Gregor, Griogair, Greig (Scottish), Gregor (Slovak), Grega, Gregor (Slovene), Gregorio, Goyo (Spanish), Greger (Swedish), Hryhoriy (Ukrainian), Grigor (Welsh)