Sabtu, 27 Agustus 2022 – Peringatan Wajib St. Monika

Posted on

Br. Markus Triyono Yulianto SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat Gisting Lampung Indonesia

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Resi-Sabtu-27-Agustus-2022-oleh-Br.-Markus-Triyono-Yulianto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Postulat-Novisiat-Gisting-Lampung-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA: 

Wanita yang takwa kepada Tuhan sungguh pantas mendapat pujian. Ia disebut bahagia oleh anak-anaknya, dan suaminya pun memuji dia.

PENGANTAR:

Keutamaan seorang ibu ialah kesatuan dan pengabdian total. Santa Monika, seorang wanita Afrika, melaksanakan hal itu. Suaminya seorang kafir tulen, yang acuh tak acuh terhadap Allah dan perintah-perintah-Nya. Sesudah hidup berkeluarga selama tiga puluh tahun, barulah suaminya bertobat berkat teladan dan doanya. Tetapi puncak cita-citanya tercapai ketika ia meninggal di tangan anaknya, yang secara definitif meninggalkan hidup acak-acakan.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, penghibur orang berduka cita, dengan belas kasih Engkau sudah menerima cinta kasih dan air mata Santo Agustinus, puteranya. Semoga berkat pertolongan mereka berdua kami menangisi segala dosa dan memperoleh kasih sayang rahmat-Mu. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 1:26-31

“Yang lemah dan tak berdaya dipilih Allah.”

Saudara-saudara, coba ingatlah bagaimana keadaanmu ketika dipanggil. Menurut ukuran manusia tidak banyak di antara kalian yang bijak, tidak banyak yang berpengaruh, tidak banyak yang terpandang. Namun apa yang bodoh di mata dunia dipilih oleh Allah, untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah, untuk memalukan yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan hina bagi dunia, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi Allah telah membuat kalian berada dalam Kristus Yesus, dan oleh Dia Kristus telah menjadi hikmat bagi kita. Dialah yang membenarkan, menguduskan dan menebus kita. Maka, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci, “Barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah dalam Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:12-13.18-19.20-21

Ref. Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi pusaka-Nya.

  1. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya! Tuhan memandang dari surga, dan melihat semua anak manusia.
  2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya; Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
  3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

BAIT PENGANTAR IINJIL

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan Sabda Kristus. 

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 25:14-30

“Karena engkau setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil,
masuklah ke dalam kebahagiaan tuanmu.”

Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-muridnya, “Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan seorang yang lain lagi satu, masing-masing menurut kemampuannya. Lalu ia berangkat.

Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu dan memperoleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta pun berbuat demikian, dan mendapat laba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan uang tuannya.

Lama kemudian pulanglah tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta datang dan membawa laba lima talenta. Ia berkata, ‘Tuan, lima talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah memperoleh laba lima talenta.’ Maka kata tuannya kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hamba yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil! Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’

Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta, katanya, ‘Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah mendapat laba dua talenta.’ Maka kata tuan itu kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.’

Kini datang juga hamba yang menerima satu talenta dan berkata, ‘Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia kejam, yang menuai di tempat Tuan tidak menabur, dan memungut di tempat Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. Ini, terimalah milik Tuan!’

Maka tuannya menjawab, ‘Hai engkau, hamba yang jahat dan malas! Engkau tahu bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur dan memungut di tempat aku tidak menanam. Seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerima uang itu serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu daripadanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, akan diberi sampai ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak punya, apa pun yang ada padanya akan diambil. Dan buanglah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sana akan ada ratap dan kertak gigi’.”

Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Markus Triyono SCJ

Vivat Cor Iesu Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, apakah pernah terbayang atau terbesit pemikiran kreatif kita. Bagaimana seandainya dalam lingkungan masyarakat, Gereja, ataudimana kita tinggal, orang hanya memiliki kemampuan yang sama atau hanya bisa melakukan satu hal. Tentu akan terasa aneh atau monoton, terasa gak lengkap dan lain-lain. Ketika saya merenungkan bacaan Injil hari ini, saya sempat terbesit fikiran nakal saya. Saya selama ini berkarya di komunitas formasio Postulat Novisiat SCJ di Gisting, apa yang akan terjadi jika semua formandi/calon-calon Fr dan Br hanya bisa melakukan satu hal. Akan jadi apa ya komunitas Postulat Novisiat? Saya bersyukur bahwa para formandi atau para Postulan dan Novis dianugerahi talenta atau kemampuan atau bakat yang berbeda-beda. Dengan perbedaan tersebut komunitas menjadi indah karena satu dengan yang lain saling melengkapi.

Hari ini, dalam bacaan Injil yang kita Dengarkan, Yesus memberikan pengajaran kepada para murid dan pendengar menggunakan perumpamaan. Setiap manusia oleh Allah diberikan talenta atau bakat atau kemampuan yang berbeda-beda. Akan tetapi Allah tidak mau bahwa manusia hanya menerima talenta yang diberikan hanya menerima begitu saja. Tuhan menghendaki bahwa talenta yang diberikan kepada manusia harus dikembangkan dan dipertanggungjawabkan. Harapannya adalah agar manusia dapat berkembang dengan talenta yang Allah berikan. Dengan semakin berkembang, harapannya manusia semakin menyadari akan rahmat Allah yang begitu besar yang telah diberikan kepada mereka. Dengan menyadari bahwa semua yang terjadi adalah karya Allah maka membuat manusia semakin mendekatkan diri pada Allah.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, marilah kita ikut ambil bagian dalam karya Allah dengan mengembangkan talenta yang kita terima masing-masing sesuai dengan kemampuan dan panggilan hidup kita. Marilah kita hidup saling melengkapi satu sama lain, sehingga semakin banyak orang merasakan kasih Allah yang begitu besar bagi kita dan semua manusia. Semoga Tuhan memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa, penghibur orang yang berdosa, pada peringatan Santa Monika kami unjukkan persembahan ini kepada-Mu. Semoga kami berkat teladan dan doanya dapat bertobat pula dan menerima pengampunan-Mu. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI

Kerajaan Surga seumpama seorang pedagang, yang mencari mutiara yang indah. Sesudah menemukan sebiji yang mahal, ia menjual seluruh miliknya, lalu dibelinya mutiara itu.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakudus, pada peringatan Santa Monika kami dilimpahi anugerah-Mu yang agung. Semoga hasilnya menyucikan kami dan bantuannya menguatkan kami. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Sabtu 27 Agustus 2022 oleh Br. Markus Triyono Yulianto SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat Gisting Lampung IndonesiaUnduh

Santa Monika Ibunda St. Agustinus

St. Monika dan St. Agustinus puteranya

Santa Monika lahir di Tagaste, Afrika Utara dalam sebuah keluarga Kristen yang saleh. Ketika berusia 20 tahun, ia dinikahkan dengan Patrisius, seorang pemuda kafir yang cepat panas hatinya. Dalam kehidupannya bersama Patrisius, Monika mengalami tekanan batin yang hebat karena ulah Patrisius dan juga putranya Agustinus. Patrisius mencemoohkan dan menertawakan usaha keras Monika mendidik Agustinus menjadi seorang pemuda yang luhur budinya. Namun semuanya itu ditanggung Monika dengan sabar, sambil tekun berdoa memohon campur tangan Tuhan. Bertahun – tahun lamanya tidak ada tanda apa pun bahwa doanya dikabulkan Tuhan. Baru pada saat – saat terakhir hidupnya, Patrisius bertobat dan minta dipermandikan. Monika sungguh bahagia dan mengalami rahmat Tuhan pada saat – saat kritis suaminya.

Ketika itu Agustinus berusia 18 tahun dan sedang menempuh pendidikan di kota Kartago. Cara hidupnya semakin menggelisahkan hati ibunya karena telah meninggalkan imannya dan memeluk ajaran Manikeisme yang sesat itu. Lebih dari itu, di luar perkawinan yang sah, ia hidup dengan seorang wanita hingga melahirkan seorang anak yang diberi nama Deodatus. Untuk menghindarkan diri dari keluhan ibunya, Agustinus pergi ke Italia. Namun ia sama sekali tidak bisa luput dari doa dan air mata ibunya.

Monika berlari meminta bantuan kepada seorang uskup. Kepadanya uskup itu berkata: “Pergilah kepada Tuhan! Sebagaimana engkau hidup, demikian pula anakmu, yang bagimu telah kaucurahkan banyak air mata dan doa permohonan, tidak akan binasa. Tuhan akan mengembalikannya kepadamu.” Nasehat pelipur lara itu tidak dapat menenteramkan hatinya. Ia tidak tega membiarkan anaknya lari menjauhi dia, sehingga ia menyusul anaknya ke Italia. Di sana ia menyertai anaknya di Roma maupun di Milan.

Di Milan, Monika dan putranya bertemu dengan Uskup Santo Ambrosius yang kudus. Akhirnya oleh teladan dan bimbingan Santo Ambrosius, Agustinus bertobat dan bertekad untuk hidup hanya bagi Allah dan sesamanya. Saat itu bagi Monika merupakan puncak dari segala kebahagiaan hidupnya. Hal ini terlukis di dalam kesaksian Agustinus sendiri perihal percakapan mereka tentang perjalanan kembali ke Afrika :

“Kami berdua terlibat dalam pembicaraan yang sangat menarik, sambil melupakan liku – liku masa lalu dan menyongsong hari depan. Kami bertanya – tanya, seperti apakah kehidupan para suci di surga… Dan akhirnya dunia dengan segala isinya ini tidak lagi menarik bagi kami.  Ibu berkata: “Anakku, bagi ibu sudah tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang memikat hatiku. Ibu tidak tahu untuk apa mesti hidup lebih lama. Sebab, segala harapan ibu di dunia ini sudah terkabul”.

Dalam tulisan lain, Agustinus mengisahkan pembicaraan penuh kasih antara dia dan ibunya di Ostia Roma :

“Sambil duduk di dekat jendela dan memandang ke laut biru yang tenang, ibu berkata : “Anakku, satu – satunya alasan yang membuat aku masih ingin hidup sedikit lebih lama lagi ialah aku mau melihat engkau menjadi seorang Kristen sebelum aku menghembuskan nafasku. Hal itu sekarang telah dikabulkan Allah, bahkan lebih dari itu, Allah telah menggerakkan engkau untuk mempersembahkan dirimu sama sekali kepadaNya dalam pengabdian yang tulus kepadaNya. Sekarang apa lagi yang aku harapkan?”

Beberapa hari kemudian, Monika jatuh sakit. Kepada Agustinus, ia berkata: “Anakku, satu – satunya yang kukehendaki ialah agar engkau mengenangkan daku di Altar Tuhan.”

Ibu yang luar biasa ini wafat pada tahun 387 M di Ostia, Roma. Kisah hidupnya membuktikan kepada kita bahwa doa yang tak kunjung putus, akan selalu didengarkan Tuhan.

Arti nama

Nama Monika  kemungkinan diturunkan dari kata Latin “Moneo” yang berarti : “Penasihat” atau dari kata Yunani “Monos” yang berarti  : “Satu”

Variasi Nama

Monica (English), Mônica (Portuguese), Mònica (Catalan), Monika (Croatian), Monika (Czech), Monika, Mona (Danish), Monique (French), Monika (German), Mónika (Hungarian), Monika (Latvian), Monika (Lithuanian), Monika, Mona (Norwegian), Monika (Polish), Monika (Slovak), Monika (Slovene), Mónica (Spanish), Monika, Mona (Swedish)