Sabtu, 20 Agustus 2022 – Peringatan Wajib St. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja

Posted on

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta-Indonesia

 

 

 

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Resi-Sabtu-20-Agustus-2022-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA:

Kebijaksanaan orang suci diwartakan para bangsa. Kemuliaannya dikabarkan umat dan namanya hidup terus turun-temurun.

PENGANTAR:

Sering sulit menjembatani karya dengan doa, aksi dan kontemplasi. Bernardus, abas di Clairvauz, berhasil melakukan itu dengan gemilang. Cara hidup dan agaya karyanya mengungkapkan semangat kontemplasi dan doa. Namun hal ini tidak menyebabkan dia berada di luar kenyataan. Dengan giat ia menangani apa saja, di mana ada kesulitan. Hidup membiara dibuatnya berkembang. Bakat-bakat mistiknya merupakan tanah subur bagi karya kerasulan.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, cahaya kebenaran, Santo Bernardus Abas sudah Kaunyalakan dengan cinta kasih akan rumah-Mu, hingga bercahaya gilang-gemilang dalam Gereja-Mu. Semoga berkat doanya kami digelorakan dengan semangat yang sama dan selalu hidup sebagai putera cahaya. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Yehezkiel 43:1-7a

“Kemuliaan Tuhan masuk kembali ke dalam bait suci.”

Sekali peristiwa aku dibawa malaikat Tuhan ke pintu gerbang Bait Suci yang menghadap ke timur. Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari timur, dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu, dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya. Apa yang nampak olehku itu mirip dengan apa yang dahulu kulihat, ketika Tuhan datang untuk memusnahkan Kota Yerusalem, dan mirip juga dengan apa yang kulihat di tepi Sungai Kebar. Maka aku bersujud menyembah. Sewaktu kemuliaan Tuhan masuk ke dalam Bait Suci melalui pintu gerbang timur, aku diangkat oleh Roh dan dibawa ke pelataran dalam. Sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan Tuhan. Lalu, sedang orang yang mengukur bait suci berdiri di sampingku, aku mendengar Tuhan bersabda kepadaku dari dalam Bait Suci. Beginilah firman-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku. Di sinilah Aku akan tinggal di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya.”

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14

Ref. Kemuliaan Tuhan tinggal di bumi kita.

  1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
  2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
  3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U : Alelluya

S : (Mat 23:9.10b) Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.

BACAAN INJIL: Iniah Injil Yesus Kristus menurut Matius 23:1-12

“Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan.”

Bacaan dan Renungan Selasa 10 Maret 2020| Prapaskah II – CAREKA (Bacaan Renungan Katolik)

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kalian turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang. Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kalian, janganlah kalian suka disebut ‘Rabi’; karena hanya satulah Rabimu, dan kalian semua adalah saudara. Dan janganlah kalian menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kalian disebut pemimpin, karena hanya satu pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antaramu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.”

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Kesombongan

Perikopa Injil hari ini sangat pas ditujukan kepada diri kita masing-masing. Di bagian awal Yesus berbicara tentang perbuatan orang lain yang tidak patut ditiru. Dengan jelas Yesus mengatakan “turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka”. Ajaran yang baik patut diperhatikan, tetapi perbuatan yang buruk tidak patut ditiru. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas perbuatan kita masing-masing. Perbuatanku adalah tanggungjawabku. Maka bagian kedua dari perikopa ini menjadi semakin jelas apa yang perlu dilakukan oleh setiap orang beriman.

Sejalan dengan pengajaran st Bernardus, kita bisa melihat perikopa ini mengingatkan kita supaya tidak menjadi orang yang sombong. Salah satu pintu masuk dosa yang sangat efektif adalah kesombongan, bahkan juga kesombongan rohani. St. Bernardus melihat ada dua belas tangga kesombongan: Rasa ingin Tahu, Pikiran dan Sikap yang Sembrono, Suka Bersenang-senang, Suka Membual, Suka Berbuat Aneh-aneh, Suka Menerima Sanjungan-sanjungan, Kecandangan atau Presumsi, Pembelaan atau Pembenaran Diri, Pengakuan yang Tidak Jujur, Pemberontakan, Berbuat Dosa Dengan Bebas, Kebiasaan Untuk Berbuat Dosa.

Jika kita tidak berhati-hati, dua belas tangga kesombongan ini akan menjadi pintu masuk dosa yang pelan namun pasti. Misalnya saja tentang meninggikan diri. Siapa diantara kita yang tidak senang jika dipuji? Jika sudah bekerja keras, pastilah normalnya kita akan merasa sangat senang jika diapresiasi dan dihargai. Ini sesuatu yang sangat wajar. Menjadi aneh jika ada orang yang dipuji karena kerjakerasnya justru menjadi marah dan tidak senang. Siapapun dalam hati yang terdalam pastilah akan merasa senang mendapat pujian itu.

Menurut St Bernardus, senang menerima sanjungan menjadi tangga masuk dosa jika sanjungan menjadi yang utama. Apa-apa harus disanjung, jika tidak maka tidak lagi mau bekerja, semua orang dianggap musuh, dan tidak lagi mau melakukan kebaikan-kebaikan. Lebih parah lagi apabila maunya hanya dipuji, dihormati, disanjung tanpa mau bekerja.

Demikianlah yang diingatkan Yesus hari ini. Sebagai orang beriman, kita perlu menyelaraskan antara kata dan perbuatan. Apa yang kita ajarkan juga kita praktekan. Inilah bentuk iman, tanggapan akan sabda Allah yang diterima, dipraktekan dalam hidup harian yang nyata.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahaagung, kami mempersembahkan kepada-Mu kurban persatuan dan perdamaian sambil mengenangkan dengan hormat jasa Santo Bernardus Abas. Ia cemerlang dalam perkataan dan perbuatan dan dengan gigih memperjuangkan ketertiban dan kerukunan di dalam Gereja. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI:

Kami memaklumkan Kristus yang tersalib. Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah.

DOA PENUTUP:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang arif bijaksana, semoga santapan yang kami terima dengan rasa syukur pada peringatan Santo bernardus Abas, membawa hasil bagi diri kami. Semoga kami disemangati oleh teladan dan nasihatnya hingga hati kami ditawan oleh cinta kasih akan Putera-Mu, Yesus Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Sabtu 20 Agustus 2022 oleh Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta-IndonesiaUnduh

St. Bernardus Abas dan Pujangga Gereja

Bernardus dari Claivaux (=lembah Hening) lahir pada tahun 1090, dekat Dijon, Perancis. Putera dari Tescelin Sorrel dan Aleth Montbard ini digelari Pujangga Gereja dan dikenal juga sebagai Bapa Gereja Terakhir. Sepeninggal ibunya, Bernardus menjalani satu gaya hidup tak beraturan selama beberapa tahun. Tetapi ia kemudian membaharui cara hidupnya dan bersama beberapa orang temannya masuk biara pertapaan Citeaux yang dipimpin oleh Santo Stefanus Harding. Keputusannya untuk memasuki hidup membiara ini ditentang keras oleh ayah dan kedua kakaknya. Meskipun demikian Bernardus tetap teguh pada pendiriannya. Kepada ayah dan saudara-saudara dan iparnya, ia menjelaskan hasrat hatinya dengan segala alasan yang mendorong dia mengambil keputusan itu. Penjelasannya ini berhasil meyakinkan ayah dan saudara-saudaranya, dan beberapa orang temannya, hingga mereka pun ikut bersamanya memasuki biara pertapaan itu.

Di bawah bimbingan Abbas Santo Stefanus, Bernardus mempelajari Kitab Suci dan giat menulis banyak buku. Kemahirannya dalam bahasa Latin sangat membantu dia di dalam menerangkan dengan jitu makna Sabda Allah bagi hidup manusia. Karena kepandaiannya dan kesalehan hidupnya, ia ditugaskan mendirikan sebuah biara pertapaan baru. Bersama 12 orang rekannya, Bernardus berangkat ke sebuah lembah yang disebut Claivaux. Disana ia mendirikan pertapaan yang lazim disebut Pertapaan Claivaux. Di bawah kepemimpinannya, biara ini berkembang pesat dan sangat masyur di seluruh Eropa. Ada sekitar 70 buah biara baru didirikan selama masa hidupnya. Di mana-mana di seluruh Eropa terdapat banyak biarawan asuhan Bernardus, sehingga Bernardus disebut juga sebagai pendiri kedua Ordo Sistersian setelah Santo Stefanus Harding.

Bernardus sendiri dikenal luas sebagai seorang pewarta, pembawa damai dan penegak kebenara. Ia dengan gigih membela hak Paus Innosensius II (1130-1143) melawan rongrongan Paus tandingan Anakletus pada 1130, menentang pandangan-pandangan salah dari Petrus Abelard III (1145-1153) bekas asuhannya di pertapaan Claivaux. Bernardus diutus ke Jerman dan Prancis untuk berkhotbah menentang ajaran sesat Albigensia. Khotbah-khotbahnya sangat berpengaruh dan tulisan-tulisannya mengilhami mistisisme Abad Pertengahan. Ia meninggal dunia pada tahun 1153; dinyatakan ‘kudus’ pada tahun 1174 dan diakui sebagai Pujangga Gereja, bahkan Bapa Gereja terakhir pada tahun 1830.

Sumber: https://www.imankatolik.or.id/kalender/20Agu.html