Minggu, 14 Agustus 2022 – Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga

Posted on

Rm Albertus Suryadi SCJ dari Komunitas SCJ St. Gregorius Agung Jambi – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Suatu tanda besar tampak di langit: Seorang wanita berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, sedangkan kepalanya bermahkotakan dua belas bintang.

PENGANTAR:

Bunda Maria telah terpilih sebagai Bunda Kristus dan karena itu terkandung tanpa noda dan selanjutnya juga suci murni. Tetapi ia tidak terlepas dari cobaan-cobaan iman seperti yang kita alami. Dialah Bunda duka cita, Bunda kaum beriman, pola masa depan kita. Kini Bunda Maria telah diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. Ia ikut serta secara istimewa dalam kejayaan Kristus atas maut, kebencian dan ketakutan. Kidung Maria yang akan kita dengar dalam Injil hari ini, merupakan madah suka cita, di mana kebencian dikalahkan oleh cinta kasih, di mana Tuhan mau mengagungkan kaum kecil dan papa, dan di mana Tuhan menunjukkan belas kasih-Nya sepanjang masa.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Sabda kekal Bapa, Engkau telah memilih Bunda Maria menjadi Bunda-Mu yang tak bernoda. Bebaskanlah kami dari noda dosa. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Tuhan Yesus Kristus, Penyelamat kami, pada saat penderitaan dan wafat-Mu Bunda Maria berdiri di kaki salib. Semoga berkat doa restunya kami dengan gembira ikut serta dalam penderitaan-Mu. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Tuhan Yesus Kristus, Pengantara kami, Engkau telah mengangkat Bunda Maria ke surga dengan jiwa dan raganya, serta memahkotainya sebagai ratu surgawi. Semoga kami hidup selaku putera-puteri Bunda sejati. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah beroda: Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau telah mengangkat Bunda Putera-Mu, Santa Perawan Maria yang tiada bernoda dengan jiwa dan raganya ke dalam kemuliaan surga. Kami mohon dengan rendah hati, semoga hati dan budi kami selalu terarah kepada-Mu, agar kami pun pantas menikmati kemuliaan, yang telah Kauberikan kepadanya. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Wahyu 11:19a; 12:1-6a.10ab

“Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya.”

Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda lain di langit: Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya. Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direnggut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan tahta-Nya. Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya. Kemudian aku mendengar suara yang nyaring di surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah! Sebab para pendakwa yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah, telah dilemparkan ke bawah!”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 45:10-12.16

Ref. Segala keturunan akan menyebut aku bahagia

  1. Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, Lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya.

  2. Di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari ofir.

  3. Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 15:20-26

“Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya.”

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh terakhir, yang Ia binasakan ialah maut.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya.
S : Maria diangkat ke surga, para malaikat bergembira.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 1:39-56

“Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan meninggikan orang-orang yang rendah.”

Beberapa waktu sesudah kedatangan malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring; “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.” Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah Kudus. Rahmat-Nya turun temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya, Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Albertus Suryadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar RESI yang terkasih, Jumpa kembali bersama saya, Romo Albertus Suryadi SCJ, dalam RESI, Minggu 14 Agustus 2022. Semoga anda semua dalam keadaan sehat dan berbahagia. Tema renungan kita pada hari ini bertepatan dengan HR SP Maria diangkat ke Surga, adalah: “ Bersama Santa Maria kita menerima berkat Allah ”. Mari kita bersama mendengarkan bacaan Injil menurut Santo Lukas 1:39-56.

Para pendengar RESI yang terkasih, bacaan Injil hari ini menampilkan kepada kita kehadiran Ibu Maria sebagai peribadi yang dapat menjadi teladan bagi kita bagaimana kita dapat menerima berkat dari Allah dan membagikannya kepada sesama dalam kehidupan kita.

Sebagai orang beriman kita percaya bahwa Ibu Maria peribadi yang sungguh berkenan di hati Allah, sehingga Allah menganugerhkan kepada Ibu Maria rahmat istimewa,  yakni Ibu Maria diangkat ke Surga,  mengalami persatuan dan kebahagiaan bersama dengan Allah,  dalam kebersamaan dengan puteranya Yesus. Hal ini ingin menunjukkan kepada kita bahwa sungguh tidak ada yang mustahil bagi Allah, dan ketika Allah berkerja segalanya akan indah pada waktunya.

Mengapa Ibu Maria dapat menjadi pribadi yang begitu istimewa dan Allah berkenan menganugerahkan berkat yang luar biasa kepadanya? Pasti semua karena rencana dan panggilan yang di anugerahkan Allah sendiri, Allah berkenan memilih Ibu Maria sehingga Ibu Maria pantas menjadi perempuan yang terberkati. Namun lebih dari itu, kita juga dapat melihat keutamaan Ibu Maria, yang tampak dalam sikap dan tindakan yang dilakukannya baik dalam relasinya dengan Allah dan dengan sesamanya, yang terwakili dalam perjumpaannya dengan Elisabet saudarinya.

Dalam diri ibu Maria kita bisa menemukan betapa pentingnya sikap rendah hati, keterbukaan hati, dan  rasa syukur yang menjadi jalan bagi kita untuk menjadikan kita pantas mendapatkan berkat dari Allah sendiri dalam kehidupan kita.

Melalui Ibu Maria, marilah kita bertumbuh bersama, semakin berani menjadikan Allah segalanya dalam kehidupan kita, sumber bagi kita menimba kekuatan dan rahmat untuk dapat bertekun setiap hari dalam aktifitas, karya, pelayanan dan dalam membangun relasi kebersamaan dengan sesama kita, baik dalam keluarga, komunitas, dan tempat kita bekerja.

Para pendengar Resi yang terkasih, bersama dengan Ibu Maria mari kita semakin berani untuk datang kepada Allah, membangun semangat suka cita, syukur, serta kerelaan untuk terus berani memperbarui diri kita. Dan mari kita mohon agar berkat Allah yang kita terima, dapat terus kita wujudkan dalam tindakan kasih yang nyata dalam kehidupan kita.

Semoga cinta Hati Kudus Yesus, terus bertumbuh dalam hidup kita, selalu meraja dalam hidup kita, menyertai kita, dan membuka jalan bagi kita, untuk dapat selalu datang kepada-Nya. Selamat berkarya untuk hari ini, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

DOA UMAT:

I : Tuhan menaruh kepercayaan kepada kita. Kita diberi tugas mengerjakan dunia lebih lanjut dan hidup menurut Bunda Maria, mohon bantuan dan semangat dalam karya ini:

L : Bagi Sri Paus, para uskup dan para imam: agar mereka menerima segala cobaan dan kesulita dengan iman, bahwa Tuhan menjunjung yang kecil dan memperkaya yang papa. Marilah kita mohon: 

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi para ibu: agar mereka jangan merasa cemas menyaksikan keberhasilan ataupun kegagalan putera-puteri mereka.

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

L : Bagi kita di sekitar altar ini: agar kita yang percaya bahwa kebencian telah dikalahkan oleh cinta kasih, dan bahwa maut bukanlah akhir segala-galanya, sebagaimana Bunda Maria selalu bersyukur dan memuji Tuhan karena karya penyelamatan-Nya.

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

I : Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, kami bersyukur kepada-Mu atas pengangkatan Bunda Maria, bunda Putera-Mu dan Bunda kami umat manusia, ke surga. Kebahagiaan yang telah dicapainya merupakan janji dan jaminan bagi kami kini dan sepanjang masa.

U : Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, kerinduan hati kami, terimalah kiranya roti dan anggur, tanda bakti yang kami persembahkan di altar ini. Semoga berkat doa permohonan Santa Perawan Maria, yang hari ini Kauangkta ke surga dengan jiwa dan raganya, hati kami Kaukobarkan dengan api cinta kasih sejati, sehingga senantiasa merindukan Dikau. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI:

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia, oleh sekalian bangsa. Sebab Tuhan memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa, kehidupan dan kebangkitan kami. Kami telah Kauperkenankan ikut serta dalam perjamuan suci guna menghormati Santa Perawan Maria yang diangkat ke surga. Semoga berkat pertolongan Bunda Putera-Mu kami Kauantar kepada kebangkitan yang mulia. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: