Selasa, 09 Agustus 2022 – Hari Biasa Pekan XIX

Posted on

Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Frans de Sales Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yehezkiel 3:1

Hai anak manusia, makanlah gulungan Kitab yang Kuberikan ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum terpilih.

PENGANTAR:

Siapa pun yang mau menyampaikan sabda Allah, harus memilikinya sendiri. Bacaan pertama menggambarkan ini dengan gulungan kitab yang harus dikunyah oleh Yehezkiel. Bila telah memakannya, maka ia hidup dan mampu menyampaikannya kepada orang lain. Kesadaran dan keterbukaan kanak-kanak merupakan syaratnya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, sumber kasih setia, bukalah kiranya hati kami, agar pantas menerima kerajaan-Mu. Kami mohon, berilah kedamaian yang sudah Kaujanjikan kepada siapa pun, yang mau mendengarkan Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Yehezkiel 2:8 – 3:4

“Diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan, dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.” 

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, dengarkanlah sabda-Ku kepadamu. Janganlah membantah seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.” Aku melihat, ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab. Ia membentangkannya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah, dan rintihan. Sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan. Lalu sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini dan isilah perutmu dengannya.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. Tuhan bersabda lagi, “Hai anak manusia, mari, pergilah! Temuilah kaum Israel, dan sampaikanlah sabda-Ku kepada mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:14.24.72.103.111.131

Ref. Betapa manis janji Tuhan bagi langit-langitku.

  1. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.

  2. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.

  3. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak,

  4. Betapa manis janji-Mu bagi langit-langitku, melebihi madu di mulutku.

  5. Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.

  6. Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 1:29ab)  Terimalah beban-Ku dan belajarlah dari pada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 18:1-5.10.12-14

“Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak ini.” 

Sekali peristiwa datanglah murid-murid dan bertanya kepada Yesus, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil, dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat-malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.” Lalu Yesus bersabda lagi, Bagaimana pendapatmu? Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang 99 ekor di pegunungan lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu, sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas Paroki Santo Fransiskus De Sales Palembang dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian Edisi Selasa, 9 Agustus 2022. Mari kita dengarkan dan renungkan bersama bacaan dari Injil Matius 18:1-5.10.12-14

Saudara/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih. Injil pada hari ini menampilkan gambaran Allah yang istimewa. Yesus menggambarkan Allah sebagai penjaga bagi semua orang, terutama mereka yang rentan dan memiliki ketergantungan yang kuat padaNya. Gambaran Kerajaan Allah yang ditunjukkan Yesus ini dengan menyandingkannya pada karakter anak kecil yang polos, tulus dan murni, ingin mengatakan secara jelas dan gamblang; setiap orang yang mau menerima dan peduli pada mereka yang lemah, miskin, tersingkir, terpinggirkan dan rentan juga berarti menerima dan melayani menyambut Tuhan sendiri.

Yesus mengajarkan bahwa setiap orang yang dengan sukarela melayani kebutuhan sesamanya sedang membangun kerajaan kasih Allah yang konkret dan aktual! Hal ini mengingatkan pula akan kata-kata Paus Fransiskus,

“Kasih adalah bentuk layanan praktis dan nyata yang kita tawarkan kepada orang lain. kasih bukanlah kata yang indah, melainkan adalah perbuatan dan pelayanan; pelayanan yang rendah hati, tersembunyi dan sunyi.” Paus Fransiskus, bercermin dari ajaran Kristus sendiri ingin kita mewujudkan kasih itu tanpa gembar-gembor, demi mendapat pujian dan sanjungan. Dalam filosofi jawa, ada istilah sepi in pamrih, rame ing gawe. Kita bertindak melayani kebutuhan sesama yang menderita sebagai bentuk jalan kemuridan kita pada Yesus, sebagai mana misi Kristus, datang untuk melayani, bukan untuk dilayani. Pelayanan Yesus itu demi keselamatan manusia yang dicintaiNya, tak satu pun terkecuali.

Saudara-saudariku terkasih, mari bersyukur karena Allah kita luar biasa baik. Dan kini saatnya kita untuk ambil bagian dalam kebaikan Allah itu sendiri, dengan melibatkan diri menghadirkan kerajaan Allah untuk semua, terutama mereka yang rentan dan tak berdaya. Mari kita bekerja bersama Allah agar tak satupun orang hilang dari kasih Allah itu sendiri.

Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa maha pengasih, berkenanlah menerima anggur roti ini yang merupakan lambang niat kami mau mengangkat salib Putra-Mu dan saling menaruh cinta kasih sepanjang hidup. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 18:3

Jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kedamaian kami memuji syukur karena telah menerima Roh Yesus. Kami mohon, jadikanlah kiranya kami Putra dan putri-Mu terkasih serta saksi-saksi kedamaian-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Baca Juga:  Bacaan dan Renungan Jumat 15 Januari 2021 Pekan Biasa I

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.