Sabtu, 06 Agustus 2022 – Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya

Posted on

Rm. Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St.regorius Agung Jambi – Indonesia

 
 
AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA –  Bdk. Mat 17:5

Dalam awan yang bercahaya, tampaklah Roh Kudus, dan terdengarlah suara Bapa, “Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!”

PENGANTAR:

Sering kita mengalami kejadian pada masa lalu, tetapi baru kemudian kita ketahui maknanya. Demikian pula yang di alami oleh tiga rasul terpilih: Petrus, Yakobus dan Yohanes di puncak Gunung Tabor. Cahaya yang menyinari wajah Ilahi Kristus menyilaukan mereka sehingga mereka sungguh terkesan oleh kejadian itu. Dalam cahaya yang mulia itu, ditampakkan pembicaraan Kristus dengan Musa dan Elia. Meskipun kita tidak memandang sendiri kemuliaan Tuhan itu, iman kita mengatakan bahwa Dia sudah bangkit dan di muliakan, dan bahwa la menjadi Pengantara kita di hadapan Bapa agar kita kelak dapat ikut serta dalam kemuliaan Nya.

DOA PEMBUKA:

Marilah kita berdoa: (hening sejenak) Ya Allah, dalam Penampakan Kemuliaan Putra Tunggal-Mu, Engkau mengukuhkan misteri iman dengan kesaksian Musa dan Elia. Secara mengagumkan, Engkau juga memaklumkan martabat kami sebagai anak-anak angkat-Mu yang terkasih. Semoga kami, yang mendengarkan suara Putra-Mu terkasih, menjadi ahli waris yang sah bersama-Nya, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. U Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 7:9-10.13-14

“Pakaian-Nya putih seperti salju.”

Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju, dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-Kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan-gemawan seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap Dia Yang Lanjut Usianya itu, dan Ia dihantar ke hadapan-Nya. Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal adanya, dan kerajaan-Nya tidak akan binasa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 97:1-2.5-6.9

Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.

  1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

  2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

  3. Sebab, ya Tuhan Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus 1:16-19

“Suara itu kami dengar datang dari surga.”

Saudara-saudara, kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitakan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika suara dari Yang Mahamulia datang kepada-Nya dan mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari surga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baik kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing, dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Mat 17:5c) Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 9:28b-36

“Ketika sedang berdoa, berubahlah rupa wajah Yesus.”

Sekali peristiwa Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika sedang berdoa, wajah Yesus berubah, dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan, dan berbicara tentang tujuan kepergian Yesus yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur, dan ketika terbangun, mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya; juga kedua orang yang berdiri di dekat Yesus itu. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada Yesus, “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara Petrus berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!” Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Murid-murid itu merahasiakan semua itu, dan pada masa itu mereka tidak menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Rafael Sudibyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas La Verna Padang bulan Pringsewu, Lampung, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari Sabtu, dalam Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya, Sabtu 6 Agustus 2022.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, Pada hari ini, Gereja semesta merayakan Pesta Yesus Menampakan Kemulian-Nya. Kemuliaan Yesus ini, telah disaksikan oleh murid-murid yang dikasihi-Nya yaitu Petrus, Yohanes, dan Yakobus. Penampakan Kemuliaan Yesus yang kita kenal juga dengan peristiwa Transfigurasi. Selain memperoleh pengalaman penampakan Kemuliaan Yesus, para murid juga mendengar tentang pemakluman dari Bapa di surga untuk Putra Tunggal-Nya “Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.” Kenapa Bapa di Surga meminta kepada para murid untuk mendengarkan Sabda-Nya, bukan meminta mereka untuk menyembah Yesus?

Karena, Bapa di Surga, mengerti bahwa para murid-Nya belum memahami kata-kata atau sabda Yesus. Buktinya, sebelum pristiwa transfigurasi ini terjadi, Petrus yang pada awalnya mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan, namun beberapa saat kemudian, setelah Yesus mengatakan bahwa Ia akan menderita sengsara, wafat, dan bangkit, Petrus kemudian menegur Yesus, supaya tidak menerima yang menjadi kehendak Bapa di Surga. Dengan demikian, kita tahu, bahwa Allah Bapa memang menginginkan supaya kita mampu mendengar tentang pengajaran-pengajaran dari Yesus. Setelah memahami ajaran Yesus, baru kita bisa mengikuti Yesus dengan sepenuh hati.

Sebagai murid-murid Yesus, kita juga dapat ikut serta mengalami kemuliaan Bersama-Nya. Namun tentu saja ada sayarat yang harus dipenuhi, yakni bersedia mendengarkan sabda-Nya dan setia menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap kali kita mengalami perjumpaan dengan Yesus dalam doa-doa kita, kita akan merasa damai, merasa tenang, dan penuh dengan sukacita. Akan tetapi, hal itu tidaklah cukup kita lakukan dengan duduk diam dan menikmati rasa tenang, damai, dan sukacita itu. Kita diharapkan untuk “turun gunung” supaya bisa menghayati dan menghidupi sabda-Nya. Dengan segala kasih, dan penyertaan-Nya itu, hendaknya kita juga bertekun dalam mempertahankan nilai-nilai kebenaran yang diajarkan oleh Yesus, supaya kita bisa kuat dan tabah dalam segala peristiwa penderitaan dan pergumulan hidup kita.

Semoga, dengan kesetiaan kita dalam mengikuti Yesus pada jalan salib-Nya, semakin membuat kita layak untuk memasuki kerajaan-Nya dan mengalami kemuliaan abadi kelak. Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.

DOA UMAT

I : Saudara-saudara, marilah kita berdoa kepada Allah dengan penuh kepercayaan, sebab kita telah diterima sebagai putra-putri-Nya dalam diri Yesus Kristus, Putra-Nya yang dikasihi.

L: Bagi Gereja kudus: Ya Bapa, bimbinglah agar wajah Gereja selalu menyinarkan cahaya Kristus yang mulia, semoga kemuliaan Gereja tidak terletak dalam kekayaan dan kuasa, melainkan dalam kese derhanaan penghayatan Injil. Marilah kita mohon

U : Semoga kami hidup dalam cahaya-Mu, ya Tuhan.

L : Bagi para seniman: Ya Bapa bantulah para seniman agar tak jemu-jemu mengungkapkan kemuliaan ciptaan Tuhan bagi kita; semoga para ilmuwan semakin membuka rahasia-rahasia alam semesta, dan menerapkannya demi pembangunan manusia serta dunianya. Marilah kita mohon …

U : Semoga kami hidup dalam cahaya-Mu, ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang menderita: Ya Bapa, berkatilah mereka yang menderita agar menjadi bergembira karena penghiburan dan pengharapan yang diberikan dengan hati jujur. Marilah kita mohon….

U : Semoga kami hidup dalam cahaya-Mu, ya Tuhan.

L : Bagi kita yang ada di sini. Bantulah kami untuk menjadi manusia, laki-laki dan perempuan, yang sudah dibebaskan oleh Kristus, dan mempunyai tekad untuk memperbarui dunia sehingga menjadi tempat bagi semua orang menikmati keadilan dan kebebasan, sam bil belajar saling mengasihi, seperti Allah mengasihi kita dalam Kristus. Marilah kita mohon

U : Semoga kami hidup dalam cahaya-Mu, ya Tuhan.

I : Ya Allah, kemuliaan-Mu telah memancar dari wajah Yesus Putra-Mu. Semoga terang-Nya bersinar dalam hati kami, seperti matahari pagi yang terbit penuh janji-janji. Semoga kami dan dunia ini diciptakan kembali dalam Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, berkat penampakan mulia Putra Tunggal-Mu, kuduskanlah persembahan ini, dan berkat semarak cahaya-Nya bersihkanlah kami dari noda-noda dosa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

PREVASI – Misteri Transfigurasi I 

Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal: dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.

Di depan saksi-saksi terpilih, la menyatakan kemuliaan-Nya, dan Tubuh-Nya, yang sama dengan tubuh kami, memancar kan cahaya berkilauan. Dengan demikian, sandungan salib dilenyapkan dari hati para murid, dan cahaya yang secara mengagumkan bersinar di Kepala Gereja memenuhi juga seluruh Tubuhnya.

Maka, bersama dengan seluruh kekuatan Surga, kami selalu memuji Engkau di bumi dan mengagungkan Dikau dengan tak henti-hentinya bernyanyi/berseru:

U : Kudus, kudus, kuduslah Tuhan…

ANTIFON KOMUNI – 1 Yoh. 3.2

Apabila Kristus dinyatakan, kita akan menjadi sama seperti Dia sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

DOA SESUDAH KOMUNI : 

Marilah kita berdoa: Ya Allah, dalam penampakan mulia Putra-Mu Engkau berkenan menunjukkan seri cahaya-Nya. Kami mohon semoga santapan surgawi yang telah kami sambut, menjadikan kami serupa dengan Dia, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Baca Juga:  Selasa, 13 Februari 2018 Hari Biasa Pekan VI

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.