Minggu, 07 Agustus 2022 – Hari Minggu Biasa XIX

Posted on

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Kokonao Papua Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:


ANTIFON PEMBUKA – Mzm 74: 20,19,22,23

Ingatlah akan perjanjian-Mu, ya Tuhan, dan janganlah Engkau lupakan umat-Mu yang tertindas. Bangkitlah ya Tuhan, belalah perkara-Mu, janganlah Engkau lupakan seruan orang yang mencari Engkau.

PENGANTAR:

Yesus menyebut kawanan para pengikut-Nya sebagai kawanan kecil: akan selalu kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan yang di luar kawanan. Bagi orang-orang tak berpengharapan, kawanan kecil bisa menumbuhkan rasa takut dan minder. Mengapa harus minder dan takut? Tidak perlu takut dan minder sebab “Bapamu telah berkenan memberi kamu Kerajaan-Nya”. Jadi, mengapa kita harus takut dan minder menjadi pengikut Kristus?

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra Allah Yang Mahakuasa, yang menguasai alam semesta. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau menghendaki pengikut-Mu mempercayakan diri seutuhnya kepada-Mu. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkau selalu dekat dengan para pengikut-Mu dan siap sedia mengulurkan tangan untuk mengolong. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA :

Marilah berdoa: Allah Bapa Pencipta alam semesta, Engkau berkenan membangun Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Kami mohon jadikanlah kami hamba-hamba yang setia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami, baik dalam keluarga, Gereja, maupun masyarakat. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang  bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan 18:6-9

“Dengan satu tindakan yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan kami.”

Malam pembebasan telah diberitahukan lebih dahulu kepada nenek moyang kami, supaya mereka benar-benar insaf akan sumpah yang mereka percayai dan menjadi berbesar hati. Maka inilah yang menjadi harapan umat-Mu, yakni keselamatan orang benar dan kebinasaan para musuh. Sebab de-ngan satu tindakan yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan kami, setelah kami Kaupanggil kepada-Mu. Diam-diam anak-anak suci dari orang yang baik mempersembahkan kurban dan dengan sehati mereka membebankan kepada dirinya kewajiban ilahi ini: orang-orang suci akan sama-sama ambil bagian baik dalam hal-hal yang baik maupun dalam bahaya. Dan dalam pada itu mereka sudah mulai mendengungkan lagu-lagu pujian para leluhur.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 33:1.12.18-19.20.22

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
atau Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya.

  1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar, sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya.

  2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut, dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

  3. 3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 11:1-2.8-19

“Ia menanti-nantikan kota yang beralas kokoh, yang dikarenakan dan dibangun oleh Allah sendiri.”

Saudara-saudara, iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya; ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman, ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing, dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang beralas kokoh, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri. Karena iman pula Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia yakin bahwa Dia, yang memberikan janji itu, setia. Itulah sebabnya dari satu orang yang malahan telah mati pucuk terpancar keturunan besar seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. Dalam iman, mereka semua ini telah mati sebagai orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi hanya dari jauh mereka melihatnya; mereka melambai-lambai kepadanya dan mengakui bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air. Andaikata dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi yang mereka rindukan adalah tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. Karena iman Abraham mempersembahkan Ishak, tatkala ia dicobai. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan, Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu. Abraham percaya bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati! Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S :  (Mat 24:42a.44) Berjaga-jagalah dan bersiaplah, karena kamu tidak tahu pada hari mana Anak Manusia akan datang.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 12:32-48

“Hendaklah kamu siap sedia.”

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberi kamu Kerajaan-Nya. Juallah segala milikmu dan berilah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di surga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri, dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kamu seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya itu datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah hamba itu.Tetapi camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangka-sangka.” Petrus bertanya, “Tuhan, kami sajakah yang Kaumaksudkan dengan perumpamaan ini, ataukah juga semua orang?” Jawab Tuhan, “Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana, yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika tuan itu datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya, Tuanku tidak datang-datang. Lalu ia mulai memukuli hamba-hamba lain, pria maupun wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangka-sangkanya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan tuan itu akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang seharusnya mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Barangsiapa diberi banyak, banyak pula dituntut dari padanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak lebih banyak lagi yang dituntut dari padanya.

Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ 

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Minggu 7 Agustus 2022. Hari ini adalah hari Minggu biasa ke XIX bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas Kokonao Papua. Saya akan membacakan perikop Injil versi singkat dari Injil Lukas 12: 35-40. Bagi saudara-saudari yang ingin membaca versi lengkapnya bisa menyesuaikan seturut kalender liturgi hari ini. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan. Pada hari ini TuhanYesus mengajarkan suatu keutamaan hidup orang beriman melalui sebuah perumpamaan. Sekilas saya merenungkan dari perumpamaan tadi, entah pelita yang selalu bernyala ataupun pinggang yang tetap berikat adalah mengenai orang yang mesti siap sedia, orang yang mesti tanggap terhadap situasi. Ekstrimnya lagi adalah mau mengtakan bahwa setiap orang pasti akan mengalami kematian, tetapi bagaimana dan kapan saatnya tidak ada orang yang tau. Berkaitan dengan hal itu Yesus mengajarkan kepada para murid mengenai cara hidup yang baik, supaya bilamana saat itu datang, orang telah berada dalam situasi yang layak. Situasi dipanggil yang layak itu bukan pertama-tama kalau yang melayat banyak, pakaiannya bagus, petinya mahal dan sebagainya.

Maka melalui sebuah pepatah jawa yang berbunyi memayu hayuning sarira/bawana saya akan merenungkan salah satu cara hidup yang baik, cara hidup yang berkenan kepada Tuhan. Memayu hayuning sarira/bawana sendiri secara harafiah, mempercantik tubuh yang sudah cantik atau membuat tubuh yang sudah baik menjadi semakin lebih baik. Mengapa demikian, karena pada dasarnya ketika manusia diciptakan oleh Tuhan pada awalnya selalu dalam prisnsip baik adanya. Namun demikian hal itu tidaklah cukup karena dalam setiap perjalanan hidup manusia akan selalu mengalami godaan baik dari dalam maupun dari luar. Atau bilamana istilah godaan tidak tepat saya menggantinya dengan istilah manusia akan selalu menjumpai realitas yang baik dan tidak baik. Maka dihadapkan pada dua sisi ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk selalu berusaha ada dalam posisi yang baik. Tentu saja tidak mudah mewujudkannya karena membutuhkan kebijaksanaan dan kedewasaan manusiawi yang matang.

Apa yang dikatakan Yesus  tentang berjaga-jaga ini masing-masing zaman ada perubahan tantangan tersendiri. Masing-masing tempat juga memiliki situasi yang berbeda. Maka saya merenungkan cara paling sederhana untuk membuat hidup yang lebih baik adalah hidup yang pas. Bekerja dengan porsi waktu yang pas, makan minum dengan porsi yang pas, istirahat menggunakan waktu yang pas, memberi  waktu untuk berdoa yang pas dan sebagainya. Akan tetapi membuat semua yang menjadi kebutuhan manusia itu pas memang tidak mudah. Terkadang harus bekerja lebih giat karena kebutuhan, kadang harus makan lebih banyak karena ditraktir orang makannya enak, kadang istirahat kurang karena banyaknya kegiatan, kadang pas kelelahan waktu berdoanya sedikit, kadang pas sedang sedih waktu doanya banyak dan sebagainya.

Maka semoga permenungan perumpamaan tentang menanti-natikan Tuan yang datang menjadikan kita masuk dalam golongan orang-orang yang mampu mengatur keseimbangan hidup dengan bijaksana. Semoga permenungan tentang menanti-natikan Tuan yang datang juga membawa kita kepada cara hidup yang selalu waspada. Waspada berarti peka, jeli, tidak lengah dan sebagainya. Semoga segala upaya yang kita lakukan secara jasmsani maupun rohani membawa dimensi manusiawi kita yang sudah baik menjadi lebih baik. Dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA UMAT:

I : Marilah berdoa kepada Allah yang menyayangi dan selalu setia kepada kita. Marilah berdoa dengan hati yang penuh kepercayaan. Marilah menyampaikan doa-doa kita kepada-Nya:

L : Bagi Gereja: Bapa, semoga Gereja membawa terang iman kepada orang-orang yang hatinya masih gelap dan acuh, harapan kepada yang putus asa, dan kasih kepada mereka yang saling benci dan berselisih.  Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi para pemimpin dan semua saja yang bertanggung jawab untuk menghidupkan harapan kami akan dunia yang lebih baik: Ya Bapa, semoga para pemimpin dan mereka yang bertanggung jawab atas kehidupan masyarakat dituntun oleh Roh Kudus dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang patah semangat oleh pencobaan, ketidakpastian, dan ketakutan yang dialami: Ya Bapa, semoga mereka tetap percaya dan berharap pada Allah yang membuat segala sesuatu berakhir dengan baik. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita semua: Ya Bapa, semoga kami semua semakin yakin bahwa janji-janji-Mu menuntut keterlibatan kami, demi keadilan dan kasih, sehingga pelayanan kami semakin tekun dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Tuhan, Allah kami, kami menyadari bahwa Engkau mengasihi kami dan selalu menjaga kami. Kami percaya kepada-Mu, Allah kami, yang selalu memelihara kami dalam nama Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa kami di surga, terimalah persembahan kami ini. Anugerahkanlah Roh-Mu kepada kami agar kami dapat menjadi hamba-hamba-Mu yang setia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 148:12,14

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem! Ia mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah Yang Maharmurah, kami bersyukur karena Kauperkenankan untuk mengambil bagian dalam perjamuan kudus-Mu. Semoga sakramen cinta kasih-mu ini menguatkan kami membangun masyarakat yang dipenuhi dengan kerukunan, keadilan, dan kedamaian, sebagai gambaran dunia baru yang kami harapkan. Demi Kristus, Tuhan dan  Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI

Baca Juga:  Rabu, 08 Desember 2021 – Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.