Selasa, 02 Agustus 2022 – Hari Biasa Pekan XVIII

Posted on

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Tegalrejo Belitang Sumatera Selatan – Indonesia

 

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Resi-Selasa-02-Agustus-2022-oleh-Rm.-YAM.-Fridho-Mulya-SCJ-Dari-Komunitas-SCJ-Tegalrejo-Belitang-Sumatera-Selatan-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Yeremia 30:22

Kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allahmu.

PENGANTAR:

Dalam hidup Yesus nilai keyakinan sangat ditekankan. Bukannya yang masuk yang membuat kotor, melainkan yang keluar. Namun, keyakinan itu perlu diungkapkan. Kalau tidak, akan menumpul dan kita menjadi tidak jujur dan tidak wajar lagi.

DOA PEMBUKA

Marilah bedoa: Allah Bapa, sumber belas kasih, semoga kami selalu tertarik kepada-Mu dan Kaupulihkan perjanjian-Mu dengan kami. Berkenanlah menanam dalam-dalam di hati kami cinta kasih yang merupakan anggaran dasar kerajaan-Mu, berkat Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 30:1-2.12-15.18-22 

“Karena kesalahan dan dosamu sangat banyak, maka Aku telah memukul engkau. Tetapi Aku akan memulihkan kemah Yakub.” 

Tuhan bersabda kepada Yeremia demikian, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Tulislah segala perkataan yang telah Kusabdakan kepadamu dalam sebuah kitab’.” Beginilah sabda Tuhan tentang Israel, “Penyakitmu sangat parah, lukamu tak tersembuhkan! Tiada orang yang membela hakmu, tiada obat untuk bisulmu, tiada kesembuhan lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak dan besarlah jumlah dosamu! Mengapa engkau berteriak karena penyakitmu? Mengapa engkau mengaduh karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dan dosamu besar jumlahnya, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.” Dan beginilah sabda Tuhan selanjutnya, “Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengaasihani tempat-tempat tinggalnya. Kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan purinya akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka berlipatganda, dan mereka tidak akan berkurang lagi. Aku akan membuat mereka dipermuliakan, dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri. Dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka. Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku?” demikianlah firman Tuhan. Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 102:16-18.19-21.29.22-23

Ref. Tuhan akan membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan.

  1. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
  2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
  3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu. Supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.

BAIK PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya

S : Rabi, Engkau Anak Allah, Engkaulah raja Israel. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 14:22-36

“Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 09 Agustus 2020 | Mirifica News

Sekali peristiwa setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah bebrapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di ata air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, “Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru, Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya memegang dia dan berkata, “Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?” Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sungguh, Engkau Anak Allah!” Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.
Demikianlah Injil Tuhan
U Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM Fridho Mulya SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Santa Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang OKU Timur Sum-Sel, dalam RESI (Renungan Singkat) Selasa, 2 Agustus 2022. Hati Yesus menjiwai Anda sekalian.

Para Pendengar Resi, di manapun Anda berada, hari ini, kita mendengar pesan dari Tuhan Yesus Kristus melalui  Injil Matius 14:22-26: Yesus berjalan di atas air

Para Pendengar Resi yang dikasihi Tuhan, mari mengambil pesan Injil untuk kehidupan kita. Pada ayat-ayat pertama tersurat bahwa Yesus selalu bersama dengan para murid-Nya, para murid bersama dengan Yesus. Dalam kebersamaan dengan Yesus hidup para murid, hidup orang banyak, juga hidup kita berada dalam damai, dalam ketenangan. Tuhan selalu berada bersama, baik secara fisik (untuk para murid) maupun secara rohaniah, secara iman. Demikian sesungguhnya yang kita alami ketika kita bersama dan ada dalam Tuhan Yesus.

Yesus memerintahkan para murid naik perahu mendahuluiNya ke seberang, orang banyak disuruh pulang, Yesus naik ke atas bukit berdoa seorang diri. Para murid dengan perahu pergi ke laut lepas menangkap ikan. Dalam peristiwa ini, ada peristiwa perpisahan, untuk sementara Yesus melepaskan diri dari para murid, Yesus memberikan kesempatan para murid untuk mengarungi kehidupan mereka. Ketika para murid berpisah dengan Yesus, Yesus sementara lenyap dari pikiran para murid, yang mereka pikirkan adalah terus jalan dan menangkap ikan sesuai kehendak sendiri. Menangkap ikan dalam kegelapan malam. Kegelapan malam membuat pikiran hati para murid semakin gelap dan tertutup. Tragedi terjadi. Parahu para murid (=lambang bahtera kehidupan) diombang-ambingkan oleh angin sakal. Hidup para murid, pisah dari Tuhan ada dalam bahaya.

Pendengar Resi, begitu, bila kita terpisah dari Tuhan Yesus, atau memisahkan diri dariNya, hidup kita bisa diterpa gelombang dahsyat yang bisa menghancurkan kehidupan kita. Hidup menjadi gelap. Ketika hidup kita mengalami kegelapan, kemampuan untuk melihat Tuhan terbatas, iman bisa menjadi goncang. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan yang dilihat menjadi hantu. Begitu mudah berubah, membalik nama Tuhan menjadi hantu. Itulah yang juga dialami para murid. Mereka begitu ketakutan, berteriak-teriak melihat bahwa yang datang Tuhan, tapi mereka menganggapNya hantu. Payah!!

Para Pendengar Resi dimanapun berada. Dari pengalaman itu, ternyata kita sebagai orang beriman tak bisa berpisah dari Tuhan, tak bisa memisahkan diri dari Tuhan. Ketika kita berada dalam Tuhan kita akan dengan mudah mengatasi gelombang yang menerpa hidup kita. Kita punya kekuatan, Tuhan sendiri menguatkan kita. Hidup menjadi tenang, hidup manjadi damai, hidup menjadi berani dan tidak ada rasa takut sedikitpun. Seperti dialamai para murid, Yesus datang, angin reda ditenangkan, tak boleh takut bersama Tuhan. Bahkan Petrus tak tenggelam jalan diatas air, jalan mengarungi kehidupan yang bagaikan air yang bisa menenggelamkan. Terjadi kesatuan dengan Tuhan. Pengalaman para murid itulah juga pengalaman kita.

Para Pendenga Resi, kita tidak bisa berpisah dengan Tuhan Yesus, hidup kita sudah dimeteraikan dengan hidup Tuhan, hidup kita sudah dicangkokkan dengan hidup Yesus. Karena pembaptisan, Penguatan dan Ekaristi, hidup Tuhan ada dalam hidup kita, hidup kita ada dalam Tuhan Yesus. Kata Santo Paulus, “aku hidup tapi bukan lagi aku yang hidup melainkan Tuhan Yesus yang ada dalam hidupku.” (Gal ,20), “Kawula manunggaling Gusti, Gusti manunggaling kawula.” Kita disucikan, dikuduskan. Penyakit-penyakit dosa kita disembuhkan. Luar biasa, kita ini menjadi orang kristiani murid Tuhan Yesus yang sungguh beruntung. Matabkan dan kuatkan iman, jangan sampai terombang-ambing. Akui Tuhan Yesus, sebagai Anak Allah. Jangan sampai teguran Tuhan Yesus kepada mara murid sampai kepada kita,  “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang? Sebarkan kabar gembira ini, ya!!

Pohon pinus sedang di semai

Bila  siap ditanam diperkebunan

Bersama Tuhan Yesus hidup damai

Bersama Tuhan hidup penuh kebahagiaan

Kolam ikan boleh juga ditutup

Agar aman dari mangsa hewan

Karena iman kita menjadi hidup

Hidup dalam Tuhan menggairahkan

Tuhan kuatkan iman kami, agar senantiasa kokoh-kuat menghadapi dan menjalani gelombang kehidupan ini. Demikian Resi hari ini. Tuhan memberkati, Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa Mahakudus, semoga roti anggur ini menunjukkan kepada kami jalan kehidupan sesuai ajaran Yesus Putra-Mu, dan perkenankanlah kami bersedia menempuh jalan itu. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 14:26-27

Melihat Yesus berjalan di atas air, para murid takut dan berteriak-teriak. Tetapi Yesus berkata, “Tenanglah! Akulah ini! Janganlah takut!”

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber segala kebebasan, kami bersyukur, atas kebebasan yang telah dijanjikan kepada kami melalui Yesus Mesias. Perkenankanlah Dia menjadi batu sendi yang mendasari dunia ini serta mempersatukan dan merukunkannya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Selasa 02 Agustus 2022 oleh Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Tegalrejo Belitang Sumatera Selatan – IndonesiaUnduh