Jumat, 29 Juli 2022 – Peringatan Wajib Sta. Marta (SCJ: Pesta S. Marta, Maria, dan Lazarus, menjamu Tuhan)

Posted on

Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ dari komunitas SCJ Prawang Riau – Indonesia

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Resi-Jumat-29-Juli-2022-oleh-Rm.-Hubertus-Aditya-Prabowo-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Prawang-Riau-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Luk 10:38

Yesus memasuki sebuah dusun, dan seorang wanita bernama Marta menyambut-Nya ke dalam rumahnya.

PENGANTAR:

Pada zaman orang dikejar-kejar waktu dan prestati, secara spontan kita lebih tertarik kepada pribadi Marta yang aktif siap melayani, daripada Maria, saudarinya yang lebih pasif. Dengan penuh perhatian Marta sibuk melayani, jangan sampai ada yang terlantar. Seorang penerima tamu yang ideal! Namun janganlah kita tenggelam dalam kesibukan. Hidup yang benar, iman yang benar, memerlukan pengendapan, renungan. Dengan halus sekali Yesus memperingatkan hal itu. Dan Marta menangkapnya.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Putera-Mu telah sudi bertamu di rumah Santa Marta. Semoga berkat doanya kami setia melayani Kristus dalam diri sesama kami, supaya kelak kami pun dapat masuk ke dalam kediaman surgawi. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 4:7-16

“Allah adalah kasih.”

Anak-anakku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita. Anak-anakku kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita pun saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui, bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11

Ref. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
  2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
  3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
  4. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
  5. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
  6. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan, tidak akan kekurangan suatu pun.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, Alleluya.
S : Terimalah dengan lemah lembut sabda yang tertanam dalam hatimu, yang mampu menyelamatkan jiwamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 11:19-27

“Akulah kebangkitan dan hidup!”

Akulah Kebangkitan dan Hidup | Miracle Hour (27 September 2021 ) - YouTube

Menjelang Hari Raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, ‘Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.’ Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup! Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Dehonian yang terkasih. Hari ini Gereja memperingati peringatan santa Marta, Maria dan Lazarus. Mereka digambarkan memiliki relasi yang dekat dengan Yesus. Kematian Lazarus membawa duka yang amat mendalam bagi dua saudarinya, Marta dan Maria. Tetapi ada rencana lain yang ingin ditunjukkan oleh allah, yakni melalui Lazarus yang dibangkitkan kemuliaan Yesus ingin ditunjukkan. Kedatangan Yesus debagai Mesias telah dinubuatkan oleh para nabi, bahkan Muzizat dan karya-karya agung telah banyak dikerjakannya, tetapi banyak orang belum percaya akan keselamatan yang dibawa oleh Yesus.

Jawaban Marta yang mengatakan; Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya”, belum menandakan kepercayaan penuh terhadap keselamatan kekal yang dibawa oleh Yesus. Barulah setelah mendengarkan sabda Yesus, kepercayaan Marta menjadi penuh.

Kini Marta bukan sekadar percaya kepada mukjizat Yesus (yang memang belum terjadi), tetapi kepada firman Yesus bahwa Ia adalah “kebangkitan dan hidup”. Kematian dan kebangkitan manusia tidak bisa dilepaskan dari sikap percaya kepada Yesus. Respons inilah yang hendak diusung Injil Yohanes dalam bacaan ini, respons yang seharusnya muncul juga dalam diri kita, respons kepada Sang Anak Allah yang telah datang ke dunia ini.

Sebagai orang Katolik, pengakuan iman kita terhadap karya keselamatan yang dibawa oleh Yesus Kristus hendaknya bukan hanya keluar sebagai pengakuan  karena wawasan pengetahuan kita, melainkan sebagai pengakuan yang juga berdasarkan pengalaman kita. Kedekatan kita secara pribadi dengan Yesus Kristus akan membuka hati kita untuk boleh memahami misteri keselamtan Allah. Selamat berjuang untuk menjadi pribadi yang dekat dengan Allah. Tuhan memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahaagung, dalam diri Santa Marta kami muliakan keluhuran-Mu. Semoga Engkau berkenan menerima hormat bakti kami, sebagaimana Engkau menerima bukti cinta kasihnya. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI – Yoh 11:27

Marta berkata kepada Yesus, “Engkaulah Kristus, Putera Allah yang hidup, yang datang ke dunia.”

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kebahagiaan kami, tubuh dan darah mulia Putera-Mu telah kami sambut dengan khidmat. Semoga karenanya kami Kaujauhkan dari segala kefanaan hidup, supaya sanggup mengasihi Engkau di dunia, serta bergembira dapat memandang-Mu di surga. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Jumat 29 Juli 2022 oleh Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ dari komunitas SCJ Prawang Riau – IndonesiaUnduh