Rabu, 27 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XVII

Posted on

Br. Markus Triyono Yulianto SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat Gisting Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yeremia 15:16

Bila aku menemukan sabda-Mu, maka aku menikmatinya. Sabda-Mu menjadi kegirangan bagiku dan kesukaan hatiku.

PENGANTAR:

Umat Allah kesulitan menghadapi kenyataan. Untuk membenarkan diri, mereka menghantam Yeremia. Nyaris Yeremia jatuh karena kesepian. Kerajaan surga bagaikan mutiara, ia bersinar, namun mutiara-mutiara lain juga bersinar. Mutiara Tuhan kecil dan tersembunyi tetapi Tuhan menjanjikan jalan keluar, asal kita bersedia meninggalkan segalanya dan mempercayakan diri kepada-Nya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakudus, semoga berkat sabda-Mu kami Kaudekatkan dengan Dikau. Berkenanlah mengikat perjanjian baru dengan kami dalam diri hamba keadilan, ialah Yesus Mesias, Tuhan dan sumber kehidupan kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 15:10.16-21   

“Mengapa penderitaanku tidak berkesudahan? Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan dikau menjadi pelayan di hadapan-Ku.”

Pada waktu itu Yeremia mengeluh, “Celakalah aku, ya ibuku, bahwa engkau telah melahirkan daku. Sebab aku seorang yang menjadi buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Padahal aku tidak menghutangkan dan tidak pula berhutang kepada siapa pun. Namun mereka semua mengutuki aku. Apabila aku menemukan sabda-Mu, maka aku menikmatinya. Sabda-Mu itu menjadi kegirangan bagiku dan menjadi kesukaan hatiku. Sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam. Tidak pernah aku duduk bersenang-senang dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau. Karena tekanan tangan-Mu aku duduk seorang diri, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram. Mengapa penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercaya. Maka Tuhan menjawab, “Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan dikau menjadi pelayan di hadapan-Ku. Dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka. Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari perunggu. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan dikau. Sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan membebaskan dikau,” demikianlah sabda Tuhan, “Aku akan melepaskan dikau dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan dikau dari genggaman orang-orang lalim.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 59:2-3.4-5a.10-11.17-18

Ref. Tuhanlah tempat pengungsianku pada waktu kesesakan.

  1. Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku; bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan daku. Lepaskanlah aku dari orang-orang yang melakukan kejahatan, dan selamatkanlah aku dari para penumpah-penumpah darah.

  2. Sebab sesungguhnya, mereka menghadang nyawaku; orang-orang perkasa menyerbu aku, padahal aku tidak melakukan pelanggaran, aku tidak berdosa, ya Tuhan, aku tidak bersalah, merekalah yang bergegas dan bersiap-siap.

  3. Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allahlah kota bentengku. Allahku, dengan kasih setia-Nya Ia akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.

  4. Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.

  5. Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allahlah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 15:15b)  Kalian Kusebut sahabat-Ku, sebab kepada kalian Kusampaikan apa saja yang Kudengar dari Bapa. 

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:44-46

“Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.”

Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Markus Triyono Yulianto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, di awal hari ini marilah kita mengambil waktu sejenak untuk mensyukuri anugerah Tuhan yang senantiasa dilimpahkan kepada kita umat-Nya seraya merenungkan bacaan Injil hari ini. Semoga melalui bacaan Injil yang kita renungkan hari ini menginspirasi kita dalam perjalanan hidup kita pada hari ini.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini, yang diambil dari Injil suci menurut Matius, sudah sangat familier di telinga kita yaitu perumpamaan tentang harta terpendam atau mutiara berharga. Tentu bapak ibu, dan saudara saudari sahabat resi sudah sangat memahami tentang perumpamaan ini. Perikopa ini merupakan rangkaian pengajaran Yesus tentang Kerajaan sorga.

Melalui permenungan ini saya mengajak Bapak Ibu dan saudara saudari sahabat resi dehonian untuk me-refresh kembali atau menyegarkan kembali bagaimana usaha kita sebagai umat Kristiani yang mengimani Kristus mengusahakan agar memperoleh Kerajaan Sorga setelah kita kembali kepada Allah. Kita sering mendengar bahwa kehidupan manusia di dunia ini sebagai peziarahan, karena kediaman orang beriman yang senyatanya adalah Kerajaan Surga.

Maka semua umat beriman, pasti semua mengharapkan bahwa keika kita sudah meninggal akan masuk Surga atau Rumah Bapa, bersatu dengan Allah dalam persekutuan dengan para Kudus. Maka pertanyaannya adalah, apa usahaku saat ini agar kelak dapat mesuk kedalam Surga atau beristirahat kekal di Rumah Bapa. Kita percaya karena kuasa Baptisan, Rahmat Allah, dan penebusan Yesus Kristus akan menyelamatkan kita dan sebagai jaminan dapat masuk Surga. Akan tetapi iman kita juga mengajarkan bahwa kita juga perlu mengusahakan melalui sikap dan tindakan yang konkrit. Hal tersebut seperti dalam pengajaran Yesus tentang hal kerajaan Sorga hari ini. Bahwa Kerajaan Surga diumpamakan mutiara yang sangat berharga. Untuk mendapatkan mutiara berharga tersebut orang rela menjual segala yang dimiliki untuk mendapatkan mutiara tersebut.

Dari perikopa tersebut sangat jelas bahwa untuk dapat masuk Kerajaan Surga tidak mudah, butuh usaha yang sungguh-sungguh dan bahkan harus rela berkorban. Seperti dalam perumpamaan kuno yang mengatakan:”berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian; bersakit-sakit dahulu , bersenang-senang kemudian. Untuk mencapai kebahagiaan abadi butuh usaha dan perjuangan. Bagaimana dengan saya? Sebagai orang Kristiani usaha apa yang sudah kulakukan sehingga nanti kita dapat masuk Surga dan beristirahat bersama Allah dalam Kerajaan-Nya?

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kehidupan, berkat anggur roti ini semoga kami Kauanugerahi rezeki sejati, yaitu rahmat-Mu yang mampu menghidupi kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Yeremia 15:20

Aku besertamu untuk menyelamatkan dan melepaskan dikau.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kekayaan iman, semoga sabda Yesus Putra-Mu terkasih, menjadi harta kekayaan kami yang besar dan bernilai. Perkenankanlah kami mempertaruhkan segalanya demi keselamatan sesama. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. 

DOWNLOAD AUDIO RESI: