Sabtu, 23 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XVI

Posted on

 

 

 

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Resi-Sabtu-23-Juli-2022-oleh-Rm.-Anselmus-Inharjanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 84:5.6a

Berbahagialah orang yang diam dirumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan daripada-Mu

PENGANTAR:

Tuhan itu sabar. Dibiarkan-Nya ilalang tumbuh bersama dengan gandum. Pada saat panen gandum akan tersisa. Pesan-Nya ialah, agar kita jangan tergesa-gesa menilai, tetapi lebih dulu mawas kelemahan dan dosa kita. Pertobatan benar-benar dimulai dari hati dan akan meluap dalam perbuatan nyata dalam keadilan dan cinta kasih.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maha pengasih, Engkau tinggal dalam diri kami bila kami melakukan amal baik. Kami mohon, ajarilah kami menghayati sabda-Mu dan resapilah kami dengan kebijaksanaan Putra-Mu, jalan kehidupan kami. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 7:1-11

“Sudahkah menjadi sarang penyamun rumah yang atasnya nama-Ku diserukan?

Tuhan bersabda kepada Yeremia, “Berdirilah di pintu gerbang rumah Tuhan. Serukanlah di sana sabda ini dan katakanlah, ‘Dengarkanlah sabda Tuhan, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada Tuhan! Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkah dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama kalian di tempat ini. Jangan percaya kepada perkataan dusta, ‘Ini bait Tuhan, bait Tuhan, bait Tuhan!’ Hanya apabila kalian sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkah dan perbuatanmu, apabila kalian sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kalian sendiri, tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain yang menjadi kemalanganmu sendiri, maka Aku mau diam bersama kalian di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, sejak dahulu kala sampai selama-lamanya. Tetapi ternyata kalian percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah. Masakan kalian mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar kurban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kalian kenal, lalu kalian datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata, ‘Kita selamat’, agar dapat melanjutkan segala perbuatan yang keji itu! Sudahkan menjadi sarang penyamun rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Aku, Aku melihat sendiri semuanya itu!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 84:3.4.5-6a.8a.11

Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam.

  1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
  2. Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung laying-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
  3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan dari pada-Mu. Langkah mereka makin lama makin tinggi.
  4. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku daripada diam di kemah-kemah orang fasik.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yak 1:21)Terimalah dengan lemah lembut sabda yang tertanam dalam hatimu, yang mampu menyelamatkan jiwamu. Alelluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:24-30

“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.”

Peneliti UGM Kembangkan Padi "Amphibi" Gamagora, Apa Itu? Halaman all - Kompas.com

Pada suatu hari Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya, menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu dan berkata kepadanya, ‘Tuan, bukankah benih baik yang Tuan taburkan di ladang Tuan? Dari manakah lalang itu?’ Jawab tuan itu, ‘seorang musuh yang melakukannya!’ Lalu berkatalah para hamba itu, ‘Maukah Tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?’ Tetapi ia menjawab, ‘Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kalian mencabut lalangnya. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai, ‘Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku’.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Hari ini kita merenungkan Injil Matius 13:24-30. Sobat Resi terkasih, Saya yakin sobat semua pernah mengamati sebuah pertumbuhan, apapun konteksnya, entah itu pertumbuhan makhluk hidup atau benda mati. Contohnya, Saudara pasti pernah mengamati pertumbuhan anak-anak, mulai dari bayi hingga mulai sekolah. Kita lihat bagaimana badannya bertambah besar, makin cerdas, dan pandai berbicara. Contoh lain: Saudara mengamati dan bersyukur atas pertumbuhan bunga yang ditanam di kebun depan rumah. Mulai dari kecil hingga muncul tunas bunga hingga bermekaran, tampak indah. Ada contoh lain, ini terkait dengan benda mati, yakni pertumbuhan ekonomi atau usaha. Mungkin ada yang mengalami membuka usaha kecil, warung kelontong, lalu bertumbuh dan berkembang menjadi toko grosir dan membuka cabang. Hal-hal ini adalah contoh pertumbuhan dan membuat hati kita gembira, optimis dan bersyukur.

Bagaimana kalau perikopa Injil hari ini kita baca dengan konteks pertumbuhan semacam itu. Tak dapat dipungkiri, sebuah pertumbuhan juga dapat menimbulkan kekecewaan manakala ada pertumbuhan yang stagnant, mentog, mangkrak, tidak berhasil, tidak berbuah, diserang hama, dicuri orang, ditempeli parasit, dibarengi dengan ilalang. Pasti sangat menjengkelkan. Tuhan Yesus hari ini memberikan pencerahan yang luar biasa. Menghadapi pertumbuhan gandum yang dibarengi ilalang, Yesus tidak serta merta ambil tindakan mencabut karena ada resiko tinggi bahwa tidak akan panen sama sekali. Nilai menghargai sebuah pertumbuhan rasanya sangat kelihatan. Selalu ada nilai baik yang dapat dipetik dari pertumbuhan pribadi seseorang. Apakah dengan mudah kita fokus kepada keburukan ataukah hal-hal baik yang ia tampilkan? Lebih dalam dari itu, Yesus telah mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran belas kasih dan kita berpacu dalam perjalanan hidup ini untuk tampilkan kebaikan kendati di sana sini bisa saja kita membawa hal-hal buruk dan tidak kondusif.

Mari kita mengupayakan pertumbuhan yang baik dan biarlah hati kita menjadi seperti hati-Nya.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa sumber kehidupan, semoga benih yang Kautaburkan menghasilkan buah dalam diri kami.  Semoga Putra-Mu menjadi rezeki kehidupan kami.  Sebab Dialah, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 13:30

Kumpulkanlah dulu rumput itu, dan ikatlah berkas-berkas untuk dibakar. Tetapi kumpulkanlah gandum ke dalam lumbungku.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa mahasetia, kami bersyukur atas kesabaran dan kasih setia-Mu. Kami mohon, agar apa yang telah Kaukehendaki benar-benar terlaksana, apabila kami mengimani serta mematuhi Putra-Mu terkasih, Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Resi-Sabtu 23 Juli 2022 oleh Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang IndonesiaUnduh