Kamis, 21 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XVI

Posted on

Rm. Agustinus Sugiarno SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

 

 

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Resi-Kamis-21-Juli-2022-oleh-Rm.-Agustinus-Sugiarno-SCJ-dari-Komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 36:8.10

Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat cahaya.

PENGANTAR:

Tiada di antara kita yang pernah melihat Tuhan. Kita hendaknya puas mendengar sabda-Nya saja. Sering kita mengatakan bahwa tidak mengena. Kita lupa, siapa yang berada di belakangnya: sumber air hidup, Tuhan yang telah bangkit dan berbaik hati dengan kita. Dengan telinga, kita mendengarkan, namun tidak menangkap; dengan mata, kita memandang, namun tidak melihat ‘Dia yang hidup di tengah-tengah kita.’

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, bukalah mata kami, agar dapat menyaksikan kehadiran-Mu di tengah-tengah kami; bukalah hati kami, agar dapat memahami perumpamaan tentang kehadiran-Mu di tengah-tengah kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 2:1-3.7-8.12-13

“Mereka meninggalkan Daku, sumber air hidup, dan menggali sendiri kolam yang bocor.”

Tuhan bersabda kepadaku, “Pergilah dan beritahukanlah kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan, ‘Beginilah sabda Tuhan: Aku teringat akan kasihmu pada waktu engkau masih muda, akan cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin. Pada waktu itu engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tidak ditaburi’. Ketika itu Israel kudus bagi Tuhan, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya bersalah dan tertimpa malapetaka”, demikianlah sabda Tuhan. Aku telah membawa kalian ke tanah yang subur agar kalian menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kalian masuk, kalian telah menajiskan tanah-Ku. Tanah milik-Ku telah kalian cemarkan. Para imam tidak lagi bertanya, ‘Di manakah Tuhan?’ Para ahli hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.” “Terperanjatlah akan hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat,” demikianlah sabda Tuhan. Sebab umat-Ku berbuat kejahatan ganda: mereka meninggalkan Daku, sumber air yang hidup, dan menggali sendiri kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 36:6-7ab.8-9.10-11

Ref. Pada-Mulah, ya Tuhan, ada sumber kehidupan.

  1. Ya Tuhan, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan. Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat.
  2. Betapa berharganya kasih setia-Mu ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu, Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
  3. Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang. Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya.
S : Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:10-17

“Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi mereka tidak.”

Setelah Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang penabur, murid-murid bertanya kepada-Nya, “Mengapa Engkau mengajar mereka dengan perumpamaan?” Jawab Yesus, “Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi orang-orang lain tidak. Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi; tetapi barangsiapa tidak mempunyai, maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga. Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena biarpun melihat, mereka tidak tahu, dan biarpun mendengar, mereka tidak menangkap dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: ‘Kalian akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak mengerti, kalian akan melihat dan melihat lagi, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan matanya melekat tertutup, agar jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya lalu berbalik sehingga Kusembuhkan’. Akan tetapi berbahagialah mata kalian sebab melihat, berbahagialah telinga kalian sebab mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kalian lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, tetapi tidak mendengarnya.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Sugiarno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para sahabat RESI jumpa dengan saya Rm Agustinus Sugiarno, SCJ, dari komunitas Provinsialat SCJ Palembang dalam edisi Kamis, 21 Juli 2022. Mari kita dengarkan bersama Injil Mat 13:10-17

Saudara/i..sahabat resi yang saya kasihi. Mencari, menemukan, dan membagikan nilai-nilai kehidupan adalah panggilan dari setiap orang beriman. Proses hidup setiap orang beriman tidak hanya mengkonsumsi saja, tetapi harus berani untuk terus mencari-menemukan-membagikan. Hanya dengan cara begitulah hidup kita menjadi semakin berharga dan bermakna. Jika hanya terima jadi, tentu diri kita tidak akan berlajar, oleh karenanya tidak akan berkembang.

Dengan perumpamaan-perumpamaan, Yesus mengajak pendengarnya untuk menggali secara lebih dalam, berpikir secara lebih bebas, dan menemukan yang terbaik dari berbagai pilihan yang mungkin terjadi. Proses itulah yang diharapkan selalu terjadi dalam diri orang-orang beriman. Pengajaran perumpamaan tidak hanya berhenti pada rumus matematis yang mati dan pasti. Dengan mencari dan menggali, hidup akan menjadi semakin teruji. Nilai-nilai kebaikan yang ditemukan akan lebih bertahan lama menjadi milik diri.

Mari kita semakin meluhurkan kehidupan karena kita sudah menerima mata iman untuk melihat, telinga rohani untuk mendengarkan Tuhan. Seperti adanya kesulitan-kesulitan dalam menterjemahkan perumpamaan, kita diajak untuk tidak putus asa dalam menghadapi berbagi kesulitan dalam hidup kita. Yesus mengajak kita untuk menggunakan segala daya kemampuan kita untuk menemukan nilai-nilai kehidupan yang mengarahkan kita pada keselamatan.

Berhadapan dengan yang pasti-pasti, hidup kita akan segera berakhir. Tetapi ketika kita mencari dan menemukan, maka hidup kita akan menjadi berkembang dan bisa berbagi. Semoga kita tidak pernah bosan untuk mencari-menemukan-membagikan dan menjadi saluran rahmat Tuhan bagi sesama. Dan semoga saudara/i diberkati oleh Alah yang maha kuasa, Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSEMBAHAN DIRI:

Allah Bapa sumber kedamaian, berkenanlah ramah lagi terhadap kami berkat persembahan perjanjian-Mu dan curahkanlah kiranya semangat kedamaian. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 13:12

Kalian diberi kuasa mengetahui misteri kerajaan surga, orang lain tidak. Karena barangsiapa sudah punya, akan diberi lagi; tetapi yang tidak punya, apa pun yang ada padanya, akan diambil lagi.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Raja mahamulia, kami bersyukur karena telah menerima sabda Yesus, Saudara kami. Semoga kami dapat menyerupai Dia dan dengan demikian kerajaan-Mu semakin berkembang di dunia ini Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Kamis 21 Juli 2022 oleh Rm. Agustinus Sugiarno SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang IndonesiaUnduh