Rabu, 20 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XVI

Posted on

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta-Indonesia

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Resi-Rabu-20-Juli-2022-oleh-Rm.-Yohanes-Dwi-Wicaksono-SCJ-dari-komunitas-SCJ-Cipinang-Cempedak-Jakarta-Indonesia.mp3

 

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 71:15

Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan karya-Mu.

PENGANTAR:

Kita semua dipanggil mewartakan sabda Allah. Panggilan Yeremia menunjukkan syarat mendasar, yaitu kerendahan hati dan kesederhanaan. Itulah tanah baik untuk biji yang ditaburkan Tuhan. Tanah berbatu, bersemak duri dan onak, kepuasaan diri, membuat tanah gersang.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maha penyayang, orang yang mencari Engkau takkan dikecewakan: Engkau berkenan menemui mereka dalam diri manusia penuh belas kasih, yaitu Yesus Putra rahmat. Ajarilah kami menurut semangat-Nya. Sebab Dialah Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 1:1.4-10

“Aku menentukan dikau menjadi nabi untuk berbagai bangsa.”

Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin. Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.” Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.” Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17

Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.

  1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskanlah dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
  2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku. Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
  3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
  4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:1-9

“Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda.”

Perumpamaan Seorang Penabur

Pada suatu hari, Yesus keluar dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita tentang benih sabda-Nya yang sudah kita terima. Kita mengerti bahwa benih yang ditabur adalah sabda Tuhan. Benih itu akan bertumbuh subur jika jatuh di media yang tepat. Sabda Tuhan akan berbuah dalam hidup jika kita berani menjadi tanah yang subur. Ada banyak buah sabda kehidupan yang bisa kita lihat: kita menjadi orang yang peduli pada sesama; semakin menjadi pribadi yang bisa mengampuni; semakin rela berkurban untuk banyak hal baik; semakin berani untuk menjadi teman seperjalanan bagi saudara yang sakit dan menderita; dan buah-buah kebaikan lainnya.

Apakah sudah ada buah-buah itu dalam diri kita masing-masing?

Buah-buah itu pastilah sudah ada, hanya saja kita sering kali menjadi tidak konsisten dan mudah untuk membiarkan diri tertimbun oleh bebatuan. Padahal sejatinya kita mampu untuk menghindarinya. Tidak jarang kita terlalu malas untuk berani bangkit dan berjalan dalam kebaikan-kebaikan dan nilai-nilai hidup yang lebih bermakna. Seringkali kita menjadi tidak peduli dengan buah kebaikan dalam diri yang sudah tumbuh dan berkembang. Karena tidak peduli, lama kelamaan buah kebaikan itu menjadi tumpul karena tertutup oleh kenikmatan duniawi lainnya.

Dari perspektif lain, perikopa injil hari ini juga mengingatkan kita bahwa hasil yang maksimal itu selalu dibarengi dengan usaha yang total juga. Benih itu bisa berbuah seratus kali lipat, enam puluh, dan tiga puluh karena dia jatuh di tanah yang baik. Jika tidak jatuh di tanah yang baik maka hasilnya tidak seperti itu. Bahkan untuk bertumbuh pun tidak mampu jika jatuh di pinggir jalan. Banyak orang mengatakan usaha yang maksimal itu tidak mengkhianati hasil.

Maka rahmat yang kita mohon adalah supaya kita semakin konsisten dengan buah-buah kebaikan sabda Tuhan itu. Konsistensi itu misalnya bisa kita usahakan dengan membangun niat untuk menjadi orang yang samakin sabar; menjadi semakin peduli pada orang sekitar; semakin berani untuk mengampuni dan berdamai; semakin mau mendengarkan suami, mendengarkan istri, mendengarkan anak-anak; semakin peduli dengan lingkungan hidup dengan lebih banyak menanam dari pada menebang; atau usaha-usaha lain yang bisa dilakukan secara personal.

Buah sabda Tuhan itu dimulai dari yang kecil dan sederhana namun konsisten dan bertahan lama. Di atas semuanya, buah sabda Tuhan yang utama adalah sukacita dalam karya dan doa. Apakah sudah mengalami sukacita? Mohonlah selalu rahmat itu. Tuhan memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahabaik, kami bersyukur atas biji yang jatuh di tanah dan tumbuh, agar menjadi rezeki kehidupan kami, ialah Yesus Putra-Mu, yang ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 13:8

Benih itu sebagian jatuh di tanah subur dan berbuah, ada yang seratus, enam puluh dan tiga puluh ganda.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, taburkanlah biji sabda-Mu di seluruh bumi dan semoga menghasilkan buah cinta kasih dan kedamaian. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Rabu 20 Juli 2022 oleh Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta-IndonesiaUnduh