Sabtu, 16 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XV

Posted on
Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 

 

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Resi-Sabtu-16-Juli-2022-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Matius 12:18

Inilah hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi. Roh-Ku akan Kucurahkan kepada Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.

PENGANTAR:

Akibat kelaliman kita, tidak hanya merugikan sesama tetapi juga Tuhan sendiri. Satu-satunya harapan para bangsa terdapat pada Yesus, yang dengan rendah hati dan lemah lembut hidup di tengah-tengah manusia untuk mewahyukan jalan cinta kasih-Nya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, Engkau menghendaki suara-Mu terdengar dan kebaikan-Mu disaksikan orang dalam diri manusia penuh cinta kasih, yang takkan mematahkan gelagah terkulai dan takkan memadamkan sumbu berkedip-kedip. Semoga Dia menjadi lambang pengharapan dan kedamaian. Sebab Dialah Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Mikha 2:1-5

“Mereka merampas ladang-ladang dan menyerobot rumah-rumah.”

Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan merencanakan kejahatan di tempat tidurnya! Pada waktu fajar mereka melakukannya, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya. Bila menginginkan ladang, mereka merampasnya; bila menginginkan rumah, mereka menyerobotnya. Mereka menindas orang bersama isi rumahnya dan manusia bersama milik warisannya. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, “Sungguh Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini. Dan kalian takkan dapat menghindarkan lehermu dari padanya. Kalian takkan dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan. Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kalian dan akan memperdengarkan suatu ratapan. Mereka akan berkata, “Kita telah dihancurluluhkan! Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tak ada orang yang mengembalikannya. Ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita.” Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 10:1-2.3-4.7-8.14

Ref. Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan orang yang tertindas.

  1. Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh ya Tuhan, dan menyembunyikan diri-Mu di kala aku kesesakan? Karena congkak, orang fasik giat memburu orang yang tertindas, mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
  2. Orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, orang tamak mengutuk dan menista Tuhan. Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas, “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!” itulah seluruh pikirannya.
  3. Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan. Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah.
  4. Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

BAIT PENGANTAR INJIL: Bait Pengantar Injil do = f, 4/4, kanon, PS 960

U : Alleluya, alleluya, alleluya

S : (2Kor 5:19) Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 12:14-21

“Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan.”

Sekali peristiwa orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semua. Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Lihatlah, itu hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadanya jiwa-Ku berkenan. Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak, suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap.”
Demikianlah Sanda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH : 

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara saudari pencinta Resi yang terkasih, kita bangga memiliki Yesus sebagai Tuhan dan seluruh kehidupan serta pengajarannNya menjadi sumber panutan. Yesus yang disebut sebagai Guru, ternyata berbeda dengan para guru lainnya. Cara hidup, bersikap dan memperlakukan orang lain sangat jauh berbeda dengan kehidupan para pemimpin dan tokoh agama di masa itu. Lihatlah, para pemimpin agama yang tidak menyukai karya serta pengajaran Yesus dengan mudahnya mengancam kehidupan Yesus hanya karena rasa benci. Sampai sekarang pun masih kita jumpai para pemimpin yang berperilaku buruk. Menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan orang-orang yang mengancam kedudukannya,yang menggoncang kehormatannya. Mereka tega merekayasa suatu kejadian, memutar-balikkan fakta, dan bahkan mengatas-namakan kebenaran untuk membenarkan kelakuan mereka. Saudaraku, tak mungkin seorang pemimpin agama akan membawa pada kebenaran sejati, kalau dalam dirinya masih tersimpan kejahatan hati dan pikiran.

Yesus mengajarkan kepada para muridnya melalaui keteladanan bagaimana bersikap terhadap Tuhan dan sesama. Yesus membawa keadilan melalui cinta ilahi. Dia tidak menyakiti yang lemah atau merendahkannya, sebaliknya Dia menunjukan sikap yang mau mengerti. Dia tidak membiarkan mereka yang ada dalam masalah, sebaliknya memberikan mereka peneguhan dan harapan. Kendati sudah tidak berpengharapan dan merasa tidak ada solusi dalam masalah, Yesus selalu siap untuk membawa kepulihan, kasih, harapan dan peneguhan. Inilah sikap Kasih yang membenarkan dan menghadirkan keselamatan, sehingga pantas lah kalau Yesus menegaskan diriNya sebagai Jalan, kebenaran dan hidup. Yesus menjadi Jalan keselamatan, namun Dia tak pernah memaksakan jalan itu kepada orang lain. Dia menjadi sumber kebenaran, tapi Dia tidak pernah menghakimi orang yang menolakNya atau berseberangan denganNya. Dia menjadi pokok kehidupan, karenanya Dia tidak melemahkan bahkan mematikan mereka yang lemah, sakit dan tersisihkan.

Sebagai pengikut Yesus kita semestinya meneladan seluruh hidup dan sikap Yesus serta menuruti apa yang menjadi sabdaNya. Untuk itu, banyak hal dari hidup kita selaku murid-murid Tuhan Yesus yang masih perlu kita benahi. Tak sedikit para murid Yesus di masa kini merasa paling suci karena rajin membaca Kitab suci dan dengan entengnya menghakimi sesamanya yang tidak punya kitab suci, yang jarang membuka kitab suci Tuhan atau mereka yang tidak hafal nas kitab suci. Mereka yang rajin ikut misa harian, mengaku dosa serta mengikuti aneka devosi sudah merasa memiliki surge, sehingga dengan mudahnya menentukan surga atau neraka bagi sesamanya. Ingat saudaraku, DIA yang kita sebut sebagai Tuhan dan Guru, tidak mematahkan buluh yang terkulai, Dia tidak memadamkan buluh yang pudar. Jadilah seperti itu, maka kita akan menjadi orang beragama yang berbeda dengan yg lainnya. Kita harus lebih istimewa dari orang lain, karena Tuhan kita pun sudah memberi teladan secara istimewa. Semoga kita semua semakin disempurnakan sebagai murid-murid Tuhan Yesus, agar iman dan kehidupan kita juga makin memancarkan hidup Yesus serta karya keselamatan dariNya. Tuhan memberkati dan meneguhkan kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMABAHAN:

Allah Bapa maharahim, dengan roti anggur ini, sudilah menerima iman kami akan Putra-Mu dan semoga kami siap sedia mengikuti jejak-Nya, yaitu jejak Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Matius 12:18.21

Inilah hamba-Ku yang kupilih, yang Kukasihi. Roh-Ku akan Kucurahkan kepada Dia. Dan kepada-Nya para bangsa akan berharap.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, bila kami tidak memadamkan harapan akan kedamaian, dan tidak kehilangan kebaikan dan kebenaran, niscaya kerajaan-Mu semakin mendekati kami. Semoga api Roh-Mu jangan sampai dipadamkan, Tetapi jadikanlah kami orang yang setia mematuhi kehendak-Mu, orang yang menyerupai Putra-Mu terkasih yang hidup dan berkuasa sepanjang masa.

DOANLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Jumat 16 Juli 2022 oleh Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang IndonesiaUnduh