Jumat, 08 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XIV

Posted on

Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 51:12

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baruilah semangat yang teguh dalam batinku.

PENGANTAR:

Hosea menyerukan pertobatan. Asal itu terjadi maka Israel akan sejahtera kembali. Berkat cinta kasih Allah atau Roh Kudus dalam Gereja membuka kemungkinan kepada para murid untuk memberi kesaksian meski menghadapi banyak kendala.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maha pengasih, Engkau menyerahkan diri-Mu kepada manusia, dan menyatakan cinta kasih-Mu dalam diri manusia seperti kami, yaitu Yesus, Putra Manusia. Semoga hidup kami memancarkan syukur kami kepada Dia. yang hidup dan ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Hosea 14:2-10

“Kepada buatan tangan kami, kami takkan berkata lagi, ‘Ya Allah kami!’”

“Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.” Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon. Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.” Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 51:3-4.8-9.12-13.17

Ref. Mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu, ya Tuhan

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
  2. Tetapi Engkau berkenan akan ketulusan hati, dan dalam relung-relung hati Kauajarkan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dengan hisop maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih daripada salju!
  3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam hatiku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus daripadaku!
  4. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S :  (bdk. Yoh 16:13) Roh Kebenaran akan datang dan mengajar kalian segala kebenaran. Ia akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu. 

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:16-23

“Barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat.”

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah-tengah serigala! Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang. Sebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama, dan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya. Karena Aku kalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kalain, janganlah kalian kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan, karena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu. Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian pula seorang ayah terhadap anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi barangsiapa bertahan sampai kesudahannya, akan selamat. Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota, larilah ke kota yang lain. Aku berkata kepadamu, sungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Kita diutus bagaikan seekor domba. Domba tidak dilepas sendirian di padang rumput. Domba dilepas dalam kawanan. Bukan hanya itu, kawanan domba tidak dibiarkan mengembara di padang rumput tanpa ditemani oleh seorang gembala.  Demikianlah kita orang-orang beriman diutus oleh Jesus Kristus sendiri. Jesus mengutus kita dengan jaminan keselamatan dan kesetiaan mendampingi kita bagaikan Gembala menjaga domba-dombanya. Kristus mengutus kita bukan tanpa tujuan. Ia mengutus kita dengan tujuan tertentu, dan semua sudah dipertimbangkan dengan bijaksana.

Masih ingat bacaan dari pekan lalu? Intinya, Jesus memberitahukan kepada para murid-Nya betapa berharganya mereka bagi Jesus. Maka Ia memberi mereka kuat-kuasa untuk menyembuhkan dan mengusir setan-setan. Ia juga memberi mereka suatu rencana untuk mengornisir pelayanan.  Kendati diberitahu bahwa mereka berharga di mata Tuhan, mereka tidak juga mendengarkan peringatan dari Jesus.  Kedegilan orang-orang Sodom and Gomorah masih bisa ditolerir. Tetapi kedegilan para murid Jesus sulit ditolerir karena itu tanggungan dosa mereka lebih besar daripada dosa-dosa yang harus dipikul oleh orang-orang Sodom dan Gomorah. Jesus seakan-akan putus asa bagaimana Ia dapat menyelamatkan domba-domban-Nya. Para murid yang sudah dibina oleh Jesus selama kurang lebih tiga tahun tidak memahami teguran dan peringatan-peringatan dari Jesus.

Dunia tidak menghargai manusia secara utuh. Kerapkali manusia hanya dihargai karena factor ekonomis. Manusia yang hidup bahkan dipandang seperti asset-asset lainnya. Manusia bernilai ekonomis dan mampu menghasilkan keuntungan sebesar mungking. Bahkan di banyak belahan dunia mereka yang bekerja untuk Tuhan ditolak bahkan disiksa.

Gambaran semacam inilah yang disampaikan oleh Jesus kepada murid-Nya. Dengan gambaran ini Jesus ingin memurnikan motivasi para murid untuk mengikuti Jesus. Jesus mengundang kita untuk melakukan pelayanan secara serious, bahkan berani menghadapi aneka tantangan, dan bukan untuk mencari keuntungan untuk diri sendiri. Maka Jesus tidak mengutus kita memberitakan Firman-Nya di tempat-tempat yang penuh dengan kenyamanan. Ia tidak menyediakan jalan mulus tanpa rintangan.

Sejak pertama kali bertemu dengan Jesus, para murid tahu bahwa Jesus adalah Mesias. Namun, gambaran tentang Mesias dalam fikiran mereka berbeda dengan Mesias sejati yang melekat pada hidup Jesus.  Para murid berpandangan bahwa Mesias itu bergelimang dengan kuasa dan kemewahan. Jesus akan dicintai banyak orang di dunia. Faktanya tidak demikian. Dunia justru membenci Jesus.  Dari sini kita diingatkan bahwa mengikuti Jesus itu tidak mudah. Banyak tantangan yang harus kita hadapi.

Dari perikopa yang kita dengar hari ini dapat disimpulkan bahwa Jesus selalu berada di depan diikuti oleh para pengikut-Nya. Ia meneguhkan agar kita selalu mencari kebenaran walaupun penuh dengan tantangan dan risiko. Jesus tidak memberitahukan kepada kita dimana ada tempat-tempat yang berbahaya. Kitalah yang harus berani membuat suatu pilihan dalam hidup ini: entah kita mau mengikuti kehendak-Nya atau kita hanya mau mengikuti kehendak kita sendiri.

Sebagai orang beriman kadang-kadang kita menempatkan diri kita terlalu tinggi. Kadang kita merasa lebih baik dari banyak orang lain di luar gereja atau di luar keluarga kita. Cara memandang diri secara demikian – jika tidak disadari – dapat menjerumuskan kita kedalam kedosaan. Kita dapat tersesat karena begitu percaya diri dan tak mau mendengar saran dari orang lain. Akibatnya, kita dapat menjadi seperti domba yang tersesat dan menjadi sasaran yang sudah dinanti-nantikan oleh serigala.

Domba ialah binatang piaraan yang tak dapat melindungi dirinya sendiri. Ia juga tidak bisa bersuara keras(Bdk. Jesaya 53:78). Namun, domba dapat juga dikatakan sebagai binatang yang keras kepala. Kita digambarkan bagaikan domba karena kita cenderung mengembara mengikuti kehendak kita sendiri. Itu sebabnya kita mudah tersesat. Kalau sudah tersesat terlalu jauh kita tak mampu menemukan jalan untuk pulang ke jalan yang sebenarnya.

Marilah kita meningkatkan kewaspadaan kita agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa karena perbuatan-perbuatan bodoh yang kita lakukan. Marilah kita bersandar pada Jesus, Sang Gembala, yang selalu melindungi kita dari aneka bahaya yang dipersonifikasikan dalam karakter serigala, yang selalu siap untuk menerkam mangsanya, lebih-lebih mereka yang lemah dan tidak berjaga dan waspada.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kedamaian, semoga kami Kausucikan menjadi orang yang menikmati damai sejahtera. Jadikanlah pula kami rezeki bagi sesama. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 10:22

Kalian akan dibenci semua orang karena nama-Ku, tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber damai sejahtera, bila kami mematuhi sabda-Mu, dunia akan mengalami damai sejahtera. Kami mohon, jadikanlah kami saksi warta gembira dalam segala tingkah laku kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Resi-Jumat 08 Juli 2022 oleh Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USAUnduh