Kamis, 07 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XIV

Posted on

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Kokonao Papua Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Hosea 11:1.9cd

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil. Aku ini Allah dan bukan Manusia. Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu.

PENGANTAR:

Yang ditulis Nabi Hosea tentang Allah mengungkapkan kasih sayang mesra yang termasuk langka, yaitu kasih sayang yang memutuskan Allah mengutus Putra-Nya, agar kita hidup sejahtera. Para murid pun diutus dengan semangat sama. Tanpa ikatan apa pun bebas dari segala sesuatu mereka pergi berkeliling mewartakan kabar gembira.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber cahaya abadi, Engkau selalu memelihara serta memperhatikan apa pun di dunia ini. Engkau menyampaikan sabda sebagai cahaya di jalan. Kami mohon, semoga mata kami tetap terbuka terhadap Putra-Mu, cahaya kehidupan kami. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, Yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Hosea 11:1,3-4,8c-9

“Hati-Ku berbalik dari segala murka.”

Beginilah sabda Tuhan, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir anak-Ku itu Kupanggil. Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkatnya di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Akulah yang menyembuhkan mereka. Aku telah menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengambil kekang dari rahang mereka, yang membungkuk di hadapan mereka untuk memberi makan. Hatiku berbalik dari segala murka. Belas kasihan-Ku bangkit serentak. Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala, tidak akan membinasakan Efraim lagi. Sebab Aku ini Allah, dan bukan manusia, Aku ini Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada ALlah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 80:2ac.3b.15-16

Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.

  1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.
  2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mrk 1:15) Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 10:7-15

“Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma.”

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada keduabelas murid-Nya, “Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kalian membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kalian membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kalian membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kalian masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun kepadanya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Dan apabila seorang tidak menerima kalian dan tidak mendengarkan perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu, dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sungguh, pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Kamis 7 Juli 2022. Kali ini bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas Kokonao Papua. Hari ini kita akan mendengarkan dan merenungkan bacaan dari Injil Matius 10: 7-15. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari pendengar Resi dehonian yang dikasihi oleh Tuhan. Dalam mempersiapkan permenungan ini saya teringat kembali ketika pertamakali selesai kuliah lalu mendapat tugas perutusan. Biasanya saya pergi dekat-dekat saja, tetapi ketika mendengar bahwa saya diutus untuk berangkat ke Papua saya merasa bahwa akan betapa jauh. Tentu saja saya berpikir nanti kalau berangkat harus membawa apa saja. Harus anggaran uang saku berapa supaya cukup. Karena biasa naik bus dan takut naik pesaawat sempat berpikir juga bagaimana kalau pesawatnya jatuh di jalan. Nanti jatah bagasinya berapa dan sebagainya. Lebih terasa berat lagi ketika merasakan sahabat-sahabat dan orang terdekat akan menjadi jauh sekali.

Begitu juga kisah Injil yang baru saja kita dengarkan tadi mengisahkan para Murid yang diutus oleh Yesus untuk pergi mewartakan kerajaan surga sudah dekat. Mereka tidak boleh membawa bekal yang berlebih, bahkan terdengar sangat ekstrim dikatakan jangan membawa baju dua helai. Sepertinya Yesus menantang kesungguhan para murid. Saya berpikir pasti ada suatu kekhawatiran yang juga dialami para murid entah levelnya besar atau kecil. Tetapi yang terjadi adalah para Murid menyanggupi syarat yang berat itu dan mereka melaksanakannya. Ada sebuah nilai ketaatan. Ada sebuah nilai ketulusan. Ada sebuah nilai pengurbanan yang harus dihidupi.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan ada suatu sikap keutamaan yang harus dikenakan para Murid saat itu. Mereka diajak untuk menaruh semua harapan dan kepercayaan pada yang mengutusnya mengatasi ketergantungan pada materi. Pada posisi ini saya merenungkan tentang suatu kualitas yakin. Di sisi lain para Murid yang diutus masing-masing memiliki bakat dan potensi. Dua bagian ini yang akan menjadi modal apakah tugas pewartaan tersebut akan berhasil atau gagal. Kalau orang punya bakat dan potensi atau sering disebut talenta, tetapi tidak yakin tentu tugas itu juga tidak akan sukses terlaksana. Begitu juga sebaliknya bila yakin saja tanpa memiliki bakat dan potensi tentu saja tugas juga tidak akan terlaksana dengan baik. Saya berpikir bahwa walaupun para murid punya keyakinan dan bakat potensi pun dalam perjalanan pasti mengalami berbagai proses hambatan dan tantangan. Bahkan sekelas Yesus yang yakin bahwa Allah Bapa selalu menyertai, ternyata pada saat di kayu salib pernah mengatakan “AllahKu ya AllahKu, mengapa Kau tinggalkan Aku”.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan mungkin diantara kita juga dalam melaksanakan tugas sehari-hari ketika mengalami tantangan atau masalah yang berat pernah merasa mengapa Tuhan membiarkan aku berjuang sendiri. Saya merenungkan bahwa menjadi murid-murid Tuhan, bukan kalau kita hidup tanpa tantangan. Menjadi murid-murid Tuhan, bukan berarti kalau kita hidup tanpa masalah. Tetapi menjadi murid Tuhan yang sejati itu sungguh terjadi kalau kita setia dan tetap tekun sekalipun harus menghadapi berbagai tantangan dan masalah. Mari kita menjalankan tugas panggilan hidup kita masing-masing dengan menghayati suatu nilai ketaatan, nilai ketulusan dan nilai pengurbanan serta menaruh pengharapan pada janji Tuhan yang pasti akan Dia genapi. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kehidupan, berkenanlah menerima iman kepada Dia, yang menjadi utusan-Mu serta rezeki keselamatan kami, yaitu Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Matius 10:7-8a

Pergilah dan wartakanlah: kerajaan surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala harapan, semoga sabda-Mu berkarya subur dalam diri kami. Pancarkanlah cahaya pengharapan baru akan kedamaian dalam diri Yesus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: