Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa 5 Juli 2022

Posted on

Renungan Harian Katolik Selasa 5 Juli 2022 Peringatan fakultatif St. Antonius Maria Zakkaria Warna Liturgi Hijau. Bacaan Pertama Hos. 8:4-7,11-13, Mazmur Tanggapan Mzm. 115:3-4,5-6,7ab-8,9-10, Bait Pengantar Injil Yoh 10:27, Bacaan Injil Mat. 9:32-38.

Renungan Katolik Selasa 5 Juli 2022

Berikut ini Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa 5 Juli 2022, Lengkap Bacaan Pertama, Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil, Bacaan Injil beserta Doa Harian.

Bacaan Pertama: Hos. 8:4-7,11-13

Tuhan bersabda, “Mereka telah mengangkat raja, tapi tanpa persetujuan-Ku. Mereka mengangkat pemuka, tapi tanpa setahu-Ku. Bagi dirinya mereka telah membuat berhala-berhala dari emas dan perak.

Maka mereka dibinasakan. Aku menolak anak lembumu, hai Samaria. Murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama orang-orang Israel ini tidak dapat disucikan?

Sebab patung anak lembu itu kan dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan remuklah anak lembu Samaria itu! Mereka menabur angin! Maka mereka akan menuai puting beliung.

Gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak akan menghasilkan tepung! Dan seandainya menghasilkan, maka orang-orang asing akan menelannya. Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah.

Tetapi mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa. Sekalipun Kutuliskan banyak pengajaran baginya semuanya akan mereka anggap sebagai sesuatu yang asing. Mereka menyukai kurban sembelihan.

Mereka mempersembahkan daging dan memakannya. Tetapi Tuhan tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Tuhan akan mengingat kesalahan mereka dan menghukum dosa mereka. Mereka harus kembali ke Mesir.”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 115:3-4,5-6,7ab-8,9-10

Ref. Hai umat, percayalah kepada Tuhan.

  1. Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia.
  2. Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata tetapi tidak dapat melihat; mempunyai telinga, tetapi tdak dapat mendengar; mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium.
  3. Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
  4. Hai Israel, percayalah kepada Tuhan: Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai kaum Harun, percayalah kepada Tuhan! Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Bait Pengantar Injil: Yoh 10:27

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Bacaan Injil: Mat. 9:32-38

Pada suatu hari dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.

Maka heranlah orang banyak, katanya, “Hal semacam itu belum pernah dilihat orang di Israel!” Tetapi orang Farisi berkata, “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.”

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasih kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Maka kata Yesus kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.

Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 5 Juli 2022

Berikut ini Renungan Harian Katolik Selasa 5 Juli 2022, Karya amal dan kasih adalah bentuk pelayanan umum yang terjadi dari zaman dahulu kala hingga saat. Dan mungkin saja ini akan terjadi sepanjang masa, sepanjang masih ada sejarah manusia.

Membantu dan menolong adalah nilai tindakan umum yang secara kodrati dimiliki oleh setiap manusia. Manusia, kita adalah makhluk sosial, tanpa diajari pun secara naluri setiap dari kita mempunyai perasaan kasih dan kebaikan.

Pada dasarnya, dalam diri setiap manusia tertanam nilai-nilai kebaikan dan kasih yang berasalah dari yang Ilahi, sumber dan tujuan hidup kita. Karena kebaikan dan kasih merupakan nilai universal, maka perbuatan itu menjadi tindakan semua orang, entah yang beragama atau tidak beragama.

Bagi orang Kristiani, kebaikan dan kasih itu juga menjadi panggilan jiwa yang tidak mungkin dipungkiri. Tindakan kasih itu juga yang senantiasa diajarkan oleh Yesus. Maka sebagai murid-Nya, kita mempunyai panggilan yang jauh lebih dalam dan serius untuk melakukan itu.

Kebaruan dalam tindakan kebaikan dan kasih pada orang Kristiani adalah bahwa tindakan itu disertai dengan pewartaan Injil Kabar Gembira dan diutamakan bagi mereka yang lemah dan tersingkir.

Option for the poor selalu menjadi pilihan kasih Gereja. Pewartaan kabar gembira mempunyai banyak cara, mulai dari yang teknis dialog teologal sampai dengan dialog karya praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber dari tindakan kasih dan kebaikan Kristiani adalah warta kabar gembira Injili. Dengan demikian supaya tindakan kasih dan kebaikan menjadi tindakan Kristiani, diperlukan pengalaman personal berkaitan dengan kabar gembira injili.

Tindakan dan perbuatan kebaikan yang sama persis oleh dua orang berbeda akan mempunyai makna dan dampak yang berbeda jika dilakukan dengan semangat Kristiani.

Selain itu, sebagai orang Kristiani, cibiran dan cercaan serta penilaian negative dari orang lain atas tindakan baik kita tidak menjadi alasan untuk mengurangi niat baik itu.

Meskipun Yesus dikatakan bersekutu dengan setan, Ia tetap mewartakan kabar sukacita Injil. Sukacita Injil tidak terhalangi dengan tindakan-tindakan penghalangan dari manusia.

Kekuasaan setan tidak menghalangi karya sukacita ilahi. Demikian dengan kita sebagai murid Kristus, tidak berhenti mewartakan sukacita Injil ditengah terpaan kebencian dan fitnah. Jika andalan kita adalah Kristus, sukacita Injil itu diam di dalam diri kita dan menjadi bagian hidup kita.

Doa Renungan Harian Katolik

Ya Allah sumber kebijaksanaan, Engkau menghendaki supaya kami hidup sesuai dengan perintah-Mu yaitu mencintai Engkau dengan segenap hati dan mencintai sesama kami seperti kami mencintai diri sendiri.

Maka kami mohon penyertaan-Mu dalam segala tugas dan aktivitas kami sepanjang hari ini, sehingga kami dapat hidup seturut dengan kehendak-Mu.

Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Terimakasih sudah membaca Renungan Harian Katolik Selasa 5 Juli 2022.