Jumat, 01 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XIII

Posted on

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

AUDIO RESI

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 119:2.10

Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut sabda Tuhan. Dengan segenap hati aku mencari Engkau, jangan biarkan daku menyimpang dari perintah-Mu.

PENGANTAR:

Bila orang tersisih karena nafsu akan harta benda, bila orang dianggap sebagai sekrup-sekrup mesin, bila orang tidak diperhitungkan lagi, maka tidak hanya ada yang salah dalam hidup kemasyarakatan, tetapi hidup keagamaan pun disingkirkan. Ketulian kita dalam hal ini menyebabkan Amos berteriak keras keras. Sedangkan Yesus yang setia akan perutusan-Nya sebagai nabi menemui kaum papa miskin dan orang-orang berdosa dan sampah masyarakat.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, kami mohon dipenuhi oleh sabda-Mu, dan semoga segala karya kami memberi kesaksian atas pemeliharaan-Mu terhadap setiap orang. Demi Yesus Kristus….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Amos 8:4-6.9-12

“Aku akan mengirimkan kelaparan, bukan kelaparan akan makanan, melainkan kelaparan akan sabda Tuhan.”

Dengarkanlah ini, kalian yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini; kalian yang berpikir, “Kapan pesta bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum? Kapan hari Sabat berlalu, supaya kita boleh berdagang terigu? Kita akan memperkecil takaran, menaikkan harga dan menipu dengan neraca palsu. Kita akan membeli orang papa dengan uang dan membeli orang miskin karena sepasang kasut. Kita akan menjual terigu tua.” “Pada hari itu akan terjadi,” demikianlah sabda Tuhan Allah, “Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Kalian akan berkabung seperti atas kematian anak tunggal sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih.” “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah sabda Tuhan Allah, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan kelaparan akan mendengar sabda Tuhan. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari sabda Tuhan. Tetapi tidak akan menemukannya.”

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:2.10.20.30.40.131

Ref. Manusia hidup bukan hanya dari roti tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

  1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut sabda Tuhan.
  2. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.
  3. Hancurlah jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu
  4. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
  5. Sesungguhnya aku rindu akan titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!
  6. Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

BAIT PENGANTAR INJIL

U : Alleluya

S : (bdk. Mat 11:28) Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih dan berbeban berat, maka Aku akan membuat kalian lega.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:9-13

“Bukan orang sehat yang memerlukan dokter; Aku menginginkan kasih sayang, bukan persembahan.”

Pemungut yang Dipungut - Kongregasi FSE

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Demikianlah Sabda Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Jumpa kembali bersama saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari komunitas Provinsialat SCJ Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Jumat, 01 Juli 2022, Hari Biasa Pekan ke tigabelas. Semoga belas kasih dan kerahiman, serta berkat melimpah dari Hati Kudus Yesus turun atas kita semua. Amin 

Tema Resi kita kali ini adalah: “Yesus Memanggil Orang yang Berdosa!” Mari kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Para Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Ketika pandemic sedang berat-beratnya, rumah sakit penuh karena penderita covid, namun sekaligus ada gejala bahwa terjadi penurunan pasien yang disebabkan penyakit bukan covid. Banyak orang menduga bahwa hal tesebut disebabkan banyak orang yang menahan diri untuk tidak bersinggunggan dengan rusah sakit. Kalua sungguh-sungguh tidak terpaksa. Akibatnya, kalua gejalanya parah baru dibawa ke rumah sakit dan tentu saja akibatnya bisa fatal.

Para sahabat yang terkasih, demikian juga dengan keselamatan. Banyak orang yang menolak untuk datang kepada Tuhan dengan aneka alasan. Entah merasa diri sudah sudah cukup baik, tak ada kekurangan atau melakukan perbuatan dosa sedikit pun. Golongan yang menganggap dirinya lebih baik dari pada orang lain adalah orang-orang Farisi.  Orang-orang Farisi ini beranggapan bahwa orang berdosa itu tak mungkin akan menjadi baik dan bertobat.  Ketika melihat Yesus makan bersama-sama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa, orang Farisi menunjukkan ketidaksenangannya dengan berkata,  “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdsoa?”

Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi hati Yesus, apa yang bisa kita pelajari dari perikopa yang kita dengar hari ini? Saya menawarkan 3 hal saja.

  1. Tuhan Memanggil bahkan sejak kita masih berdosa. Dalam masyarakat Yahudi para pemungut cukai termasuk orang-orang yang dipandang sebelah mata. Mereka dianggap sebagai antek pemerintah asing yang menyengsarakan bangsa mereka sendiri. Mereka juga dicap sebagai orang yang tidak jujur dan tamak yang suka menarik pajak lebih tinggi daripada seharusnya. Lebih jauh, pergaulan mereka yang sangat akrab dengan orang-orang asing seringkali menempatkan mereka sebagai pelanggar adat-istiadat Yahudi, terutama hukum halal – haram. Di tengah kondisi seperti itu Yesus datang dan memanggil Matius yang oleh bangsa Yahudi dan kaum Farisi dianggap sebagai orang berdosa. Panggilan Tuhan ini diberikan terlepas dari kondisi manusia yang masih berantakan karena dosa atau kesalahan. Tuhan memang tidak membutuhkan orang sempurna. Orang yang mengakui dosa-dosanya jauh lebih menjanjikan dalam pelayanan daripada orang yang merasa dirinya sempurna.
  2. Tuhan tidak berkenan kepada orang yang suka menghakimi sesamanya. Orang-orang Farisi menganggap diri sebagai orang benar dan suka menghakimi sesamanya yang tidak sejalan dengannya sebagai orang yang berdosa, sebagai orang yang kafir. Memang mudah bagi kita untuk melihat kelemahan, kekuarangan dan juga dosa yang diperbuat oleh orang lain.  Kita dengan gampanganya melontarkan kritikan atau menghakimi mereka dan menganggap diri kita ini lebih benar dari mereka.  Tetapi Tuhan Yesus berkata,  “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi.  Dan janganah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum;…  Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?”  (Lukas 6:37, 41).  Tuhan Yesus juga menegaskan bahwa Ia datang  “…bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”  (Matius 9:13).
  3. Tuhan memanggil kita karena belas kasih-Nya yang tak terbatas. Sahabatku, sebetulnya apa yang mendorong Tuhan Yesus untuk mengambil inisiatif memanggil Matius dan bergaul bersama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa? Mengapa Dia mampu melangkahi semua batasan budaya untuk mendapatkan mereka? Jawabannya sederhana: belas-kasihan. Inilah yang membedakan Yesus dan orang-orang Farisi. Sikap ini, sayangnya, sulit sekali ditemukan. Ada banyak musuh belas-kasihan. Musuh utama belas-kasihan adalah kesombongan spiritual. Merasa diri lebih paham kitab suci, merasa diri paham teologi, merasa diri rajin beribadah/berdoa, merasa diri paling benar di hadapan Allah.

Saudari-saudaraku yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Mari kita haturkan rasa Syukur yang tak terhingga, karena Belas-Kasih hati-Nya yang Maha Kudus senantiasa memanggil kita dalam kondisi apapun diri kita. Tuhan hanya mengharapkan ketebukaan hati kita untuk menerima sapaan-Nya, menyambut panggilan-Nya, dan menerima keselamatan yang ditawarkan-Nya.

Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita sehingga hati kita senantiasa terbuka atas panggilan-Nya dan membaharui hidup kita yang penuh dosa dan kelemahan ini. Amin. Tuhan memberkati. Berkah dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa mahakudus, berkenanlah datang pada perjamuan, dan teguhkanlah kerajaan-Mu di tengah-tengah umat manusia, kerajaan kedamaian, keadilan dan belas kasih. Demi….

ANTIFON KOMUNI – Matius 9:13

Aku menginginkan belas kasih, bukan persembahan. Aku datang bukannya untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber cahaya kehidupan, kami bersyukur atas cinta kasih-Mu kepada umat manusia yang telah kami alami dan kami nikmati dalam diri Yesus Mesias, yang telah membebaskan kami dari kejahatan serta menghidupi kami dengan cahaya-Mu, kini dan sepanjang masa.

DOWNLOAD AUDIO RESI: