Senin, 27 Juni 2022 – Hari Biasa Pekan XIII

Posted on

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 50:23

Siapa mempersembahkan kurban syukur, memuliakan Daku. Siapa jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan.

PENGANTAR

Nabi Amos tampil membela keadilan atas nama Tuhan. Harta dunia diserahkan kepada manusia agar digunakan untuk saling membahagiakan. Barangsiapa menyalahgunakannya dan merugikan sesama, berdosa terhadap Tuhan, Bapa sekalian orang. Yesus telah memberikan teladannya. Namun, kepada para pengikut la menuntut lebih pengabdian utuh terhadap Dia dan sesama.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebahagiaan, berkenanlah menghidupi kami dengan sabda-Mu dan membuat kami senang dan bahagia karena yakin bahwa Engkau selalu setia akan karya tangan-Mu berkat Yesus Kristus, yang memperkenalkan nama-Mu kepada kami. Dialah Tuhan dan pengantara kami,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Amos 2:6-10.13-16

“Mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu.

Beginilah sabda Tuhan, “Karena tiga perbuatan jahat Israel , bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku. Sebab mereka telah menjual orang benar untuk mendapatkan uang, dan orang miskin karena sepasang kasut. Mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara. Anak dan ayah pergi menjamah perempuan muda yang sama, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku. Mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka. Padahal Akulah yang memusnahkan orang Amori dari depan mereka; orang-orang Amori yang tingginya seperti pohon aras dan kuat seperti pohon tarbantin. Akulah yang menuntun kalian keluar dari tanah Mesir, dan memimpin kalian empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kalian menduduki negeri orang Amori. Sesungguhnya Aku akan mengguncangkan tempat kalian berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum. Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tak dapat melarikan diri. Pemegang panah tak dapat bertahan, orang yang cepat kaki takkan terluput, dan penunggang kuda tak dapat meluputkan diri. Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 50:16bc-17.18-19.20-21.22-23

Ref. Camkanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah.

  1. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

  2. Jika melihat pencuri, engkau berkawan dengan dia! Engkau bergaul dengan orang berzinah. Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.

  3. Engkau duduk, dan menjelek-jelekkan saudaramu, engkau memfitnah saudara kandungmu. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu.

  4. Camkanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; waspadalah, jangan sampai Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 8:18-22

“Ikutlah Aku.”

Cerita Burung Gagak dan Serigala Beserta Ulasannya (2022) | PosKata

Pada suatu hari banyak orang mengerumuni Yesus. Melihat hal itu Yesus menyuruh bertolak ke seberang. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya, “Guru, aku akan mengikuti Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya berkata kepada-Nya, “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepada-Nya, “Ikutilah Aku, dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Jumpa kembali bersama saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari komunitas Provinsialat SCJ Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Senin, 27 Juni 2022, Hari Biasa Pekan ke tigabelas. Semoga belas kasih dan kerahiman, serta berkat melimpah dari Hati Kudus Yesus turun atas kita semua. Amin

Tema Resi kita kali ini adalah: “Mengikuti Yesus!”. Mari kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Para Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Tema pokok bacaan kita hari ini adalah “Mengikuti Yesus.” Dari bacaan injil yang kita dengar hari ini dikisahkan, bahwa banyak. bahwa banyak sekali orang-orang yang berada di sekita Tuhan Yesus, mereka semua memiliki macam-macam motivasi dan semuanya ingin dekat dengan Yesus. Melihat hal itu maka Tuhan memutuskan pergi keseberang. Kata keseberang mengandung arti bahwa Tuhan Yesus tidak hanya diutus untuk menyelamatkan bangsa Yahudi saya, tetapi juga bangsa-bangsa lain yang membutuhkan keselamatan.

Lalu datanglah dua orang yang ingin mengikutinya. Orang pertama dalah seorang ahli Taurat, yang ingin mengikuti Tuhan Yesus ke manapun Tuhan Yesus pergi, namun dari jawaba Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Anak Manusia tidak mempunya tempat untuk meletakkan kepala-Nya, bisa kita simpulkan bahwa motivasi si ahli tauran untuk mengikuti Yesus adalah ingin merasakan sesuatu yang nikmat dan menyenangkan saja. Dari ayat-ayat sebelumnya, Tuhan Yesus menunjukan berbagai macam muzizat dan Tuhan Yesus begitu terkenal dan dielu-elukan,, si ahli taurat ini tidak menyadari bahwa jalan ke kemuliaan juga harus melalui salib dan penyangkalan diri.

Lalu muncul juga orang kedua, yaitu anak muda yang menyatakan ingin mengikuti Yesus namun minta ijin untuk menguburkan ayahnya terlebih dahulu. Kelihatannya adalah sesuatu yang bagus, dan mulia. Tradisi bangsa Yahudi memang menagatakn bahwa menjadi tanggung jawab anak laki-laki untuk menguburkan ayahnya. Namun yang menjadi permasalahan adalah, bawah anak muda itu meminta penundaan waktu, dia mau mengikuti Tuhan Yesus namun menunggu Ayahnya wafat terlibih dahulu sehingga bisa menguburkannya. Padahal karya dan tugas perutusan menjadi pengikut Tuhan Yesus adalah sesuatu yang mendesak, karena begitu banyak orang membutuhkan pertolongan, membutuhkan keselamatan.

Para sahabatku, lalu apa yang bisa kita pelajari dari perikop yang kita dengar hari ini? Saya menawarkan 4 hal saja.

  1. Menjadi pengikut Tuhan Yesus tidak hanya setengah-setengah, tetapi harus dengan sepenuh hati. Ketika kita mau mengikuti Di akita juga harus menyadari resikonya yaitu melalui salib kehidupan. Apa itu salib kehidupan kita? Yaitu segalam macam bentuk penderitaan yang harus kita tanggung karena nilai-nilai Kristiani yang kita terapkan dalam kehidupan kita. Misalnya menjadi pelajar katolik / Kristen yang harus berjuang dengan giat, bukannya mencontek. Belajar dengan giat itu tidak mudah karena harus mengurbakan kesenangan main HP misanya. Menjadi Karyawan katolik itu juga tidak mudah, karena harus bisa menunjukkan keteladanan untuk hidup jujur, rajin, berkurban dengan penuh semangat. Menjadi pemimpin kristiani juga tidak mudah, karena harus menunjukkan sikap yang adil, benuh belas kasih, jujur, tidak korupsi, dan bersikap serta bertindak bijaksana. Dan lain-lain.

  2. Tugas perutusan sebagai pengikut Tuhan itu tidak bisa ditunda, setiap hari, setiap waktu, setiap saat selalu ada, maka dibutuhkan kesiapsediaan kita, readiness, ecce venio (ini aku datang). Karena akan ada orang yang membutuhkan kita, akan ada tugas yang selalu harus kita kerjakan sebagai pengikut kristus. Contoh yang sederhana, anak kita, orang tuas kita, tetangga kita, atau orang yang kita jumpai membutuhkan kita. Lingkungan kita yang kotor membutuhkan perawatan kita, kita tidak perlu berpikir jauh-jauh misalnya bencana alam di sana, atau penderitaan orang di daerah lain, kita bisa lakukan di mana saja, termasuk dilingkungan kita sendiri. Tuhan yang menderita selalu ada dimana-mana, yang dibutuhkan adalah kepekaan dan kesiapsediaan, tidak menunggu kita mampu melakukan, tidak menunggu kita kaya baru bisa berderma, tidak menunggu kita punya waktu untuk bisa berbuat baik.

  3. Dalam bacaan kali ini kita bisa membadakan di sekitar Tuhan Yesus, mana yang hanya pengagum dan mana yang menjadi pengikut Tuhan Yesus. Demikian juga di Gereja kita, mana yang hanya sebagai penganut agama Kristen dan mana yang sungguh-sungguh pengiktu Tuhan Yesus. Mereka yang disebut pengikut Yesus, adalah mereka yang sungguh sungguh berkomitmen untuk mengikuti Tuhan yang selalu siap sedia diutus, siap memanggul salib. Sedangkan mereka yang hanya pengagum adalah mereka yang hanya pergi ke Gereja (atau mungkin malah jarang ke Gereja) tetapi hidupnya tidak ada pertobatan, tetap tidak jujur dalam berusaha, tetap melakukan sesuatu yang tidak adil, dll.

Saudari-saudaraku yang terkasih, menjadi pengikut Kristus memang tidak mudah, namun janganlah kita berputus asa, selalu berusaha dan selalu mohon rahmat Tuhan agar kita dimampukan untuk setia dan memperjuangkan komitmen hidup kita.

Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita sehingga kita dimampukan untuk setia dalam mengikutinya. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa Yang Mahamurah hati, janganlah kiranya meninggalkan kami, tetapi dampingilah kami dengan rahmat-Mu di dalam anugerah kemurahan hati-Mu, yaitu Yesus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Matius 8:20

Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Putra Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, Engkau memanggil kami agar mengikuti Engkau ke mana pun. Kami mohon, semoga kami bergembira karena mematuhi kehendak-Nya dan penuhilah janji-Mu kepada kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: