Minggu, 26 Juni 2022 – Hari Minggu Biasa XIII

Posted on

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mzm 47:2

Segala bangsa, bertepuk tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

PENGANTAR:

Bila Tuhan berbicara, selalu ada saja yang terasa keras bagi telinga kita. Salah satu kata-kata keras itu ialah: Barangsiapa ingin mengikuti Kristus, harus meninggalkan segala-galanya. Tetapi demikianlah yang dilakukan oleh para nabi dan murid-murid Kristus. Kita selalu cenderung mengambil jalan kita sendiri, dan kerapkali lupa, bahwa kita bebas memilih hidup menurut Roh yang tinggal di dalam diri kita, dan mengajak kita mengikuti Kristus. Kita masing-masing setiap hari harus menyangkal diri, mengikuti Kristus dan menerima kematian kita sendiri dalam hal-hal kecil: kesabaran dan pengorbanan, ketidakmampuan dan kesebalan hati, kesedihan dan kesepian. Tapi kalau kita mengikuti Kristus dalam wafat-Nya, maka kita akan iktu serta bangkit dengan-Nya. Itulah iman dan kebanggaan kita.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil para murid untuk mengikuti Engkau secara konsekuen serta meninggalkan segala-galanya. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami

I : Engkaulah kekuatan kami yang mampu mengalahkan dosa. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami

I : Engkau telah mengajukan syarat-syarat bagi para pengikut-Mu, yaitu melepaskan segala kemauan sendiri, dan maju tanpa menoleh ke belakang. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA;

Marilah bedoa: Ya Tuhan, Allah kami, Yesus hamba-Mu terkasih mengajak kami untuk mengikuti-Nya tanpa menengok apa yang telah lalu. Buatlah kami pantas memasuki kerajaan-Mu, agar setia mengikuti panggilan-Mu dan melaksanakan sabda-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 19:16b.19-21

“Bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia.”

Sekali peristiwa Tuhan berkata kepada Nabi Elia, “Elisa bin Safat dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.” Maka pergilah Elia menemui Elisa bin Safat. Pada waktu itu Elisa sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, dan ia sendiri mengendalikan yang kedua belas. Elia lewat di dekatnya dan melemparkan jubahnya kepada Elisa. Segera Elisa meninggalkan lembu-lembunya, mengejar Elia dan berkata, “Perkenankanlah aku mencium ayah dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawab Elia kepadanya, “Baiklah! Pulanglah dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.” Elisa lalu meninggalkan Elia, mengambil pasangan lembu itu dan menyembelihnya. Lalu ia memasak dagingnya dengan kayu bajak itu sebagai kayu api, dan memberikan daging itu kepada orang-orangnya, dan mereka pun memakannya. Sesudah itu bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:1-2a.5.7-8.9-10.11

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepada-Ku.”

  2. Aku memuji Tuhan yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

  3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tentram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.

  4. Engkau memberitahukan kepadaku, ya Allah, jalan kehidupan, di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, dan di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia 5:1.13-18

“Kamu dipanggil untuk merdeka.”

Saudara-saudara, Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain karena kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Akan tetapi, kalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, jangan-jangan kamu saling membinasakan. Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, – karena keduanya bertentangan – sehingga setiap kali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Sebaliknya, kalau kamu membiarkan diri dibimbing oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (1Sam 3:9; Yoh 6:68c) Bersabdalah, ya Tuhan, sebab hamba-Mu mendengarkan. Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 9:51-62

“Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Aku akan mengikuti Engkau ke mana saja Engkau pergi.”

Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Maka diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, bolehkah kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, “Kamu tidak tahu apa yang kamu inginkan. Anak manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.” Lalu mereka pergi ke desa yang lain. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu kepada seorang lain Yesus berkata, “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana. Dan seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi yang terkasih, jumpa lagi dalam Renungan Singkat Dehonian hari ini, Minggu, 26 Juni 2022. Hari Minggu Biasa ke-XIII. Bersama saya Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Cilandak-Jakarta-Indonesia mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam Injil Luk 9:51-62.

Sahabat Resi terkasih, dalam warta Injil yang kita dengar tadi dikisahkan bahwa pada awal perjalanan Yesus mengutus beberapa rapa murid mendahului ke sebuah desa di Samaria untuk mempersiapkan kedatangannya di situ. Namun orang Samaria di situ tidak mau menerima-Nya. Mereka menolak. Karena itu Yakobus dan Yohanes sebagai murid Yesus ingin berbuat seperti yang lazim dilakukan, yakni mengucapkan kutukan terhadap orang Samaria. “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”  Tetapi sikap intoleran ini justru tidak disetujui Yesus. Ia malah menegur mereka. Ia mengajak orang mengikuti diri-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah. Ia mengajarkan Tuhan itu Maharahim. Oleh karenanya orang yang mau mengabarkan kehadiran-Nya tidak boleh mengancamkan hukuman, apalagi mengutuk orang atas nama-Nya.

Kemudian Sahabat Resi terkasih, dalam warta Injil selanjutya tadi mau dikatakan bahwa mengikuti Kristus dan mengabarkan Kerajaan Allah itu menuntut penyerahan diri secara total sejak awal. Penjelasan The Navarre Bible akan warta yang kita dengar tadi: Tuhan Yesus mengatakan dengan jelas bahwa untuk menjadi seorang Kristen tidaklah mudah. Seseorang harus mau keluar dari situasi kenyamanan dan ia harus menyangkal dirinya, demi memberikan tempat yang utama kepada Tuhan. Ajaran Yesus ini bermaksud untuk menempatkan Allah di atas segalanya di dalam hidup ini, melebihi siapapun dan apapun.

Sahabat Resi terkasih,  ketika ada seseorang yang mau mengikuti Kristus dengan satu kondisi yaitu bahwa ia diperbolehkan untuk berpamitan dengan keluarganya, Tuhan Yesus yang mengetahui kedalaman hati setiap orang, mengetahui bahwa di balik ungkapan itu sebenarnya hatinya masih belum memutuskan (undecided), akankah ia mau mengikuti Kristus. Menanggapi permintaan seperti itu, Yesus mengajarkan kepada kita agar mau memusatkan perhatian sepenuhnya kepada Allah, tanpa keraguan dan tanpa alasan cadangan. Kesetiaan kita kepada Tuhan dan kepada misi yang Tuhan percayakan kepada kita harus memampukan kita untuk menghadapi rintangan apapun.

Sahabat Resi terkasih, mengikuti Kristus artinya adalah menjadikan diri kita sepenuhnya siap sedia bagi-Nya, sehingga apapun pengorbanan yang diminta-Nya, dapat kita lakukan. Mengikuti panggilan Kristus artinya adalah tetap berjaga bersama-Nya, tidak jatuh atau meninggalkan Dia. Maka, sahabat Resi terkasih, bila ada orang yang bersedia mengikuti, tetapi minta kelonggaran waktu karena ada kewajiban mendesak, yakni menguburkan ayahnya, maksudnya masih ada kewajiban moral dan sosial yang sulit dielakkan, Orang ini jelas mau mengikuti-Nya tetapi nanti saja bila sudah bebas dari kewajiban yang tak dapat ditinggalkan begitu saja. Jawaban Yesus berupa pepatah, “Biarlah orang mati menguburkan orang mati”. Apa arti pepatah ini? Yang dimaksudkan Yesus dengan “orang mati” di sini adalah mereka yang mempunyai interest/minat hanya kepada hal-hal yang fana, dan yang tidak punya penghargaan terhadap apa yang sifatnya ilahi dan kekal.

Kemudian, sahabat Resi terkasih, St. Yohanes Krisostomus mengatakan, bahwa ungkapan tersebut bukan untuk mengesampingkan tugas kewajiban kita terhadap orang tua, tetapi untuk menyadarkan kita bahwa tidak ada yang lebih penting daripada hal-hal surgawi, dan hati kita harus melekat pada hal- hal itu, dan tidak menanggalkannya walaupun hanya sekejap saja, walau alasannya terlihat cukup mendesak.” Kewajiban manusiawi tidak dilepaskan, melainkan justru dijadikan bagian dalam mengikuti dia dan mewartakan Kerajaan Allah, yakni panggilan mewartakan iman bahwa Tuhan itu Maharahim.

Kemudian sahabat Resi terkasih, tadi ada yang menyatakan diri mau mengikuti Yesus, tetapi ingin berpamitan terlebih dahulu dengan keluarganya. Sekali lagi jawaban Yesus berupa pepatah yang intinya mengatakan orang yang mendua perhatiannya tidak cocok bagi Kerajaan Allah. Bagaimana penjelasannya? Perhatian mendua memang tidak membuat orang tenang, khususnya dalam mengikuti panggilan. Namun penyelesaiannya bukanlah dengan cara menyingkirkan salah satu. Memang untuk sementara waktu bila yang satu dilepas orang akan merasa dapat lebih memusatkan diri. Tetapi nanti akan muncul perkara lain yang lambat laun akan membelah perhatian.

Sahabat Resi terkasih, penyelesaian yang diajarkan dalam dialog ini bukan ditujukan untuk menghilangkan perhatian yang sudah ada dan mengisi dengan kepedulian baru, dengan tekad mengikuti Yesus dan niatan mengabarkan Kerajaan Allah. Yang diajarkan ialah menyatukan perhatian dan kepedulian yang sudah ada dan membuatnya makin menjadi bentuk nyata mengikuti Yesus dan mengabarkan Kerajaan Allah. Kata orang sekarang, mengintegrasikan kehidupan dengan panggilan mengikuti Kristus dan warta-Nya tentang Kerajaan Allah.

Maka jelaslah sahabat Resi terkasih, apa yang dapat kita renungkan warta Injil hari ini, di mana kita semua sebagai pengikut Kristus harus selalu menyadari yang utama adalah melaksanakan panggilan Tuhan tanpa harus mengesampingkan tugas kewajiban moral terhadap yang lain. Melakukan tindakan atau perbuatan baik terhadap sesame sekaligus menjadi ungkapan dan bentuk nyata dari mewartakan Kerajaan Allah itu sendiri. Semoga hal ini menjadi kesadaran yang terus menerus ada dan melekat dalam keseharian hidup kita.***

DOA: Ya Tuhan Allah, aku menyadari bahwa menjadi orang Kristen atau pengikut-Mu bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani. Hanya dengan rahmat kuat kuasa-Mu aku akan mampu untuk melaksanakan apa yang Kauinginkan, yakni menjadi pewarta Kabar Gembira di dunia ini. Maka curahkanlah selalu Roh Kudus-Mu atas diriku dan doronglah aku untuk selalu bersemangat dan bersukacita sebagai murid-murid-Mu di zaman sekarang ini. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam Bapa (+) dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA UMAT:

I : Saudara-saudari, dalam Kristus kita telah dipanggil untuk menjadi bebas. Marilah berdoa kepada Bapa di surga, agar kita dapat berkembang terus dalam kebebasan sejati. Marilah berseru kepada-Nya.

L : Bagi Gereja yang kita cintai: Ya Bapa, bantulah Gereja-Mu agar tidak terperangkap dalam struktur-struktur kekuasaan yang tidak memperhatikan azas keadilan, melainkan semakin lama semakin menjadi rendah hati dan semakin rela untuk melayani; semoga Gereja lepa bebas bagi Allah dan manusia. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi bangsa kita dan semua bangsa: Ya Bapa, bantulah semua bangsa, besar atau kecil, berpegangan tangan untuk membawa kebebasan menusiawi dan martabat kepada semua orang. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang diperas dan ditindas: Ya Bapa, bantulah mereka yang diperas dan ditindas agar tidak memandang keadaan mereka sebagai takdir Allah, melainkan menyadari bahwa mereka pun terpanggil untuk menjadi merdeka. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita yang berkumpul di tempat ini: Ya Bapa, semoga kami tidak pernah terkurung dalam kesempitan diri sendiri, dalam penjara kepentingan pribadi, melainkan benar-benar bersatu dan bebas dalam Kristus sehingga menjadi komunitas pelayanan. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Tuhan Allah kami, jadikanlah kami manusia bebas, agar dapat menegakkan keadilan, perdamaian serta kebebasan yang bertanggungjawab, sesuai dengan rencana Ilahi-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, semoga Engkau berkenan untuk menerima persembahan kami ini. Persatukanlah roti dan anggur ini dengan korban Putra-Mu sehingga menghasilkan kebebasan sejati bagi kami. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 103:1

Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah naman-Nya yang kudus, hai seluruh diriku!.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur atas rezeki surgawi yang telah Kauanugerahkan kepada kami ini. Semoga niat kami untuk mengikuti Putra-Mu Kauberkati dan cinta kasih kami kepada sesama semakIn nyata dalam tindakan kami sehingga pada saatnya nanti, kami Kauperkenankan untuk memasuki Kerajaan-Mu yang abadi. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: