Rabu, 22 Juni 2022 – Hari Biasa Pekan XII – Novena Hati Kudus Yesus Hari VIII

Posted on

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

AUDIO RESIA:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Resi-Rabu-22-Juni-2022-oleh-Rm.-Petrus-Haryanto-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Seminari-Menengah-St.-Paulus-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 119:34

Buatlah aku mengerti, Maka aku akan memegang hukum-Mu. Dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.

PENGANTAR

Kitab suci memuat tawaran Tuhan dan jawaban manusia. Dari situ kita tahu apa kehendak Tuhan dan bagaimana harus bertindak. Apakah jawaban kita dapat dipercaya, akan terbukti dalam perbuatan kita.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami sumber belas kasih, Engkau tidak menghendaki siapa pun tewas, tetapi agar semua dapat menikmati kedamaian. Kami mohon, semoga kami Kaujadikan pewarta kabar gembira itu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 22:8-13; 23:1-3

“Di depan rakyat raja membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah Tuhan, dan diadakannyalah perjanjian di hadapan Tuhan.”

Di masa pemerintahan Raja Yosia Imam Besar Hilkia berkata kepada Safan, panitera raja, “Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!” Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya. Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: “Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu.” Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: “Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku,” lalu Safan membacakannya di depan raja. Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: “Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya.” Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:33-34.35-36.37.40

Ref. Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, petunjuk-petunjuk ketetapan-Mu.

  1. Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, petunjuk-petunjuk ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.

  2. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.

  3. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.

  4. Lalukanlah mataku dari hal-hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!

  5. Sesungguhnya aku rindu akan titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 15:5.5b) Tinggallah dalam Aku, dan Aku dalam kamu, sabda Tuhan; barangsiapa tinggal dalam Aku, akan menghasilkan banyak buah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 7:15-20

“Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka.”

WASPADALAH TERHADAP NABI-NABI PALSU - Cahaya Pengharapan Ministries

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Saudari dan saudaraku, berjumpa kembali dengan saya, Rm Haryanto SCJ dari komunitas SCJ di Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Indonesia, dalam RESI – Renungan Singkat Dehonian, edisi Rabu, 22 Juni 2022.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Yesus mengingatkan kita: “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”. Siapakah Nabi yang dimaksudkan oleh Yesus? Nabi adalah orang yang diutus Allah untuk membawa pesan dari Allah dan menjadi juru bicara Allah. Nabi akan menyampaikan pesan dari Allah itu dalam aneka bentuk ungkapan; misalnya cerita, khotbah, bisa jadi juga kecaman, sindiran, bahasa kiasan atau dalam bentuk mazmur. Nabi yang benar membawa manusia kepada Allah dan segala kehendak-Nya agar manusia itu mengalami keselamatan.

Lalu, siapakah yang dimaksudkan nabi palsu itu sehingga harus diwaspadai? Nabi palsu adalah orang yang mengatasnamakan diri atau pura-pura sebagai orang suruhan Allah atau tidak disuruh oleh Allah. Nabi palsu biasanya bertindak dan bersikap ceroboh, cenderung tidak jujur, berkhianat karena bernubuat dengan palsu, atau berdasarkan rekaan pikiran atau rekaan hatinya, dst. Maka, dari pemahaman dan gambaran seperti itu, jelaslah bagi kita betapa banyak nabi palsu yang pernah atau yang sedang ada dalam lingkaran kehidupan kita dan bisa jadi akan menyesatkan kita.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Yesus melalui Sabda-Nya membuka pikiran para murid-Nya, tentu juga pikiran kita para pembaca atau pendengar-Nya, khususnya untuk memahami kehadiran nabi-nabi itu sebagai utusan Allah atau nabi-nabi palsu yang menyesatkan. Yesus berkata,”Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik sedangkan pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik pula.” Nah, tentu buah anggur selalu dari pohon anggur, buah ara pasti juga dari pohon ara. Jadi bagi Yesus, “Dari buah pohonnya kita akan mengenal pohon yang menghasilkan buah tersebut”.

Yesus mendorong siapapun agar memiliki disposisi atau sikap untuk berdiscernmen atau mawas diri (ada di dalamnya unsur kehati-atian, kecermatan atau ketelitian), secara khusus berhadapan berbagai ancaman atau pengaruh yang menyesatkan dari pribadi atau kelompok-kelompok tertentu. Nabi palsu, seperti yang dikatakan oleh Yesus adalah orang yang hidupnya tidak membuahkan tindakan baik. Ia pandai berkata-kata, tetapi tidak melakukannya. Kita juga bisa jatuh menjadi nabi palsu ketika hidup kita tidak mampu menunjukkan perbuatan baik dalam kehidupan kita.

Maka, kita membutuhkan kebijaksanaan Allah, agar kita mampu menerima apa yang sungguh-sungguh baik dan benar, serta menolak apa yang palsu. Dengan demikian kita akan memetik buah yang baik sebagai seorang murid yang ditandai dengan iman, harapan dan kasih, keadilan dan kewaspadaan, ketabahan dan kesederhanaan, dst. Buah-buah yang baik itulah yang akan memampukan kita untuk mengendalikan kecenderungan atau godaan untuk berkata-kata, bersikap atau berperilaku seperti nabi atau pengajar palsu.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Melalui Sabda-Nya hari ini, Tuhan hendak mendorong kita untuk terus menerus setia dengan tugas dan panggilan hidup kita. Panggilan untuk menjadi pohon yang baik akan terus mengarahkan kita menghasilkan buah yang baik pula. Kalau kita adalah orang tua yang baik, tentu kita akan memiliki anak-anak yang baik pula karena hal baik yang kita tanamkan. Kalau kita adalah guru atau pendidik yang baik, tentu kita akan memiliki siswa dan siswi yang baik pula. Kalau kita adalah anak atau siswa atau siswi yang baik, tentu kita akan memiliki sikap-sikap dan prilaku yang baik pula, dst. Semoga kita menjadi buah yang baik karena memang kita berasal dari pohon yang baik, yakni Yesus sebagai pokoknya. Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa maharahim, Semoga kami dapat menikmati panenan kebun anggur-Mu Serta selalu bersukacita hati kami. Berkat keselamatan yang telah dipersiapkan Oleh Yesus Mesias pohon anggur bagi kehidupan Umat manusia di dunia. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 15:4.5b

Tinggallah dalam Aku, dan Aku dalam kalian. Barangsiapa tinggal dalam aku, Akan menghasilkan buah banyak.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, Kami bersyukur karena Engkau telah mewahyukan diri. Dalam diri Yesus Putra-Mu terkasih. Kami mohon semoga kami selalu menaruh hormat Kepada-Mu dalam pergaulan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

NOVENA HATI KUDUS YESUS – HARI KE VI

“Buah-buah yang dijanjikan Tuhan kita melalui pengabdian kepada Hati Kudus-Nya sungguh luar biasa. Bagi para pendosa, ini adalah samudra belas kasih; untuk jiwa yang acuh tak acuh, ini adalah sumber semangat; bagi jiwa-jiwa saleh, ini adalah kemajuan pesat menuju kesempurnaan.” (Leo John Dehon SCJ, Devotion to the Sacre Heart of Jesus, Give of our Time.” June 12, 1885)

Hati Yesus yang Maha Kudus,  basuhlah aku dari segala dosaku dalam lautan kerahiman-Mu, leburlah ke dalam api segala kelesuanku, sentuhlah hatiku dan jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.

Dengan penuh keyakinan pada cinta Hati-Mu yang lembut, aku datang kepada-Mu dengan penuh iman dan memohon apa yang sungguh aku butuhkan.

[Sebutkan permintaan Anda.] 

Karena Engkau sangat mengenalku, aku akan menunggu dengan sabar untuk menerima dari Hati-Mu yang pemurah, apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.

Semoga jawaban atas doaku, memungkinkan aku untuk bekerja sama dengan Hati-Mu dalam membangun Kerajaan cinta, keadilan, dan damai-Mu. Amin.

Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan,

LITANI HATI KUDUS YESUS

(Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.)

Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.  

Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami, kami memuji Engkau.

Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami, kami memuji-Engkau.

Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia, kami memuji-Engkau.

Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah, kami memuji Engkau.

 

Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami, kami bersyukur kepada-Mu.

Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu.

Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga,  kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat, kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya  selalu segar,  kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup, kami bersyukur kepada-Mu

 

Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua  kelemahan  rohani  dan  jasmani kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami, kami mencintai-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih, kami menyambut-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami, kami menyambut-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia, kami menyambut-Mu.

 

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang menderita, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda masalah, kesulitan, dan beban berat, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah, kami ingin menjadi seperti Engkau.

 

Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

 

Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan, kami berdoa: Guru yang baik,  Engkau telah memberikan kepada kami rahmat untuk mulai mencintai-Mu; berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu, yang sering kali terasa begitu berat. Dalam semangat cinta, kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.

PENGUDUSAN KELUARGA KEPADA HATI YESUS

[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]

Hati Yesus yang penuh kasih, karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami kami mohon bantuan-Mu. Sebagai sebuah keluarga (orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak) Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya, mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik, dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.

Di saat kuat atau lemah, di saat-saat berahmat  atau saat jatuh dalam dosa, bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih, dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu. Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna, kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih. Dengan bantuan-Mu, kami berjanji untuk terus mengusahakannya. Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu. Amin.