Selasa, 21 Juni 2022 – Peringatan Wajib St. Aloysius Gonzaga, Biarawan – Novena Hati Kudus Yesus Hari VII

Posted on

Rm. Agustinus Sugiarno SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, akan mendaki gunung Allah dan menghadap kemuliaan-nya.

PENGANTAR:

Sudah sejak kecil  putera seorang bangsawan ini mengarah pada hidup religius. Pada umur sembilan tahun ia sudah berniat hidup wadat. Umur 17 tahun diserahkannya hak-hak warisannya dan masuk Ordo Yesuit. Mungkin terasa juga kekanak-kanakannya dan romantismenya. Tetapi sebenarnya diperlukan ketabahan hati. Hal itu dibuktikan oleh Loisius ketika berjangkit wabah pes. Begiut sungguh-sungguh ia merawat para penderita, sehingga ia sendiri kejangkitan dan meninggal pada usia amat muda.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, pemberi rahmat surgawi, dalam diri Santo Aloisius Engkau menyatukan hidup suci dengan semangat tapa. Kami takkan mampu menyamai kesuciannya. Maka semoga berkat jasa dan doanya kami sekurang-kurangnya meneladan semangat tapanya. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 19:9b-11.14-21.31-35a.36

“Aku akan membela dan menyelamatkan kota ini demi Aku dan demi Daud.”

Pada waktu Kota Yerusalem dikepung, Sanherib, Raja Asyur, mengirim utusan kepada Hizkia, Raja Yehuda. Ia berpesan, “Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, Raja Yehuda: Janganlah Allahmu yang kaupercaya itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan bahwa Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan Raja Asyur. Sesungguhnya engkau telah mendengar apa yang dilakukan raja-raja Asyur terhadap segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya. Masakan engkau ini akan dilepaskan?” Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya. Kemudian pergilah ia ke rumah Tuhan dan membentangkan surat itu di hadapan Tuhan. Hizkia berdoa di hadapan Tuhan demikian, “Ya Tuhan, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi. Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Condongkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan dengarkanlah; bukalah mata-Mu, dan lihatlah, ya Tuhan; dengarkanlah perkataan Sanherib yang telah dikirimkannya untuk mengaibkan Allah yang hidup. Ya Tuhan, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa! Mereka pun telah menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. Maka sekarang, ya Tuhan, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya Tuhan.” Lalu Nabi Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, Raja Asyur, telah Kudengar’. Inilah sabda yang telah diucapkan Tuhan mengenai dia, ‘Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olok engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu. Dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari Gunung Sion akan tampil orang-orang yang terluput. Cemburu Tuhan semesta alamlah yang akan melakukan hal ini’. Maka beginilah sabda Tuhan mengenai Raja Asyur, ‘Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana. Ia juga tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya. Melalui jalan dari mana ia datang, ia pun akan pulang, tetapi ke kota ini, ia tidak akan masuk’, demikianlah sabda Tuhan. ‘Aku akan membela kota ini untuk menyelamatkannya demi Aku dan demi Daud, hamba-Ku’.” Maka pada malam itu keluarlah Malaikat Tuhan, membunuh seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Sebab itu berangkatlah Sanherib, Raja Asyur; ia pulang lalu tinggal di kota Niniwe.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 48:2-3a.3b-4.10-11

Ref. Allah menegakkan kotanya untuk selama-lamanya.

  1. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di Kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.

  2. Gunung Sion, pusat kawasan utara, itulah kota Raja Agung. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri sebagai benteng.

  3. Dalam bait-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pulalah kemasyhuran-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 8:12)  Akulah cahaya dunia; siapa yang mengikuti Aku, ia hidup dalam cahaya abadi.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 7:6.12-14

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.”

Bacaan dan Renungan Selasa 26 Juni 2018 – CAREKA (Bacaan Renungan Katolik)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Sugiarno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para sahabat RESI jumpa dengan saya Rm Agustinus Sugiarno, SCJ, dari komunitas Provinsialat SCJ Palembang dalam edisi Selasa 21 Juni 2022.

Saudara/i..sahabat resi yang saya kasihi. Sastrawan Franz Kafka, menulis: “Ketidaksabaran mengusir manusia dari Firdaus dan terus-menerus menjauhkannya dari sana.” Manusia sudah terbelenggu sikap mau cepat dan tergesa-gesa alias instan. Kita ingin mendapatkan sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Segala-galanya dibuat cepat dan kilat: makanan instan, cinta kilat, pos kilat, foto kilat, hidup kilat, dan mati pun kilat. Kita tidak mau lagi dengan apa yang disebut sebuah proses. Apakah sesungguhnya yang kita cari dalam hidup ini? Bila kita mau semuanya secara instan maka kita bakal jadi korban sistem instan.

Dalam Injil hari ini, Yesus menunjukkan dua pintu, yaitu pintu sempit yang membutuhkan suatu proses dan waktu dan pintu lebar dengan jalan yang luas. Yesus memerintahkan kita untuk memilih pintu yang sempit, “Masuklah melalui pintu yang sempit!” Mengapa? “Sebab sungguh lebar pintu dan luas jalan menuju kebinasaan.” Kejahatan terbuka lebar bagi manusia. Manusia cenderung hidup dalam kejahatan, meski jalan itu akan mengantar mereka pada kebinasaan. Sementara, pintu yang akan mengantar manusia pada kehidupan sejati dan kekal kurang diminati, karena sempit dan jalannya sukar. Maka hanya sedikit orang yang menemukan pintu itu dan melewati jalannya.

Yesus mengharapkan agar kita tidak salah memilih jalan. Jalan menuju surga selalu disertai salib. Itulah yang telah ditempuh oleh Yesus. Yesus mengajak kita untuk selalu sadar bahwa setiap kesulitan yang kita hadapi sebagai pengikut-Nya selalu menjadi jalan menuju surga, asal kita berjalan bersama-Nya. Hidup kita saat ini sudah menunjukkan pintu mana yang kita pilih. Rasanya, belum terlambat untuk berganti pintu, seandainya kita telah salah memilih

Semoga hati kudus Yesus senantiasa membimbing jalan dan pilihan hidup kita kepada hidup abadi. Dan semoga saudara/i diberkati oleh Alah yang maha kuasa, Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa, Raja mahamulia, curahkanlah kekayaan rahmat-Mu kepada kami yang ikut serta dalam kurban perjamuan ini. Semoga seturut teladan Santo Aloisius kami selalu mengenakan pakaian pesat dan siap sedia, sehingga Kauperkenankan ikut serta pula dalam perjamuan raya di surga. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI

Roti surgawi diberikan kepada manusia. Roti malaikat menjadi santapan mereka.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakudus, kami sudah disegarkan dengan santapan para malaikat. Semoga berkat teladan dan doa restu Santo Aloisius yang kami peringati hari ini, kami mengabdi-Mu dengan hidup suci dan selalu ingat bersyukur kepada-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

NOVENA HATI KUDUS YESUS – HARI KE VI

“Selama hidup ini, Hati Yesus akan selalu tetap menjadi Hati yang bersahabat bagi kita, Hati seorang Bapa yang lembut, Hati seorang pasangan hidup. Dia akan menganugerahkan semua belas kasihan-Nya kepada orang-orang yang datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan. Yesus memiliki Hati seorang sahabat, seorang penyembuh, dan bukan Hati seorang hakim.” (P. Leo John Dehon, SCJ, Crowns of Love for the Sacred Heart I th Mystery, 2nd Meditation)

Hati Yesus yang Maha Kudus, aku bersukacita karena dapat memanggil-Mu sahabatku. Semoga kerahiman-Mu kepadaku juga melimpah, melalui sikapbelarasa-ku, kepada mereka yang sangat membutuhkan.

Dengan penuh keyakinan pada cinta Hati-Mu yang lembut, aku datang kepada-Mu dengan penuh iman dan memohon apa yang sungguh aku butuhkan.

[Sebutkan permintaan Anda.] 

Karena Engkau sangat mengenalku, aku akan menunggu dengan sabar untuk menerima dari Hati-Mu yang pemurah, apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.

Semoga jawaban atas doaku, memungkinkan aku untuk bekerja sama dengan Hati-Mu dalam membangun Kerajaan cinta, keadilan, dan damai-Mu. Amin.

Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan,

LITANI HATI KUDUS YESUS

(Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.)

Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.  

Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami, kami memuji Engkau.

Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami, kami memuji-Engkau.

Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia, kami memuji-Engkau.

Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah, kami memuji Engkau.

 

Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami, kami bersyukur kepada-Mu.

Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu.

Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga,  kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat, kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya  selalu segar,  kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup, kami bersyukur kepada-Mu

 

Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua  kelemahan  rohani  dan  jasmani kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami, kami mencintai-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih, kami menyambut-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami, kami menyambut-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia, kami menyambut-Mu.

 

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang menderita, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda masalah, kesulitan, dan beban berat, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah, kami ingin menjadi seperti Engkau.

 

Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

 

Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan, kami berdoa: Guru yang baik,  Engkau telah memberikan kepada kami rahmat untuk mulai mencintai-Mu; berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu, yang sering kali terasa begitu berat. Dalam semangat cinta, kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.

PENGUDUSAN KELUARGA KEPADA HATI YESUS

[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]

Hati Yesus yang penuh kasih, karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami kami mohon bantuan-Mu. Sebagai sebuah keluarga (orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak) Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya, mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik, dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.

Di saat kuat atau lemah, di saat-saat berahmat  atau saat jatuh dalam dosa, bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih, dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu. Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna, kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih. Dengan bantuan-Mu, kami berjanji untuk terus mengusahakannya. Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu. Amin.

St. Aloysius Gonzaga, Biarawan

Aloysius, santo pelindung pemuda pemudi Katolik, dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1568. Karena ia begitu penuh semangat hidup, ayahnya berangan-angan agar kelak ia menjadi seorang perwira yang hebat. Ketika Aloysius baru berumur lima tahun, ayahnya mengajaknya ke kemah tentara. Di sana, Aloysius kecil ikut berarak dalam barisan. Suatu hari, ia bahkan berhasil mengisi dan menembakkan senapan ketika pasukan tentara sedang beristirahat. Ia juga belajar umpatan dan kata-kata kasar dari para prajurit. Ketika mengetahui apa arti kata-kata tersebut, Aloysius merasa menyesal bahwa ia telah mengucapkannya.

Pemuda Aloysius dikirim ke istana-istana para raja dan pangeran. Kelicikan, kedengkian dan kecemaran merupakan hal biasa di sana. Tetapi, semuanya itu mempengaruhi St. Aloysius hanya dalam satu hal, yaitu lebih berhati-hati agar tetap hidup sesuai tanggung jawab Kristianinya. Aloysius jatuh sakit. Hal itu memberinya kesempatan untuk mempergunakan lebih banyak waktu untuk berdoa dan membaca buku-buku yang baik. Ketika Aloysius berumur enam belas tahun, ia memutuskan untuk menjadi seorang imam Yesuit. Ayahnya menentang keinginannya itu.

Tetapi, setelah tiga tahun, akhirnya ia mengijinkannya juga. Begitu bergabung dengan Yesuit, Aloysius wajib melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dan kasar. Ia melayani di dapur dan mencuci piring-piring kotor. Ia biasa mengatakan, “Aku ini sepotong besi yang bengkok. Aku datang kepada agama agar dijadikan lurus oleh palu penyangkalan diri dan laku tobat.”

Ketika suatu wabah menyerang kota Roma, Aloysius mohon agar diijinkan merawat mereka yang sakit. Dia, yang biasa dilayani oleh pelayan-pelayan, dengan senang hati menyeka mereka yang sakit serta merapikan tempat tidur mereka. Ia melayani orang-orang sakit hingga akhirnya penyakit itu menyerangnya juga.

St. Aloysius baru berusia dua puluh tiga tahun ketika ia wafat pada malam tanggal 20 Juni 1591. Ia hanya mengatakan, “Aku akan pergi ke surga.” Jenazah St. Aloysius Gonzaga disemayamkan di Gereja St. Ignatius di Roma. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIII pada tahun 1726.

Bagaimana aku bersikap ketika aku merasa orang-orang lain memaksaku untuk mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak pantas? Aku harus berdoa mohon keberanian untuk melakukan apa yang benar.

Arti nama

Aloysius adalah bentuk lain dari nama Louis/ Ludovicus yang berarti : Kesatria Terkenal

Variasi Nama

Lewis (English), Chlodovech, Clodovicus, Ludovicus, Clovis, Hludowig (Ancient Germanic), Koldobika, Koldo (Basque), Loïc (Breton), Lluís (Catalan), Alojz, Alojzije (Croatian), Alois, Ludvík, Luděk (Czech), Ludvig (Danish), Ludoviko, Luĉjo (Esperanto), Loïc, Louis, Ludovic, Lou (French), Lois (Galician), Alajos, Lajos (Hungarian), Lúðvík (Icelandic), Alaois (Irish), Alvise, Lodovico, Ludovico, Luigi, Gino, Luigino, Vico (Italian), Ludis, Ludvigs (Latvian), Liudvikas (Lithuanian), Aloys (Medieval Occitan), Ludvig (Norwegian), Loís (Occitan), Alojzy, Ludwik (Polish), Aloisio, Luís, Luisinho (Portuguese), Luiz (Portuguese (Brazilian)), Alojz (Slovak), Alojz, Alojzij, Ludvik, Lojze (Slovene), Luis, Lucho (Spanish), Ludvig, Ludde (Swedish)