Sabtu, 18 Juni 2022 – Hari Biasa Pekan XI – Novena Hati Kudus Yesus hari IV

Posted on

Rm. Yohanes Sigit Winarno SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 89:4.29

Telah kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku. Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku. Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia selamanya.

PENGANTAR:

Panggilan menuntut ketahanan dan ketekunan untuk tetap setia akan pilihannya. Yang dilakukan para nabi, yang dilakukan Yesus, masih dilaksanakan Gereja sampai kini. Dalam Injil diserukan agar jangan terlalu memikirkan yang duniawi. Bapa di surga tahu, apa yang kita perlukan.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahasetia, bila kami Kaubimbing dengan sabda-Mu, maka kami takkan merasa khawatir. Kami mohon, semoga kami masih Kauperkenankan hidup dan jangan sampai kami ditinggalkan oleh kasih setia-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Tawarikh 24:17-25

“Kalian telah membunuh Zakharia antara Bait Allah mezbah.”

Sesudah Imam Yoyada meninggal dunia, para pemimpin Yehuda datang menyembah raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka. Mereka meninggalkan rumah Tuhan, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadahlah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. Namun Tuhan mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya. Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, putera imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Mengapa kalian melanggar perintah-perintah Tuhan, sehingga kalian tidak beruntung?’ Oleh karena kalian meninggalkan Tuhan, maka Ia pun meninggalkan kalian!” Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap Zakharia, dan atas perintah raja mereka melempari dia dengan batu di pelataran rumah Tuhan. Raja Yoas tidak ingat akan kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh putera Yoyada itu, dan pada saat kematiannya Zakharia berseru, “Semoga Tuhan melihatnya dan menuntut balas!” Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas, dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh, dan segala jarahan dikirimkan mereka kepada raja negeri Damsyik. Walaupun tentara Aram itu datang dengan orang sedikit, namun Tuhan menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas. Ketika orang Aram pergi, Yoas ditinggalkan dengan luka-luka berat. Lalu para pengawalnya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah putera Imam Yoyada. Mereka membunuh Raja Yoas di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi bukan di makam para raja.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 89:4-5.29-30.31-32.33-34

Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.

  1. Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun-temurun.”

  2. Untuk selama-lamanya, Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa, dan takhtanya seumur langit.

  3. Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku; jika ketetapan-Ku mereka langgar dan perintah-perintah-Ku tidak mereka patuhi.

  4. Maka akan Kubalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (2Kor 8:9) Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar berkat kemiskinan-Nya, kalian menjadi kaya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:24-34

“Janganlah khawatir akan hari esok.”

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapakah kalian kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan esok dibunag ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya? Maka janganlah kalian kuatir dan berkata, ‘Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kalian memerlukan semuanya itu. Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kalian kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Sigit Winarno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Bapak ibu, saudara-saudari dan para sahabat resi yang saya kasihi di dalam Yesus Kristus. Setiap orang pasti pernah punya pengalaman khawatir dalam bentuk dan kadar yang berbeda-beda. Ada ibu yang khawatir ketika anaknya belum pulang ke rumah padahal waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam, seorang pelajar khawatir besok tidak bisa mengerjakan soal ujian dengan baik, karyawan kantor khawatir ketika hujan tidak segera reda padahal ia harus berangkat ke kantor untuk bekerja, atau seorang kakek khawatir karena nanti malam harus menjalani operasi setelah tulang kakinya patah akibat jatuh di kamar mandi. Masih banyak contoh pengalaman khawatir di dalam hidup kita.

Dalam Injil yang kita dengarkan tadi Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu: janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?… Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Apakah dengan khawatir hidup kita akan lebih baik? Tidak, bahkan rasa khawatir bisa membuat pekerjaan yang kita lakukan tidak berhasil baik. Orang yang khawatir tidak bisa konsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan. Apa resep untuk menjadi orang yang tidak khawatir? Kita mesti percaya dan berserah bahwa Tuhan. Kekhawatiran terjadi karena kita kurang percaya. Hidup yang sesungguhnya dibangun bukan atas rasa khawatir, tetapi oleh karena kepercayaan pada Allah yang mencintai anak-anak-Nya. Kekhawatiran tidak menambah kenyamanan hidup, tapi menghasilkan keraguan. Pada kenyataannya, banyak orang lebih khawatir akan banyak hal, dari pada belajar percaya pada Tuhan.  Maka, jangan mudah menjadi khawatir, karena Allah sungguh memelihara orang yang mencari Kerajaan-Nya lebih dulu. Mari berjuang memenuhi kewajiban kita sehari-hari, sambil terus percaya bahwa Tuhan tahu dan akan memberkati hidup kita. Tuhan Memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa mahakudus, berkatilah kiranya anggur roti ini menjadi lambang kehadiran-Mu di tengah-tengah kami. Semoga kami lalu Kaulimpahi Roh Putra-Mu, demi keselamatan umat manusia. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 6:34

Janganlah kalian khawatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa Raja damai, bila kami mencari kerajaan-Mu, kami boleh mengharapkan akan menerima segala keperluan. Kami mohon, semoga kami dapat menemukan kedamaian. dan kerukunan pada diri Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

NOVENA HATI KUDUS YESUS – HARI KE IV

“Hati Kudus selalu memikirkan kita. Mari kita selalu mengingat-Nya dan tidak memiliki cinta lain selain cinta kepada Hati-Nya. Dalam doa-doa kita, marilah kita meminta Kerajaan-Nya dan Kemenangan-Nya, dan melalui kasih kepada-Nya, marilah kita mengasihi jiwa-jiwa seperti Yesus mengasihi mereka, dan siap untuk bekerja dan menderita bagi mereka dalam dalam ukuran yang menurut Yesus baik.” (Leo John Dehon, SCJ, Crowns of Love for the Sacred Heart I, 3rd Mystery, 2nd Meditation) 

Hati Yesus yang Maha Kudus,  aku ingin agar pikiranku senantiasa tertuju pada-Mu dan mengungkapkan cintaku kepada-Mu dengan kepedulian kepada keluarga, teman dan orang asing.

Dengan penuh keyakinan pada cinta Hati-Mu yang lembut, aku datang kepada-Mu dengan penuh iman dan memohon apa yang sungguh aku butuhkan.

[Sebutkan permintaan Anda.] 

Karena Engkau sangat mengenalku, aku akan menunggu dengan sabar untuk menerima dari Hati-Mu yang pemurah, apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.

Semoga jawaban atas doaku, memungkinkan aku untuk bekerja sama dengan Hati-Mu dalam membangun Kerajaan cinta, keadilan, dan damai-Mu. Amin.

Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan,

LITANI HATI KUDUS YESUS

(Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.)

Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.  

Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami, kami memuji Engkau.

Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami, kami memuji-Engkau.

Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia, kami memuji-Engkau.

Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah, kami memuji Engkau.

 

Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami, kami bersyukur kepada-Mu.

Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu.

Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga,  kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat, kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya  selalu segar,  kami bersyukur kepada-Mu

Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup, kami bersyukur kepada-Mu

 

Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua  kelemahan  rohani  dan  jasmani kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami, kami mencintai-Mu.

Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami, kami mencintai-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih, kami menyambut-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami, kami menyambut-Mu.

Hati Ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia, kami menyambut-Mu.

 

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang menderita, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda masalah, kesulitan, dan beban berat, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin, kami ingin menjadi seperti Engkau.

Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah, kami ingin menjadi seperti Engkau.

 

Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.

 

Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan, kami berdoa: Guru yang baik,  Engkau telah memberikan kepada kami rahmat untuk mulai mencintai-Mu; berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu, yang sering kali terasa begitu berat. Dalam semangat cinta, kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.

PENGUDUSAN KELUARGA KEPADA HATI YESUS

[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]

Hati Yesus yang penuh kasih, karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami kami mohon bantuan-Mu. Sebagai sebuah keluarga (orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak) Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya, mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik, dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.

Di saat kuat atau lemah, di saat-saat berahmat  atau saat jatuh dalam dosa, bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih, dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu. Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna, kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih. Dengan bantuan-Mu, kami berjanji untuk terus mengusahakannya. Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu. Amin.