Rabu, 15 Juni 2022 – Hari Biasa Pekan XI

Posted on

Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat St Yohanes Gisting Lampung – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 31:20

Betapa melimpah kebaikan yang kaucurahkan bagi orang yang berlindung pada-Mu

PENGANTAR: 

‘Semoga aku mewarisi dua bagian dari rohmu,’ demikianlah permohonan Elisa kepada Elia. Namun, Elia tak dapat memberikannya, karena harus diperoleh dari Tuhan sendiri. Elia Baru, yaitu Mesias, akan membagikan Roh-Nya dengan melimpah. Dalam semangat Yesus itulah kita dapat hidup, asal kita mengamalkan cinta kasih tanpa pamrih selain agar Tuhan mengganjar kita.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa Yang Mahamurah hati, ajarilah kami berbuat baik benar-benar berkat Yesus, Putra manusia. Ajarilah kami melaksanakan segala yang memperbesar dan mempersubur kebahagian sesama. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 2:1.6-14

“Tiba-tiba datanglah kereta berapi dan naiklah Elia ke surga.”

Pada waktu itu Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal, dan ketika mereka ada di kota Yerikho, berkatalah Elia kepada Elisa, “Baiklah engkau tinggal di sini, sebab Tuhan menyuruh aku ke Sungai Yordan.” Jawab Elisa, “Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan dikau.” Lalu berjalanlah keduanya. Lima puluh orang dari rombongan nabi di Yerikho ikut berjalan dengan mereka. Tetapi mereka memandang dari jauh, ketika Elia dan Elisa berdiri di tepi Sungai Yordan. Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya dan dipukulkannya ke atas air. Maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan sebelah sana . Lalu keduanya menyeberang dengan berjalan di tanah yang kering. Sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa, “Mintalah apa yang hendak kulakukan bagimu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa, “Semoga aku mewarisi dua bagian dari rohmu.” Berkatalah Elia, “Apa yang kauminta itu sukar! Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah bagimu seperti yang kauminta. Jika tidak, ya tidak akan terjadi.” Sedang mereka berjalan terus sambil bercakap-cakap, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya. Lalu naiklah Elia ke surga dalam angin badai. Melihat itu berteriaklah Elisa, “Bapaku! Bapaku! Kereta Israel dan orang-orang yang berkuda!” Kemudian Elia tidak kelihatan lagi oleh Elisa. Maka Elisa merenggut pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua. Sesudah itu ia memungut jubah Elia yang telah terjatuh. Lalu Elisa berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi Sungai Yordan. Dipukulkannya jubah Elia yang terjatuh itu ke atas air sambil berseru, “Di manakah Tuhan, Allah Elia?” Maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana . Lalu Elisa menyeberang.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 31:20.21.24

Ref. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai kalian semua yang berharap kepada Tuhan.

  1. Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kaulakukan di hadapan manusia bagi orang yang berlindung pada-Mu.

  2. Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

  3. Kasihilah Tuhan, hai semua orang yang dikasihi-Nya! Tuhan menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang yang congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Yoh 14:23) Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:1-6.16-18

“Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau.”

Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau.”(18 Juni 2014) – Gereja Katolik Karangpanas

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di depan orang supaya dilihat. Sebab jika demikian, kalian takkan memperoleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang-orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” “Dan apabila kalian berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan di tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi jikalau engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” “Dan apabila kalian berpuasa, janganlah muram mukamu, seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas Postulat – Novisiat, Gisting (Lampung), dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Rabu, 15 Juni 2022. Bacaan dari Injil menurut Matius 6: 1-6. 16-18.

Mari kita merenungkan apa yang dikatakan Tuhan dalam Injil pada hari ini: “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah tangan kirimu tahu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka, Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”. Sahabat dehonian yang diberkati Tuhan, kutipan ayat di atas mengingatkan kita tentang bagaimana jika kita berbuat baik, atau setidaknya ketika kita berbagi kepada sesama. Tuhan mengajarkan untuk membagikan apa yang kita miliki kepada orang lain dengan keikhlasan hati; bukan didasarkan pada disposisi batin untuk mendapatkan balasan atau bahkan pengakuan.

Lebih dari sekadar mengajarkan tindakan yang bermoral, Tuhan dengan Sabda-Nya mengundang kita untuk menjadi orang Katolik yang baik. “Menjadi orang Katolik yang baik” mengarahkan kita untuk menjadi seorang pribadi yang berkualitas. Kualitas tersebut ditunjukkan dengan sebisa mungkin peka terhadap kebutuhan sesama dan menunjukkan kepekaan itu melalui tindakan berbagi tanpa pamrih. “Sedekah” sebagaimana yang dikatakan Tuhan, adalah sebuah bentuk konkret dari kepekaan hati kita terhadap kebutuhan sesama. “Memberi dengan tangan tersembunyi” memuat arti adanya kerelaan atau keikhlasan jika kita berbuat sesuatu kepada atau bagi yang lain, terlebih mereka yang membutuhkan uluran hati kita.

Dengan merenungkan Sabda Tuhan pada hari ini, kita diingatkan kembali untuk mewujudkan panggilan Kristiani kita: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22: 39). Namun, Tuhan tidak hanya meminta kita sebatas untuk mengerti Sabda itu, tetapi juga mengonkretkannya disertai dengan sikap ketulusan. Jika demikian adanya, “maka, Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”.

Semoga Hati Kudus Yesus, memberkati niat baik kita untuk berbagi kepada sesama. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa maha pengasih, berkenanlah hadir di sini. dan semoga roti anggur ini menunjukkan kepada kami jalan Putra-Mu yang telah mengurbankan hidup-Nya demi kami dan kini menjadi perantara kami di hadapan-Mu Sepanjang masa.

ANTIFON KOMUNI – Matius 6:3

Jika memberi sedekah janganlah tangan kirimu tahu apa yang dibuat tangan kananmu.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal, kami mengucap syukur karena telah dikunjungi oleh guru kebajikan, utusan-Mu. Kami mohon, semoga kami dapat meresapkan sabda-Nya di dalam hati kami serta melaksanakan dengan sukacita. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Baca Juga:  Sabtu, 18 Juni 2022 – Hari Biasa Pekan XI – Novena Hati Kudus Yesus hari IV

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.