Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa 14 Juni 2022

Posted on

Renungan Harian Katolik Selasa 14 Juni 2022 Hari Biasa Pekan Ke XI Warna Liturgi Hijau. Bacaan Pertama 1Raj. 21:17-29, Mazmur Tanggapan Mzm. 51:3-4,5-6a,11,16, Bait Pengantar Injil Yoh 13:34, Bacaan Injil Mat. 5:43-48.

Renungan Katolik Selasa 14 Juni 2022

Berikut ini Bacaan dan Renungan Harian Katolik Selasa 14 Juni 2022, Lengkap Bacaan Pertama, Mazmur Tanggapan, Bait Pengantar Injil serta Bacaan Injil.

Bacaan Pertama: 1Raj. 21:17-29

Sesudah Nabot dibunuh, Tuhan bersabda kepada Nabi Elia, orang Tisbe, “Bangunlah, pergilah menemui Ahab, Raja Israel di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.

Katakanlah kepadanya demikian, ‘Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah membunuh dan merampas!’ Katakan pula kepadanya, ‘Beginilah sabda Tuhan: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ pulalah anjing akan menjilat darahmu’.”

Kata Ahab kepada Elia, “Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?” Jawab Elia, “Memang sekarang aku akan mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan.

Sungguh aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu. Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel.

Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia. Sebab engkau telah menyakiti hati-Ku dengan menyebabkan orang Israel berbuat dosa.

Juga mengenai Izebel Tuhan telah bersabda, ‘Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel. Siapa saja dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing, dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara’.

Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak dirinya dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. Bahkan ia telah berlaku sangat keji.

Ia mengikuti berhala-berhala, seperti orang Amori yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel . Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya, dan berpuasa.

Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban. Maka bersabdalah Tuhan kepada Elia orang Tisbe itu, “Sudahkah kaulihat bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku?

Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya. Barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya.”

Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 51:3-4,5-6a,11,16

Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa.
  3. Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu!

Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34

Ref. Alleluya, alleluya.

Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan. Kasihilah sesamamu sebagaimana Aku mengasihi kamu.

Bacaan Injil: Mat. 5:43-48

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Kalian telah mendengar bahwa disabdakan, ‘Kasihilah sesamamu manusia, dan bencilah musuhmu’. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.’

Karena dengan demikian kalian menjadi anak-anak Bapamu di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat, dan juga bagi orang yang baik. Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga bagi orang yang tidak benar.

Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja, apakah lebihnya dari perbuatan orang lain?

Bukankah orang yang tak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu kalian harus sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Selasa 14 Juni 2022

Berikut ini Renungan Harian Katolik Selasa 14 Juni 2022, Apakah kita bisa mencintai orang yang membenci kita? Salah satu tindakan yang paling sulit untuk dilakukan adalah mencintai musuh kita atau mencintai mereka yang telah menyakiti kita, mereka yang terus berbuat tidak baik kepada kita dan mereka yang terus menyakiti kita.

Misalnya bagaimana Anda bisa mencintai pasangan Anda yang tidak setia? Bagaimana Anda bisa mencintai seseorang yang telah membuat hidup Anda begitu sulit?

Memang, orang-orang seperti ini sangat sulit untuk mencintai apalagi memaafkan. Tapi di sisi lain, siapakah kita untuk tidak mencintai dan memaafkan mereka? Dan siapa kita untuk fokus pada kebencian daripada cinta?

Mengapa kita tidak mencoba mencintai mereka yang menyakiti kita, mengapa kita tidak mencoba menghilangkan kebencian apa pun yang ada di hati kita? Saat kita mencintai mereka yang menyakiti kita, saat kita memaafkan dan saat kita menghilangkan kebencian di hati kita.

Kita menjadi bebas dari belenggu Iblis dan kita membebaskan diri kita dari segala bentuk emosi negatif, jahat dan menyakitkan. Yesus mengasihi kita semua siapa pun kita dan dosa apa pun yang telah kita lakukan.

Kasih Yesus yang tak terbatas ini selalu ada untuk kita. Namun, kita juga sadar bahwa neraka itu ada. Ada kerajaan iblis di mana mereka yang tidak berbuat baik dan mereka yang terus menolak kasih Yesus ditakdirkan untuk tinggal.

Doa Renungan Harian Katolik

Allah Bapa, Engkau kami puji karena hari baru yang boleh kami alami dan kami jalani. Pada diri kami, Engkau menghendaki perbuatan kasih yang total.

Untuk menjalankan perbuatan mengasihi musuh, kami ingin membuka diri kami terhadap karya roh-Mu sendiri, untuk menjalankan sabda-Mu ini, yang memang sulit dilaksanakan, tetapi sungguh berdaya guna bagi terciptanya dunia yang damai.

Ajarilah aku melakukan kehendak-Mu dan mengikuti teladan-Mu, yakni mengasihi dan mendoakan orang-orang yang memusuhi dan membenci diriku agar mereka senantiasa berada dalam naungan kasih pengampunan dan berkat-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Terimakasih sudah membaca Renungan Harian Katolik Selasa 14 Juni 2022.